Articles

Found 6 Documents
Search

HUBUNGAN PRESTASI BELAJAR PRAKTEK LAS TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA DI BIDANG PENGELASAN SISWA SMK Febryanto, Dwi; Karo-Karo, Uli; Kusman, Maman
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 2, No 1 (2015): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jmee.v2i1.1151

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan prestasi belajar terhadap minat berwirausaha di bidang pengelasan dalam Mata Pelajaran Teknik Pengelasan di SMK N 12 Bandung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional. Sampel penelitian ini diambil dari anggota populasi secara acak dan berstrata secara proposional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 36 siswa dari populasi sebanyak 144 siswa. Prestasi Belajar diperoleh dari data dokumentasi siswa pada mata pelajaran teknik pengelasan, sedangkan minat berwirausaha siswa didapat dari angeket. Penelitian ini menggunakan analisis regresi dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar terhadap minat berwirausaha siswa memiliki pengaruh yang positif dan signifikan. Prestasi belajar siswa dalam kategori sedang. Disimpulkan bahwa prestasi belajar praktek las di SMK N 12 Bandung berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha siswa di bidang pengelasan.
PERANCANGAN APLIKASI E-LEARNING PADA MTS NEGERI 1 MERANGIN SHARIPUDDIN, SHARIPUDDIN; EFFIYANDI, EFFIYANDI; FEBRYANTO, DWI
Jurnal Processor Vol 14 No 1 (2019): Processor
Publisher : LPPM STIKOM Dinamika Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1642.737 KB) | DOI: 10.33998/processor.2019.14.1.576

Abstract

Proses pembelajaran yang berlangsung di MTS Negeri 1 Merangin masih bersifat konvensional,  guru dan murid masih bertatap muka secara langsung untuk melakukan proses belajar-mengajar, sehingga apabila guru berhalangan hadir maka informasi tentang materi pelajaran yang disampaikan kurang maksimal dan keterbatasan waktu yang disediakan menyebabkan lambatnya proses pembelajaran dan kurangnya pemahaman materi pelajaran pada siswa. E-learning adalah proses pembelajaran efektif yang diciptakan dengan cara menggabungkan konten yang disampaikan secara digital dengan jasa dan sarana pendukung pembelajaran. Aplikasi dibangun menggunakan Macromedia Adobe Dreamweaver CS5 dan database MySQL. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah  aplikasi e-learning yang  dapat memberikan kemudahan pada siswa untuk mengakses  materi pelajaran  meski tidak ada pertemuan di kelas dan sebagai solusi alternatif bagi guru untuk tetap dapat memberikan materi meski tidak bisa hadir saat jam pelajaran.
Transformasional Leadership Meningkatkan Tindakan Augmentatif And Alternative Comunication Pada Pasien Stroke Afasia Motorik Febryanto, Dwi; Ardani, Hasib
Journal of Health Vol 6 No 1 (2019): Journal of Health - January 2019
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.35 KB) | DOI: 10.30590/vol6-no1-p46-50

Abstract

Sekitar 21%–35% pasien stroke akut mengalami afasia motorik atau gangguan interpretasi bahasa. Dampak karena kurangnya tindakan kemandirian perawat dalam meningkatkan Augmentative Alternative Comunication (AAC) adalah tidak terpenuhinya kebutuhan pasien.  AAC adalah media berupa perangkat elektronik, papan alfabet, papan gambar yang berisi kebutuhan dasar yang dapat ditunjuk oleh pasien yang berfungsi membantu dalam berkomunikasi. Metode penelitian adalah literature research, menitikberatkan pada pencarian beberapa penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran dari kepemimpinan transformasional meningkatkan AAC pada pasien stroke afasia motorik melalui insiparasional motivation dimana pemimpin menjadi contoh yang perlu ditiru oleh bawahan, memberi motivasi  yang kuat untuk berubah dengan bimbingan dan pelatihan AAC, individualizad consideration yaitu mendengar masukan – masukan untuk mau berubah menerapkan AAC, Idealized influence dimana pemimpin sebagai mentor yang memiliki kharisma membuat pengikutnya mau berlatih AAC, dan intellectual stimulation yaitu mendorong bawahan agar melihat persoalan afasia motorik dapat diminimalisir dengan AAC. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa  Gaya kepemimpinan transformasional dapat digunakan untuk upaya perawat melatih terapi AAC.
DETEKSI DINI AFASIA PASIEN STROKE AKUT : ANALITIK REVIEW Febryanto, Dwi; Retnaningsih, dr.; Handayani, Fitria
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.621 KB) | DOI: 10.32584/jikmb.v2i2.269

Abstract

Pasien stroke akut sebagian tidak terdeteksi afasia, hal ini dilihat dari angka kejadian afasia yang dilaporkan. Mereka yang ditemukan sudah menggunakan gaya berbicara telegrafis karena keterlambatan mengenali tanda dan gejala afasia. Tentu hal ini meningkatan hari rawat, biaya perawatan, pasien mudah depresi dan menurunkan derajat hidup. Alat ukur untuk menilai afasia menjadi salah satu faktor keberhasilan deteksi dini. Namun, dari yang ada tergolong lama dan tidak melaporkan sensitivitas dan spesifitas sehingga dapat diragukan kesahihannya. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah menemukan sensitifitas dan spesifitas alat ukur serta cepat dalam mendeteksi afasia pasien stroke akut. Metode yang digunakan literature review dari penelitian sebelumnya dengan mengekstrak 3 artikel Tahun 2010-2019 dalam bahasa Inggris yang membahas tentang identifikasi skrining tes afasia yang dipilih dari beberapa database. Language Screening Test sangat kuat dalam mendeteksi afasia stroke dilihat dari nilai sensitivitas dan spesifitas serta cepat dalam penilaiannya dengan waktu hanya 2 menit, namun instrumen ini tidak melaporkan onset stroke.
HUBUNGAN MOTIVASI KESEMBUHAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DEWASA DI RS KHUSUS PARU RESPIRA YOGYAKARTA Febryanto, Dwi; Ngapiyem, Ruthy
Jurnal Kesehatan Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.778 KB)

Abstract

Latar Belakang: Motivasi diperlukan untuk mendorong semangat dan meningkatkan kedisiplinan agar patuh terhadap program pengobatan Tuberkulosis sebab ketidakpatuhan akan menyebabkan kesembuhan rendah, kematian tinggi, kekambuhan meningkat, penularan kuman pada orang lain meningkat, dan terjadinya resistensi kuman terhadap obat anti tuberkusosis sehingga tuberkulosis paru sulit disembuhkan. Tujuan: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi kesembuhan dengan kepatuhan minum obat pada pasien Tuberkulosis Paru dewasa di Rumah Sakit Khusus Paru Yogyakarta. Metode: Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah pasien Tuberkulosis Paru dewasa di Rumah Sakit Khusus Paru Respira Yogyakarta yang dalam tahap pengobatan TB selama enam bulan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah responden 25 orang. Metode mengumpulkan data menggunakan kuesioner. Hasil: Penelitian ini telah dilakukan uji menggunakan Chi squere dengan manual dengan tingkat kemaknaan α=0,05 dan didapatkan nilai hitung 11,421 dan nilai tabel 5,991 maka Ho ditolak dan Hα diterima yang berarti ada hubungan antara motivasi kesembuhan dengan kepatuhan minum obat pada pasien Tuberkulosis paru dewasa di Rumah Sakit Khusus Paru Respira Yogyakarta tahun 2016, kemudian dilakukan uji keeratan didapatkan 0,559 yang berarti hubungan agak rendah. Kesimpulan: Ada hubungan antara motivasi kesembuhan dengan kepatuhan minum obat pada pasien Tuberkulosis Paru dewasa di Rumah Sakit Khusus Paru Respira Yogyakarta tahun 2016. Saran: saran ditujukan kepada RS Khusus Paru Respira Yogyakarta agar selalu memberikan penyuluhan kepada pasien Tuberkulosis Paru untuk tetap patuh terhadap program pengobatan.Kata kunci: Motivasi kesembuhan - Kepatuhan minum obat - Tuberkulosis ParuABSTRACTBackground: Motivation is needed to encourage and improve the discipline to adhere to TB treatment programs because of non-compliance will lead to lower recovery, higher mortality, increasing recurrence, increasing transmission of germs to others, and occurrence of bacteria resistance to anti tuberkusosis that makes it diffi cult to cure. Objective: This study was conducted to determine the relationship between healing motivation and medication compliance of adult patient with pulmonary tuberculosis in Pulmonary Hospital Yogyakarta. Methods:The study design was a cross sectional correlation, the population in this study was patient with pulmonary tuberculosis in Respira Pulmonary HospitalYogyakarta who were on the stage of TB treatment for six months with accidental sampling result 25 people as the respondent. Data collection used questionnaire. Results: This research was conducted by using Chi square manuallu with the signifi cance level α = 0.05. It this obtained that calculated value = 11,421 and table value = 5,991 therefore. Ho is rejected and Hα is accepted which means there is a relationship between healing motivation and medication compliance of adult patient with pulmonary tuberculosis in Pulmonary Hospital Yogyakarta in 2016. The level of closeness C = 0,559 which means the relationship is rather low. Conclusion: There is a relationship between healing motivation and medication compliance of adult patient with pulmonary tuberculosis in Pulmonary Hospital Yogyakarta in 2016.Advice: Advice addressed to Respira Hospital to always provide conceling/ education on treatment programs complince for patients with pulmonary tuberculosis.Keywords: Healing motivation - medication compliance - tuberculosis
ASSESSMENT OF AFASIA IN STROKE PATIENTS: CASE STUDY Febryanto, Dwi; Retnaningsih; Handayani, Fitria
Journal Of Nursing Practice Vol 3 No 2 (2020): Journal Of Nursing Practice
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v3i2.88

Abstract

Introduction: Aphasia is understood as difficulty in understanding or producing language caused by disorders involving the brain hemispheres. Early assessment of aphasia is very important to prevent the emergence of telegraphic speech styles, improve welfare, independence, social participation, quality of life, reduce length of stay and care costs, but there is little literature on this subject, especially in stroke patients. Purpose: This study is to provide an overview of the assessment of aphasia in stroke patients. Methods: The design of a case study involving 6 participants and data collection was carried out by conducting an assessment using the Language Aphasia Screening Test (LAST) instrument which was monitored for 3 days, including monitoring errors for naming images, monitoring mismatches repeating words and sentences, monitoring spontaneous pronunciation, monitoring image comprehension, monitoring comprehension of verbal instructions.Results: A total of 6 ischemic stroke patients were found wrong in repeating words and sentences. Conclusion: In aphasic stroke patients all language modalities are impaired, ranging from spontaneous speech, repetition, naming, language comprehension, reading and writing