PUR WANTO, PUR
UNTAG Samarinda

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

TUGAS AKHIR PERANCANGAN BALIKPAPAN TOWER CITY PENEKANAN ARSITEKTUR TROPIS POST-MODERN WANTO, PUR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.313 KB)

Abstract

Kota Balikpapan terletak 113 km di Barat Daya Ibu kota Propinsi Kalimantan Timur, Samarinda. Kota ini memiliki luas wilayah 503,3 km² (⅔ luas Jakarta) dan berpenduduk sebanyak 614.681 jiwa. Letaknya yang strategis, pada posisi silang jalur perhubungan nasional dan internasional, berpengaruh pada perkembangan kota sebagai pusat jasa, perdagangan, dan industri yang tidak hanya berskala regional Kalimantan Timur saja, namun juga berkembang sebagai salah satu sentra di Indonesia Tengah. Dengan potensi sumber daya yang besar di sekitar kota, terutama di wilayah hinterland seperti Kabupaten Kutai dan Pasir, maka Kota Balikpapan menjadi daya tarik bagi kegiatan perekonomian. Apalagi dengan keberadaan sarana penunjang Pelabuhan Laut Semayang dan Bandar Udara Sepinggan. Selain itu, Kota Balikpapan sebagai pusat kegiatan eksplorasi minyak dan gas serta batu bara di seluruh Kaltim bahkan juga sebagian wilayah Kalimantan Selatan, menjadikan kota ini menampung banyak warga asing yang saat ini tercatat 1.014 orang.Sebagai gambaran, untuk tahun 2001 kondisi di kota Balikpapan menunjukan bahwa 1.370 perusahaan besar dengan pertumbuhan rata-rata 10,15 % tiap tahunya, 5.250 perusahaan menegah dengan pertumbuhan rata-rata 5,96 % pertahun dan 8.550 perusahaan kecil dengan pertumbuhan rata-rata 15.55 % pertahun. Dari sekian jumlah perusahaan, masih terdapat perusahaan yang belum menepati atau memiliki kantor pribadi yaitu 63 %  dari jumlah perusahaan yang memilikin kantor pribadi yaitu 72,9 % perusahaan yang memiliki ruang kantor dari masing-masing jumlah perusahaan yang ada (Kantor Departemen Perdagangan Kota Balikpapan).Melihat Kota Balikpapan yang cukup padat maka sepatutnya di perlukan suatu pemikiran dalam mengatasi hal tersebut. Salah satu bentuk pemecahannya adalah konsep perencanaan Mix Land Use (satu daerah dengan banyak fungsi) atau dalam sklala lebih kecil adalah Mix Use Building ( Bagunan dengan fungsi campuran ). Melihat peluang dan hal-hal seperti yang tersebut diatas maka wadah yang mempunyai nilai profil dan kaitanya yang saling mendukung yaitu Perkantoran, Aperteman dengan pusat perbelanjaan sehingga diharapkan peluang dan prospek dalam pengembangan maupun dalam menarik minat penyewa sebanyak-banyaknya dapat tercapai. Dalam lingkup arsitektur, penyediaan sarana fasilitas fisik untuk aktifitas perkantoran melibatkan berbagai aspek seperti pemilihan dan penataan lokasi. Pengungkapan bentuk, pertimbangan aksesibilitas, penyediaan kebutuhan pemakai dan pelaku kegiatan serta penggunaan teknologi badan bangunan yang mempu menampilkan suatu bentuk bangunan yang sesuai dengan fungsinya sebagai kantor sewa sehingga dapat memenuhi tuntunan akan perwadahan fisik suatu bangunan agar kantor sewa tersebut dapat merangkum aspek ekonomi, sosial dan budaya.
PERENCANAAN PERBAIKAN JALAN PADA RUAS JALAN SANTAN – BONTANG WANTO, PUR
KURVA S Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik dan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.911 KB) | DOI: 10.31293/teknikd.v5i2.2891

Abstract

Dalam perkerjaan perbaikan suatu perkerasan, maka dikenal istilah-istilah pemeliharaan dan rehabilitasi yang artinya berbeda. Batasan-batasan yang membedakan kedua istilah tersebut tidak sama antara lembaga yang satu dengan yang lain. Kontruksi perkerasan jalan mulai dari tanah dasar, lapis pondasi dan perkerasan aspal bila dirancang dengan metode yang benar, akan memberikan umur pelayanan sesuai dengan yang direncanakan. Penelitian ini didasarkan analisis perencanaan perbaikan jalan pada ruas jalan Santan-Bontang. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan tingkat kerusakan terdapat over load yaitu di bawah spesifikasi 1,00 mm dari lalu lintas yang melintasi ruas jalan Santan-Bontang dan tebal perkerasan jalan raya dengan metode analisa komponen hasil perhitungannya adalah ITPada > ITPrencana. Hasil analisa dan perhitungan Road Condition Indeks (RCI) di dapat hasil tabel lapis perkerasan aspal ACWC adalah 5,00 cm. Rencana perbaikannya adalah membongkar, menggali dan mengganti material yang jelek dan rusak sesuai hasil uji dan segera dilakukan penutupan kembali serta lapis aspal yang rusak segera di lakukan pekerjaan tambal sulam (paching).
KONSEP RELASI DALAM PEMIKIRAN EKSISTENSIALISME NICOLAUS DRIYARKARA wanto, Pur
Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Driyarkara merupakan salah satu Imam Katolik sekaligus menjadi seorang pemikir asli Indonesia. Disamping sebagai filsuf ia juga sangat berperan dalam dunia pendidikan yang ada di Indonesia. Maka tidak aneh pemikiran filsafatnya selalu direlasikan dengan dunia pendidikan.            Driyarkara membantah pendapat tokoh-tokoh eksistensialisme Barat tentang homo homini lupus (manusia merupakan serigala bagi manusia yang lain). Pemikiran tersebut dibantah oleh Driyarkara dengan konsep homo homini socius (manusia merupakan sahabat bagi manusia lain). Kedua, Driyarkara menekankan pentingnya hidup bersama dengan manusia lain. Dengan hidup bersama manusia bisa berelasi sehingga terjadi penyempurnaan diri. Ketiga, Driyarkara membagi serta membedakan manusia dengan makhluk infrahuman. Keempat, Driyarkara juga memaparkan bahwa dalam diri manusia, unsur kerohanian serta spritualitas tidak bisa ditinggalkan.