Articles

Found 9 Documents
Search

Peningkatan Kualitas Permukiman Dengan Pendekatan Disain Pada Bantaran Sungai di Kelurahan Kebonsari Hapsari, Oktavi Elok; Prianto, Kusnul
EMARA Indonesian Journal of Architecture Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : EMARA Indonesian Journal of Architecture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Housing and settlement are basic human needs and welfare in the merits of life. Other than serves as a residence, house has a strategic function in its role as the center of family education, cultural conformity and improving the future generations quality. Settlement as a life supported environment to do the activities and livelihood has a close connection with the setting of human behaviour varieties and social environment prevailing. Housing and residential development is not only based on phsyical development but should be linked to the social, economic and cultural life that supporting sustainable community. Settlement should provide the needs for its society that consists of five elements such as nature, man, society, shells, and network. Kebonsari Village which located on the south border of Malang became the object of this study. This is a qualitative descriptive research with participatory observational techniques. Kebonsari has a quite interesting topography because it is traversed by two streams, Mergan River and the Sukun River, flowing from north to south and located in the eastern region of Kebonsari. Existing problem that occurred in Kebonsari is related to the uncleanliness of Mergan river. In addition, supporting public facility in the settlement needs improvement, such as unkempt and barren footpath along the riverside, as well as the lack of communal space for the society. The result of this study is a concept design for the river-side area arrangement including footpath and communal space for the society in order to improving the quality of the settlement in Kebonsari.
KAJIAN SUSTAINABLE DESIGN PADA SAVILL BUILDING Hapsari, Oktavi Elok
EMARA Indonesian Journal of Architecture Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : EMARA Indonesian Journal of Architecture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.957 KB)

Abstract

Beberapa periode terakhir perkembangan disain arsitekur mulai mengarah kepada perancangan arsitektur berkelanjutan (sustainable architecture design) yang diharapkan menjadi jawaban terhadap masalah lingkungan. Penerapan sustainable design pada bangunan dapat dilakukan dari bentuk disain, penggunaan material berupa sumber daya terbarukan, serta dampak bangunan terhadap lingkungan disekitarnya. Objek yang dikaji kali ini adalah Savill Building yang mendapatkan penghargaan The Woods Award pada tahun 2006. Savill Building merupakan bangunan dengan dinding transparan yang memiliki struktur gridshell lengkung yang kompleks berbahan utama kayu dan baja. Bangunan  yang terletak pada tapak bergelombang ini tampil secara tegas. Pengolahan disain dan lanskap yang baik membuat Savill Building tampak mencolok tetapi masih memiliki kesinambungan dan serasi dengan lingkungan di sekitarnya. Bangunan ini tidak hanya berungsi sebagai fasilitas umum ramah lingkungan, tetapi juga mampu menarik perhatian pengunjung. Dengan adanya kajian terhadap Savill Building, diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang sustainable design dan menjadi referensi dalam perancangan arsitektur khususnya bagi perancangan arsitektur di Indonesia.
IDENTIFIKASI BEST PRACTICE DESIGN BERDASAR HADITS SEBAGAI PANDUAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Ratodi, Muhamad; Hapsari, Oktavi Elok
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 4, No 2 (2017): Nature
Publisher : Jurusan Arsitektur uin alauddin makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v4i2a8

Abstract

Abstrak_ Kajian berbagai disiplin ilmu dari sudut pandang keislaman telah banyak dilakukan, termasuk dalam bidang ilmu Arsitektur. Berbagai pendapat tentang bentuk Arsitektur  Islam pun banyak bermunculan, baik yang memandang Arsitektur Islam dari sudut pandang tipologi fisik, filosofi hingga kondisi sosiodemografi. Akan tetapi di era modern dan heterogen saat ini bagaimana sebuah produk arsitektural dapat dikategorikan  sebagai Arsitektur Islam masihlah menjadi perdebatan. Ketidakhadiran sebuah acuan dalam menjustifikasi bentuk Arsitektur Islam menjadi tugas tersendiri bagi para Arsitek  Muslim. Paper ini bertujuan untuk melakukan identifikasi awal berbagai best practice design berdasarkan Al Quran dan Hadits yang dapat dijadikan acuan dalam merancang lingkungan binaan. Akan tetapi identifikasi ini tidak ditujukan untuk menjadi standar mutlak , tetapi lebih sebagai alat yang berpengaruh kuat terhadap berbagai aspek konseptual dalam membantu proses penentuan prioritas dan juga dalam pengambilan keputusan dalam mendesain. Diperlukan sebuah kolaborasi multidisipliner untuk mewujudkan panduan perancangan Arsitektur Islam.Kata kunci : Best Practice; Panduan Perancangan; Arsitektur Islam  Abstract_ Various disciplinary studies from the Islamic point of view have been widely practiced, including in the field of architecture. Various opinions about the form of Islamic architecture was much emerging, both of which looked at Islamic architecture from the physical typology, philosophy to sociodemographic conditions point of views. However, in todays modern and heterogeneous era how an architectural product can be categorized as an Islamic architecture is still a debate.The absence of a reference in justifying the form of Islamic architecture becomes a challenge for Muslim architects. This paper intends to conduct an early identification against various best practices design based on the Quran and Hadith, that can be used as the built environment design references. However, this identification is not intended to be an absolute standard, but rather as a tool that strongly influences various conceptual aspects in helping the process of prioritizing and also in decision making in designing. It takes a multidisciplinary collaboration to realize the guidelines of Islamic Architecture design.Keywords : Best Practice; Design Guideline;, Islamic Architecture.
Kajian Sustainable Design Pada Savill Building Hapsari, Oktavi Elok
EMARA Indonesian Journal of Architecture Vol 1 No 1 (2015): EIJA | August ~ October 2015 Edition
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.957 KB)

Abstract

Beberapa periode terakhir perkembangan disain arsitekur mulai mengarah kepada perancangan arsitektur berkelanjutan (sustainable architecture design) yang diharapkan menjadi jawaban terhadap masalah lingkungan. Penerapan sustainable design pada bangunan dapat dilakukan dari bentuk disain, penggunaan material berupa sumber daya terbarukan, serta dampak bangunan terhadap lingkungan disekitarnya. Objek yang dikaji kali ini adalah Savill Building yang mendapatkan penghargaan The Woods Award pada tahun 2006. Savill Building merupakan bangunan dengan dinding transparan yang memiliki struktur gridshell lengkung yang kompleks berbahan utama kayu dan baja. Bangunan  yang terletak pada tapak bergelombang ini tampil secara tegas. Pengolahan disain dan lanskap yang baik membuat Savill Building tampak mencolok tetapi masih memiliki kesinambungan dan serasi dengan lingkungan di sekitarnya. Bangunan ini tidak hanya berungsi sebagai fasilitas umum ramah lingkungan, tetapi juga mampu menarik perhatian pengunjung. Dengan adanya kajian terhadap Savill Building, diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang sustainable design dan menjadi referensi dalam perancangan arsitektur khususnya bagi perancangan arsitektur di Indonesia.
Peningkatan Kualitas Permukiman Dengan Pendekatan Disain pada Bantaran Sungai Mergan di Kelurahan Kebonsari, Malang Hapsari, Oktavi Elok; Prianto, Kusnul
EMARA Indonesian Journal of Architecture Vol 2 No 2 (2016): EIJA | December 2016 ~ February 2017 Edition
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.968 KB) | DOI: 10.29080/emara.v2i2.27

Abstract

The development of housing and settlement was not only intended for physical development but rather must be linked to the social, economic and cultural dimensions that support people's lives in a sustainable way. The settlement must provide environmental facilities for its citizens that accommodate the five basic elements; nature, people, society, places, and networks. The object studied was Kebonsari Village located on the southern border between Malang City and Malang Regency. Kebonsari village has an interesting topography because it is passed by two rivers, namely Mergan River and Sukun River which is located in eastern Kebonsari. However, a number of problems are encountered in Kebonsari urban village, including the unclean condition of Mergan River, poor condition of public facilities supporting settlements, such as arid and unkempt footpaths and lack of common space for residents. This study used a descriptive qualitative method with observational participatory technique.The outline of this study was the design concept of Mergan riverbank arrangement which includes the arrangement of paths and common space for the citizens who can improve the quality of settlements in Kebonsari urban village
Penerapan Prinsip Islamic Garden pada Taman Kota di Surabaya Hapsari, Oktavi Elok; Ratodi, Muhamad; Sari, Rafiika Narulita
EMARA Indonesian Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2018): EIJA|December 2018 ~ February 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1849.593 KB) | DOI: 10.29080/eija.v4i2.433

Abstract

Taman sebagai ruang terbuka kota, dipercaya mampu memberikan kontribusi baik secara makro maupun mikro terhadap kualitas perkotaan dan penduduknya. Sebagai ajaran yang komprehensif, Islam pun telah mengatur panduan penataan lanskap dengan prinsip Islamic Garden.  Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi bagaimana penerapan sembilan prinsip taman Islam dengan sejumlah parameter pada taman-taman kota di Surabaya, kota yang dikenal luas dengan keberadaan taman-taman kotanya. Dengan metode purposive sampling, ditentukan lima taman kota aktif pada lima wilayah kota Surabaya yang dijadikan objek pengamatan. Hasil observasi menunjukkan bahwa parameter urutan dan pola telah terpenuhi pada keseluruh lokasi amatan, khususnya terkait aspek keseimbangan besaran Ruang Terbuka Hijau dan Ruang Terbuka Non-Hijau serta Bentukan geometri yang terdapat di hampir seluruh taman. Sedangkan Taman Bungkul dan Taman Flora menjadi taman kota yang paling banyak memenuhi penerapan parameter Islamic Garden di Kota Surabaya
PENGARUH SUSUNAN BAMBU TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN DAN KEKAKUAN ELEMEN STRUKTUR BANGUNAN Noverma, Noverma; Yusrianti, Yusrianti; Hapsari, Oktavi Elok
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v15i1.3150

Abstract

Abstract: Bamboo is one of the building materials that come from nature, has a very light density. Besides that also has high tensile strength and flexural strength. Bamboo in construction activities can also reduce environmental impacts. Base on its characteristics, bamboo can support the concept of green buildings and earthquake-resistant buildings. As a building material, bamboo can be used as structural and non-structural elements in building construction. Properties of bamboo,with high flexural strength, are interesting to be studied. Because besides being a strength, it is also a weakness related to the convenience of construction. In practice in the field, the use of bamboo as beam elements when the load is applied, bamboo suffers from a high deflection that exceeds the permit deflection and causes discomfort to the structure's function. One of the solutions is to combine bamboo culms. This research is to compare the strength and stiffness of bamboo culmscombined with two bamboo culms and three bamboo culms and then modeled as beam elements, and then apply the bending load till the ultimate limit. The results reveal that load and stiffness increased with the number of bamboo culms is combined. The percentage increase in load and stiffness reached 44% and 5.35% with the stacking of two bamboo culms and 169% and 9.62%with three bamboo culms. Abstrak: Bambu merupakan salah satu material bangunan yang berasal dari alam dan mempunyai berat jenis yang ringan, serta kuat tarik dan kuat lentur yang tinggi. Disamping itu pemanfaatan bambu dalam kegiatan konstruksi juga dapat mengurangi dampak lingkungan. Berdasarkan ciri tersebut, bambu dapat menjadi alternativ dalam mendukung konsep green building dan bangunan tahan gempa dalam desain konstruksi. Sebagai bahan bangunan, bambu dapat dimanfaatkan sebagai elemen struktur maupun elemen non struktur. Salah satu sifat bambu yang menarik untuk diteliti adalah permasalahan kuat lentur bambu yang tinggi. Sifat ini selain menjadi keunggulan juga dapat menjadi kelemahan, hal ini terkait kenyamanan fungsi struktur yang harus dipenuhi pada suatu konstruksi. Salah satu solusi untuk mengatasi kelemahan ini, dapat dilakukan dengan menyusun batang-batang bambu dalam penggunaannya sebagai elemen struktur. Penelitian dilakukan dengan mengkomparasi kekuatan dan kekakuan satu batang bambu terhadap batang bambu yang disusun dua dan batang bambu yang disusun tiga yang dimodelkan sebagai elemen balok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan beban dan kekakuan seiringbanyaknya jumlah susunan batang bambu. Porsentase peningkatan beban terhadap bambu tunggal mencapai 44% untuk bambu susun 2 dan 169% untuk bambu susun 3. Sedangkan porsentase kekakuan terhadap bambu tunggal naik 5,35% untuk bambu susun 2 dan 9,62% untuk bambu susun 3.
ANALISIS PENERAPAN GREEN BUILDING PADA BANGUNAN PENDIDIKAN (STUDI KASUS : GREEN SCHOOL BALI) Hapsari, Oktavi elok
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol 3 No 2 (2018): Maret
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v3i2.334

Abstract

Green building concept is a discourse that is expected to address the challenges of today development. The formulated of Green Building in these six criteria can be used as a guide to produce a sustainable design. The six criteria are Rightness Land Use, Energy Efficiency and Conservation, Water Conservation, Material Sources & Cycles, Air Quality and Air Comfort in Space and Building Environmental Management. Green School Bali is buildings that perform green building. This educational institution has an concept that is combined education toward the environment create a healthy environment. This study aims to knowing the application of green building in the Green School Bali to use as a reference in designing. The research method used is literature study to analyze buildings. The results show that Green School Bali has implemented the six criteria of green building, especially in building design that can save energy consumption and use of bamboo materials in the entire building. Keywords: Green Building Concept, Green School Bali, Bamboo
ANALISIS SIFAT FISIS PENYERAPAN AIR PADA PAVING BLOCK DENGAN CAMPURAN VARIASI LIMBAH ABU KETEL DAN LIMBAH BOTOL PLASTIK Yusrianti, Yusrianti; Noverma, Noverma; Hapsari, Oktavi Elok
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 5 No. 1 (2019): September
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v5i1.747

Abstract

Abu ketel dan ampas tebu memiliki perbedaan dalam stuktur fisiknya, oleh karena itu pengelolaan dan pemanfaatannya juga terbatas. Pada Pabrik Gula Kremboong kapasitas penggilingannya adalah 2700 ton/hari. Produksi gula yang cukup tinggi juga berdampak pada limbah pabrik yang dihasilkan. Limbah abu yang dihasilkan setiap harinya tidak kurang dari 115 kwintal. Plastik merupakan limbah yang akan terus menjadi permasalahan lingkungan apabila tidak tertangani secara baik. Paving block sering digunakan untuk jalan dengan perkerasan kelas ringan, trotoar, taman, dan penutup permukaan yang fungsinya masih mampu menyerap air di permukaan. Paving block banyak digunakan karena kemudahan dalam pemasangan dan perawatannya. Salah satu alternatif penanganan limbah padat yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan abu ketel menjadi campuran paving blok, dengan variasi menggunakan penambahan limbah plastik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif eksperimen. Pengaruh penambahan limbah abu ketel dan limbah plastik terhadap kemampuan penyerapan air pada paving block cukup berpengaruh. Dan pada penyerapan air paving block menunjukkan variasi campuran 5% dan 7% dengan hasil dibawah 2%, ini memenuhi persyaratan mutu paving block sesuai SNI 03-0691, 1996.