Mohammad Faizal Amir, Mohammad Faizal
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

INTUITIVE UNDERSTANDING OF EARLY ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS IN CONSTRUCTING THE AREA Amir, Mohammad Faizal
International Journal of Insights for Mathematics Teaching (IJOIMT) Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

During this time students failed to understand the broad concept of the area because they did not have an intuitive understanding structured beforehand in early grade elementary school students. The research focuses on the strategies and intuitive development of students in measuring the area in 20 third grade students of elementary school. The research method used is descriptive qualitative. Students are given 3 assignments in different times and selected subjects based on different characteristics that appear each one for interviews. The findings of this research are 2 visual-concrete covering strategies and measurement estimation. As well as 6 levels of development of intuitive understanding namely level 0: incomplete covering, level 1: primitive covering, level 2: visual-concrete covering, level 3: covering array constructed from unit, level 4: covering constructed by measurement estimation, level 5: array Constructed constructed by measurement, level 6: array implied, solution by calculation
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Masalah Kontekstual untuk Meningkatkan Kemampuan Metakognisi Siswa Sekolah Dasar Amir, Mohammad Faizal; Kusuma W, Mahardika Darmawan
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 2 No 1 (2018): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Veteran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis masalah kontekstual untuk meningkatkan kemampuan metakognisi siswa sekolah dasar. Proses pengembangan perangkat terdiri dari tahap pendefinisian (define), perancangan (design), dan pengembangan (develop). Perangkat yang dikembangkan meliputi rencana pelaksanaan pembelajaran, lembar kerja, tes metakognisi, dan kuesioner kemampuan metakognisi pada materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB). Teknik pengumpulan data menggunakan validasi ahli, observasi, kuesioner, dan tes. Subjek penelitian adalah siswa kelas lima SDN Kalitengah I Tanggulangin Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis masalah kontekstual yang dikembangkan berkualitas baik. Hal ini dapat dilihat dari keterlaksanaan pembelajaran berkatergori baik, aktivitas siswa berkategori baik, respon metakognisi siswa berkategori positif, ketuntasan hasil belajar metakognisi siswa secara klasikal tercapai. Kemampuan metakognisi siswa menunjukkan hal yang lebih baik dalam hal kesadaran merencanakan, memonitor, dan mengevaluasi proses pemecahan masalah saat dan sesudah pembelajaran berbasis masalah kontekstual. Kata kunci: pembelajaran matematika, metakognisi, pendidikan dasar   ABSTRACT This study aims to develop contextual problem based learning instruments to improve elementary school students metacognition. The process consists of define, design, and develop. The research instruments include lesson plan, worksheet, test, and questionnaire of metacognitive ability in the topic of Least Common Multiple (LCM) and Greatest Common Divisor. The data collection was conducted through expert validation, observation, questionnaire, and test. The subjects of the study were the fifth grade students of SDN Kalitengah I Tanggulangin, Sidoarjo. The findings show good quality of the developed learning instruments. More specifically, the implementation of the teaching and learning process, student activity, students metacognition learning outcome, students metacognition response, and metacognition abilit are in good category. The students metacognition show better in awareness of planning, monitoring, and evaluating problem solving process during and after contextual based learning. Keywords: mathematics learning, metacognition, primary education.
Penerapan Pengajaran Terbalik untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa PGSD UMSIDA pada Materi Pertidaksamaan Linier Amir, Mohammad Faizal; Kurniawan, Machful Indra
PEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan Vol 5, No 1 (2016): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v5i1.85

Abstract

Salah satu masalah pada pembelajaran matematika di lingkungan PGSD adalah rendahnya kompetensi mahasiswa calon guru sekolah dasar dalam menguasai materi-materi di tingkat sekolah dasar. Masalah yang terjadi pada mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Sidoarjo semester I tahun ajaran 2015-2016 di kelas A-2 adalah mahasiswa mengalami kesalahan konsep, prinsip, dan operasi yang relatif tinggi; aktivitas pembelajaran belum optimal; minat mahasiswa terhadap matematika kurang; dan interaksi antar mahasiswa belum optimal. Masalah-masalah tersebut bermuara pada rendahnya hasil belajar matematika mahasiswa pada materi pertidaksamaan. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dicarikan solusi yang tepat yakni penerapan pengajaran terbalik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui “apakah penerapan pengajaran terbalik dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada materi pertidaksamaan linier bagi mahasiswa di kelas A-2 semester I?’. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus yang dilakukan dalam 2 kali pertemuan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa penerapan pengajaran terbalik dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa PGSD universitas muhammadiyah sidoarjo di kelas A-2 pada materi pertidaksamaan matakuliah konsep dasar matematika. Peningkatan tersebut ditandai dengan: (1) menurunya kesalahan kesalahan konsep, prinsip, dan operasi; (2) meningkatnya aktivitas mahasiswa; (3) meningkatnya minat mahasiswa terhadap matematika; (4) meningkatnya interaksi antar mahasiswa selama pembelajaran.
Penerapan Pengajaran Terbalik untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa PGSD UMSIDA pada Materi Pertidaksamaan Linier Amir, Mohammad Faizal; Kurniawan, Machful Indra
PEDAGOGIA Vol 5, No 1 (2016): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah pada pembelajaran matematika di lingkungan PGSD adalah rendahnya kompetensi mahasiswa calon guru sekolah dasar dalam menguasai materi-materi di tingkat sekolah dasar. Masalah yang terjadi pada mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Sidoarjo semester I tahun ajaran 2015-2016 di kelas A-2 adalah mahasiswa mengalami kesalahan konsep, prinsip, dan operasi yang relatif tinggi; aktivitas pembelajaran belum optimal; minat mahasiswa terhadap matematika kurang; dan interaksi antar mahasiswa belum optimal. Masalah-masalah tersebut bermuara pada rendahnya hasil belajar matematika mahasiswa pada materi pertidaksamaan. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dicarikan solusi yang tepat yakni penerapan pengajaran terbalik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui “apakah penerapan pengajaran terbalik dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada materi pertidaksamaan linier bagi mahasiswa di kelas A-2 semester I?’. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus yang dilakukan dalam 2 kali pertemuan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa penerapan pengajaran terbalik dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa PGSD universitas muhammadiyah sidoarjo di kelas A-2 pada materi pertidaksamaan matakuliah konsep dasar matematika. Peningkatan tersebut ditandai dengan: (1) menurunya kesalahan kesalahan konsep, prinsip, dan operasi; (2) meningkatnya aktivitas mahasiswa; (3) meningkatnya minat mahasiswa terhadap matematika; (4) meningkatnya interaksi antar mahasiswa selama pembelajaran.
PENGEMBANGAN DOMINO PECAHAN BERBASIS OPEN ENDED UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SD Amir, Mohammad Faizal; Wardana, Mahardika Darmawan Kusuma
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v6i2.1015

Abstract

This research aims to develop an open ended domica-based cards in improving creative thinking ability of elementary school students on the material fractions and find out the results of its development. The development was done by using Plomp model which consists of: (1) the initial Investigation, (2) design, (3) the realization/construction, (4) the testing, evaluation, and revision, (5) implementation. The research subjects at the the testing, evaluation, and revision phase is 38 6th grade students of SDN Kenongo 1 Tulangan Sidoarjo. While in the implementation phase, the ubject is 40 6th grade students SDN Kalitengah 1 Tanggulangin Sidoarjo. Data collection techniques use creative thinking tests, observation of students' creative thinking activities, questionnaires, and documentations. The results concluded that the open ended domica-based card to enhance the creativity of elementary school students produced two sets of cards in the material of common fraction and mixed fractions, as well as a set of cards consisting of whole fractions sub material (regular, percent, and decimal fractions), each of which contains 66 cards. Domica-based card open ended trial results good quality because it has met the criteria of validity, practicality, and effectiveness to train the creativity of students in the aspect of flexibility, elaboration, and novelty.
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA KELAS V-B MIN BUDURAN SIDOARJO PADA MATERI PECAHAN DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA Malikha, Ziadatul; Amir, Mohammad Faizal
Pi: Mathematics Education Journal Vol 1 No 2 (2018): April
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/pmej.v1i2.2329

Abstract

Miskonsepsi yang terjadi pada siswa akan mengakibatkan siswa mengalami kesalahan juga untuk konsep pada tingkat berikutnya. Sehingga mengakibatkan terjadinya rantai kesalahan konsep yang tidak terputus karena konsep awal yang telat dimiliki akan dijadikan sebagai dasar belajar konsep selanjutnya. Pecahan merupakan cabang dari aritmatika yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari dan merupakan materi yang berhubungan dengan materi yang lain. Namun mesikipun demikian masih banyak siswa yang mengalami miskonsepsi dalam memahami konsep pecahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui miskonsepsi yang terjadi pada siswa berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah dan untuk mengetahui seberapa besar presentasi miskonsepsi yang dialami. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah 1) Tes kemampuan matematika untuk mengetahui kemampuan matematika subjek, 2) tes diagnostik miskonsepsi untuk mengetahui miskonsepsi yang terjadi, dan 3) wawancara yang dilakukan pada subjek yang mengalami miskonsepsi terbanyak. Pengecekan keabsahan data menggunakan trianggulasi teknik, yaitu dengan membandingkan data hasil tes, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat dipaparkan sebagai beriku. 1) miskonsepsi pada siswa berkemampuan matematika tinggi sebesar 20%, yaitu pada konsep makna, urutan dan kerapatan pecahan, 2) miskonsepsi pada siswa berkemampuan matematika sedang sebesar 60%, yaitu pada konsep definisi, makna, ketaksamaan pecahan, urutan dan kerapatan pecahan serta perkalian dan pembagian pecahan, dan 3) miskonsepsi pada siswa berkemampuan matematika rendah sebesar 30%, yaitu pada konsep makna, ketaksamaan, urutan atau kerapatan dan perkalian pecahan.
MEKANISME PEMELIHARAAN ASET DALAM PENGELOLAAN BARAG MILIK DAERAH DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN SUMENEP Amir, Mohammad Faizal; Djasuli, Mohamad
Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Vol 9, No 2: Oktober 2016
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.93 KB) | DOI: 10.21107/pamator.v9i2.3370

Abstract

The purpose of this study is to investigate the process of maintenance and asset management area, knowing the efforts undertaken to optimize the utilization in the asset management area in Sumenep regency. This research uses descriptive qualitative research method. The primary data obtained through interwiew committed against Ka.Bid the procurement of goods, used in the form of legislation, evidence, history and other data that acts as a support in this study.The data collection  procedures by interview and documentation. Based on the data obtained from the Health Department of Sumenep, in the maintenance and management as well as efforts to optimize the utilization of the property of local government Sumenep Regency has been guided by the Regulation number 17 in 2007. There was also the need for better coordination to realize the smooth conduct maintenance management property in the District of Sumenep.
Identifikasi kesulitan mahasiswa dalam memecahkan masalah open ended materi nilai mutlak Amir, Mohammad Faizal
Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.247 KB) | DOI: 10.26486/jm.v2i2.291

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis dan faktor penyebab kesulitan mahasiswa dalam memecahkan masalah matematika berbasis open ended materi nilai mutlak berbentuk persamaan dan pertidaksamaan, serta memberikan saran untuk dosen. Subjek penelitian terdiri dari 138 mahasiswa PGSD UMSIDA pada matakuliah konsep dasar matematika tahun ajaran 2016-2017. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Instrumen penelitian terdiri dari Lembar Tes Pengetahun Nilai Mutlak dan pedoman wawancara. Berdasarkan data, jenis-jenis kesulitan mahasiswa meliputi tidak dapat sepenuhnya mengaplikasikan konsep jarak dan definisi nilai mutlak sehingga langkah penyelesaian tidak tuntas; mengalami misunderstanding syarat nilai mutlak; mengalami miskonsepsi berupa anggapan nilai mutlak selalu bernilai positif; mengalami kesulitan dalam hal konseptual, prosedural, dan algoritma. Faktor-faktor penyebab kesulitan diantaranya mahasiswa menghafal rumus dan teorema tanpa memahami konsep dasar jarak dan definisi nilai mutlak; mahasiswa terbiasa menggunakan rumus cepat sebagai bekal untuk masuk perguruan tinggi. Saran penelitian yakni dosen yang akan mengajarkan nilai mutlak harus menanamkan pentingnya konsep dasar dan melakukan pembiasaan pembelajaran konstruktivistik.
PROSES BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MEMECAHKAN MASALAH BERBENTUK SOAL CERITA MATEMATIKA BERDASARKAN GAYA BELAJAR Amir, Mohammad Faizal
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 1 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.228 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses berpikir kritis siswa sekolah dasardalam memecahkan masalah berbentuk soal cerita berdasarkan perbedaan gaya belajar(visual, auditori, dan kinestetik) siswa. Identifikasi proses berpikir didasarkan atas langkahlangkahberpikir kritis IDEALS yakni Identify, Define, Enumerate, Analyze, List, dan SelfCorrect.Subjek penelitian terdiri dari 1 siswa yang masing-masing memiliki gaya belajarvisual, auditori, dan kinestetik yang tertinggi. Instrumen penelitian meliputi peneliti, tesberpikir kritis, tes gaya belajar, dan pedoman wawancara. Teknik pengumupulan data yangdigunakan terdiri dari tes, wawancara, dan observasi. Oleh karena itu, triangulasi yangdigunakan adalah triangulasi teknik. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data,penyajian data, dan pengambilan simpulan. Proses berpikir kritis siswa visual, auditori, dankinestetik pada langkah identify dan define memiliki kesamaan dalam memecahkan masalahberbentuk soal cerita. Perbedaan proses berpikir kritis tersebut paling menonjol terlihatpada langkah enumerate, analyze, list dan self-corret. Perbedaan tersebut terletak pada caradan jawaban yang dipilih berdasarkan fakta dan alasan logis yang diberikan, perbedaan yanglain terletak pada ketelitian siswa dalam memeriksa kembali jawaban yang diperoleh. Siswakinestetik dapat dikatakan memiliki proses berpikir kritis lebih baik dibandingkan siswa visualdan auditori pada langkah Enumerate, Analyze, List, dan Self-Correct. Sementara, siswaauditori dapat dikatakan memiliki proses berpikir kritis lebih baik dibandingkan siswa visual.Siswa visual cenderung melihat fokus permasalahan dan menganalisa jawaban berdasarkangambar. Siswa auditori seringkali membaca soal dan jawaban kembali agar dapatmenyebutkan fokus permasalahan, apa yang diketahui, apa yang ditanyakan, danmenganalisa permasalahan. Sementara siswa kinestetik melakukannya dengan menggerakgerakkananggota badan dan pensil untuk menentukan fokus dan menganalisapermasalahan.Kata Kunci : Proses Berpikir Kritis, Pemecahan Masalah, Soal Cerita Matematika, GayaBelajar
PEMAHAMAN INTUITIF SISWA SEKOLAH DASAR PADA PENGUKURAN LUAS JAJARGENJANG Amir, Mohammad Faizal; Rahayu, Danti Sri; Amrullah, Muhlasin; Rudyanto, Hendra Erik; Afifah, Dian Septi Nur
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v9i1.2641

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi dan level pemahaman intuitif siswa sekolah dasar dalam mengukur luas jajargenjang. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara pemberian tugas, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Penelitian ini menemukan adanya dua strategi pemahaman intuitif yang baru yaitu strategi visual-kongkrit dan pengukuran estimasi. Sementara itu, ada dua level transisi pemahaman intuitif meliputi level 2: penutupan visual kongkrit dan level 4: penutupan susunan yang dikonstruk melalui estimasi pengukuran. Level pemahaman intuitif siswa yang dikonstruksi dari jenis-jenis strategi tersebut secara bertahap dapat mencapai level pemahaman intuitif, yaitu level 0 sampai level 6. Temuan penelitian ini berimpikasi pada level pemahaman intuitif siswa dalam mengukur luas daerah yang lebih rinci dan berhirarki. Hasil penelitian ini menyarankan agar siswa dapat mencapai pemahaman relasional atau memiliki konsep pengukuran luas yang bermakna, para pendidik khususnya di tingkat sekolah dasar harus menstimulasi pembelajaran menggunakan tugas-tugas pemahaman intuitif secara bertahap dan tidak hanya dibangun melalui pengukuran luas persegipanjang. AbstractThis study aims to identify strategies and levels of intuitive understanding of elementary school students in measuring the area of a parallelogram. This type of study is a case study. Data collection techniques carried out by giving tasks, observation, interview and documentation. Data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and drawing conclusions/verification. This study has founded two new intuitive understanding strategies namely visual-concrete and estimation measurement strategies. Meanwhile, there are two levels of intuitive understanding transitions including level 2: visual â??concrete covering and level 4: Array covering constructed by measurement estimation. The level of students' intuitive understanding constructed from these types of strategies can gradually reach the level of intuitive understanding, level 0 to level 6. The findings of this study imply the level of students' intuitive understanding in measuring the area in a more detailed and hierarchical area. The results of this study suggest that students can achieve a relational understanding or have a meaningful broad measurement concept, educators, especially at the elementary school level, must stimulate learning using intuitive understanding tasks gradually and not only be built through rectangular area measurement.