Articles

Found 9 Documents
Search

HUBUNGAN SIKAP DAN PERSEPSI TERHADAP KEBUTUHAN DENGAN PERILAKU DETEKSI DINI KANKER SERVIKS IBU BHAYANGKARI DI POLIKLINIK BHAYANGKARA PURWODADI Chaleda, Sheila Nur; Kasanah, Uswatun
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.878 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.2.2016.88-93

Abstract

Latar belakang: Kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang telah menjadi masalah kesehatan di dunia, termasuk di Indonesia. Berdasarkan riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2007, kanker menempati urutan ke 6 penyebab kematian terbesar di Indonesia. Kanker serviks mempunyai frekuensi relative tinggi (25,6%) di Indonesia. Menurut departemen kesehatan, terdapat sekitar 100 kasus per 100 ribu penduduk atau 200 ribu kasus setiap tahunnya. Hasil survey pada 10 ibu Bhayangkari di Poliklinik Bhayangkara Purwodadi diketahui 6 ibu mengatakan berkeinginan untuk mengikuti deteksi kanker serviks karena menjadi kegiatan rutin, 2 ibu mengatakan sengaja untuk mengikuti kegiatan ini agar ibu tersebut dapat mengetahui keadaan serviksnya dan melakukan pencegahan terhadap kanker serviks, dan 2 ibu mengatakan karena dukungan dari suami serta temannya untu melakukan Pap Smear. Tujuan penelitian: menganalisa apakah ada hubungan sikap dan persepsi terhadap kebutuhan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks ibu Bhayangkari di Poliklinik Bhayangkara Purwodadi Kabupaten Grobogan. Rancangan penelitian: penelitian ini menggunakan analitik korelatif, dengan pendekatan survey cross sectional. Sampel diambil 35% dari populasi (120 ibu), diperoleh 42 ibu, diambil dengan cara stratified random sampling. Hasil: Tidak ada hubungan antara sikap dengan perilaku deteksi dini kanker serviks ibu Bhayangkari di Poliklinik Bhayangkara Purwodadi Kabupaten Grobogan (p value 0,067) dan ada hubungan antara persepsi terhadap kebutuhan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks ibu Bhayangkari di Poliklinik Bhayangkara Purwodadi Kabupaten Grobogan (p value 0,041).
PENGARUH STRUKTUR ALKOHOL TERHADAP PRODUK ESTERIFIKASI ASAM LAURAT TERKATALISIS Zr4+-ZEOLIT BETA Kasanah, Uswatun; Cahyono, Edy; Sudarmin, Sudarmin
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan sintesis ester laurat melalui reaksi esterifikasi menggunakan katalisZr4+-zeolit beta. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu serta jenis alkohol pada reaksi esterifikasi alkohol dengan asam laurat menggunakan katalis Zr4+-zeolit beta. Pertama-tama adalah preparasi katalis Zr4+-zeolit beta menggunakan metode pertukaran ion dengan ZrCl4 0.1M dan diikuti dengan kalsinasi. Analisis sifat kristalinitas katalis menggunakan XRD, analisis luas area katalis dengan SAA/BET dan sifat keasaman katalis menggunakan metode gravimetri. Penelitian dilakukan melalui tiga tahap yaitu preparasi dan karakterisasi katalis, kemudian reaksi esterifikasi alkohol dan asam laurat dengan variasi waktu reaksi 12, 18 dan 24 jam, serta variasi jenis alkohol yaitu alkohol primer, sekunder dan tersier. Untuk mengetahui karakterisasi hasil reaksi dianalisis menggunakan GC, FT-IR dan GC-MS. Reaksi esterifikasi alkohol dengan asam laurat diperoleh kondisi terbaik pada waktu reaksi 24 jam dengan persentase etil laurat sebesar 44,44% dan variasi jenis alkohol diperoleh hasil terbaik dari alkohol primer dengan persentase 16,62%.
HUBUNGAN PEMROSESAN ASI DENGAN FREKUENSI KEJADIAN DIARE PADA BAYI Kasanah, Uswatun
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 3 (2019): Juli
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.921 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.3.2019.287-294

Abstract

Makanan pada bayi yaitu berupa ASI, ASI diproses meliputi cara pemerahan, cara penyimpanan, dan cara pemberian pada bayi. Bila hal tersebut tidak diperhatikan maka ASI yang merupakan makanan pada bayi tidak terjaga kebersihannya bahkan akan tercemar oleh bakteri yang bisa menyebabkan masalah pada bayi salah satunya diare.Berdasarkan hasil survei awal diketahui bahwa pada ibu yang memproses ASI kurang benar sebanyak 75% (3) sering diare, 25% (1) tidak pernah/jarang diare. Sedangkan pemrosesan benar sebanyak 16,7% (1) sering diare,  83,3% (5) tidak/jarang diare.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemrosesan ASI pada ibu bekerja dengan frekuensi kejadian diare pada bayi di Desa BlaruKecamatan Pati Kabupaten Pati 2018.Jenis penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross sectional.  Populasi sebanyak 35 responden.Teknik sampling yaitu total sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden melakukan pemrosesan ASI kurang benar 19 orang (54,3%), dan bayi  sering mengalami diare 20 orang (57,1%). Ada hubungan antara pemrosesan ASI pada ibu bekerja dengan frekuensi kejadian diare pada bayi di Desa Blaru Kecamatan Pati Kabupaten Pati, dengan p value=0,000.   Kata kunci: pemrosesan ASI, diare, bayi   RELATIONSHIP OF ASI PROCESSING WITH FREQUENCY OF DIARRHEA IN BABIES   ABSTRACT Food in infants is in the form of breast milk, breast milk is processed including how to milk, how to store, and how to give to babies. If this is not taken into account, breast milk which is a food for babies that is not kept clean will even be contaminated by bacteria which can cause problems in babies, one of them is diarrhea. Based on the results of the initial survey, it was found that 75% (3) of diarrhea in women who were breastfed were often incorrect, 25% (1) had never / rarely diarrhea. Whereas 16.7% (1) true processing is often diarrhea, 83.3% (5) is not / rarely diarrhea. The purpose of this study was to determine the relationship of breast milk processing in working mothers with the frequency of diarrhea in infants in Blaru Village Pati District District Pati 2018. This type of research is analytic with a cross sectional approach. Population is 35 respondents. The sampling technique is total sampling. The results of the study showed that the majority of respondents did improper processing of breast milk 19 people (54.3%), and babies often experienced diarrhea 20 people (57.1%). There is a relationship between breastmilk processing in working mothers and the frequency of diarrhea in infants in Blaru Village, Pati District, Pati Regency, with p value = 0,000.   Keywords: ASI processing, diarrhea, babies  
PENGARUH DUKUNGAN BIDAN TERHADAP KUNJUNGAN NIFAS GUNA DETEKSI RESIKO KEGAWATDARURATAN DI PUSKESMAS KAYEN KABUPATEN PATI Kasanah, Uswatun
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.689 KB)

Abstract

Kunjungan nifas memegang peranan penting bagi ibu dan bayinya, pentingnya peranan tersebut dapat dilihat dari banyaknya manfaat yang bisa diperoleh dari pemeriksaan dengan melihat tujuan yang ada. Tujuan kunjungan nifas antara lain untuk memantau kemajuan kesehatan ibu dapat dipastikan  keadaannya, untuk meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik dan mental ibu. Setiap ibu nifas dianjurkan untuk memeriksakan keadaannya secara rutin di tempat pelayanan kesehatan terdekat, karena mengingat besarnya manfaat yang diperoleh bila memeriksakan secara rutin seperti mencegah perdarahan maupun infeksi. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan kunjungan nifas adalah dukungan  bidan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan bidan terhadap kunjungan nifas. Penelitian ini adalaah penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 50 ibu nifas dengan teknik sampling disproportionate stratifield random sampling. Dalam pengkategorian menggunkan cut of point dengan melakukan uji normalitas data menggunkan uji Kolmogorov. Hasil penelitian didapatkan hasil: terdapat hubungan antara dukungan bidan dengan kepatuhan kunjungan nifas dengan signifikansi (0,036.2) Ibu yang mendapat dukungan dari bidan cenderung kunjungan nifasnya terpenuhi sebesar 3 kali dibanding yang kurang mendapat dukungan bidan. Direkomendasikan bagi bidan agar meningkatkan dukungan bagi ibu nifas sehingga dapat melakukan kunjungan sesuai jadwal dan dapat mendeteksi resiko kegawatdaruratan nifas. 
HUBUNGAN DENGAN SUAMI DALAM PERAWATAN MASA NIFAS DENGAN KEJADIAN BABY BLUES Kasanah, Uswatun
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.142 KB)

Abstract

Depresi pasca persalinan, merupakan kondisi yang sama sekali di luar dugaan perempuan yang mengalaminya, dampaknya mengakibatkan tidak optimalnya perkembangan bayinya baik fisik maupun psikologis. Berdasarkan survey awal dengan wawancara kepada 10 responden ibu nifas di Puskesmas Gabus II Kabupaten Pati bahwa 4 ibu (40%) tidak mengalami baby blues, mengatakan dukungan suami baik, dan 6 ibu 60%) menunjukkan terjadi baby blues, mengatakan 2 ibu (20%) mendapat dukungan suami sedang dan 4 ibu (40%) dukungan suami kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan dukungan suami dalam perawatan masa nifas dengan kejadian baby blues. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 32 ibu nifas minimal hari ke 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mengalami baby blues sebanyak 18 orang (56,25%) dan hanya 14 orang (43,75%) yang tidak mengalami baby blues. Ibu nifas yang mengalami baby blues mendapat dukungan suami dengan kategori kurang mendukung sebanyak 17 orang (53,1%) sedangkan kategori mendukung sebanyak 15 orang (46,9%). Berdasarkan hasil uji korelasi chi square menunjukkan bahwa kejadian baby blues berhubungan dengan dukungan suami dalam perawatan masa nifas (X2 hitung > X2 tabel (4.400 > 3.841) dan ρ value 0,036 < 0,05). Bagi tenaga kesehatan (bidan) agar melibatkan keluarga, terutama suami dalam perawatan masa nifas dan bayi, memberikan informasi tentang tanda dan karakteristik baby blues, memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan ibu setelah melahirkan kepada suami dan cara merawat bayi untuk mengurangi kecemasan ibu yang bisa menyebabkan terjadinya baby blues.
PERSEPSI MEROKOK SISWA SMK BAKTI UTAMA PATI Kasanah, Uswatun
Jurnal Kebidanan VOLUME 10. No. 02, DESEMBER 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.723 KB) | DOI: 10.35872/jurkeb.v10i02.289

Abstract

Uswatun Kasanah1) 1)  Prodi Diploma Tiga Kebidanan, Stikes Bakti Utama PatiE-mail: haqqacantiq@gmail.comABSTRAKMenurut laporan WHO tahun 2011 mengenai konsumsi tembakau dunia, angka prevalensi merokok di Indonesia merupakan salah satu di antara yang tertinggi di dunia, dengan 46,8% laki-laki dan 3,1% perempuan usia 10 tahun ke atas yang diklasifikasikan sebagai perokok. Jumlah perokok mencapai 62,8% juta, di mana 40% di antaranya berasal dari kalangan ekonomi ke bawah (Faridah, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam tentang persepsi merokok pada remaja di SMK Bakti Utama Pati. Persepsi tersebut meliputi persepsi kerentanan, keparahan, manfaat, pengorbanan serta pencetus dalam merokok. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan siswa SMK Bakti Utama Pati. Sampel sejumlah 4 siswa dari populasi siswa yang bersedia menjadi responden. Analisis data dilakukan dengan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Semua responden menyatakan merasa rentan menderita penyakit yang disebabkan oleh merokok, namun tingkat kerentanan tersebut rendah;  2) Sebagian besar responden menganggap bahwa dampak merokok itu tidak begitu parah; 3) Seorang responden belum mengetahui secara pasti akan manfaat merokok Seorang responden lain menyatakan bahwa merokok membuat pikirannya rileks atau tenang. Sedangkan seorang responden lagi mengatakan bahwa tidak ada manfaat yang luar biasa sehingga orang harus merokok; 4) sebagian besar responden, untuk merokok itu tidak memerlukan pengorbanan yang signifikan. Namun sebagian kecil responden merasa bahwa yang memberatkan untuk merokok adalah bagaimana agar status merokoknya tidak diketahui oleh orangtunya; 5) sebagian besar responden mengatakan bahwa faktor pencetus perilaku merokok adalah teman dan seorang responden mengatakan bahwa pencetus merokok karena merokok itu sendiri. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi para pihak terkait memberikan penyuluhan guna meluruskan persepsi merokok yang belum tepat. Selain itu, bagi orang tua perlu memberikan dukungan sosial dalam mengawal tumbuhkembang anak agar tetap berada dan bergaul dengan teman-teman sebaya yang sesuai.Kata Kunci: persepsi, merokok.SMOKING PERCEPTION OF BAKTI UTAMA PATI VOCATIONAL SCHOOL STUDENTS ABSTRACTAccording to the 2011 WHO report on world tobacco consumption, the prevalence of smoking in Indonesia is one of the highest in the world, with 46.8% of men and 3.1% of women aged 10 years and over classified as smokers. The number of smokers reached 62.8% million, of which 40% came from the lower economic community (Faridah, 2015). This study aims to find out more about the perception of smoking in adolescents at the Main Bakti Vocational School in Pati. These perceptions include perceptions of vulnerability, severity, benefits, sacrifices and triggers in smoking.This study uses qualitative research methods with a phenomenological approach. Data was collected through in-depth interviews with students of Pati Bakti Utama Vocational School. A sample of 4 students from a population of students willing to become respondents. Data analysis is done by content analysis. The results showed that 1) All respondents stated that they felt vulnerable to suffer from diseases caused by smoking, but the level of vulnerability was low; 2) Most respondents consider that the effects of smoking are not so severe; 3) A respondent does not know for sure about the benefits of smoking. Another respondent stated that smoking made his mind relax or calm. While another respondent said that there were no extraordinary benefits so people had to smoke; 4) most respondents, for smoking it does not require significant sacrifice. However, a small proportion of respondents felt that what was burdensome to smoking was how to get their smoking status unknown to their people; 5) most of the respondents said that the trigger factor for smoking behavior was a friend and a respondent said that the originator smoked because of smoking itself. This study provides recommendations for relevant parties to provide counseling to correct the perception of smoking that is not right. In addition, parents need to provide social support in guarding the growth of children in order to stay and associate with their peers accordingly.Keywords: perception, smoking
HUBUNGAN DENGAN SUAMI DALAM PERAWATAN MASA NIFAS DENGAN KEJADIAN BABY BLUES Kasanah, Uswatun
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Depresi pasca persalinan, merupakan kondisi yang sama sekali di luar dugaan perempuan yang mengalaminya, dampaknya mengakibatkan tidak optimalnya perkembangan bayinya baik fisik maupun psikologis. Berdasarkan survey awal dengan wawancara kepada 10 responden ibu nifas di Puskesmas Gabus II Kabupaten Pati bahwa 4 ibu (40%) tidak mengalami baby blues, mengatakan dukungan suami baik, dan 6 ibu 60%) menunjukkan terjadi baby blues, mengatakan 2 ibu (20%) mendapat dukungan suami sedang dan 4 ibu (40%) dukungan suami kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan dukungan suami dalam perawatan masa nifas dengan kejadian baby blues. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 32 ibu nifas minimal hari ke 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mengalami baby blues sebanyak 18 orang (56,25%) dan hanya 14 orang (43,75%) yang tidak mengalami baby blues. Ibu nifas yang mengalami baby blues mendapat dukungan suami dengan kategori kurang mendukung sebanyak 17 orang (53,1%) sedangkan kategori mendukung sebanyak 15 orang (46,9%). Berdasarkan hasil uji korelasi chi square menunjukkan bahwa kejadian baby blues berhubungan dengan dukungan suami dalam perawatan masa nifas (X2 hitung X2 tabel (4.400 3.841) dan ? value 0,036 0,05). Bagi tenaga kesehatan (bidan) agar melibatkan keluarga, terutama suami dalam perawatan masa nifas dan bayi, memberikan informasi tentang tanda dan karakteristik baby blues, memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan ibu setelah melahirkan kepada suami dan cara merawat bayi untuk mengurangi kecemasan ibu yang bisa menyebabkan terjadinya baby blues.
PENGARUH DUKUNGAN BIDAN TERHADAP KUNJUNGAN NIFAS GUNA DETEKSI RESIKO KEGAWATDARURATAN DI PUSKESMAS KAYEN KABUPATEN PATI Kasanah, Uswatun
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kunjungan nifas memegang peranan penting bagi ibu dan bayinya, pentingnya peranan tersebut dapat dilihat dari banyaknya manfaat yang bisa diperoleh dari pemeriksaan dengan melihat tujuan yang ada. Tujuan kunjungan nifas antara lain untuk memantau kemajuan kesehatan ibu dapat dipastikan  keadaannya, untuk meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik dan mental ibu. Setiap ibu nifas dianjurkan untuk memeriksakan keadaannya secara rutin di tempat pelayanan kesehatan terdekat, karena mengingat besarnya manfaat yang diperoleh bila memeriksakan secara rutin seperti mencegah perdarahan maupun infeksi. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan kunjungan nifas adalah dukungan  bidan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan bidan terhadap kunjungan nifas. Penelitian ini adalaah penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 50 ibu nifas dengan teknik sampling disproportionate stratifield random sampling. Dalam pengkategorian menggunkan cut of point dengan melakukan uji normalitas data menggunkan uji Kolmogorov. Hasil penelitian didapatkan hasil: terdapat hubungan antara dukungan bidan dengan kepatuhan kunjungan nifas dengan signifikansi (0,036.2) Ibu yang mendapat dukungan dari bidan cenderung kunjungan nifasnya terpenuhi sebesar 3 kali dibanding yang kurang mendapat dukungan bidan. Direkomendasikan bagi bidan agar meningkatkan dukungan bagi ibu nifas sehingga dapat melakukan kunjungan sesuai jadwal dan dapat mendeteksi resiko kegawatdaruratan nifas. 
EFEKTIFITAS MOBILISASI DINI DALAM MEMPERCEPAT INVOLUSI UTERI IBU POST PARTUM Kasanah, Uswatun; Altika, Sifa
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 8 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.359 KB)

Abstract

Jumlah kematian ibu di Kudus tahun 2015 ada 18 Jiwa, 8 kematian ibu hamil (44,4 %), 1 kematian ibu bersalin (5,56 %) dan 9 kematian ibu nifas (50 %). Angka kematian ibu 115 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini sudah diatas target nasional 2015 yaitu 105 per 100.000 kelahiran hidup. Jumlah kematian paling banyak pada kecamatan Gebog, 4 kasus, disusul Kecamatan Mejobo, Jekulo, Bae dan Dawe masing-masing 3 Kasus. Perdarahan pascapersalinan merupakan penyebab utama dari 150.000 kematian ibu setiap tahun di dunia dan hampir 4 dari 5 kematian karena perdarahan pascapersalinan terjadi dalam waktu 4 jam setelah persalinan. Penyebab perdarahan paling sering adalah atonio uteri seta retensio plasenta, penyebab lain terjadi perdarahan adalah laserasi serviks atau vagina (rupture perineum), inversi uteri, dan rupture uteri. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektifitas mobilisasi dini dalam mempercepat involusi uteri ibu post partum. Sebagai responden adalah ibu nifas di Puskesmas Mejobo Kudus pada Bulan Januari 2020. Penelitian menggunakan desain penelitian eksperimen dengan randomized pretest posttest control group design. Perbedaan involusi uteri dianalisis menggunakan uji beda. Analisis data dilakukan dengan independent t test dan paired t test untuk data yang berdistribusi normal, Mann Whitney dan Wilcoxon test untuk data berdistribusi tidak normal. Kata kunci: involusi uteri, mobilisasi dini, post partum ABSTRACT The number of maternal deaths in Kudus in 2015 there were 18 lives, 8 deaths of pregnant women (44.4%), 1 maternal mortality (5.56%) and 9 postpartum maternal deaths (50%). The maternal mortality rate is 115 per 100,000 live births. This figure is above the 2015 national target of 105 per 100,000 live births. The highest number of deaths was in Gebog sub-district, 4 cases, followed by Mejobo District, Jekulo, Bae and Dawe each with 3 cases. Postpartum hemorrhage is the main cause of 150,000 maternal deaths every year in the world and nearly 4 out of 5 deaths due to postpartum hemorrhage occur within 4 hours after delivery. The most common causes of bleeding are uterine atonio and retention of the placenta, other causes of bleeding are cervical or vaginal laceration (perineal rupture), uterine inversion, and uterine rupture. This study aims to analyze the effectiveness of early mobilization in accelerating uterine involution of post partum mothers. The respondents were postpartum mothers at Mejobo Kudus Public Health Center in January 2020. The study used an experimental research design with a randomized pretest posttest control group design. Differences in uterine involution were analyzed using different tests. Data analysis was performed with independent t test and paired t test for normally distributed data, Mann Whitney and Wilcoxon test for abnormally distributed data. Keywords: early mobilization, post partum, uterine involution