Arsyawina Arsyawina, Arsyawina
Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Critical-Care Pain Observation Tool (CPOT) and Wong-Baker Faces Pain Rating Scale in Measuring Pain Level of Patient With Mechanical Ventilation Arsyawina, Arsyawina; Mardiyono, Mardiyono; Sarkum, Sarkum
Jurnal Riset Kesehatan Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Assesing pain in mechanically ventilated patients is a great challenge. Mechanical ventilated patients are often unable to self-report the presence of pain. CPOT is a behavioral pain scale which has been developed and validated for measuring pain in nonverbal critically ill adults. Purpose: This study was to compare CPOT and Wong-Baker by examining psychometric properties including reliability, validity and responsiveness. Method : A repeated measures design was chosen for this quantitative study with 31 samples of mechanically ventilated patients. Result : The ICC values of inter-rater reliability were high at 0,965 for CPOT and low at 0,423 for Wong-Baker. Validity was demonstrated by the change in CPOT and Wong-Baker, which were significantly higher during painful procedures,with averages for CPOT 1,32 – 1,42 at rest and 2,39-4,26 during procedure (p <0,001) and for Wong-Baker 4,52 – 4,65 at rest and 5,29-5,74 during procedure. The CPOT exhibited excellent responsiveness, with an effect size ranging from 5,0 to 5,4 better then Wong-Baker with an effect size ranging from 0,8 to 2,2. Conclusion : This study demonstrated that the CPOT can be valid, reliabeland more responsiveness for measuring pain in mechanical ventilated patients.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RSUD AW SJAHRANIE Hilda, Hilda; Arsyawina, Arsyawina
Husada Mahakam Vol 4 No 6 (2018): Mei 2018
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.479 KB)

Abstract

Kinerja perawat merupakan ukuran keberhasilan dalam mencapai tujuan pelayanan keperawatan dan cerminan mutu pelayanan yang diberikan. Sebagai ujung tombak pelayanan keperawatan di rumah sakit, kinerja perawat merupakan nilai bersama dalam kerangka sistem budaya mutu. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan budaya organisasi dengan kinerja perawat pelaksana di RSUD AW Sjahranie Samarinda. Penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional study. Perawat pelaksana yang berjumlah 110 orang dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini. Sampel  di setiap ruangan ditentukan secara proporsional dan  diambil secara simple random sampling. Budaya organisasi dan 7 dimensi pendukungnya merupakan variabel bebas sedangkan variabel terikat adalah kinerja perawat. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji chi square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan budaya organisasi berpengaruh secara bermakna dengan kategori kuat terhadap optimalisasi kinerja perawat pelaksana. Dimensi budaya organisasi  yang  paling berpengaruh terhadap kinerja perawat pelaksana adalah perhatian hal hal yang detail setiap melakukan pekerjaan dan orientasi terhadap manusia. Manajemen rumah sakit diharapkan dapat mensosialisasikan pendekatan unsur budaya organisasi dalam setiap penerapan kegiatan keperawatan di lingkungan kerjanya.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN KOMUNIKASI EFEKTIF OLEH PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP hilda, hilda; noorhidayah, noorhidayah; arsyawina, arsyawina
MNJ (Mahakam Nursing Journal) Vol 2 No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cases of sentinel hospital often occur because of ineffective communication. Effective communication is the key for nurses to make patient safety based on the standard of patient safety in hospitals. This study aimed to analyze the factors that affect nurses in implementing effective communication in inpatient hospitals AW. Sjahranie Samarinda. The study was observational analytic with cross-sectional approach. The study was conducted in April and May 2016. The samples included 71 nurses drawn randomly. Instrument data collection using questionnaires and observation sheets. Data were analyzed with chi-square test and multivariate multiple logistic regression prediction models The results showed a significant difference between employment status, duration of work, ethics, language barriers and the preparation of communication with the implementation of effective communication. Long work and ethics is the most variable part of the implementation of effective communication with p <0.05. Conclusion: Long work and ethics are the factors that most influence the nurse in implementing effective communication in inpatient hospitals AW.Sjahranie.   Keywords: Effective Communication - ethics, language barriers, openness, communication preparation,      logistics.  
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RSUD AW SJAHRANIE Hilda, Hilda; Arsyawina, Arsyawina
Husada Mahakam: Jurnal Kesehatan Vol 4 No 6 (2018): Mei 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.479 KB) | DOI: 10.35963/hmjk.v4i6.135

Abstract

Kinerja perawat merupakan ukuran keberhasilan dalam mencapai tujuan pelayanan keperawatan dan cerminan mutu pelayanan yang diberikan. Sebagai ujung tombak pelayanan keperawatan di rumah sakit, kinerja perawat merupakan nilai bersama dalam kerangka sistem budaya mutu. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan budaya organisasi dengan kinerja perawat pelaksana di RSUD AW Sjahranie Samarinda. Penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional study. Perawat pelaksana yang berjumlah 110 orang dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini. Sampel  di setiap ruangan ditentukan secara proporsional dan  diambil secara simple random sampling. Budaya organisasi dan 7 dimensi pendukungnya merupakan variabel bebas sedangkan variabel terikat adalah kinerja perawat. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji chi square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan budaya organisasi berpengaruh secara bermakna dengan kategori kuat terhadap optimalisasi kinerja perawat pelaksana. Dimensi budaya organisasi  yang  paling berpengaruh terhadap kinerja perawat pelaksana adalah perhatian hal hal yang detail setiap melakukan pekerjaan dan orientasi terhadap manusia. Manajemen rumah sakit diharapkan dapat mensosialisasikan pendekatan unsur budaya organisasi dalam setiap penerapan kegiatan keperawatan di lingkungan kerjanya.