Tiar Anwar Bachtiar, Tiar Anwar
STAI Persatuan Islam Garut

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Islamisasi Penulisan Sejarah: Survey Gagasan Hamka, Syed Naquib Al-Attas, dan Ahmad Mansur Suryanegara Bachtiar, Tiar Anwar
JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/j.v2i2.3035

Abstract

Semenjak ada usaha untuk menuliskan sejarah Indonesia setelah Indonesia merdeka sebagai upaya untuk mendefinisikan bentuk “Indonesia” sebagai sebagai sebuah bangsa dan komunitas politik, dari kalangan aktivis dan pemimpin Islam banyak yang mengajukan keberatan. Pada umumnya mereka mengajukan keberatan bahwa Indonesia yang digambarkan terlalu bernuansa Hindu dan memberikan ruang yang sangat sempit bagi sejarah umat Islam. Di antara tokoh yang sangat vokal menyuarakan keberatan ini adalah Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) dan Ahmad Mansur Suryanegara (AMS). Tulisan ini bertujuan mengungkap bagaimana gagasan keduanya tentang Islamisasi penulisan sejarah Indonesia yang dirasakan keduanya kurang “Islam”. Berdasarkan survey terhadap karya-karya sejarah Indonesia yang ditulis oleh keduanya, maka dapat ditemukan bahwa baik HAMKA yang tidak secara khusus dilatih sebagai sejarawan dan AMS yang merupakan dosen sejarah di Universitas Padjadjaran sama-sama berusaha menawarkan peng-Islam-an penulisan sejarah Indonesia dengan memberikan ruang lebih luas untuk diangkatnya peran umat Islam dalam sejarah Indonesia semenjak kedatangan Islam yang diperkirakan HAMKA sudah ada sejak abad ke-7 M. Hanya saja, keduanya tidak ditemukan merumuskan metodologi yang ajeg dalam melakukannya. Kelihatannya AMS yang dididik dalam metodologi Barat dalam penulisan sejarah tidak terlampau mempermasalahkan perihal metodologi sejarah walaupun datang dari Barat.Kata Kunci: Islamisasi, Islamisasi Penulisan Sejarah, HAMKA, Ahmad Mansur Suryanegara, Peran Islam dalam Sejarah Indonesia..
PEMURNIAN AKIDAH DALAM PENDIDIKAN ISLAM: Telaah Atas Kitab Bonang Karya Sunan Bonang Anshory, Muhammad Isa; Bukhari, Didin Saefuddin; Bachtiar, Tiar Anwar
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 02 (2019): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.013 KB) | DOI: 10.30868/ei.v8i2.536

Abstract

Pendidikan akidah merupakan bagian tidak terpisahkan dari pendidikan Islam, dimana menjaga kemurnian akidah menjadi salah satu tujuannya. Oleh karena itu, para ulama di sepanjang zaman selalu berusaha melindungi umat dari penyimpangan akidah. Salah satu kitab yang ditulis untuk kepentingan tersebut adalah Kitab Bonang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan bagaimana pemurnian akidah dilakukan oleh Sunan Bonang di Jawa pada abad 16. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan sebagai metodenya. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa, Sunan Bonang adalah seorang pendidik yang sangat memperhatikan kemurnian akidah umat. Ia memperingatkan Muslim Jawa pada zamannya tentang tantangan ajaran akidah menyimpang, seperti Wujûdiyyah Mulhidah, Dahriyah Thabî„iyah, Bâthiniyah, Karrâmiyah, dan Mutazilah. Melalui Kitab Bonang, Sunan Bonang menjawab tantangan tersebut, yaitu pemurnian akidah dalam pendidikan Islam.
Kritik Atas Pandangan Penulis Barat Tentang “Islam Liberal” Bachtiar, Tiar Anwar
Farabi Vol 13 No 1 (2016): AL-Farabi
Publisher : Faculty of Ushuluddin & Dakwah, IAIN Sultan Amai Gorontalo, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1055.616 KB)

Abstract

Istilah Islam Liberal telah lama berkembang. Akan tetapi, dalam mendefinisikannya banyak yang simpang siur. Oleh sebab itu, penting untuk menggali istilah ini dari sumber istilah asalnya, yaitu dari para penulis Barat. Tulisan ini akan mendeskripsikan dua sumber utama wacana Islam Liberal yang sering menjadi rujukan dan dianggap sebagai pengusung istilah Islam Liberal, yaitu buku Leonard Binder, Islamic Liberalism: A Critique of Development Ideologies dan buku Liberal Islam: A Source Book karya Charles Kurzman dkk. Melalui penelusuran kedua sumber utama di atas dan membandingkannya dengan beberapa sumber yang relevan dapat disimpulkan bahwa istilah Islam Liberal yang dimaksud oleh Binder adalah mereka yang menganut paham penafsiran yang tidak tekstual terhadap Al-Qur?an, melainkan penafsiran yang didasarkan pada pencarian esensi makna ayat, bukan apa yang tersurat dalam teksnya. Pencarian makna esensial, bukan tekstual itulah yang dianggap dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Sementara menurut Kurzman Islam Liberal adalah yang memiliki karakter pertama, kritis terhadap tradisi Islam adat dan Islam Revivalis yang menyebabkan keterbelakangan umat Islam. Kedua, berkeinginan meraih kemajuan dengan mengedepankan nilai-nilai Islam yang sejalan dengan nilai-nilai liberalisme Barat seperti demokrasi, kemajuan ekonomi, hak-hak asasi manusia, kesetaraan gender, dan sebagainya.