Articles

Found 7 Documents
Search

SEBARAN DAN UKURAN KOLONI SARANG RAYAP POHON Nasutitermes sp (ISOPTERA: TERMITIDAE) DI PULAU SEBESI LAMPUNG SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI Kuswanto, Eko; Pratama, Anisa Oktina Sari
Bioedukasi Jurnal Pendidikan Biologi Vol 3, No 2 (2012): Nopember 2012
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research on the distribution and colony size of nests of Nasutitermes sp. (Isoptera: Termitidae) have been conducted in Sebesi Island, Lampung. The method used in this study is a direct observation on the northern coast Sebesi Island. The results showed there were 60 nests of termite Nasutitermes sp. on the nine hosted tree species, i.e. Spandias sp., Leucaena leucocephala, Cocos nucifera, Caesalpinia pulcherrima, Moringa oleifera, Rhizophora apiculata, Delonix regia, Pandanus sp., and Morinda citrifolia. These termite nests vary in size. Direct counting on two nests indicates that colony size of Nasutitermes sp. on the nest sized 0.00828 m3 were 20,192 individuals and on the nest sized 0.1756 m3 were 35,086 individuals.The result of the the research gives contribution source of learning material in biology learning. Kata Kunci: Nasutitermes sp, rayap pohon, sebaran, ukuran sarang  
Aplikasi campuran serbuk kayu pinus dan fipronil sebagai umpan rayap tanah Macrotermes gilvus (Hagen) (Isoptera: Termitidae) di Bandung Amran, Amran; Ahmad, Intan; Putra, Ramadhani Eka; Kuswanto, Eko
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 12, No 2 (2015): July
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5994/jei.12.2.73

Abstract

In this study, termite bait comprising pinewood of sawdust and a slow action insecticide, fipronil, was made and applied to control subterranean termite Macrotermes gilvus (Hagen) (Isoptera: Termitidae) in Bandung. Colony size was measured using capture-mark-release-recapture prior to the bait application, along with the measurement of wood consumption at each station.  Colony foraging populations at all stations were estimated to be 77,951 termites, with mean wood consumption rates ranging from 0.02 to 6.16 g/station/day. Observation at 18 stations installed with bait consisted of 40 ppm fipronil mixed with pinewood sawdust showed that number of foraging activity termites was effectively reduced in 40 days. It is concluded that fipronil-treated pinewood sawdust bait is effective in controlling the population of foraging M. gilvus workers in 40 days.
KAJIAN PERILAKU AGONISTIK INTRAPESIFIK KOLONI Nasutitermes matangesis (ISOPTERA : TERMITIDAE) DI PULAU SEBESI LAMPUNG Kuswanto, Eko; Fatimatuzzahra, Fatimatuzzahra; Darwisah, Darwisah
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosf.v8i2.2301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku agonistik intraspesifik koloni Nasutitermes matangensis (Isoptera : Termitidae). Kajian perilaku agonistik intraspesifik koloni Nasutitermes matangensis di Pulau Sebesi Lampung telah dilakukan pada bulan November - Desember 2016. Nasutitermes matangensis merupakan salah satu jenis rayap dari famili termitidae. Penelitian ini tergolong dalam penelitian deskriptif, teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Direct sampling yaitu dengan cara pengambilan sampel secara langsung yang dilakukan di Pulau Sebesi Lampung kemudian dilanjutkan dengan Purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian, perilaku agonistik yang terjadi pada individu rayap kombinasi prajurit versus prajurit pada level antenasi dan menghindar, sedangkan perilaku agonistik individu rayap kombinasi pekerja versus pekerja menunjukkan level antenasi, menghindar, dan menyerang, sementara perilaku agonistik individu rayap kombinasi prajurit versus pekerja menunjukkan level antenasi, menghindar, dan menyerang. Semua kombinasi baik prajurit versus prajurit, pekerja versus pekerja, dan prajurit versus pekerja dapat disimpilkan bahwa status agonistik persentase negatif. Perilaku agonistik dinyatakan positif (+) jika persentase perilaku menyerang ≥ 80% sedangkan jika menyerang ≤ 20% dinyatakan status agonistik negatif (-).
SEBARAN DAN UKURAN KOLONI SARANG RAYAP POHON Nasutitermes sp (ISOPTERA: TERMITIDAE) DI PULAU SEBESI LAMPUNG SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI Kuswanto, Eko; Pratama, Anisa Oktina Sari
Bioedukasi Jurnal Pendidikan Biologi Vol 3, No 2 (2012): Nopember 2012
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/bioedukasi.v3i2.261

Abstract

Research on the distribution and colony size of nests of Nasutitermes sp. (Isoptera: Termitidae) have been conducted in Sebesi Island, Lampung. The method used in this study is a direct observation on the northern coast Sebesi Island. The results showed there were 60 nests of termite Nasutitermes sp. on the nine hosted tree species, i.e. Spandias sp., Leucaena leucocephala, Cocos nucifera, Caesalpinia pulcherrima, Moringa oleifera, Rhizophora apiculata, Delonix regia, Pandanus sp., and Morinda citrifolia. These termite nests vary in size. Direct counting on two nests indicates that colony size of Nasutitermes sp. on the nest sized 0.00828 m3 were 20,192 individuals and on the nest sized 0.1756 m3 were 35,086 individuals.The result of the the research gives contribution source of learning material in biology learning. Kata Kunci: Nasutitermes sp, rayap pohon, sebaran, ukuran sarang  
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis : Dampak Model Pembelajaran Discovery Learning Terintegrasi Learning Start With A Question Setiaji, Fahkur; Suherman, Suherman; Kuswanto, Eko
Desimal: Jurnal Matematika Vol 2, No 1 (2019): Desimal: Jurnal Matematika
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/djm.v2i1.3544

Abstract

The purpose of this study is to determine the effect of the discovery learning model integrated learning start with a question of mathematical communication skills. This research is a quantitative research with a type of quasi experiment. The sampling technique in this study is the random sampling technique. Data collected through interview observation and test. The data analysis technique used is the uncorrelated t test. Based on the results of research and data processing, it was found that there was an influence of discovery learning integrated learning model start with a question and discovery learning learning model on mathematical communication skills. Furthermore, mathematical communication of students by using the discovery learning model integrated learning start with a question is better than mathematical communication of students using discovery learning learning models.
Efektifitas Ekstrak Daun Patikan Kebo (Euphorbia Hirta L) sebagai Ovisida terhadap Nyamuk Demam Berdarah Dengue (Aedes Aegypti) Maretta, Gres; Kuswanto, Eko; Septikayani, Nur Intan
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 10, No 1 (2019): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v10i1.4051

Abstract

Salah satu penyakit yang berbahaya dan dapat menyebabkan angka kematian tinggi yaitu virus Dengue yang di tularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Demam Berdarah Dengue (Aedes aegypti) betina. Untuk mengurangi penggunaan pestisida sintetik maka diperlukan penggunaan pestisida nabati yaitu ekstrak daun patikan kebo (Euphorbia hirta L.) karena di dalam daun ini terdapat kandungan senyawa metabolit sekunder yang dapat berperan sebagai ovisida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak daun patikan kebo (Eupborbia hirta L.) dapat digunakan sebagai ovisida terhadap telur nyamuk Demam Berdarah Dengue (Aedes aegypti), dan mengetahui konsentrasi yang paling efektif dari ekstrak daun patikan kebo (Eupborbia hirta L.) sebagai ovisida nyamuk Demam Berdarah Dengue (Aedes aegypti). Penelitian ini dengan menggunakan metode Rancangan Acak lengkap (RAL) yaitu terdapat empat pengulangan dengan enam perlakuan yaitu kontrol negatif (Aquades) dan kontrol positif (Tween 80) serta konsentrasi 0,125%, 0,25%, 0,5% dan 1 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ekstrak daun patikan kebo (Euphorbia hirta L) dapat digunakan sebagai ovisida terhadap telur nyamuk Demam Berdarah Dengue (Aedes aegypti) dari konsentrasi 0,125% - 1%. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun patikan kebo (Euphorbia hirta L) yang digunakan maka semakin banyak telur yang tidak menetas.
KAJIAN PERILAKU AGONISTIK INTRAPESIFIK KOLONI Nasutitermes matangesis (ISOPTERA : TERMITIDAE) DI PULAU SEBESI LAMPUNG Kuswanto, Eko; Fatimatuzzahra, Fatimatuzzahra; Darwisah, Darwisah
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosf.v8i2.2301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku agonistik intraspesifik koloni Nasutitermes matangensis (Isoptera : Termitidae). Kajian perilaku agonistik intraspesifik koloni Nasutitermes matangensis di Pulau Sebesi Lampung telah dilakukan pada bulan November - Desember 2016. Nasutitermes matangensis merupakan salah satu jenis rayap dari famili termitidae. Penelitian ini tergolong dalam penelitian deskriptif, teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Direct sampling yaitu dengan cara pengambilan sampel secara langsung yang dilakukan di Pulau Sebesi Lampung kemudian dilanjutkan dengan Purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian, perilaku agonistik yang terjadi pada individu rayap kombinasi prajurit versus prajurit pada level antenasi dan menghindar, sedangkan perilaku agonistik individu rayap kombinasi pekerja versus pekerja menunjukkan level antenasi, menghindar, dan menyerang, sementara perilaku agonistik individu rayap kombinasi prajurit versus pekerja menunjukkan level antenasi, menghindar, dan menyerang. Semua kombinasi baik prajurit versus prajurit, pekerja versus pekerja, dan prajurit versus pekerja dapat disimpilkan bahwa status agonistik persentase negatif. Perilaku agonistik dinyatakan positif (+) jika persentase perilaku menyerang ? 80% sedangkan jika menyerang ? 20% dinyatakan status agonistik negatif (-).