Mariana Susanti, Mariana
Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jalan Sorowajan Baru No. 367 Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, 55198

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

The Role of The Listener and Government Institutions in Educational Radio Broadcasts (Peran Serta Pendengar dan Lembaga Pemerintah dalam Siaran Radio Pendidikan) Innayah, nfn; Susanti, Mariana
Jurnal Pekommas Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30818/jpkm.2016.2010103

Abstract

The participation of the partner radio stations based on previous studiy still are nonparticipation, it means that the radio station just do what is stated in the agreement to broadcast educational content BPMRPK development results on the schedule that was agreed upon. The lack of radio station partners in partnership with educational institutions is also one of the causes of low participation. This study is a continuation of previous research which aims to describe the role as well as listener and Government agencies in educational radio broadcasts. This study aims to describe the role as well as listener and Government agencies in educational radio broadcasts. The method used was a survey. The population of the research was the radio station partners that totaled 57, 38 samples of an active partner radio stations broadcast educational content developed by BPMRP. The results showed that participation or the participation of the listeners and Government agencies in the broadcast radio education is low. This is due, among others, lack of empowerment of the radio listeners in accommodating the aspirations of the community and the radio stations that have yet to truly serve the needs of the information society in the communication and interaction, especially education.Partisipasi stasiun radio mitra berdasarkan penelitian sebelumnya masih bersifat nonparticipation. Hal ini berarti stasiun radio hanya melakukan apa yang tertuang dalam perjanjian kerja sama untuk menyiarkan konten-konten pendidikan hasil pengembangan BPMRPK sesuai jadwal yang disepakati. Kurangnya stasiun radio mitra dalam menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan juga merupakan salah satu sebab rendahnya partisipasi tersebut. Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya yang bertujuan  untuk mendeskripsikan peran serta pendengar dan lembaga pemerintah dalam siaran radio pendidikan. Metode yang digunakan adalah survei dengan  jumlah populasi sebanyak 57 stasiun radio mitra dan sampel  sebanyak 38 stasiun  radio mitra, yang masih aktif menyiarkan konten pendidikan yang dikembangkan oleh BPMRP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran serta atau partisipasi pendengar dan lembaga pemerintah dalam siaran  radio pendidikan masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan antara lain kurangnya pemberdayaan pendengar oleh pihak radio dalam  menampung aspirasi masyarakat, dan stasiun radio belum bersungguh-sungguh melayani kebutuhan informasi dan interaksi komunikasi masyarakat, khususnya siaran  pendidikan.
Daya Guna Media Audio Pendidikan Digital Melalui Situs Web Susanti, Mariana
IPTEK-KOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi Vol 19, No 1 (2017): Jurnal IPTEK-KOM (Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi)
Publisher : BPSDMP KOMNFO Yogyakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia daring (dalam jaringan), dalam dunia pendidikan, begitu cepat telah menjadi sumber informasi utama bagi guru/tenaga pendidik dan peserta didik. Salah satu situs web yang dapat menjadi rujukan sumber belajar adalah radioedukasi.kemdikbud.go.id yang dikembangkan oleh Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan dan Kebudayaan (BPMRPK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penelitian ini disusun untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan penggunaan media audio pendidikan digital melalui situs web BPMRPK menurut pandangan guru/tenaga pendidik PAUD. Penelitian dilakukan selama satu bulan, yaitu tanggal 18 Juli s.d. 17 Agustus 2016 dengan instrumen kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya guna media audio pendidikan digital oleh guru/tenaga pendidik PAUD melalui situs web BPMRPK tergolong baik untuk komponen kemampuan dipelajari, efisiensi, dan kepuasan. Dua komponen yang lain, yaitu kemudahan diingat dan errors dinilai buruk oleh pengguna. Tiga (3) hal yang perlu dibahas sehubungan dengan temuan tersebut antara lain: (1) bimbingan teknis pemanfaatan kepada calon pengguna; (2) akses internet di DIY; dan (3) potret imigran digital.
ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA AUDIO CERITA PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK ANAK USIA DINI Suparti, NFn; Susanti, Mariana
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016
Publisher : Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.321 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v20i2.242

Abstract

ABSTRAK: Metode pembelajaran yang banyak digunakan tenaga pendidik di PAUD/TK adalah bermain denganslogan ?bermain sambil belajar?. Selain metode bermain, ada metode bercerita dan bernyanyi. Metode berceritamerupakan salah satu metode yang efektif untuk memperkenalkan nilai-nilai mulia pada anak usia dini. Tujuan penelitianini adalah mendapatkan data dan informasi mengenai: (1) kemampuan guru dalam bercerita; (2) kebutuhan guruakan media audio cerita pendidikan karakter untuk PAUD; (3) media audio pendidikan karakter untuk PAUD; dan (4)nilai-nilai pendidikan karakter yang bisa disampaikan melalui media audio bercerita. Penelitian ini dilakukan padabulan Juni 2016. Populasi penelitian adalah guru-guru TK di Propinsi DIY. Sebanyak 20 guru TK menjadi sampelpenelitian ini dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen kuesioner dan panduan wawancaradigunakan untuk menjaring kebutuhan guru PAUD akan media audio cerita pendidikan karakter untuk anak usia dini.Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan gurudalam bercerita cukup baik meskipun masih memiliki keterbatasan; (2) guru membutuhkan media audio yang dapatdigunakan untuk menanamkan nilai-nilai karakter; (3) media audio pendidikan karakter yang dibutuhkan adalah ceritabinatang; dan (4) nilai-nilai pendidikan karakter yang disampaikan mengacu pada kurikulum PAUD 2013. Dengandemikian, hasil penelitian menegaskan bahwa guru membutuhkan media audio dalam bentuk cerita binatang untukmembantu menanamkan nilai-nilai karakter pada anak usia dini.Kata Kunci: cerita, media audio, pendidikan karakter.ABSTRACT: The learning methods that are most widely used by kindergarten teachers is ?by playing?. It is in accordancewith their popular slogan ?learning while playing?. Beside in playing, learning can also be carried out in story telling orsinging activities. Storyteling is an effective method that can be applied to introduce noble values to early-aged children.The purpose of this research is to get data and information about: (1) teachers? ability of conducting storytelling; (2)teachers? need for audio media on character education story for early-aged children; (3) audio media on charactereducation story for early-aged children; and (4) moral values that can be delivered through audio media of storytelling.This research was done in June 2016. The population of this research was kindergarten teachers in YogyakartaProvince. The sample, 20 teachers, were taken by using simple random sampling. This research applies qualitativedescriptive method by using questionnaire and interview guidance to get to know the need of early-aged childrenteachers. The result shows that: (1) the teachers? storytelling ability is good enough; (2) there is a need of audio mediafor the teachers to deliver character education; (3) the audio media required is about fables; and (4) the charactervalues delivered refer to the 2013 curriculum of early-aged education. Based on the finding, teachers need fable audiomedia for them to deliver character value education to early-aged children.Keywords: story, audio media, character education.
Pendidikan dan Hiburan dalam Drama Radio Pendidikan (Analisis Isi Naskah Drama Radio “Generasi Edu”) Susanti, Mariana
Jurnal Pekommas Vol 18, No 1 (2015): April 2015
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.613 KB) | DOI: 10.30818/jpkm.2015.1180102

Abstract

Fenomena perkelahian antarpelajar melatarbelakangi munculnya kebijakan nasional pendidikan karakter pada 2010. Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan (BPMRP) mengambil peranan mengkampanyekan nilai-nilai pendidikan karakter dalam bentuk seri drama radio “Generasi Edu”. Meski dianggap terlalu bermuatan pendidikan, namun konten audio yang dikembangkan BPMRP dicampur dengan unsur informasi dan hiburan agar dapat diterima oleh semua kalangan. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi terhadap naskah drama “Generasi Edu” untuk mengetahui unsur hiburan dan pendidikan yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur hiburan lebih mendominasi program dibandingkan unsur pendidikan. Oleh sebab itu, drama radio “Generasi Edu” dapat mengenai target sasaran anak muda usia 12-18 tahun karena tidak berkesan menggurui.
Analisis Kebutuhan Model Media Audio Cerita Wayang Bagi Remaja Susanti, Mariana; Wahyuni, Sri
Jurnal Pekommas Vol 2, No 1 (2017): April 2017
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30818/jpkm.2017.2020104

Abstract

Wayang merupakan warisan budaya Nusantara sekaligus warisan budaya dunia yang memiliki banyak kelebihan dan sejumlah kekurangan. Generasi muda Indonesia dianggap menjauhi wayang. Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan dan Kebudayaan (BPMRPK) menyikapi fenomena ini dengan melakukan analisis kebutuhan tentang cerita wayang sebagai media audio pendidikan karakter bagi generasi muda, khususnya remaja usia 12-18 tahun. Analisis dilakukan untuk mengungkap persepsi remaja tentang kesenian wayang dan bagaimana kebutuhan remaja tentang kesenian wayang yang disiarkan melalui media radio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja menganggap daya tarik utama pertunjukan wayang adalah pada cerita. Remaja menganggap cerita wayang akan menarik bila dijadikan program siaran radio dengan menyesuaikan konteks masa kini. Sebagian remaja membutuhkan siaran radio cerita wayang dalam bentuk rekaman, durasi 30 menit, dan disiarkan setiap hari.
PENGEMBANGAN MODEL MEDIA AUDIO PEMBELAJARAN BERMUATAN PERMAINAN TRADISIONAL UNTUK PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Suparti, nFn; Susanti, Mariana
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.321 KB) | DOI: 10.31800/jtp.kw.v5n2.p101--114

Abstract

Learning while playing is one of the educational principles of Early Childhood Education (PAUD). Through games, traditional games, in particular, child development aspects can be improved. However, teachers face the lack of traditional game references so that a medium is needed. This study aimed to produce a Model of Audio Instructional Media for Early Childhood Education, called Permata Nusantara. Permata Nusantara was developed by using ADDIE approach (Analysis-Design-Development-Evaluation-Implementation). After having completed the need analysis, the blueprint of the model was designed and the production stage conducted. Then, instructional audio media model with traditional games as its content was brought to be evaluated by the subject ma er and media specialists for better-improved quality. The following stage is the implementation, involving teachers and children. The instruments used for collecting data and information were questionnaires, interview guides, and observation sheets. The majority of respondents (83,4%) considered that the developed instructional audio media model was good and suitable to use for early childhood education in improving the spiritual attitude, the social attitude, knowledge, and skills for children in Early Childhood Education. AbtrakBelajar melalui bermain merupakan salah satu prinsip pembelajaran di PAUD. Melalui permainan, terutama permainan tradisonal, aspek perkembangan anak dapat ditingkatkan. Namun, guru-guru kekurangan referensi mengenai permainan tradisional yang ada sehingga dibutuhkan media yang dapat menjadi rujukan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Model Media Audio Pembelajaran Bermuatan Permainan Tradisional Anak Nusantara (Permata Nusan- tara) untuk PAUD dengan pendekatan ADDIE (Analysis-Design-Development-Implementation-Evaluation). Setelah melampaui tahap analisis kebutuhan, desain model atau cetak biru program dirancang dan diproduksi. Kemudian, hasil produk yang berupa media audio pembelajaran bermuatan permainan tradisional dievaluasi oleh ahli materi dan media dengan tujuan perbaikan produk. Selanjutnya dilakukan evaluasi pada tahap pemanfaatan media yang melibatkan guru dan anak PAUD dengan tujuan mengetahui tingkat kelayakan model media yang dikembangkan. Instrumen yang digunakan adalah angket, panduan wawancara, dan lembar pengamatan. Sebagian besar responden (83,4%) berpendapat bahwa model media audio pembelajaran bermuatan permainan tradisional dikategorikan sebagai model media audio pembelajaran yang baik dan cocok untuk menunjang pembelajaran di PAUD dalam meningkatkan kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan ketrampilan pada anak usia dini.
PENGEMBANGAN MODEL MEDIA AUDIO PEMBELAJARAN BERMUATAN PERMAINAN TRADISIONAL UNTUK PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Suparti, nFn; Susanti, Mariana
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.321 KB) | DOI: 10.31800/jtp.kw.v5n2.p101--114

Abstract

Learning while playing is one of the educational principles of Early Childhood Education (PAUD). Through games, traditional games, in particular, child development aspects can be improved. However, teachers face the lack of traditional game references so that a medium is needed. This study aimed to produce a Model of Audio Instructional Media for Early Childhood Education, called Permata Nusantara. Permata Nusantara was developed by using ADDIE approach (Analysis-Design-Development-Evaluation-Implementation). After having completed the need analysis, the blueprint of the model was designed and the production stage conducted. Then, instructional audio media model with traditional games as its content was brought to be evaluated by the subject ma er and media specialists for better-improved quality. The following stage is the implementation, involving teachers and children. The instruments used for collecting data and information were questionnaires, interview guides, and observation sheets. The majority of respondents (83,4%) considered that the developed instructional audio media model was good and suitable to use for early childhood education in improving the spiritual attitude, the social attitude, knowledge, and skills for children in Early Childhood Education. AbtrakBelajar melalui bermain merupakan salah satu prinsip pembelajaran di PAUD. Melalui permainan, terutama permainan tradisonal, aspek perkembangan anak dapat ditingkatkan. Namun, guru-guru kekurangan referensi mengenai permainan tradisional yang ada sehingga dibutuhkan media yang dapat menjadi rujukan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Model Media Audio Pembelajaran Bermuatan Permainan Tradisional Anak Nusantara (Permata Nusan- tara) untuk PAUD dengan pendekatan ADDIE (Analysis-Design-Development-Implementation-Evaluation). Setelah melampaui tahap analisis kebutuhan, desain model atau cetak biru program dirancang dan diproduksi. Kemudian, hasil produk yang berupa media audio pembelajaran bermuatan permainan tradisional dievaluasi oleh ahli materi dan media dengan tujuan perbaikan produk. Selanjutnya dilakukan evaluasi pada tahap pemanfaatan media yang melibatkan guru dan anak PAUD dengan tujuan mengetahui tingkat kelayakan model media yang dikembangkan. Instrumen yang digunakan adalah angket, panduan wawancara, dan lembar pengamatan. Sebagian besar responden (83,4%) berpendapat bahwa model media audio pembelajaran bermuatan permainan tradisional dikategorikan sebagai model media audio pembelajaran yang baik dan cocok untuk menunjang pembelajaran di PAUD dalam meningkatkan kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan ketrampilan pada anak usia dini.