Articles

Found 5 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ADAPTIF BAGI SISWA SMALB TUNAGRAHITA RINGAN KELAS X DI SLB NEGERI PEMBINA YOGYAKART Widada, Widada
AL-MISBAH (Jurnal Islamic Studies) Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.295 KB) | DOI: 10.12928/al-misbah.v2i1.96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pendidikan agama islam adaptif bagi siswa SMALB Tunagrahita Ringan kelas X di SLB Negeri pembina Yogyakarta. Hal ini dilatarbelakangi bahwa siswa tunagrahita  memiliki keterbatasan kecerdasan karena mereka rata-rata hanya memiliki IQ antara 55 sampai 70 sehingga mereka tidak dapat disamakan dengan siswa pada umumnya. Metode Penelitian ini menggunakan kualitatif yaitu mendiskripsikan tentang Implementasi Pendidikan Agama Islam Adaptif bagi siswa SMALB Tunagrahita Ringan Kelas X di SLB Negeri pembina Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pembelajaran PAI untuk anak tunagrahita disesuaikan dengan kemampuan peserta didik atau disebut PAI Adaptif dengan cara: a) Menyederhanakan materi (downgrade) bila  materi PAI yang terlalu sulit. b) Menghindari penyampaian materi PAI secara abtrak, teoristis, dan verbal. c) Penyampaian materi PAI secara kontektual, praktis, mudah, visual, bertahap, berkesinambungan dan berulang-ulang. d) Mengoptimalkan potensi afektif dan psikomotorik dari pada kognitif. e) Pendekatan pembelajaran individual. f) Menggunakan media dan metode yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. g) PAI Adaptif dapat dijadikan terapi psikologis bagi siswa tunagrahita.
EFEKTIVITAS TEKNIK SOSIODRAMA MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENGURANGI PERILAKU AGRESIF VERBAL SISWA SMP Winarlin, Retno; Lasan, Blasius Boli; Widada, Widada
Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Department of Guidance and Counseling, Faculty of Education, Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.942 KB)

Abstract

Abstract: This research aims to discover the effectiveness of group-counseling sociodramas to reduce verbal aggressive acts of junior High School students. The research design used is quasi-experiment, which is one Group Pre-test Post-test Design. The treatment given to experimental group is sosiodramas. Researcher  does a measurement before and after the treatment given to see whether there is a change shown by research subjects. the subjects are 16 eight-graders of SMP Negeri 15 Malang with high verbal aggressiveness scores. The pre-test and the post-test is in the form of verbal aggressive acts inventory which are done once each. Treatment giving is done in five meetengs. The analysis result using SPSS 16 for windows, Wilcoxon Signed Ranked Test score shows different value (Z= -3.517a) with 0.000 (P= 0.000 < 0,05), which proves group-counseling sociodramas are effective to reduce verbal aggressive acts of Junior High School students.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan teknik sosiodrama melalui bimbingan kelompok untuk mengurangi perilaku agresif verbal siswa SMP. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu yaitu one Group Pretest Postest Design. Treatment yang diberikan pada kelompok eksperimen adalah teknik sosiodrama. Peneliti melakukan pengukuran sebelum dan setelah perlakuan untuk melihat perubahan subyek penelitian. Subyek penelitian sebanyak 16 siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Malang yang memiliki skor agresivitas verbal tinggi. Pretest dan postest berupa inventory perilaku garesif verbal yang masing-masing dilaksanakan sekali. Pemberian treatment dilakukan sebanyak lima kali pertemuan. Dari hasil analisis SPSS 16 for windows, nilai uji Wilcoxon Signed Rank Test dapat diketahu nilai beda  (Z= -3.517a) dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 (P= 0.000 < 0,05) menunjukkan bahwa teknik sosiodrama melalui bimbingan kelompok efektif untuk mengurangi perilaku agresif verbal siswa SMP.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um001v1i22016p068
HUBUNGAN ANTARA KETERAMPILAN SOSIAL DAN PENGGUNAAN GADGET SMARTPHONE TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMA NEGERI 9 MALANG Dewanti, Tania Clara; Widada, Widada; Triyono, Triyono
Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Department of Guidance and Counseling, Faculty of Education, Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.113 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to determine the relationship between Social Skills and Use Gadgets Smartphone with Student Achievement SMA Negeri 9 Malang. This research is descriptive corelational. Total population of this study were 316 students with a total sample of 84 students. The sample selection using questionnaires and Likers scale and documentation in the form of report cards. Test requirements analysis using normality test and test linier. The analytical method used is multiple regression analysis. The results of this study indicate that: (1) There is a significant relationship between social skills and academic achievement obtained count r = 0.442> r table 5% = 0.312 and p = 0.000 <0.05. (2) There is a relationship between the use of gadgets smartphone with student achievement obtained count r = 0.425> r table 5% = 0.312 and p = 0.000 <0.05. (3) There is a positive relationship between social skills and use your smartphone gadgets and academic achievement, demonstrated the significant value which was 0.000 ≤ 0.05, which means that Ha value is accepted. Based on research, there are some suggestions to consider: (1) For the counselor, as a contribution and useful information to develop programs of Guidance and Counseling in particular in the field of counseling services social, about the counseling services of social skills and the use of gadgets smartphones to high school students in order to develop optimally. (2) Parents are expected to be able to monitor properly the development of children, as well as guiding and educating to improve child development. (3) For further research are expected next researcher to use this research as a reference or to examine additional data related to social skills and use your smartphone gadget with academic achievement.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Keterampilan Sosial dan Penggunaan Gadget Smartphone dengan Prestasi Belajar Siswa SMA Negeri 9 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian expost facto. Jumlah populasi penelitian ini sebanyak 316 siswa dengan jumlah sampel sebanyak 84 siswa. Pemilihan sampel menggunakan metode angket dan skala likert dan dokumentasi berupa raport. Uji persyaratan analisis menggunakan uji normalitas dan uji linieritas. Metode analisis yang digunakan adalah analisis korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat hubungan yang siginifikan antara keterampilan sosial dengan prestasi belajar diperoleh r hitung = 0,442 > r tabel 5% = 0,312 dan p = 0,000 < 0,05. (2) Terdapat hubungan antara penggunaan gadget smartphone dengan prestasi belajar diperoleh r hitung = 0,425 > r tabel 5% = 0,312 dan p = 0,000 < 0,05. (3) Terdapat hubungan yang positif antara keterampilan sosial dan penggunaan gadget smartphone dengan prestasi belajar, dibuktikan nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000 ≤ 0,05 yang berarti bahwa Ha diterima. Artinya bahwa ada hubungan antara keterampilan sosial dan penggunaan gadget smartphone dengan prestasi belajar. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran yang perlu dipertimbangkan, (1) Bagi konselor, sebagai bahan kontribusi dan informasi yang berguna untuk menyusun program Bimbingan dan Konseling khususnya pada bidang layanan bimbingan sosial yaitu, tentang layanan bimbingan keterampilan sosial dan penggunaan gadget smartphone kepada siswa SMA agar dapat berkembang secara optimal. (2) Orang tua diharapkan dapat memantau dengan baik perkembangan anak, serta membimbing dan mendidik dalam meningkatkan perkembangan anak. (3) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan peneliti selanjutnya dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi atau data tambahan untuk meneliti yang berhubungan dengan keterampilan sosial dan penggunaan gadget smartphone dengan prestasi belajar.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um001v1i32016p126
Identifikasi Kecerdasan Emosional Mahasiswa Calon Guru Bimbingan dan Konseling Widada, Widada; Ramli, M.
Jurnal Psikoedukasi dan Konseling Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Psikoedukasi dan Konseling
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.308 KB) | DOI: 10.20961/jpk.v2i2.14998

Abstract

Abstrak: Calon guru bimbingan dan konseling diharapkan menguasai  berbagai kompetensi sebagai guru BK/konselor agar dapat menjadi konselor yang fasilitatif dan efektif. Konselor yang fasilitatif dan efektif adalah konselor yang salah satu karakteristik utamanya memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, karena kecerdasan emosional adalah kemampuan individu memahami emosi diri dan orang lain, memotivasi diri, mengelola emosi, dan berinteraksi dengan orang lain secara layak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan usaha membantu mahasiswa ke arah konselor yang efektif dan fasilitatif, khususnya meningkatnya kecerdasan emosional mereka. Metode yang digunakan yaitu deskriptif komparatif yang menggambarkan sebaran tingkat kecerdasan emosional mahasiswa dan perbedaan kecerdasan emosional mahasiswa berdasarkan angkatan  dan gender mereka. Sampel penelitian adalah adalah 109 mahasiswa yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kecerdasan emosional kelompok mahasiswa berdasarkan tahun masuk/angkatan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan agar Prodi BK mengadakan penilaian terhadap proses pendidikan dan pembelajaran dan dampaknya terhadap perkembangan karakter mahasiswa, dan mengidentifikasi seberapa jauh proses pemelajaran dan pendidikan menstimulasi perkebangan kecerdasan emosional mahasiswa.Abstract: school counselor candidates expected  to master the competencies in order to be a facilitative and effective counselors. Effective and facilitative counselors are those whose one of the  main characteristics are having high emotional quotient, because it is an individuals’ ability in understanding their own emotion and others, motivating themselves, organizing emotion, and interacting with others properly. In order to reveal the success of Guidance and counseling department assisting the students to be an effective and facilitative counselors, especially improving their emotional quotient, a comparative descriptive study needs to be conducted.  This study were conducted to describe the students’ emotional quotient based on their academic year and their gender. The participantss of this study were 109 students taken by cluster random sampling technique. The result of of this study showed that the students’ emotional quotient showed no differences based on the academic year/ entry year. Based on the result of the study, the guidance and counseling department was suggested  to conduct an assessments toward the learning processes and its effects on the students’ character development, and to identify to what extent the learning process stimulate the students’ emotional quotient.
PERANAN GURU SEKOLAH DASAR (GURU SD) DALAM PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING Widada, Widada
Wahana Sekolah Dasar Vol 26, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.869 KB) | DOI: 10.17977/um035v26i12018p029

Abstract

Abstrak: Dalam proses belajar siswa tidak pernah lepas dari kesulitan, meski bagaimanapun hebatnya siswa itu. Kesulitan-kesulitan yang paling banyak muncul berdasar kenyataan yang ada ialah kesulitan belajar. Karena guru adalah menajemen proses belajar mengajar (PBM) di kelas maka peranan guru dalam memberikan bimbingan khususnya bimbingan belajar sangat besar. Peranan itu bisa bersifat aktif dan langsung yaitu berupa pemberian tindakan pengarahan belajar, memberikan informasi-informasi belajar, dan peranan lain yang bersifat tidak langsung yaitu memberikan kemudahan atau penciptaan situasi belajar yang menyenangkan sehingga siswa menjadi bergairah dalam belajarnya.Kata kunci: kesulitan belajar, peranan guru