Limyah al-Amri, Limyah
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

AKULTURASI ISLAM DALAM BUDAYA LOKAL Al-Amri, Limyah
Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Vol 10 No 2 (2017): Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan
Publisher : P3M STAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.489 KB)

Abstract

Pokok permasalahan yang diangkat dalam tulisan ini adalah bagaimana akulturasi Islam dan budaya lokal di Indonesia. Dengan menggunakan studi teks sejarah. Dalam tulisan ini mengemukakan keberhasilan Islam yang datang dari Arab berhasil berdialog dan diterima dalam lanskap budaya lokal yang telah lama mengakar di Nusantara. Hasil temuannya adalah Islam berhasil memahami setting budaya lokal yang ada dan melakukan internalisasi dalam setting budaya tersebut sehingga eksistensinya dapat diterima oleh masyarakat. Keberhasilan ini tidak terlepas dari pendekatan budaya yang dilakukan oleh pendakwah Islam abad XIII yang melakukan akulturasi budaya Islam dan lokal sehingga menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan.
AKULTURASI ISLAM DALAM BUDAYA LOKAL Al-Amri, Limyah; Haramain, Muhammad
KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Keagamaan Vol 10 No 2 (2017): Pemikiran Islam dan Hubungannya dengan Budaya Nusantara
Publisher : LPPM IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.489 KB) | DOI: 10.35905/kur.v10i2.594

Abstract

The subject matter raised in this paper is how acculturation of Islam and local culture in Indonesia. Using historical text studies. In this paper suggests the success of Islam that came from Arabs managed to dialogue and accepted in the local cultural landscape that has long been rooted in the archipelago. The findings are that Islam is able to understand the existing local cultural setting and internalize the cultural setting so that its existence can be accepted by the community. This success is inseparable from the cultural approach adopted by Islamic preachers of the XIII century who acculturate Islamic and local culture so that it becomes an inseparable unity.
PERBANKAN PERSPEKTIF HADIS MAUDHU'IY al-Amri, Limyah
Mazahib Jurnal Pemikiran Hukum Islam Volume 10, Nomor 2, Desember 2012
Publisher : IAIN Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.221 KB) | DOI: 10.21093/mj.v10i2.401

Abstract

The hadith that talks about the bank in this study according to the results there takhrij narrated by al-Bukhahri so did Abu Dawud, and the results of research that has been made known that the hadith is authentic quality. Hadith of the banks in this study refers to the concept of Islamic Banking. From here then understood that the modus operandi of the Sharia Bank regardless of usury, because the basic principle of operation is the same kerjasa capital called al-syarikah, and the capital is used to try, then the benefits for the results, "sharing" between the parties banks and customers. Therefore, every Muslim should just make a deal, save money, deposit, and use of existing services to banking institutions, especially in Islamic banks.
AKULTURASI ISLAM DALAM BUDAYA LOKAL Al-Amri, Limyah; Haramain, Muhammad
KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Keagamaan Vol 10 No 2 (2017): Pemikiran Islam dan Hubungannya dengan Budaya Nusantara
Publisher : LPPM IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.489 KB) | DOI: 10.35905/kur.v10i2.594

Abstract

Pokok permasalahan yang diangkat dalam tulisan ini adalah bagaimana akulturasi Islam dan budaya lokal di Indonesia. Dengan menggunakan studi teks sejarah. Dalam tulisan ini mengemukakan keberhasilan Islam yang datang dari Arab berhasil berdialog dan diterima dalam lanskap budaya lokal yang telah lama mengakar di Nusantara. Hasil temuannya adalah Islam berhasil memahami setting budaya lokal yang ada dan melakukan internalisasi dalam setting budaya tersebut sehingga eksistensinya dapat diterima oleh masyarakat. Keberhasilan ini tidak terlepas dari pendekatan budaya yang dilakukan oleh pendakwah Islam abad XIII yang melakukan akulturasi budaya Islam dan lokal sehingga menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan.