I Gusti Made Widya Sena, I Gusti Made
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

KONSEP KOSMOLOGI DALAM PERSPEKTIF AGAMA BUDDHA Widya Sena, I Gusti Made
VIDYA SAMHITA Vol 1, No 1 (2015): RELASI KUASA GENDER DAN IDENTITAS BERAGAMA
Publisher : VIDYA SAMHITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.626 KB)

Abstract

Ajaran kosmologi atau penciptaan dan pemeliharaan alam semesta merupakan salah satu ajaran yang penting dalam dharma atau kebenaran. Ajaran ini dapat membuka mata manusia dalam mencoba untuk meneliti, memahami dan pada akhirnya dapat menarik benang merah dari ajaran Buddha kepada umatnya melalui berbagai diskusi dan dialog-dialog yang tertuang di dalam dharma.Pengetahuan secara tepat dan mengimplementasikan secara benar akan konsep ini, khususnya mengenai Konsep Kosmologi dalam perspektif Agama Buddha sangat penting dikedepankan menuju pada pemahaman yang tepat dalam kehidupan sehari-hari serta bagi umat non Buddha dapat mengenal ajaran Buddha di dalam meningkatkan nilai-nilai toleransi keberagamaan.Siddharta Gautama dilahirkan sekitar tahun 60 S.M di taman Lumbhini di kerajaan Kapilawastu, India Utara, sekitar 100 mil dari Benares. Ayahnya Suddhodhana, adalah seorang Raja yang memerintah suku Sakya, dan ibunya adalah Ratu Maya.Menurut Perspektif Agama Buddha, kosmos Buddha terbagi dalam tiga alam besar, yakni alam indria, alam bermateri halus dan alam tanpa materi. Masing-masingnya terdiri dari sejumlah alam-alam kecil, yang totalnya berjumlah 31 alam kehidupan. Makhluk-makhluk yang berdiam di 31 alam kehidupan ini masih mengalami kelahiran, penderitaan dan kematian. Begitu juga halnya dengan 31 alam kehidupan ini, semuanya tidak kekal. Kata Kunci: Kosmologi, Perspektif, Buddha
KONSEP ALAM KEHIDUPAN SETELAH MATI DALAM TEKS ATMA PRASANGSA (Studi Kasus Di Desa Munggu Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung) Sumartana, I Putu; Redi, I Wayan; Widya Sena, I Gusti Made
Jurnal Penelitian Agama Hindu Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.694 KB)

Abstract

In general, Hindus believe that the realm of life after death is true. But the phenomenon that occurs is almost most of them ignore it, which they understand is the concept of karmaphala only. Therefore, the author will review in depth about the nature of life after death in the Teks Atma Prasangsa.The presentation of research results is a discussion of the formulation of the above problems. The first is discussed about the structure of Teks Atma Prasangsa, starting from the synopsis, plot, characterization, and background or place of an event in the story. After that, the second discussion about the nature of life after death. What is meant by the after-life world of the Teks Atma Prasangsa is the journey of the spirit to Swargaloka. In addition it is explained also about death, death by law, death by suicide, death by accident, entering the astral realm and the higher realms. Then in the third discussion that is the public perception of Munggu to the realm of life after death in Teks Atma Prasangsa. Generally the community believes in the existence of the realm of life after death but from different angles. There are based on Lontar, there is also based on Balian (Shaman) with the term Metuun.
SAMADHI PADA: SEBUAH METODE PENCERAHAN DI AWAL PEMBELAJARAN (PERSPEKTIF YOGA SUTRA PATANJALI) Sumerta, Agus Ari; Sugata, Putri Ramuja Dewi; Widya Sena, I Gusti Made; Subagia, I Nyoman
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol 11 No 1 (2020): Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/widyagenitri.v11i1.350

Abstract

Dalam teks Sutra Patanjali khususnya Bab Samadhi Pada membahas tentang kebenaran hidup, Rsi Patanjali menempatkan bab ini diawal sutra, fungsinya untuk mengenalkan awal perjalanan Yoga. Yoga merupakan sebuah proses menuju Vashyatmana yang berarti mereka telah menguasai pikirannya. Pikiran ini akan selalu berubah-ubah dan membawa kita ke dalam hal yang akan menyebabkan sebuah penderitaan maupun kebahagiaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi, kemudian pada penelitian ini menggunakan teori hermeneutika. Temuan dari penelitian ini adalah di dalam ajaran Sutra Patanjali, khususnya Bab Samadhi Pada membahas tentang lima perubahan dalam pikiran, yaitu: Pengetahuan Yang Benar (Pramana), Pengetahuan Yang Tidak Benar (Viparyaya), Khayalan (Vikalpa), Tidur (Nidra) dan Ingatan (Smrtayah). Kelima macam perubahan inilah sumber dasar dari fluktasi atau modifikasi pikiran yang dapat menyebabkan penderitaan maupun kebahagiaan. Dari kelima macam perubahan ini teks Sutra Patanjali mengajarkan kita sebuah pengetahuan yang benar. Perubahan-perubahan yang terjadi pada pikiran itu perlu dilengkapi dengan berbagai metode untuk mengatasinya agar tidak salah dalam memahami berbagai perubahan yang terjadi dan mampu mengendalikan pikirannya sendiri. Saat pikiran dapat dikendalikan, proses pembelajaran dan internalisasi nilai-nilai pendidikan menjadi lebih lancar dan mudah.