I Komang Astina, I Komang
Unknown Affiliation

Published : 38 Documents
Articles

Found 38 Documents
Search

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR GEOGRAFI STRUKTUR BUKU CAMBRIDGE FUNDAMENTALS OF GEOGRAPHY UNTUK KELAS XI SMA/MA MATERI SEBARAN BARANG TAMBANG Prawindia, Lintang; Fatchan, Ach.; Astina, I Komang
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 21, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.108 KB) | DOI: 10.17977/pg.v21i1.5428

Abstract

Abstrak:Tujuan utama penelitian dan pengembangan ini yaitu untuk menghasilkan produk berupa bahan ajar pada Mata Pelajaran Geografi SMA Kelas XI Materi Sebaran Barang Tambang. Penelitian ini mengadaptasi model Dick and Carey menjadi lima tahap, yaitu: (1) mengidentifikasi kompetensi inti dan kom-petensi dasar, (2) melakukan analisis bahan ajar, (3) mengembangkan bahan ajar, (4) revisi, dan (5) uji coba produk. Berdasarkan hasil uji coba, persentase pada masing-masing aspek yaitu: gambar (81,8%), bahasa (81,1%), materi (81,6%), desain (85,4%). Secara keseluruhan kelayakan produk memperoleh ni-lai sebesar 82,4% (baik). Hasil penilaian tersebut menunjukkan bahwa produk bahan ajar layak digunakan dalam pembelajaran.Kata Kunci:pengembangan, bahan ajar, sebaran barang tambang
ARSITEKTUR RUMAH BALLA LOMPOA GALESONG SUKU MAKASSAR SEBAGAI SUMBER MATERI GEOGRAFI BUDAYA Syamsuriadi, Syamsuriadi; Astina, I Komang; Susilo, Singgih
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 12: DESEMBER 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i12.13063

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to describe the meaning of the balla lompoa symbol Galesong in the Makassar tribe while still looking at the geographic context behind the shape of the balla lompoa house. This type of research is qualitative descriptive using an ethnographic approach with a perspective of symbolic interaction. The results of this study indicate that the symbols on balla lompoa have a meaning that is guided by the philosophy of the Makassar tribe, namely sulapa appaka (square). The form of balla lompoa Galesong Makassar tribe is also motivated by the location of the Galesong region which is the coastal area of the Makassar Strait. The meaning and value of the balla lompoa is very relevant to be used as a source of material in the Culture Geography Course, Department of Geography, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Makassar State University.Abstrak: Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan makna simbol balla lompoa di Galesong pada suku Makassar dengan tetap melihat konteks geografi yang melatarbelakangi bentuk rumah balla lompoa itu. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif  menggunakan  pendekatan  etnografi dengan perspektif interaksi simbolik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa simbol pada balla lompoa memiliki makna yang berpedoman pada falsafah suku Makassar yaitu sulapa appaka (persegi empat). Bentuk balla lompoa Galesong Suku Makassar juga dilatarbelakangi oleh letak  wilayah Galesong yang merupakan wilayah pesisir pantai selat Makassar. Makna dan nilai balla lompoa tersebut sangat relevan untuk dijadikan sumber materi pada matakuliah Geografi Budaya Jurusan Geografi Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar.
THE MEANING OF HOUSEWORK (DOMESTIC SECTOR) FOR THE LEFT-BEHIND HUSBANDS OF INDONESIAN FEMALE MIGRANT WORKERS IN DUNGMANTEN VILLAGE, TULUNGAGUNG REGENCY Susilo, Singgih; Astina, I Komang
Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education Vol 3 No 2 (2019): Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education (SJDGGE)
Publisher : Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sjdgge.v3i2.262

Abstract

The narrowing opportunities of employment in the home country are the reason why many Indonesian people of working age become migrant workers overseas. The left-behind husbands of female migrant workers must play a double role as a head and a homemaker in the family. This research aimed to identify the underlying social context and the resultant meaning of housework according to the husbands. The analysis design was based on the phenomenological perspective introduced by Alfred Schutz. The results showed that the female population in the observed village decided to follow the flux of Indonesian workers migrating abroad, mostly to Hong Kong and Taiwan. Relying on the pay cut scheme for their departure to the destination countries, they were able to earn up to IDR 7 million per month (nearly USD 500). The left-behind husbands, ranging from 31 to 57-year-old male, accepted the responsibility of doing housework or working in the domestic sector because of economic constraint (?because motive?) and the high income earned by their wives (?in-order-to motive?). They interpreted housework as either (1) invisible underemployment or (2) main job.
TANGGAPAN MASYARAKAT PANTAI LICIN SEBAGAI DAERAH TUJUAN WISATA DI DESA LEBAKHARJO KECAMATAN AMPELGADING, MALANG Arinta, Dicky; Astina, I Komang; Buranda, Johanis Paulin
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 21, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.678 KB) | DOI: 10.17977/jpg.v21i2.5901

Abstract

Abstrak: Sektor pariwisata Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu andalan untuk meningkatkan perekonomian. Provinsi Jawa Timur mulai mencoba memperkenalkan progam Visit East Java untuk memperkenalkan objek wisata yang berada di Jawa Timur. Kabupaten Malang merupakan salah satu kabupaten yang mengikuti program Visit East. Pantai Licin termasuk dalam kategori pantai yang akan dikembangkan oleh pemerintah kabupaten. Penelitian ini bermanfaat untuk (1) informasi untuk mendukung perencanaan pengembangan objek wisata Pantai Licin (2) informasi tentang adanya potensi pantai yang belum dikembangkan dan diharapkan adanya partisipasi masyarakat dalam mendukung pengembangan objek wisata Pantai Licin. Jenis penelitian ini adalah survei. Subyek penelitian ini adalah masyarakat Pantai Licin. Data tanggapan digunakan untuk mengetahui kesiapan masyarakat apabila Pantai Licin dijadikan sebagai objek wisata. Populasi penelitian sebanyak 30 orang. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, yaitu scoring dan tabulasi. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh kondisi non-fisik yang meliputi tanggapan masyarakat tergolong setuju apabila Pantai Licin dijadikan sebagai objek wisata.Kata Kunci: Tanggapan, Pantai Licin.
Pemanfaatan Sistem Informasi Geografi untuk Pemodelan Spasial Pengembangan Wisata Pantai di Kabupaten Tulungagung Purwanto, Purwanto; Astina, I Komang; Suharto, Yusuf
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.772 KB) | DOI: 10.17977/jpg.v20i1.281

Abstract

Abstrak: Tujuan dalam dalam penelitian ini yaitu mengkaji kesesuaian lahan untuk wisata pantai dan menentukan prioritas pengembangan pantai di Kabupaten Tuluangung. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan menggunakan analisis Sistem Informasi Geografi yaitu pemodelan spasial dengan cara skoring. Analisis dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap I untuk mencari pantai yang sesuai untuk wisata, dan tahap II untuk mencari pantai yang paling prioritas untuk dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 pantai di Kabupaten Tulungagung sebanyak 8 (delapan) pantai memiliki tingkat kesesuain S1 yaitu sesuai dan 2 pantai S2 (sesuai dengan faktor pembatas). Dari pantai yang sesuai tersebut dianalisis lebih lanjut untuk mempeoleh pantai yang paling prioritas untuk dikembangkan. Hasil analisis tahap II pantai yang paling Prioritas untuk dikembangkan yaitu pantai Bayem, Klatak, dan Gerangan. Ketiga pantai tersebut memiliki skor 290, 275, dan 260. Skor yang tinggi menunjukkan bahwa pantai tersebut memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi tempat wisata. Sedangkan pada Prioritas II yaitu pantai Sidem, dan Prioritas III pantai Brumbun, Nglarap, Sine, dan Gemah.Kata Kunci: SIG, Pemodelan Spasial, Pengembangan.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v20i12015p012
PENGARUH MODEL ECOPEDAGOGY TERHADAP ASPEK KOMPETENSI EKOLOGIS SISWA SMA Nofianti, Puri; Sumarmi, Sumarmi; Astina, I Komang
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 9: SEPTEMBER 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i9.12768

Abstract

Abstract: This research aim is to know the effect of ecopedagogy model on aspect of ecological competence high school students. This study was quasi-experimental research with the Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group. The research subjects consisted of two classes namely XI IIS II as the experimental class and XI IIS I as the control class. This study was conducted at MAN 1 Sintang. The data analysis used independent sample t-test which showed that the ecopedagogy model had an effect on ecological competence students. From the results of the posttest, it can be seen that the experimental class has higher value rather than the control class.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model ecopedagogy terhadap aspek kompetensi ekologis siswa SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas yaitu XI IIS II sebagai kelas eksperimen dan XI IIS I sebagai kelas kontrol. Penelitian ini dilakukan di MAN 1 Sintang. Analisis data menggunakan uji independent sample t-test yang menunjukkan bahwa model ecopedagogy berpengaruh terhadap kompetensi ekologis siswa SMA. Dari hasil posttest kelas eksperimen memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol.
PRESTASI AKADEMIK DAN MOTIVASI BERPRESTASI MAHASISWA S1 PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI MALANG Retnowati, Devi Ratih; Fatchan, Ach.; Astina, I Komang
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.3, Maret 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.549 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i3.6181

Abstract

The purpose of writing this article aims to determine academic achievement and student achievement motivation S1 Geography Education, State University of Malang. Writing this article uses literature study literature study conducted by discussing academic achievement and achievement motivation. Based on the results of the discussion, indicating that achievement and student achievement motivation S1 Geography Education, State University of Malang influenced internal and external factors. Internal factors originating from within or students themselves as self-interest and motivation. As for external factors that come from outside such as family support, social environment, and learning facilities.Tujuan penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui prsetasi akademik dan motivasi berprestasi mahasiswa S1 Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. Penulisan artikel ini menggunakan studi pustaka studi pustaka dilakukan dengan membahas prestasi akademik dan motivasi berprestasi. Berdasarkan hasil pembahasan, menunjukkan bahwa prestasi akademik dan motivasi berprestasi mahasiswa S1 Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang dipengaruhi beberapa faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang berasal dari dalam atau diri mahasiswa itu sendiri, seperti minat dan motivasi. Adapun faktor eksternal yang berasal dari luar seperti dukungan keluarga, lingkungan pergaulan, dan fasilitas belajar.
Analisis Evaluasi Kesesuaian Lahan Ekowisata Blok Mangrove Bedul Kabupaten Banyuwangi Susetyo, Bigharta Bekti; Herlambang, Sudarno; Astina, I Komang
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 20, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.261 KB) | DOI: 10.17977/jpg.v20i2.289

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kesesuaian lahan Ekowisata Mangrove Bedul di stasiun penelitian A, B dan C serta kesesuaian lahan ekowisata dengan penggunaan lahan di Ekowisata Mangrove Bedul. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei lapangan. Penentuan titik stasiun penelitian menggunakan metode purposive dengan metode plot dan transek garis. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan scoring. Hasilnya penelitian ini menunjukkan (1) Stasiun penelitian A, B dan C memiliki kesesuaian lahane kowisata yang berbeda. Stasiun A memiliki nilai 17 (sangat sesuai), stasiun B memiliki nilai 20 (sangat sesuai) dan stasiun C memiliki nilai 16 (Cukup sesuai). (2) Penggunaan lahan di Ekowisata mangrove Bedul didominasi oleh tipe mangrove sungai dan muara yaitu jenis Avecennia, Lumnitcera, Brugruiera, Ceriops dan Sonneratia. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v20i22015p020 
Pengembangan Bahan Ajar Geografi Struktur Buku Cambridge Fundamentals of Geography untuk Kelas XI SMA/MA Materi Sebaran Barang Tambang Prawindia, Lintang; Fatchan, Achmad; Astina, I Komang
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 21, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.108 KB) | DOI: 10.17977/jpg.v21i1.300

Abstract

Abstrak:Tujuan utama penelitian dan pengembangan ini yaitu untuk menghasilkan produk berupa bahan ajar pada Mata Pelajaran Geografi SMA Kelas XI Materi Sebaran Barang Tambang. Penelitian ini mengadaptasi model Dick and Carey menjadi lima tahap, yaitu: (1) mengidentifikasi kompetensi inti dan kom-petensi dasar, (2) melakukan analisis bahan ajar, (3) mengembangkan bahan ajar, (4) revisi, dan (5) uji coba produk. Berdasarkan hasil uji coba, persentase pada masing-masing aspek yaitu: gambar (81,8%), bahasa (81,1%), materi (81,6%), desain (85,4%). Secara keseluruhan kelayakan produk memperoleh ni-lai sebesar 82,4% (baik). Hasil penilaian tersebut menunjukkan bahwa produk bahan ajar layak digunakan dalam pembelajaran.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v21i12016p053
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBASIS LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA Yulianto, Aris; Fatchan, A.; Astina, I Komang
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.2, No.3, Maret 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.479 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v2i3.8729

Abstract

The purpose of the research is to increase learning activities and learning outcomes students at MTs Sunan Kalijogo. the research is a class action (class action research) were conducted in two cycles, each cycle consisting of three meetings. The samples were students of class VII-A second semester of academic year 2014—2015 MTs Sunan Kalijogo the number of students 25 people. The results showed that the students learning activeness increased learning from the first cycle to the second cycle. Increased student activity occurs because of the learning by applying the model of project based learning is an active student based lesson study to work on worksheets, preparing and completing project tasks with his group. This shows that the project based learning ability increase learning activities and learning outcomes students.Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa di MTs Sunan Kalijogo. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus dan tiap siklus terdiri atas tiga pertemuan. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII A semester genap tahun pelajaran 2014—2015 MTs Sunan Kalijogo dengan jumlah siswa 25 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keaktifan belajar siswa mengalami peningkatan belajar dari siklus I ke siklus II. Peningkatan keaktifan siswa terjadi karena dalam pembelajaran dengan menerapkan model Project Based Learning berbasis Lesson Study siswa aktif untuk mengerjakan LKS, menyusun dan menyelesaikan tugas proyek bersama kelompoknya. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar siswa.