Articles

Found 18 Documents
Search

POTENSI NANOKOMPOSIT FE3O4@C DARI BIJIH BESI SEBAGAI PENDETEKSI KADAR GLUKOSA Husain, Sadang; Suryajaya, Suryajaya; Haryanti, Ninis Hadi; Manik, Tetti Novalina; Rodiansono, Rodiansono; Hutasoit, Sepfina Monica; Riyanto, Agus; Sudarningsih, Sudarningsih
POSITRON Vol 9, No 2 (2019): November Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v9i2.32771

Abstract

Sintesis nanokomposit Fe3O4@C dari bijih besi Tanah Laut dan sumber karbon dari gula pasir telah dilakukan dengan menggunakan metode kopresipitasi dan metode hidrotermal. Penelitian dilakukan untuk mengetahui karakteristik Fe3O4@C berbahan bijih besi. Sebanyak 6 g bijih besi digunakan sebagai bahan baku pembuatan Fe3O4. FeSO4.7H2O digunakan sebagai sumber ion Fe2+. Sampel diaduk dengan menggunakan temperatur 70oC dengan kecepatan adukan 450 rpm. Karbon (C) disintesis menggunakan metode hidrotermal pada temperatur 300oC dengan menambahkan etilon glikol sebagai surfaktan. Sampel Fe3O4 dan C digabung pada suhu 250oC selama 30 menit dengan kecepatan 500 rpm. Sampel  Nanokomposit Fe3O4@C dikarakterisasi menggunakan Vibrating Sample Magnetometer, Fourier Transform Infrared, Transmission Electron Microscopy, serta elektrokimia. Dari penelitian, diperoleh nilai magnetisasi saturasi sebesar 24,82 emu/g, jenis ikatan yang terdapat dalam nanokomposit Fe3O4@C adalah ikatan Fe-O, C=O, C=N dan O-H, distribusi ukuran partikel dalam rentang 5 nm ? 20 nm, dengan rata-rata ukuran partikel 12 nm, serta nilai sensitivitas 0,285 mA/ppm.
Characterization of CdS and ZnS Nanoparticle Semiconductors: for Optoelectronics Application Suryajaya, Suryajaya; Nabok, A.V.; Hassan, A. K.; Tsargorodskaya, A.
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.16 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v7i1.899

Abstract

In this work, CdS and ZnS semiconducting colloid nanoparticles coated with organic shell, containing either SO−3 or NH+ 2 groups, were deposited as thin films using the technique of electrostatic self-assembly. The films produced were characterized with UV-vis spectroscopy - for optical properties; mercury probe - for electrical characterisation; and photon counter - for electroluminescence study. UV-vis spectra show a substantial blue shift of the main absorption band of both CdS and ZnS, either in the form of solutions or films, with respect tothe bulk materials. The calculation of nanoparticles’ radii yields the value of about 1.8 nm for both CdS and ZnS. Current-voltage (I-V) and capacitance-frequency (C-f) measurements of polyelectrolyte/nanoparticles (CdS or ZnS) films suggest the tunnelling behaviour in the films while capacitance- voltage (C-V) and conductancevoltage (G-V) measurements suggest that these nanoparticles are conductive. The electroluminescence was detected in sandwich structures of (PAH/CdS/PAH)N using a photon counting detector, but not in the case of ZnS films.
STUDI AWAL PEMILIHAN BAHAN KOMPOSIT BERBAHAN PENGUAT SERAT DAUN NANAS (PINEAPPLE–LEAF FIBRES) DENGAN ADMIXTURE KAOLIN DAN SILIKA Manik, Tetti Novalina; Suryajaya, Suryajaya; Suarso, Eka
Jurnal Fisika FLUX Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2014
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v11i2.2726

Abstract

Abstrak: Penelitian studi awal pemilihan bahan komposit berbahan penguat serat daun nanas (pineapple-leaf fibres) dengan admixture Kaolin dan Silika telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi matriks, serat dan bahan tambahan (admiture) yang paling baik yang digunakan sebagai papan komposit ditinjau dari sifat mekanik dan mikroskopiknya. Sifat mekanik dan mikroskopik ini juga dilihat dari orientasi susunan serat, yakni serat arah vertikal, vertikal horizontal, serat pendek dan disusun acak dan variasi jumlah massa serat. Berdasarkan hasil uji MOR dan MOE, komposisi matriks dan penguat yaitu resin epoxy dan serat nanas adalah 2,6 gr : 55 gr dengan susunan vertikal yaitu dengan nilai uji tekan (MOR) sebesar 569,49 kg/cm2 dan uji tarik (MOE) sebesar 43.407,91 kg/cm2. Penambahan bahan admixture silika dan kaolin pada bahan komposit tidak mempengaruhi atau memperbaiki sifat mekanik dari papan komposit serat nanas, bahkan melemahkan, demikian juga dengan ukuran serat pendek dan jika disusun acak. Berdasarkan uji mikroskopik, papan komposit yang dibuat telah menujukkan homogenitas antara serat, resin dan bahan admixture yaitu kaolin dan silikaKata Kunci : serat daun nanas, komposit, admixture, MOR, MOE
PENENTUAN PANJANG GELOMBANG EMISI PADA NANOPARTIKEL CdS DAN ZnS BERDASARKAN VARIASI KONSENTRASI MERCAPTO ETHANOL Salahuddin, Muhammad; Suryajaya, Suryajaya; Sari, Nurma; Putra, Edy Giri
Jurnal Fisika FLUX Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v10i1.2630

Abstract

melalui Aqueous Phase Synthesis dengan penambahan variasi Mercapto Ethanol untukmemodifikasi ukuran jari-jari nanopartikelnya. Larutan tersebut digunakan untukmembuat lapisan tipis nanopartikel CdS dan ZnS menggunakan teknik ElectrostaticsSelf-Assembly.Larutan nanopartikel dan lapisan tipis nanopartikel CdS dan ZnSdikarakterisasi dengan UV-Vis Spektrometer untuk mengetahui terbentuknyananopartikel serta terdepositnya nanopartikel pada substrat dan LuminesenSpektrometer untuk menentukan panjang gelombang emisinya.Spektrum UV-Vis darisampel menunjukkan pergeseran biru sebagai indikator terbentuknya nanopartikel sertaterdepositnya lapisan tipis pada substrat.Emisi cahaya untuk nanopartikel CdS denganpenambahan Mercapto ethanol berada pada panjang gelombang 445-453 nmsedangkan untuk nanopartikel ZnS, 309-371 nm dan 442-574 nm.Pada penelitian inijuga diketahui bahwa panjang gelombang emisi nanopartikel CdS dan ZnS cenderungbertambah besar dengan bertambah besarnya penambahan konsentrasi Mercaptoethanol.Kata Kunci : CdS, ZnS, Mercapto Ethanol, Luminesen
Pengukuran Sifat Akustik Material Dengan Metode Tabung Impedansi Berbasis Platform Arduino Bahri, Syaiful; Manik, Tetti Novalina; Suryajaya, Suryajaya
Jurnal Fisika FLUX Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2016
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v13i2.3460

Abstract

Telah dibuat alat ukur sifat akustik material dengan metode tabung impedansi di Laboratorium Fisika FMIPA ULM dan material uji serat daun nanas dengan perbandingan fraksi volume sebagai sampel uji. Alat ukur ini menggunakan Sound Analog Sensor (SAS)-V2 sebagai sensor bunyi. Alat ini telah dikalibrasi menggunakan Sound Lever Meter standar dan sampel standar (plywood 3/8”). Nilai koefisien serapan sampel standar untuk frekuensi 125 Hz – 1000 Hz berturut-turut 0,288±0,016; 0,217±0,032; 0,187±0,023; 0,057±0,006; dan 0,083±0,014. Hasil pengukuran 3 sampel uji material serat daun nanas dengan perbandingan fraksi volume serat dan matrik (lem fox) yaitu A (10%:90%), B (15%:85%), dan C (20%:80%) disimpulkan bahwa material uji serat daun nanas bersifat absorber pada frekuensi rendah ≤500 Hz (0,169<α<0,343) dan 1000 Hz (α≥0,15), kecuali sampel C bersifat reflector pada frekuensi 500 Hz (α=0,118).
Analisa Pola dan Sifat Aliran Fluida dengan Pemodelan Fisis dan Metode Automata Gas Kisi Siregar, Simon Sadok; Suryajaya, Suryajaya; Muliawatiq, Muliawati
Jurnal Fisika FLUX Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2010
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v7i1.3080

Abstract

This research is conducted by using physical model and Lattice GasAutomata method for simple flow patterns having different geometry. Fromphysical model, the results are speed pattern and fluid flow permeability. Theresulted value of the permeability by using physical model will be compared tothe resulted value of the LGA. The compared value of the LGA method is thevalue with angle 5o, 10o and 15o by using laboratory scale. These angles arechosen due to it’s the lowest error compared to those of other angles. In thephysical model the lowest permeability value is gotten from the pattern of straightgeometry 60o with value 0.201 x 10-6 m2 and the highest permeability value isfrom pattern of turn 2 with value 0.341 x 10-6 m2. While by using LGA methodthe the lowest permeability value is pattern of straight 60o with value 0.209 x 10-6 m2 while the the highest real permeability value is pattern of turn 2 with value0.344 x 10-6 m2. From the comparison data of permeability the results of errorare 3.74%, 0.7% and 4.2% for the angle of 5o, 10o and 15o, respectively
KARAKTERISASI ANTENA MIKROSTRIP PATCH SEGITIGA SAMASISI DENGAN FREKUENSI KERJA 2,4 GHz UNTUK KOMUNIKASI WIRELESS Suganda, Rolly Ega; Sari, Nurma; Suryajaya, Suryajaya
Jurnal Fisika FLUX Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2016
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v13i1.1635

Abstract

Telah dibuat antena mikrostrip patch segitiga samasisi dengan frekuensi kerja 2,4 GHz. Antena mikrostrip patch segitiga dipilih karena memiliki dimensi yang lebih kecil untuk menghasilkan radiasi dan frekuensi kerja yang sama dibandingkan bentuk geometris lainnya. Mikrostrip patch segitiga samasisi dibuat melalui tahap-tahap simulasi, fabrikasi, dan karakterisasi. Program simulasi antena mikrostrip dibuat menggunakan fitur GUI pada pemrograman Matlab. Antena yang telah difabrikasi, dibuat pada substrat FR4 dengan  4,7 pada ketebalan 1,6 mm dan 1,0 mm, variasi yang diterapkan adalah ukuran substrat yang dibuat pada luasan 55mmx55mm dan 60mmx60 mm, dengan total keseluruhan berjumlah empat sampel antena. Pada kondisi ideal keempat sampel harus memiliki return loss -54,4223 dB; VSWR 1,00; impedansi 49,81 ohm; dan gain 6,93 pada ketebalan substrat 1,6 mm dan 4,89 pada ketebalan substrat 1,0 mm. Hasil karakterisasi yang telah dilakukan didapatkan nilai return loss keempat sampel berurutan sebesar -19,558; -20,416; -17,25 dan -8,97 dB, VSWR berurutan bernilai 1,24; 1,21; 1,32 dan 2,26, Impedansi bernilai 56,734; 56,457; 54,069 dan 55,641 ohm, dan gain bernilai 2,21; 2,23; 2,1 dan 2,22 dB. Pola radiasi azimuth dan polarisasi membentuk kuncup besar dan kuncup belakang yang dominan, padahal pada kondisi ideal kuncup belakang dominan hanya terjadi pada antena omnidirectional. Pola radiasi elevasi membentuk pola menyerupai setengah lingkaran yang tidak sempurna ke arah gain maksimum. Dari keempat sampel, hanya antena empat yang tidak memenuhi syarat untuk digunakan pada frekuensi kerja 2,4 GHz, karena memiliki return loss dan VSWR yang tidak memenuhi standar.Kata kunci: komunikasi wireless, antena mikrostrip patch segitiga, Matlab
Pemanfaatan Sistem Alat Ukur Kadar Gas Metana (Ch4), Suhu dan Kelembaban pada Perkebunan Kelapa Sawit di Lahan Gambut Sugriwan, Iwan; Ramdani, Adi Saputra; Fahrudin, Arfan Eko; Suryajaya, Suryajaya
Jurnal Fisika FLUX Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Khusus Januari 2019
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v1i1.6157

Abstract

Alat ukur kadar gas metana (CH4), suhu dan kelembaban telah dilakukan. Alat ukur ini dapat diaplikasikan di perkebunan kelapa sawit di lahan gambut. Alat ukur ini terdiri dari sensor TGS2611, sensor SHT11, catu daya, voltage follower, mikrokontroler ATMega8535 dan LCD karakter 16x2. Tegangan keluaran sensor TGS2611 dikondisikan dengan rangkaian voltage follower kemudian dihubungkan dengan ADC internal mikrokontroler ATMega8535. Persamaan karakteristik sensor TGS2611 ditentukan dengan cara mengambil beberapa data kadar gas metana dan tegangan keluaran sensor pada datasheet sensor TGS2611 kemudian dibuat grafik persamaan karakteristiknya, sehingga diperoleh persamaan karakteristik sensor V=0,544ln(x)-2,113, dengan V adalah tegangan keluaran sensor dan x adalah kadar gas metana (ppm). Sensor SHT11 merupakan sensor digital yang sudah terkalibrasi pabrik, sehingga sensor SHT11 bisa langsung dihubungkan dengan catu daya, lalu data dari sensor dihubungkan ke mikrokontroler ATMega8535. Data hasil pengukuran ditampilkan pada LCD karakter 16x2 dan ditampilkan pada komputer dengan program yang telah dibuat menggunakan Delphi 7.0. Data hasil pengukuran juga tersimpan dalam database. Hasil pengukuran yang dilakukan selama 2 hari dengan durasi pengukuran satu setengah jam pada hari pertama dan 2 jam pada hari kedua menyatakan bahwa keberadaan gas metana tidak terdeteksi di kebun kelapa sawit yang ditanam di lahan gambut. Pada hari pertama pengukuran nilai suhu udara berkisar antara 28,8 0C – 30 0C dan nilai kelembaban udara berkisar 87,6% - 89,6%. Pada hari kedua pengukuran nilai suhu udara berkisar antara 26,6 0C - 33,1 0C dan nilai kelembaban udara berkisar 85,1% - 88,4%.
Implementasi Sistem Komunikasi Nirkabel pada Ading Pintar Menggunakan Modul nRF24L01+ Rahmat, Rahmat; Harnawan, Ade Agung; Suryajaya, Suryajaya
Jurnal Fisika FLUX Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Khusus Januari 2019
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v1i1.6143

Abstract

Sistem komunikasi nirkabel dengan menggunakan modul nRF24L01+ yang memanfaatkan gelombang Radio Frequency 2.4 GHz  telah diimplementasikan pada Ading Pintar (Automatic Feeding Penebar Pakan Ikan Pintar). Sistem ini digunakan untuk menampilkan informasi terbaru yang dikerjakan oleh ading pintar. Informasi yang dikirimkan oleh ading pintar kemudian diterima oleh modul yang disebut sistem slave. Informasi tersebut terdiri dari status pemberian pakan serta kondisi suhu dan pH air kolam. Informasi yang diterima oleh sistem slave disimpan di dalam memori, dimana data tersebut dapat menjadi bahan evaluasi kinerja ading pintar oleh pemilik kolam. Implementasi sistem komunikasi nirkabel ini menggunakan beberapa komponen diantaranya, Arduino Mega 2560, modul nRF24L01+, modul LCD keypad shield, modul RTC DS3231, Modul SD Card serta modifikasi program pada ading pintar dan sistem slave.  Pengujian sistem dilakukan selama 4 hari secara terus-menerus dengan menempatkan ading pintar di laboratorium instrumentasi fisika FMIPA ULM sedangkan sistem slave ditempatkan di laboratorium komputasi fisika FMIPA ULM. Berdasarkan hasil pengujian, sistem komunikasi nirkabel pada ading pintar dan sistem slave bekerja dengan baik, dimana informasi suhu dan pH air kolam yang dikirimkan oleh ading pintar sama dengan yang diterima oleh sistem slave. Selain itu status pemberian pakan juga bekerja dengan baik, dimana setelah ading pintar selesai memberi pakan, indikator pemberian pakan yang tertera pada LCD sistem slave yang semula tanda silang berubah menjadi tanda centang. Tanda tersebut akan secara otomatis direset menjadi tanda silang setiap pukul 00:00 WITA.
Sintesis Dan Karakterisasi Urea-Hidroksiapatit Dengan Variasi Ca(OH)2 Sebagai Kandidat Pupuk Lepas Lambat Hadi, Syahiful; Suryajaya, Suryajaya; Abdullah, Abdullah; Kissinger, Kissinger
EnviroScienteae Vol 15, No 1 (2019): EnviroScienteae Volume 15 Nomor 1, April 2019
Publisher : PS S2 PSDAL PPS ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.172 KB) | DOI: 10.20527/es.v15i1.6331

Abstract

Urea-hydroxyapatite can be used as fertilizer which was efficient and environmentally friendly. The variation of Ca(OH)2 in the urea-hydroxyapatite’s synthesis and its characterization would provide information for manufacturing slow release fertilizer. The material used were urea (99.5 %); Ca(OH)2; H3PO4 0.67 M and distilled water. The synthesis technique used in this study is bottom-up with Ca(OH)2 variation of 6, 8, 10 and 12 grams. The results of the synthesis with 6 grams of Ca(OH)2  was not able to produce sediment powder. The results of the Scanning Electron Microscopy (SEM) showed that the urea packaging with hydroxyapatite was better for variations of Ca(OH)2  8 grams and 10 grams. The results of the Energy Dispersive X-Ray Spectrometry (EDX) showed more elemental composition in the variation of Ca(OH)2  8 grams and 10 grams which were 35.7 Wt% and 40.4 Wt%. The results of the Fourier Transform Infrared Spectrometer (FTIR) showed that the variation of Ca(OH)2  8 gram has a good bonding of urea and hydroxyapatite. The Particle Size Analyzer (PSA) measurement for all samples of urea-hydroxyapatite yielded the particle size of about 0.5–2.5 mm and 10–15 mm for urea and hydroxyapatite, respectively. As a conclusion, the variation of Ca(OH)2  8 grams could be recommended as a reference in the composition of urea-hydroxyapatite fabrication for slow release fertilizer.