Juju Saepudin, Juju
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta Jln. Rawa Kuning No. 6 Pulo Gebang Cakung-Jakarta Timur

Published : 23 Documents
Articles

Found 23 Documents
Search

Darut Taubah Pesantren and Commercial Sex Workers Saritem in Bandung Saepudin, Juju
Analisa Vol 22, No 2 (2015): Analisa Journal of Social Science and Religion
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18784/analisa.v22i2.191

Abstract

The establishing a pesantren in a prostitution area is a very interesting topic to bestudied. This is because the challenge would be different from building a pesantren inother community situations. This article based on the research on the roles of DarutTaubah pesantren in teaching of moral values to commercial sex workers at Saritemprostitution area. This is a qualitative  case study research using a phenomenology approach. Data was gathered using observation, in-depth interview, and documentary research. Data was analyzed utilizing inductive approach. Finding of this study showsthat the establishment of Darut Taubah pesantren was motivated by cultural andstructural factors. Moreover, teaching of moral values was conducted through reorganizing structural and instrumental elements using many ways namely; persuasive method and prioritizing the roles of pesantren, teaching moral values and developing the social roles. After the existence of Darut Taubah pesantren in Saritem area, the prostitutionactivities decrease significantly either in terms of quantity or intensity. 
MAJELIS PERCIKAN IMAN: MEMBANGUN HARMONI DI TENGAH HETEROGENITAS ORGANISASI KEAGAMAAN KOTA BANDUNG Saepudin, Juju
Jurnal Bimas Islam Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.862 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v12i1.76

Abstract

Artikel ini menyajikan hasil penelitian tentang peran Majelis Percikan Iman (MPI) dalam membangun harmoni ditengah heterogenitas organisasi keagamaan di Kota Bandung. Tema ini penting untuk dikaji karena banyak ditemukan gesekan-gesekan diantara majelis taklim disebabkan perbedaan faham dan pandangan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan studi pustaka terhadap berbagai dokumen yang terkait dengan tema penelitian. Berdasarkan hasil analisis secara induktif dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: Pertama, model pembawaaan Ustadz Aam Amirudin yang ramah, santai dan tidak menyudutkan kelompok tertentu dalam proses kajian menjadi daya tarik bagi jamaah MPI yang berasal dari berbagai kalangan usia dan organisasi keagamaan. Kedua, berbagai jawaban yang diberikan Ustadz Aam Amirudin dalam sesi tanya-jawab selalu memberikan alternatif dalam setiap permasalahan, namun demikian tetap tegas dan jelas sehingga menjadi kenyamanan tersendiri bagi mustami. Ketiga, MPI membuka peluang bagi dai-dai lain yang berasal dari Nahdhatul Ulama, Persatuan Islam, Muhammadiyah, Persatuan Umat Islam dan organisasi keagamaan lainnya atau praktisi akademisi untuk menjadi narasumber dan saling bahu membahu dalam rangka mencerdaskan umat, sehingga terjalin harmoni ditengah heterogenitas keberagamaan. Keempat, MPI hadir untuk memadukan nilai-nilai agama dengan budaya dan kearifan lokal yang yang diimplementasikan melalui model dakwah dengan mengedepankan spirit harmoni.  Kata Kunci: Majelis Percikan Iman, Dakwah, Harmoni, Organisasi Keagamaan, Bandung.   Abstract This article presents the results of research on the role of Majelis Percikan Iman (MPI) in bulding harmony in the heterogeneity of religious organizations in the Bandung city. This theme is important to study because there were many frictions between majelis taklim due to differences in ideas and views. This research was conducted with a descriptive qualitative approach. Data collection was done by interviewing, observing and studying literature on various documents related to the research theme. Based on the results of inductive analysis, some conclusions could be drawn as follows: First, the model of Ustadz Aam Amirudin's delivery which was friendly, relaxed and did not impeach certain groups in the learning process was the main attraction for MPI members from various ages and religious organizations. Second, various answers given by Ustadz Aam Amirudin in the question-and-answer session always provided alternatives in every problem, but remain decisive and clear, so that it brought a cosiness for the listeners. Third, MPI opened up opportunities for other Dai from Nahdhatul Ulama, Persatuan Islam, Muhammadiyah, Persatuan Umat Islam and other religious organizations or academic practitioners to be speakers in order to create a mutual support to educate the people, so that harmony was established in the heterogeneity of religiosity. Fourth, MPI is present to integrate religious values with culture and local wisdom that are implemented through the da'wah model by promoting the spirit of harmony. Keywords: Majelis Percikan Iman, Harmony Dakwah, Religious Organization and Bandung City.
COLLECTIVE IDENTITY AS RESISTANCE(RESPONS TO THE SANTRI REGULATION OF PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA) Saepudin, Juju
Widyariset Vol 14, No 1 (2011): Widyariset
Publisher : LIPI-Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.198 KB)

Abstract

Pesantren generally practices regulation for the forming of character and discipline santri. But in reality the institution applying total institution always emerges resistance. This research wanted to know the pattern of covert resistance by santri to order of discipline. The method of collecting data were taken through observation, depth interview, and documentation study. From the result of inductively data analysis, it is known that the resistance pattern of santri who performed in groups provides space of collective identity development. With a collective identity, all santri develop cooperation to protect one another, especially in the framework of tight regulation manage in pesantren.
PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI DI SEKOLAH UNGGULAN (STUDI PADA SMPN 2 KOTA BANDAR LAMPUNG) Saepudin, Juju
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 1 No 2 (2014): (Oktober 2014)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mengeluhkan terkait waktupembelajaran yang hanya 2 jam perminggu, sementara standar kompetensi yang harusdicapai menumbuhkembangkan potensi peserta didik sebagai makhluq Allah sekaliguskhalifah dibumi terasa begitu berat. Sebagai imbas dari kebijakan itu, mengundang inisiatifguru PAI untuk mengembangkan kurikulum dengan menciptakan model pembelajaranyang efektif dan efsien. Tulisan ini menyajikan pola pengembangan kurikulum PAI diSMPN 2 Kota Bandar Lampung. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancaramendalam dan dokumentasi. Hasil analisa data secara induktif dapat diketahui polapembelajaran PAI di SMPN 2 Bandar Lampung secara formal 2 jam per mingguper rombongan belajar, namun dalam implementasinya dikembangkan menjadi tigamodel pembelajaran ; pembelajaran kontekstual, pembelajaran integral dan pembelajaranprogresif. Implikasi dari ketiga model tersebut mampu membentuk sosok peserta didikyang memiliki karakter, watak dan kepribadian serta prestasi yang disertai prestisedengan landasan keimanan dan ketakwaan serta nilai-nilai akhlak atau budi pekerti.Kata Kunci : Pengembangan Kurikulum, PAI, Implikasi dan SMPN 2
THE QUALITY OF RAUDHATUL ATHFAL IN JAMBI CITY IN THE PERSPECTIVE OF THE EDUCATIONAL STANDARDS OF EARLY CHILDHOOD Saepudin, Juju
Penamas Vol 30 No 2 (2017): Volume 30, Nomor 2, Juli-September 2017
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.792 KB)

Abstract

This paper presents the research results on Quality of Raudhatul Athfal (RA) in Perspective of Early Childhood Education Standards (PAUD) in Jambi City. RA is an institution of Early Childhood Education which is equivalent with kindergarten. As a formal educational institution, RA is required to meet the educational standards as stated in Government Regulation No. 19 of 2005 on National Education Standards which was further refined by Government Regulation No. 23 of 2013. This research was conducted with a qualitative descriptive approach for 25 days with the data collection techniques through observation, in-depth interviews and documentation studies. A number of important findings from this research were: (1) the research targets mostly met the PAUD standard, except in the aspect of standard of achievement level, process standard and standard of infrastructure; (2) effective communication between teachers and parents and the educators was a factor supporting the continuity of RA, while the limited facilities and infrastructure and the absence of State RA that served as a model or coach was one of the obstacles to improve the quality of RA; (3) the teacher selection model and the accomplished headmaster of RA conducted by the Ministry of Religious Affairs became a part of the effort to make the teachers improve their performance that was needed maintaining. Keywords: Quality, Raudhatul Athfal, PAUD Standard, and Jambi City
PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF HAMKA Saepudin, juju
Penamas Vol 29 No 1 (2016): Volume 29, Nomor 1, April-Juni 2016
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.166 KB)

Abstract

The development of Islam in Indonesia had born many Islamic scholars (ulama) who had highest skills in writing that it were admitted in locally and globally. This study was the results of review literatures to Hamka’s writing, the great ulama in 20th century in education fields. Through qualitative approach and descriptive analysis, this study found that Hamka was a education scholar and involved in education practices. His ideas of Islamic education referred to students’ pure potency, namely the student’s soul (al-qalb), physic (al-jism), and ratio (al-‘aql) which focus to soul education or akhlak al-karimah. The differencesof Hamka’s ideas could be prooved through his writing such as the Tafsir al-Azhar, Falsafah Hidup, Lembaga Hidup, Lembaga Budi, Tasawuf Modern, and etc. Keywords: Hamka, Indonesian Muslim scholar, education thought, Islam Perkembangan Islam di Indonesia telah melahirkan banyak ulama besar yang memiliki kemampuan tinggi dalam menulis berbagai karya yang diakui secara nasional, bahkan dunia internasional. Tulisan ini merupakan hasil kajian pustaka terhadap karya-karya Hamka, seorang ulama besar pada abad XX terkait tema pendidikan. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis secara deskriptif dapat diketahui, bahwa Hamka merupakan pemikir pendidikan dan terlibat praktis dalam dunia pendidikan. Pemikirannya tentang pendidikan Islam mengacu pada potensi (fiṭrah) peserta didik, yaitu jiwa (al-qalb), jasad (al-jism), dan aqal (al-‘aql) dengan penekanan pada aspek pendidikan jiwa atau akhlak al-karimah. Ketegasan warna pemikirannya dapat dibuktikan melalui buah karyanya, seperti Tafsir al-Azhar, Falsafah Hidup, Lembaga Hidup, Lembaga Budi, Tasawuf Modern, dan yang lainnya. Kata Kunci: Hamka, ulama, pemikiran pendidikan, Islam
PENDIDIKAN KARAKTER PADA MADRASAH IBTIDAIYAH SWASTA AL-USMANIYAH BAGAN BATU PROVINSI RIAU Saepudin, Juju
Penamas Vol 27 No 2 (2014): Volume 27, Nomor 2, Juli-September 2014
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.284 KB)

Abstract

Most people recognize that learning to be good character primarily begins with family. Despite the primary role of parents, most people also expect that schools should and do have a role in character development. Madrasah Ibtidaiyah is an Islamic elementary school that provides alternative character education based on religious values. This article presents the results of a research on character education developed by Private Madrasah Ibtidaiyah Al-Usmaniyah in Bagan Batu, Riau Province. Data collection techniques used for this research include observation, interviews, and document study. This research found that in Madrasah Ibtidaiyah Al-Usmaniyah character development is infused into every aspect of the school culture, curriculum, and extra-curricular activities. In this madrasah character education is designed and implemented by taking into account the aspirations of the madrasah stakeholders. People consider this participatory nature of character education is more effective in nurturing good character in students. Key Words: Character education, Madrasah Ibtidaiyah Al-Usmaniyah, Riau. Banyak orang menerima, bahwa pendidikan karakter yang baik utamanya dimulai dari keluarga. Meskipun demikian, banyak orang juga mengharapkan sekolah berperan dalam pengembangan karakter. Madrasah ibtidaiyah adalah sebagai bentuk satuan pendidikan tingkat dasar yang menawarkan solusi alternatif melalui pendidikan karakter yang bersumber dari nilai-nilai agama. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang pendidikan karakter yang dikembangkan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al-Usmaniyah Bagan Batu Propinsi Riau. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan, bahwa pembentukan karakter yang dilakukan oleh MIS Al-Usmaniyah dituangkan dalam bentuk budaya madrasah, yang dijadikan sebagai pedoman bagi pengembangan karakter peserta didik, diimplementasikan dalam setiap mata pelajaran dan ekstra kurikuler bernuansa keagamaan dengan memperhatikan aspirasi dari seluruh elemen madrasah. Konsep pembentukan karakter seperti itu dipandang lebih efektif untuk menumbuhkan karakter terpuji siswa. Kata Kunci: Pendidikan karakter, madrasah ibtidaiyah Al-Usmaniyah, Riau.
PROBLEMATIKA PENCAPAIAN AKREDITASI PADA MADRASAH ALIYAH DI PROVINSI KEPULAUAN RIAU Saepudin, Juju
Penamas Vol 28 No 1 (2015): Volume 28, Nomor 1, April-Juni 2015
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844 KB)

Abstract

Managing accreditation performance is one of the quality improvement program in the field of education. It is important and strategic effort to provide comprehensible information to the public about the quantitative and qualitative strengths of the madrasa. This paper presents the results of a research on the problem of achieving accreditation of Madrasah Aliyah in the Riau Islands. Using the literature study, observations, interviews and documentations, this study found the weakness of Madrasah Aliyah in Riau Islands in achieving accreditation. It gets average rank on educators, infrastructure and financial standards, mainly for private madrasas. Therefore, the Ministry of Religious Affairs is expected to provide guidance and assistance to support acceleration of accreditation program, and to provide appropriate assistance in relation to the completeness of administrative matters and learning infrastructures. Keywords: Accreditation, Madrasah Aliyah, education, Riau Islands Penyelenggaraan akreditasi merupakan salah satu program peningkatan mutu di bidang pendidikan. Keberadaannya tidak hanya penting, tetapi juga strategis untuk memberikan informasi yang komprehensif kepada masyarakat mengenai kekuatan madrasah, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Tulisan ini menyajikan hasil studi tentang problematika pencapaian akreditasi Madrasah Aliyah di Kepulauan Riau. Pengumpulan data dengan studi pustaka, observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan kelemahan Madrasah Aliyah di Kepulauan Riau dalam pencapaian akreditasi rata-rata berkisar pada standar tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana serta standar pembiayaan terutama bagi madrasah-madrasah yang statusnya swasta. Oleh sebab itu, Kementerian Agama diharapkan melakukan pembinaan dan pendampingan yang lebih intensif guna mendukung program percepatan akreditasi serta memberikan bantuan secara tepat terkait kelengkapan adminitrasi dan sarana prasarana pembelajaran. Kata Kunci: Akreditasi, Madrasah Aliyah, pendidikan, Kepulauan Riau
ISLAMIC EDUCATION IN HAMKA'S PERSPECTIVE Saepudin, juju
Penamas Vol 29 No 1 (2016): Volume 29, Nomor 1, April-Juni 2016
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.166 KB)

Abstract

Perkembangan Islam di Indonesia telah melahirkan banyak ulama besar yang memiliki kemampuan tinggi dalam menulis berbagai karya yang diakui secara nasional, bahkan dunia internasional. Tulisan ini merupakan hasil kajian pustaka terhadap karya-karya Hamka, seorang ulama besar pada abad XX terkait tema pendidikan. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis secara deskriptif dapat diketahui, bahwa Hamka merupakan pemikir pendidikan dan terlibat praktis dalam dunia pendidikan. Pemikirannya tentang pendidikan Islam mengacu pada potensi (fiṭrah) peserta didik, yaitu jiwa (al-qalb), jasad (al-jism), dan aqal (al-‘aql) dengan penekanan pada aspek pendidikan jiwa atau akhlak al-karimah. Ketegasan warna pemikirannya dapat dibuktikan melalui buah karyanya, seperti Tafsir al-Azhar, Falsafah Hidup, Lembaga Hidup, Lembaga Budi, Tasawuf Modern, dan yang lainnya. Kata Kunci: Hamka, ulama, pemikiran pendidikan, Islam
THE QUALITY OF RAUDHATUL ATHFAL IN JAMBI CITY IN THE PERSPECTIVE OF THE EDUCATIONAL STANDARDS OF EARLY CHILDHOOD Saepudin, Juju
Penamas Vol 30 No 2 (2017): Volume 30, Nomor 2, Juli-September 2017
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.792 KB) | DOI: 10.31330/penamas.v30i2.126

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang Mutu Raudhatul Athfal (RA) dalam Perspektif Standar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Jambi. RA adalah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini yang berada di jalur formal sederajat dengan Taman Kanak-Kanak (TK). Sebagai satuan pendidikan formal, RA dituntut memenuhi standar pendidikan sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, yang selanjutnya disempurnakan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2013. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif selama 25 hari dengan teknik penggalian data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Sejumlah temuan penting dari penelitian ini antara lain: (1) RA sasaran penelitian sebagian besar sudah memenuhi standar PAUD, kecuali pada aspek standar tingkat pencapaian perkembangan, standar proses dan standar sarana prasarana; (2) Komunikasi efektif antara guru dan orangtua siswa serta profesionalisme tenaga pendidik merupakan faktor pendukung keberlangsungan RA, sedangkan keterbatasan sarana dan prasarana serta ketiadaan RA Negeri yang berfungsi sebagai model atau pembina merupakan salah satu kendala di lapangan untuk meningkatkan mutu RA, dan; (3) Model pemilihan guru dan kepala RA berprestasi yang dilakukan Kementerian Agama merupakan bagian dari usaha memacu guru untuk meningkatkan kinerjanya yang perlu dipertahankan.Kata Kunci: Mutu, Raudhatul Athfal, Standar PAUD, dan Kota Jambi