Lusi Safriani, Lusi
Departemen Fisika FMIPA Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor Sumedang 45363

Published : 17 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika

PENGARUH PENAMBAHAN MATERIAL SPIRO-TAD DAN SPIRO-TPD SEBAGAI HOLE TRANSPORT MATERIAL PADA KARAKTERISTIK DSSC Safriani, Lusi; Primawati, Winna Prasita; Nurazizah, Euis Siti; Mulyana, Cukup; Aprilia, Annisa
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jiif.v4i1.26349

Abstract

Dye sensitized solar cells atau DSSC merupakan sel surya yang sedang dikembangkan karena memiliki beberapa kelebihan yaitu biaya fabrikasi yang murah, proses fabrikasi sederhana dan dapat dioperasikan pada intensitas cahaya yang rendah. Akan tetapi, efisiensi DSSC masih jauh lebih rendah dibandingkan sel surya berbasis silikon. Salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi DSSC adalah dengan menambahkan lapisan Hole Transport Material (HTM) untuk membantu proses difusi dan transport muatan sehingga didapatkan efisiensi yang lebih baik. Material spiro merupakan material yang memiliki stabilitas yang baik sehingga cocok untuk dijadikan sebagai HTM pada divais sel surya. Dua di antara contoh material spiro adalah Spiro-TAD dan Spiro-TPD. Keduanya memiliki nilai mobilitas hole yang cukup baik. Dalam penelitian ini, DSSC dengan struktur FTO/TiO2/dye-Ru/HTM/mosalyte/Pt/FTO telah berhasil difabrikasi. Selain itu dilakukan pula proses pemanasan sebelum proses perendaman dye-Ru dilakukan dengan tujuan menghilangkan molekul oksigen yang terperangkap pada lapisan mesopori TiO2. Hasil pengukuran rapat arus dan tegangan (J-V) menunjukkan bahwa Power Conversion Efficiency (PCE) tertinggi didapatkan dari DSSC dengan HTM Spiro-TPD yaitu sebesar 2,94%.
Pembuatan dan Karakterisasi Bahan Organik Berbasis TTF dengan Akseptor TCNQ dan RbZn(SCN)4 Mulyana, Evan; Larasati K, Nadya; S. Rahman, Thoriq; Safriani, Lusi; Taniguchi, H; Risdiana, Risdiana
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol 1, No 01 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.824 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v1i01.10900

Abstract

Telah disintesis bahan organik yaitu TTF-TCNQ dan θ-(BEDT-TTF)2RbZn(SCN)4dengan metode difusi untuk kristal TTF-TCNQ dan metode elektrokimia untuk kristal θ-(BEDT-TTF)2RbZn(SCN)4. TTF-TCNQ merupakan kristal yang di dalamnya terjadi charge transfer yang dapat mengalami penurunan resistivitas ketika suhunya diturunkan. Sedangkan kristal θ-(BEDT-TTF)2RbZn(SCN)4adalah kristal yang mengalami perubahan sudut θ yang mengakibatkan terjadinya kenaikan nilai resistivitas secara signifikan pada suhu tertentu.
Fabrikasi Sel Surya Tersensitisasi Dye dengan ZnO Nanorod sebagai Fotoanoda dan Material Spiro sebagai Hole Transport Material (HTM) Nurida, Afifah; Chintia, Ayunita; Sakkyananda, Sheila; Aprilia, Annisa; Susilawati, Tuti; Mulyana, Cukup; Safriani, Lusi
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol 1, No 02 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jiif.v1i02.11195

Abstract

Dalam penelitian ini, kombinasi antara oksida logam ZnO nanorod dan TiO2 mesopori telah berhasil digunakan sebagai fotoanoda pada sel surya tersensitisasi warna. Selain itu, untuk meningkatkan difusi muatan di dalam sel, digunakan spiro-TPD (N,N’- Bis-(3-methylphenyl)-N,N’-bis(phenyl)-9,9’-spirobifluorene) sebagai lapisan penghantar hole (HTM-hole transport material). Lapisan tipis ZnO dengan/tanpa aluminium (ZnO:Al seed layer (0 wt%, 0,5 wt% dan 1 wt%)) digunakan sebagai seed layer (lapisan penumbuh) dan dideposisikan di atas substrat FTO menggunakan teknik spin coating. Kemudian, ZnO nanorod ditumbuhkan di atas FTO/ZnO:Al seed layer menggunakan metode self-assembly dengan merendam FTO/ZnO:Al dalam larutan prekursor pada suhu 100°C selama 150 menit menggunakan oven elektrik. ZnO nanorod yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi menggunakan SEM, dan hasil pengukurannya memperlihatkan bahwa  ZnO nanorod yang ditumbuhkan di atas FTO/ZnO:Al (0,5 wt%) memiliki diameter rata – rata yang terkecil sebesar 123 nm dan estimasi panjang sekitar 1,11 μm. Hasil spektrum XRD memperlihatkan bahwa seluruh sampel ZnO nanorod memiliki struktur heksagonal wurtzite dengan orientasi bidang hkl (002), dan memiliki ukuran bulir sekitar 15-25 nm. Kombinasi ZnO nanorod dan TiO2 mesopori digunakan sebagai fotoanoda pada DSSC dengan struktur FTO/ZnO:Al/ZnO nanorod/TiO2/ruthenizer 535-bis TBA-dye/Spiro-TPD/ mosalit/Pt/FTO.  Efisiensi tertinggi yang berhasil dicapai adalah 0,46% di bawah penyinaran 30 mW/cm2 dengan menggunakan ZnO:Al seed layer (0,5 wt%).
Sifat Optik dan Struktur Kristal Material Perovskite yang Disintesis dari Baterai Bekas Mobil Bahtiar, Ayi; Asy Syifa, Nabila; Siti Nurazizah, Euis; Safriani, Lusi
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol 1, No 02 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jiif.v1i02.12466

Abstract

Sel-surya berbahan aktif material perovskite telah banyak menarik perhatian banyak peneliti, karena mampu menghasilkan efisiensi di atas 20%, mendekati sel-surya komersial Silikon. Namun, material timbal halida (PbI2) sebagai material utama pembentuk material perovskite CH3NH3PbI3,harganya masih cukup mahal, sehingga menjadi kendala untuk dapat digunakan sebagai material aktif sel-surya, jika sel-surya diproduksi secara massal. Diperlukan sumber material lain yang tersedia melimpah, murah dan mudah dalam pemrosesannya untuk membuat material PbI2. Sebagai alternatif, sumber material timbal untuk membuat material timbal iodida (PbI2) yang tersedia melimpah adalah baterai mobil. Material elektroda dari baterai mobil terdiri dari timbal sebagai katoda dan timbal dioksida sebagai anoda. Material-material tersebut berupa bubuk sehingga mudah untuk disintesis menjadi PbI2 melalui reaksi kimia sederhana. Keberhasilan mensintesis material PbI2 dari material bekas elektroda mobil menjadi kunci bagi pengembangan sel-surya perovskite yang berbiaya murah.    Telah dilakukan sintesis PbI2 dari elektroda bekas baterai mobil melalui reaksi kimia. Hasil pengukuran EDS menunjukkan bahwa PbI2 hasil sintesis memiliki kemurnian 95% dan memiliki komposisi atomik yang lebih baik daripada produk komersial. Spektra UV-Vis dan XRD dari film PbI2 hasil sintesis memiliki karakteristik yang sama dengan produk komersial, sehingga hasil sintesis ini dapat dijadikan sebagai material perovskite CH3NH3PbI3 untuk sel-surya. Material perovskite yang dispin-coating di atas lapisan titanium dioksida memperlihatkan struktur kristal perovskite. Hasil riset ini menunjukkan bahwa material elektroda baterai bekas mobil dapat dijadikan sebagai material aktif sel-surya perovskite yang murah, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi limbah baterai bekas melalui pemanfaatan timbal menjadi material perovskite yang bernilai tinggi.
Fabrikasi Sel Surya Tersensitisasi Dye dengan ZnO Nanorod sebagai Fotoanoda dan Material Spiro sebagai Hole Transport Material (HTM) Nurida, Afifah; Chintia, Ayunita; Sakkyananda, Sheila; Aprilia, Annisa; Susilawati, Tuti; Mulyana, Cukup; Safriani, Lusi
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol 1, No 02 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jiif.v1i02.11195

Abstract

Dalam penelitian ini, kombinasi antara oksida logam ZnO nanorod dan TiO2 mesopori telah berhasil digunakan sebagai fotoanoda pada sel surya tersensitisasi warna. Selain itu, untuk meningkatkan difusi muatan di dalam sel, digunakan spiro-TPD (N,N’- Bis-(3-methylphenyl)-N,N’-bis(phenyl)-9,9’-spirobifluorene) sebagai lapisan penghantar hole (HTM-hole transport material). Lapisan tipis ZnO dengan/tanpa aluminium (ZnO:Al seed layer (0 wt%, 0,5 wt% dan 1 wt%)) digunakan sebagai seed layer (lapisan penumbuh) dan dideposisikan di atas substrat FTO menggunakan teknik spin coating. Kemudian, ZnO nanorod ditumbuhkan di atas FTO/ZnO:Al seed layer menggunakan metode self-assembly dengan merendam FTO/ZnO:Al dalam larutan prekursor pada suhu 100°C selama 150 menit menggunakan oven elektrik. ZnO nanorod yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi menggunakan SEM, dan hasil pengukurannya memperlihatkan bahwa  ZnO nanorod yang ditumbuhkan di atas FTO/ZnO:Al (0,5 wt%) memiliki diameter rata – rata yang terkecil sebesar 123 nm dan estimasi panjang sekitar 1,11 μm. Hasil spektrum XRD memperlihatkan bahwa seluruh sampel ZnO nanorod memiliki struktur heksagonal wurtzite dengan orientasi bidang hkl (002), dan memiliki ukuran bulir sekitar 15-25 nm. Kombinasi ZnO nanorod dan TiO2 mesopori digunakan sebagai fotoanoda pada DSSC dengan struktur FTO/ZnO:Al/ZnO nanorod/TiO2/ruthenizer 535-bis TBA-dye/Spiro-TPD/ mosalit/Pt/FTO.  Efisiensi tertinggi yang berhasil dicapai adalah 0,46% di bawah penyinaran 30 mW/cm2 dengan menggunakan ZnO:Al seed layer (0,5 wt%).
Sifat Optik dan Struktur Kristal Material Perovskite yang Disintesis dari Baterai Bekas Mobil Bahtiar, Ayi; Asy Syifa, Nabila; Siti Nurazizah, Euis; Safriani, Lusi
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol 1, No 02 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jiif.v1i02.12466

Abstract

Sel-surya berbahan aktif material perovskite telah banyak menarik perhatian banyak peneliti, karena mampu menghasilkan efisiensi di atas 20%, mendekati sel-surya komersial Silikon. Namun, material timbal halida (PbI2) sebagai material utama pembentuk material perovskite CH3NH3PbI3,harganya masih cukup mahal, sehingga menjadi kendala untuk dapat digunakan sebagai material aktif sel-surya, jika sel-surya diproduksi secara massal. Diperlukan sumber material lain yang tersedia melimpah, murah dan mudah dalam pemrosesannya untuk membuat material PbI2. Sebagai alternatif, sumber material timbal untuk membuat material timbal iodida (PbI2) yang tersedia melimpah adalah baterai mobil. Material elektroda dari baterai mobil terdiri dari timbal sebagai katoda dan timbal dioksida sebagai anoda. Material-material tersebut berupa bubuk sehingga mudah untuk disintesis menjadi PbI2 melalui reaksi kimia sederhana. Keberhasilan mensintesis material PbI2 dari material bekas elektroda mobil menjadi kunci bagi pengembangan sel-surya perovskite yang berbiaya murah.    Telah dilakukan sintesis PbI2 dari elektroda bekas baterai mobil melalui reaksi kimia. Hasil pengukuran EDS menunjukkan bahwa PbI2 hasil sintesis memiliki kemurnian 95% dan memiliki komposisi atomik yang lebih baik daripada produk komersial. Spektra UV-Vis dan XRD dari film PbI2 hasil sintesis memiliki karakteristik yang sama dengan produk komersial, sehingga hasil sintesis ini dapat dijadikan sebagai material perovskite CH3NH3PbI3 untuk sel-surya. Material perovskite yang dispin-coating di atas lapisan titanium dioksida memperlihatkan struktur kristal perovskite. Hasil riset ini menunjukkan bahwa material elektroda baterai bekas mobil dapat dijadikan sebagai material aktif sel-surya perovskite yang murah, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi limbah baterai bekas melalui pemanfaatan timbal menjadi material perovskite yang bernilai tinggi.
Pembuatan dan Karakterisasi Bahan Organik Berbasis TTF dengan Akseptor TCNQ dan RbZn(SCN)4 Mulyana, Evan; Larasati K, Nadya; S. Rahman, Thoriq; Safriani, Lusi; Taniguchi, H; Risdiana, Risdiana
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol 1, No 01 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.824 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v1i01.10900

Abstract

Telah disintesis bahan organik yaitu TTF-TCNQ dan θ-(BEDT-TTF)2RbZn(SCN)4dengan metode difusi untuk kristal TTF-TCNQ dan metode elektrokimia untuk kristal θ-(BEDT-TTF)2RbZn(SCN)4. TTF-TCNQ merupakan kristal yang di dalamnya terjadi charge transfer yang dapat mengalami penurunan resistivitas ketika suhunya diturunkan. Sedangkan kristal θ-(BEDT-TTF)2RbZn(SCN)4adalah kristal yang mengalami perubahan sudut θ yang mengakibatkan terjadinya kenaikan nilai resistivitas secara signifikan pada suhu tertentu.
Studi proses sintesis serbuk nano ZnO beserta karakterisasi Afrilia, Choiry Ghina; Aprilia, Annisa; Safriani, Lusi; Bahtiar, Ayi; Hanavi, Davi Putri
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.593 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v3i2.23063

Abstract

Studi pembuatan beserta karakterisasi serbuk ZnO berukuran sub-nano telah berhasil dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk membuat lapisan tipis ZnO yang berasal dari serbuk ZnO yang disintesis menggunakan metode sol-gel pada bersuhu rendah (150°C). Selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses pencucian ketika sintesis, yang berkaitan dengan keberhasilan dalam pembentukan kristal ZnO pada temperatur rendah. Untuk mengetahui sifat optik, morfologi serta struktur dari serbuk ZnO, dilakukan beberapa karakterisasi menggunakan spektroskopi UV-Vis, spektroskopi FTIR, spektroskopi fotoluminesensi (PL), scanning electron microscopy (SEM), tunnelling electron microscopy (TEM) dan difraksi sinar-X (XRD). Berdasarkan spektrum absorbansi dan fotoluminesensi, energi gap nanopartikel ZnO sekitar 3,25 eV. Puncak emisi yang teramati pada panjang gelombang daerah ultra-violet (381 nm) berkaitan dengan nilai energi gap. Sedangkan puncak emisi pada daerah hijau-kuning menunjukkan defect berupa oxygen vacancy dan surface trap. Hasil karakterisasi FTIR, ikatan Zn-O telah terbentuk dan mendominasi, meskipun masih adanya keberadaan gugus karbonil yakni ikatan C=O dan ikatan C-O. Hal tersebut kemungkinan besar berkaitan dengan proses pemanasan yang hanya mencapai 150°C. Sedangkan, kemurnian tinggi dimiliki film tipis yang ditandai dengan ketidakberadaannya gugus karbonil pada spektrum FTIR dan hanya menyisakan gugus Zn-O saja. Berdasarkan karakterisasi SEM dalam bentuk film tipis, ukuran partikel yang dapat teramati berkisar 50 nm. Sedangkan berdasarkan hasil pengukuran menggunakan TEM pada serbuk ZnO, ukuran partikel terkecil berkisar 15 nm. Berdasarkan hasil karakterisasi XRD, serbuk nano dan lapisan tipis ZnO memiliki struktur kristal hexagonal wurtzite. Berdasarkan dari hasil penelitian ini diketahui bahwa proses sintesis dengan pemanasan suhu rendah dapat menghasilkan serbuk ZnO berukuran nano, yang selanjutnya dapat dibuat dalam bentuk lapisan tipis ataupun sesuai dengan kebutuhan aplikasi.