Articles

Found 17 Documents
Search

TINJAUAN METODOLOGI INDOMATH STUDY Hadi, Sutarto
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 33, No 1: Mei 2003
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3541.107 KB) | DOI: 10.21831/jk.v33i1.7261

Abstract

Abstract This paper discusses the various aspects of development research activities in the IndoMath Study. This study was developed along lines of formative research: orientation, design and evaluation of intervention, and evaluation of its effectiveness. The research has been conducted during the three fieldworks Yogyakarta. In the first and second fieldwork, the focus was mainly on the design and evaluation of adapted RME exemplary curriculum materials as well as in-service education program. In the third fieldwork, the focus was on the effectiveness of intervention to introduce Realistic Mathematic Education (RME) to mathematic teachers. Keywords: formative research, development research, indomath study
DEVELOPMENT OF COGNITIVE ASPECTS OF CHILDREN IN MATCHING NUMBERS WITH NUMBER SYMBOLS USING A COMBINATION OF DEMONSTRATION, MAKE A MATCH MODELS ASSISTED BY AUDIO VISUAL MEDIA Hidayat, Asrul; Hadi, Sutarto; Darmiyati
Journal of K6, Education and Management Vol. 2 No. 2 (2019): Volume 2 Issue 2
Publisher : Indonesian Researcher Society for Science Technology and Education (IDREST) Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.995 KB)

Abstract

The purpose of this study was to describe teacher activities, children's activities and the development of children's cognitive abilities in matching numbers with number symbols using a combination of Demonstration, make a Match model, assisted by Audio-Visual Media in group B of TK RA Citra Islami Banjarmasin. This study uses a qualitative approach with a type of classroom action research (CAR). Sources of data in this study were teacher and child group B of TK RA Citra Islami Banjarmasin located on Jalan Kelayan B Komplek 10 Gang H. Thaberi RT. 13 Banjarmasin. The research instrument used by researchers to retrieve data is observation. The results of this study illustrate that the teacher's activities have been carried out according to the steps that have been set with very good criteria. Child activity increases in each cycle with very active criteria. Development of cognitive aspects of children in matching numbers with number symbols using a combination of Demonstration, make a Match model, assisted by Audio-Visual Media in group B TK RA Citra Islami Banjarmasin has improved with the criteria of developing very well. The suggestion of this study is expected to be a guideline in learning activities using the combined Demonstration, Make a Match model, assisted by Audio-Visual Media in an effort to improve the quality of learning on cognitive aspects and provide input for subsequent researchers to be able to increase creativity in carrying out the research process.
THE BILINGUAL SCHOOL PROGRAM MANAGEMENT Prayitno, Eko; Hadi, Sutarto; Saleh, Muhammad
Journal of K6, Education and Management Vol. 2 No. 1 (2019): Volume 2 Issue 1
Publisher : Indonesian Researcher Society for Science Technology and Education (IDREST) Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.296 KB)

Abstract

The existence of bilingual junior high schools is very limited, government schools are at the state high school of Paringin 4 and non government schools are one of them, Middle School Al Mazaya of Banjarmasin. The purpose of the study is to get an overview of: Planning, implementing, evaluating, following up and constraining the bilingual program in the school. This research is a qualitative descriptive study with a case study approach. The Conclusion: First, the school runs a plan in accordance with the Leading function, the plan is in accordance with the school's objectives. Second, private schools have the freedom to implement the program. Third, evaluation of bilingual schools has the same goals and patterns, differences in frequency of evaluation. Fourth, the follow-up of the program is to establish a bilingual high school. Fifth, the constraints of bilingual schools are not all students can follow bilingualism well. Suggestion: Relevant educational agencies should provide opportunities for teachers to participate in international linguistic forums, Principals should develop a language certification program for teachers and staff, teachers always develop themselves in terms of language, further researchers to focus on one aspect of management.
ANALISIS PERBEDAAN EKSPEKTASI DAN PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PELAYANAN PENDIDIKAN DI JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN (POLIBAN) DITINJAU DARI MOTIVASI BERPRESTASI Cahyani, Rinova Firman; Hadi, Sutarto; ., Sulaiman
INTEKNA Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis Sif Kerja, Masa Kerja, dan Budaya K3 dengan Fungsi Paru Pekerja Tambang Batu Bara Sholihah, Qomariyatus; Hanafi, Aprizal Satria; Wanti, Wanti; Bachri, Ahmad Alim; Hadi, Sutarto
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 10 No. 1 Agustus 2015
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.041 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v10i1.812

Abstract

AbstrakPenambangan batu bara merupakan salah satu sumber pencemaran udara berupa partikel debu batu bara yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan bila terhirup manusia. Risiko kerja yang sering terjadi dapat berasal dari faktor pekerjaan atau perilaku pekerja sendiri, di antaranya sif kerja dan masa kerja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan sif kerja, masa kerja, dan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan fungsi paru pekerja tambang batu bara. Penelitian ini merupakan desain kasus kontrol dengan jumlah masing-masing sampel untuk kasus dan kontrol sebesar 178 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober November 2014 di PT. X Kalimantan Selatan. Hasil penelitian berdasarkan uji kai kuadrat, didapatkan nilai p = 0,044 untuk sif kerja, 0,028 untuk masa kerja, dan 0,013 untuk budaya K3. Berdasarkan hasil uji regresi logistik, didapatkan nilai p sif kerja 0,01 dengan OR = 3,934. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara sif kerja dengan fungsi paru, dan tidak terdapat hubungan antara masa kerja dan budaya K3 dengan fungsi paru. Sif kerja merupakan variabel independen yang paling dominan memengaruhi fungsi paru.Analysis of Work Shift, Working Period and Occupational Health andSafety Culture with Lung Function of Coal Mine WorkersAbstractCoal mining is one source of air pollution caused in form of coal dust particle that may interfere with health of breathing if inhaled by human. Occupational risks often occurred may come from occupational factor or worker’s behavior itself, ones of which are work shift and work period. Thisstudy aimed to determine relations of work shift, work period and occupational health and safety (OHS) culture with lung function of coal mining worker. This study was control case design with each amount of sample for case and control was 178 respondents. The study was conducted on October – November 2014 at PT X in South Borneo. Results based on chisquare test showed p value = 0.044 for work shift, 0.028 for work period and 0.013 for OHS culture. Based on logistic regression test results, p value for work shift was 0.01 with OR = 3.934. As conclusion, there is a relation between work shift with lung function, then there is no relation found between work period and OHS culture with lung function. Work shift is an independent variable most dominantly influencing the lung function.
Metode Pemecahan Masalah Menurut Polya untuk Mengembangkan Kemampuan Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematis di Sekolah Menengah Pertama Hadi, Sutarto; Radiyatul, Radiyatul
EDU-MAT Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemecahan masalah merupakan bagian dari pembelajaran matematika yang sangat penting karena dalam proses pembelajaran maupun penyelesaiannya, siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman menggunakan pengetahuan yang sudah dimiliki. Salah satu metode pemecahan masalah adalah dengan menggunakan metode pemecahan masalah menurut Polya. Ada 4 langkah fase penyelesaian masalah menurut Polya yaitu memahami masalah, membuat rencana pemecahan masalah, melakukan rencana penyelesaian dan memeriksa kembali hasil penyelesaian. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan kemampuan pemecahan masalah siswa dan mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan dari hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah diberikan metode pemecahan masalah menurut Polya. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment, dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Banjarmasin. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling, yaitu mengambil 1 kelas secara acak sebagai kelas eksperimen yaitu kelas VIII-B. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi dan tes. Teknik analisis yang digunakan adalah statistika deskriptif dan statistika inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa lebih tinggi pada tiap pertemuan dan hasil belajar siswa yang menggunakan metode pemecahan masalah menurut Polya berada pada kualifikasi amat baik. Berdasarkan uji statistik menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah siswa pertemuan pertama dengan pertemuan kelima dan terdapat perbedaan yang signifikan juga dari hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah diberikan metode pemecahan masalah menurut Polya. Kata kunci: metode pemecahan masalah, Polya, pemecahan masalah, hasil belajar
Kecerdasan Logika-Matematika Berdasarkan Multiple Intelligences terhadap Kemampuan Matematika Siswa SMP di Banjarmasin Zulfairanatama, Gilang; Hadi, Sutarto
EDU-MAT Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kecerdasan hingga tingkat kompetensi yang memadai merupakan kunci utama multiple intelligences. Hal tersebut menjadi solusi bagi siswa dengan kecerdasan logika-matematika yang rendah agar dapat meningkatkan kemampuan matematikanya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan logika-matematika berdasarkan multiple intelligences terhadap kemampuan matematika pada siswa SMP di Banjarmasin tahun 2013. Peneliti menggunakan metode deskriptif dengan populasi yaitu kelas VIII pada SMPN 2, SMPN 9, SMPN 31, SMP Islam Sabilal Muhtadin, dan MTsN Mulawarman di Banjarmasin. Sampel dipilih satu kelas dari tiap sekolah secara acak. Teknik analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan (1) kecerdasan logika-matematika dalam kategori cukup,(2) kemampuan matematika dalam kategori cukup,(3) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kecerdasan logika-matematika dan kemampuan matematika siswa. Kata kunci: multiple intelligences, kecerdasan logika-matematika, kemampuan matematika
Pemahaman Konsep Matematika Siswa SMP Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Memeriksa Berpasangan (Pair Checks) Hadi, Sutarto; Umi Kasum, Maidatina
EDU-MAT Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan pelajaran yang memerlukan pemusatan pemikiran untuk mengingat dan mengenal kembali materi yang dipelajari. Namun pada kenyataannya, salah satu masalah pokok dalam pembelajaran matematika adalah masih rendahnya pemahaman konsep matematika. Hal ini disebabkan karena sejauh ini paradigma pembelajaran matematika di sekolah masih didominasi oleh paradigma pembelajaran konvensional. Salah satu cara mengatasi hal ini adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Memeriksa Berpasangan (Pair Checks), karena model ini memberikan banyak kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dengan pasangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pemahaman konsep matematika siswa SMPN 1 Martapura dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks, (2) pemahaman konsep matematika siswa SMPN 1 Martapura dengan menerapkan pembelajaran konvensional, dan  (3) perbedaan rata-rata pemahaman konsep matematika yang signifikan antara siswa yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks dan siswa yang menerapkan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment, dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Martapura. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, tes, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa SMPN 1 Martapura dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks berada pada kualifikasi amat baik, pemahaman konsep matematika siswa SMPN 1 Martapura dengan menerapkan pembelajaran konvensional berada pada kualifikasi baik, dan terdapat perbedaan rata-rata pemahaman konsep matematika yang signifikan antara siswa yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks dan siswa yang menerapkan pembelajaran konvensional. Kata kunci:model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks, pembelajaran konvensional, pemahaman konsep
Number Sense: Berpikir Fleksibel dan Intuisi tentang Bilangan Hadi, Sutarto
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman anak mengenai bilangan bertujuan untuk menambah dan mengembangkan keterampilan berhitung dengan bilangan sebagai alat dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu aspek utamanya adalah menekankan pengembangan kepekaan terhadap bilangan atau dikenal dengannumber sense. Number sense dapat diartikan sebagai berpikir fleksibel dan intuisi tentang bilangan. Untuk menilai sifat number sense yang dimiliki seorang individu, kita harus memeriksa fleksibilitas terhadap bilangan yang ditunjukkan oleh individu tersebut. Fleksibilitas ini dapat diamati ketikaseseorang melakukan empat komponen number sense, yaitu menilai besaran bilangan, komputasi mental, estimasi, dan menilai kerasionalitasan atau kewajaran hasil perhitungan yang diperoleh.
Analisis Sif Kerja, Masa Kerja, dan Budaya K3 dengan Fungsi Paru Pekerja Tambang Batu Bara Sholihah, Qomariyatus; Hanafi, Aprizal Satria; Wanti, Wanti; Bachri, Ahmad Alim; Hadi, Sutarto
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 10 No. 1 Agustus 2015
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.041 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v10i1.812

Abstract

AbstrakPenambangan batu bara merupakan salah satu sumber pencemaran udara berupa partikel debu batu bara yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan bila terhirup manusia. Risiko kerja yang sering terjadi dapat berasal dari faktor pekerjaan atau perilaku pekerja sendiri, di antaranya sif kerja dan masa kerja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan sif kerja, masa kerja, dan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan fungsi paru pekerja tambang batu bara. Penelitian ini merupakan desain kasus kontrol dengan jumlah masing-masing sampel untuk kasus dan kontrol sebesar 178 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober November 2014 di PT. X Kalimantan Selatan. Hasil penelitian berdasarkan uji kai kuadrat, didapatkan nilai p = 0,044 untuk sif kerja, 0,028 untuk masa kerja, dan 0,013 untuk budaya K3. Berdasarkan hasil uji regresi logistik, didapatkan nilai p sif kerja 0,01 dengan OR = 3,934. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara sif kerja dengan fungsi paru, dan tidak terdapat hubungan antara masa kerja dan budaya K3 dengan fungsi paru. Sif kerja merupakan variabel independen yang paling dominan memengaruhi fungsi paru.AbstractCoal mining is one source of air pollution caused in form of coal dust particle that may interfere with health of breathing if inhaled by human. Occupational risks often occurred may come from occupational factor or worker’s behavior itself, ones of which are work shift and work period. This study aimed to determine relations of work shift, work period and occupational health and safety (OHS) culture with lung function of coal mining worker. This study was control case design with each amount of sample for case and control was 178 respondents. The study was conducted on October – November 2014 at PT X in South Borneo. Results based on chisquare test showed p value = 0.044 for work shift, 0.028 for work period and 0.013 for OHS culture. Based on logistic regression test results, p value for work shift was 0.01 with OR = 3.934. As conclusion, there is a relation between work shift with lung function, then there is no relation found between work period and OHS culture with lung function. Work shift is an independent variable most dominantly influencing the lung function.