Articles

Found 12 Documents
Search

PENINGKATAN RAGAM GENETIK ANGGREK Dendrobium spp MELAUI HIBRIDISASI UNTUK MENDUKUNG PERKEMBANGAN ANGGREK DI INDONESIA Hartati, Sri; Budiyono, Agus; Cahyono, Ongko
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 29, No 2 (2014)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbaikan genetik melalui persilangan interspesifik antara tetua terpilih anggrek Dendrobium spp diarahkan untuk meningkatkan mutu genetik dan nilai ekonomi anggrek alam dipasaran. Anggrek Dendrobium adalah salah satu genus anggrek yang banyak diminati. Upaya peningkatan mutu genetik anggrek memiliki kendala pada teknik penyilangan dan perbanyakan biji hasil hibridisasi/persilangan. Penelitian bertujuan untuk: (1) mendapatkan teknik penyilangan yang dapat menghasilkan biji dengan tingkat fertilitas tinggi dan (2) mendapatkan anggrek hibrida baru yang memiliki keunggulan-keunggulan karakter. Penelitian dilakukan di Pusat Konservasi Tumbuhan Kebon Raya LIPI Bogor. Persilangan dilakukan pada 4 sampai 6 individu yang berbunga. Persilangan dilakukan dengan cara menyilangkan tetua terpilih sebagai tetua jantan atau betina Pollinia ditransfer dari anther ke stigma dengan menggunakan tusuk gigi steril, dengan metode (i) crossing , (ii) Resiprocal.Pengamatan dilakukan terhadap karakter induk yang digunakan, waktu persilangan sampai dengan panen buah, dan lama berkecambah. Dari penelitian dihasilkan 4 seri silangan secara resiprok sampai perkecambahan yaitu ♀ Dendrobium mirbelianum x ♂ Dendrobium liniale, ♀ Dendrobium liniale x ♂ Dendrobium mirbelianum, ♀ Dendrobium liniale x Dendrobium bigibbum, ♀ Dendrobium bigibbum x ♂ Dendrobium liniale. Persentase keberhasilan semua persilangan dan resiproknya adalah 100% kecuali persilangan ♀ D.lineale x ♂D. tobaense dan resiproknya tingkat keberhasilannya 0%. Waktu terbentuk buah 3-9 hari, masaknya biji bervariasi antara 81-123 hari dan lama terbentuk protokorm bervariasi 15-36 hari.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARGUMENT BASED SCIENCE INQUIRY (ABSI) TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERARGUMENTASI SISWA SMA Budiyono, Agus
WACANA DIDAKTIKA Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/wd.v4i1.184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang pengaruh penerapan model pembelajaran argument-based science inquiry terhadap peningkatan kemampuan berargumentasi siswa SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experiment dengan desain one group pretest posttest design. Populasinya adalah seluruh siswa kelas XI di MAN Pamekasan Jawa Timur dengan Sampel sebanyak satu kelas yang dipilih secara cluster random sampling dengan jumlah 34 siswa. Instrument penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan berargumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah effect size dan <g>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran ABSI berpengaruh sangat besar terhadap kemampuan berargumentasi siswa dengan nilai effect size sebesar 5,80, serta meningkatkan kemampuan berargumentasi siswa dengan nilai <g> sebesar 0,85 atau berada pada kategori tinggi.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA Budiyono, Agus
WACANA DIDAKTIKA Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/wd.v4i2.185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh signifikansi antara model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan bentuk desain eksperimen pretest-posttest kontrol group design. Populasinya adalah kelas X MA Matsaratul Huda Pamekasan dengan sampel sebanyak dua kelas yang dipilih secara random sampling. Pengambilan data menggunakan tes instrumen keterampilan proses sains. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa nilai pretest dan posttest pada kelas kontol 33,13 dan 56,06 sedangkan nilai pretest dan posttest pada kelas eksperimen 31,04 dan 85. Analisis data menggunakan uji t diperoleh data thitung sebesar 8,94, sedangkan ttabel pada taraf signifikan 0,05 sebesar 2,01 atau thitung < ttabelartinya terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Peningkatan keterampilan proses sains siswa pada kelas eksperimen memperoleh nilai <g> sebesar 0,78 atau berada pada kategori tinggi sedangkan pada kelas kontrol memperoleh nilai <g> sebesar  0,34 atau berada dalam kategori sedang. 
PENINGKATAN RAGAM GENETIK ANGGREK Dendrobium spp MELAUI HIBRIDISASI UNTUK MENDUKUNG PERKEMBANGAN ANGGREK DI INDONESIA Hartati, Sri; Budiyono, Agus; Cahyono, Ongko
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 29, No 2 (2014): October
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/carakatani.v29i2.13394

Abstract

Perbaikan genetik melalui persilangan interspesifik antara tetua terpilih anggrek Dendrobium spp diarahkan untuk meningkatkan mutu genetik dan nilai ekonomi anggrek alam dipasaran. Anggrek Dendrobium adalah salah satu genus anggrek yang banyak diminati. Upaya peningkatan mutu genetik anggrek memiliki kendala pada teknik penyilangan dan perbanyakan biji hasil hibridisasi/persilangan. Penelitian bertujuan untuk: (1) mendapatkan teknik penyilangan yang dapat menghasilkan biji dengan tingkat fertilitas tinggi dan (2) mendapatkan anggrek hibrida baru yang memiliki keunggulankeunggulan karakter. Penelitian dilakukan di Pusat Konservasi Tumbuhan Kebon Raya LIPI Bogor. Persilangan dilakukan pada 4 sampai 6 individu yang berbunga. Persilangan dilakukan dengan cara menyilangkan tetua terpilih sebagai tetua jantan atau betina Pollinia ditransfer dari anther ke stigma dengan menggunakan tusuk gigi steril, dengan metode (i) crossing , (ii) Resiprocal.Pengamatan dilakukan terhadap karakter induk yang digunakan, waktu persilangan sampai dengan panen buah, dan lama berkecambah. Dari penelitian dihasilkan 4 seri silangan secara resiprok sampai perkecambahan yaitu ♀ Dendrobium mirbelianum x ♂ Dendrobium liniale, ♀ Dendrobium liniale x ♂ Dendrobium mirbelianum, ♀ Dendrobium liniale x Dendrobium bigibbum, ♀ Dendrobium bigibbum x ♂ Dendrobium liniale. Persentase keberhasilan semua persilangan dan resiproknya adalah 100% kecuali persilangan ♀ D.lineale x ♂D. tobaense dan resiproknya tingkat keberhasilannya 0%. Waktu terbentuk buah 3-9 hari, masaknya biji bervariasi antara 81-123 hari dan lama terbentuk protokorm bervariasi 15- 36 hari.
PENGARUH NAA DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN SUBKULTUR ANGGREK HASIL PERSILANGAN Dendrobium biggibum X Dendrobium liniale Hartati, Sri; Budiyono, Agus; Cahyono, Ongko
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 31, No 1 (2016): March
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/carakatani.v31i1.11938

Abstract

Indonesia has a high diversity of species of orchids. One of them is the Dendrobium orchid. Orchid seeds do not have endosperm should be grown in a medium that has enough nutrients. Orchid propagation in vitro is strongly influenced by the composition of the medium used. Research through experiments aimed at studying the effect of NAA, BAP, NAA and BAP combination of the subculture plantlets growth of  hybrids orchid Dendrobium biggibum X liniale in Vacin Went media. Research conducted at the Laboratory of Tissue Culture Center for Plant Conservation Bogor Botanical Gardens. The experimental design used was completely randomized design (CRD) with two factors. The first factor was the concentration of Naphthalene Acetic Acid /NAA ( 0 ppm, 1 ppm, 3 ppm and 5 ppm). The second factor  was the type media of Benzyl Amino Purine /BAP ( 0 ppm, 1 ppm, 3 ppm and 5 ppm). Each treatment was replicated eight times. Analysis of the data by F test level 5% and if there is a significant difference continued with Duncan Multiple (Duncan's Multiple Range Test) level of 5%. The result showed that the addition  of NAA 3 ppm as much as 4,96 cm  and BAP 3 ppm as much as 4,41 cm  give a significant effect on the increase of high plantlets and  so NAA 3 ppm as much as 5,76 cm  effect  on  roots length , but did not significantly effect the number of leaves and roots.
Identifikasi dinamika sumber tremor vulkanik Gunungapi Raung berdasarkan analisis fraktal Wildani, Arin; Umamah, Chairatul; Budiyono, Agus
Jurnal Pendidikan Fisika dan Keilmuan (JPFK) Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERISTAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.828 KB) | DOI: 10.25273/jpfk.v4i1.1763

Abstract

Tremor vulkanik merupakan salahsatu gelombang seismik yang biasa terekam di sekitar gunungapi dan dapat menjadi indikasi akan terjadinya suatu letusan. Pengetahuan secara kuantitatif mengenai parameter fisis tremor vulkanik dapat melengkapi dalam memprediksi terjadinya suatu letusan. salahsatu parameter fisis tremor vulkanik yaitu nilai dimensi fractal. Pada penelitian ini digunakan rekaman data seismik tremor vulkanik Gunungapi Raung dari tahun 2011- 2013. Berdasarkan hasil seleksi data maka didapatkan 21 kejadian tremor vulkanik Gunungapi Raung. Pada penelitian dilakukan analisis fraktal dengan merekonstruksi diagram attraktor dari tremor vulkanik menggunakan teorema delay embedding. Analisis data dilakukan dengan menentukan delay time menggunakan Mutual Information dan dimensi embedding dari masing-masing kejadian tremor vulkanik menggunakan False Nearest Neighbour (FFN). delay time tremor vulkanik gunungapi Raung didapatkan sebesar 0,085 s  dan dimensi embedding tremor vulkanik gunungapi Raung didapatkan berada dalam rentan 4-5. Dimensi fraktal tremor vulkanik gunungapi berada dalam range 1,81– 2,15. Perubahan secara temporal nilai dimensi fraktal mengindikasikan bahwa tremor vulkanik disebabkan oleh  sistem non linier didalam pipa konduit berbentuk silinder.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Argument Based Science Inquiry (ABSI) Terhadap Peningkatan Kemampuan Berargumentasi Siswa SMA Budiyono, Agus
Wacana Didaktika Vol 4 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.812 KB) | DOI: 10.31102/wacanadidaktika.4.1.84-93

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang besarnya pengaruh dan peningkatan kemampuan berargumentasi siswa SMA melalui pembelajaran model argument-based science inquiry. Penelitian menggunakan metode pre-experimental dengan one group pretest posttest design. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di MAN Pamekasan Jawa Timur, sampel dalam penelitian ini adalah satu kelas dengan jumlah 34 siswa yang dipilih secara acak kelas. Penelitian ini menggunakan instrument tes kemampuan berargumentasi. Adapun Teknik analisis data menggunakan effect size dan N-gain. Hasil penelitian diperoleh nilai effect size sebesar 5,80 yang berarti model pembelajaran ABSI berpengaruh sangat besar terhadap kemampuan berargumentasi siswa, serta nilai &lt;g&gt; sebesar 0,85 atau peningkatan kemampuan berargumentasi siswa berada pada kategori tinggi.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa SMA Budiyono, Agus; Hartini, Hartini
Wacana Didaktika Vol 4 No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.796 KB) | DOI: 10.31102/wacanadidaktika.4.2.141-149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh signifikansi antara model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan penelitian quasi-experiment dengan bentuk desain eksperimen pretest-posttest kontrol group design. Populasinya adalah kelas X MA Matsaratul Huda Pamekasan dengan sampel sebanyak dua kelas yang dipilih secara acak kelas. Pengambilan data menggunakan tes instrumen keterampilan proses sains. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa nilai pretest dan posttest pada kelas kontol 33,13 dan 56,06 sedangkan nilai pretest dan posttest pada kelas eksperimen 31,04 dan 85. Analisis data menggunakan uji t diperoleh data thitung sebesar 8,94, sedangkan ttabel pada taraf signifikan 0,05 sebesar 2,01 atau thitung &lt; ttabel artinya terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Peningkatan keterampilan proses sains siswa pada kelas eksperimen memperoleh nilai &lt;g&gt; sebesar 0,78 atau berada pada kategori tinggi adapun pada kelas kontrol memperoleh nilai &lt;g&gt; sebesar&nbsp; 0,34 atau berada dalam kategori sedang.
UJI EFIKASI INSEKTISIDA BAHAN AKTIF PERMETRIN 300 G/L TERHADAP POPULASI HAMA ULAT DAUN (PLUTELLA XYLOSTELLA L) PADA TANAMAN KUBIS (BRASSICA OLERACEA) KUSNANTO, JOKO; KURNIA DEWI, TYAS SOEMARAH; BUDIYONO, AGUS; SUPRAPTI, ENDANG; HARYUNI, HARYUNI
JURNAL ILMIAH AGRINECA Vol 19 No 2 (2019): JURNAL ILMIAH AGRINECA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.205 KB) | DOI: 10.36728/afp.v19i2.903

Abstract

Cabbage plants (Brassica oleracea) are one of the vegetables that are widely cultivated by farmers in Indonesia, both in the highlands and lowlands. Cabbage plants are usually cultivated at the beginning of the dry season. Cabbage has high production potential and its marketing is relatively easy. So that it is right if the cabbage is prioritized as one of the leaf vegetable plants that needs to be further developed. Cabbage production in the last six years shows a trend of fluctuations every year. Production in 2012 increased by 0.14% to 7,550,021 tons from 7,539,533 tons, then increased by 1.95% to 7,469,013 tons in 2013, and decreased 3.06% to 7,461,697 tons in 2014, then in 2015 it decreased 2.62% to 7,265,840 tons, then in 2016 the production increased to 7,274,126 tons and subsequently in 2017 it increased 2.64%. Fluctuations in cabbage production are inseparable from the effect of an increase or decrease in the area of harvest and the attack of plant pests. The aim of this study was to determine the most effective concentration of the active ingredient of Permethrin 300 g/l to control Plutella xylostella L caterpillar pest in cabbage plants. This research was conducted in Sudimoro Village, Teras Subdistrict, Boyolali Regency at an altitude of 196 m above sea level with alluvial brown soil types, with soil solum thickness &gt; 90 cm. Based on the Oldeman classification, Sudimoro Village is a D3 zone, with a wet month length of 3-4 months and a dry month length of 3-6 months. The method used in the study was a non factorial Complete Group Randomized Design (RAKL) with 5 (five) different concentrations of insecticide treatments. The concentration treatments used were 1 cc/ liters (C1), 0.75 cc/ liters (C2), 0.5 cc/ liters (C3), 0.25 cc/ liters (C4), and control (C5). The results showed that the treatment of the active ingredient concentration of insecticide Permethrin 300 g/l had a very significant effect on the parameters of the Plutella xylostella L population, the weight of the wet stover, the weight of the crop, and the diameter of the crop. However, it does not significantly affect the parameters of plant height and dry stover weight.The effectiveness of the active ingredient insecticide Permethrin 300 g/l in the parameters of the population of Plutella xylostella L is best in the treatment concentration of 0.75 cc/ liters (C2), with a 100% efficacy rate.
Pemberdayaan Kelompok Ibu Rumah Tangga Desa Tambaan Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang Provinsi Jawa Timur Wildani, Arin; Iswahyudi, Iswahyudi; Hidayat, Mohammad Taufiq; Budiyono, Agus; Malia, Evi
JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Vol 2, No 2 (2018): EDISI DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.699 KB) | DOI: 10.33366/jast.v2i2.1071

Abstract

Ibu rumah tangga memiliki peran dan potensi yang sangat strategis dalam mendukung program pengentasan kemiskinan di Indonesia. Karena itu, program pemberdayaan ibu rumah tangga dalam bidang ekonomi perlu dimaksimalkan. Program kemitraan masyarakat (PKM) ini dilakukan dengan tujuan untuk memaksimalkan peran serta ibu rumah tangga dalam mengisi waktu luangnya untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Mitra pada program ini yaitu kelompok ibu rumah tangga Dusun Gayam dan kelompok ibu rumah tangga Dusun Pesisir Desa Tambaan Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang. Masalah yang dihadapi mitra yaitu kurangnya pengetahuan untuk berwirausaha dan minimnya keterampilan yang dimiliki. Berdasarkan hasil observasi lapangan Desa Tambaan memiliki terdapat banyak tambak garam dan sebagian besar masyarakatnya merupakan petani garam. Sehingga pada program ini ditawarkan solusi yaitu pelatihan dan pendampingan dalam produksi garam yodium skala rumah tangga. Program ini dilakukan dengan metode penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Penyuluhan yang dilakukan antara lain penyuluhan pentingnya konsumsi garam beryodium dan penyuluhan wirausaha dalam skala rumah tangga. Pelatihan yang dilakukan yaitu pelatihan pembuatan hingga pengemasan garam yodium. Hasil dari PKM ini yaitu (1) kelompok IRT Dusun Gayam dan Dusun Pesisir mengetahui pentingnya garam yodium sehingga tidak lagi menggunakan garam krosok yang diambil langsung dari tambak. (2) kelompok IRT Dusun Gayam dan Dusun Pesisir bisa membuat garam yodium dengan mengolah garam krosok yang di dapat dari tambak. (3) kelompok IRT Dusun Gayam dan Dusun Pesisir memahami usaha garam yodium skala rumah tangga. (4) kelompok IRT Dusun Gayam dan Dusun Pesisir memproduksi garam yodium dan menjual garam tersebut.