Emmi Kholilah Harahap, Emmi Kholilah
Fakultas Ushuluddin IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING PRIBADI SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN HUBUNGAN SOSIAL SISWA Harahap, Emmi Kholilah
Tajdid Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Tajdid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pengembangan keterampilan hubungan sosial siswa yang dilakukan para guru BK untuk menciptakan suasana bimbingan dan konseling yang kondusif bagi siswa, baik itu lingkungan fisik dan lingkungan sosial bimbingan dan konseling. Dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling pribadi sosial para guru BK menggunakan layanan dasar, layanan responsif dan perencanaan individual. Pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling pribadi sosial di sekolah dapat lebih dioptimalkan dan dikembangkan agar lebih baik, sehingga dapat mengarahkan peserta didik yang dapat menyesuaikan dirinya sendiri sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat di lingkungan masyarakat sekitar.   Kata kunci: Konseling, Keterampilan Sosial, Bimbingan Pribadi Sosial, Kepribadian
PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN ORIENTASI PROFESIONAL AKADEMISI Amran, H. Amran, Ph.D; Harahap, Emmi Kholilah
Jurnal An-Nahdhah Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan dan pengembangan sering kita dengar dalam dunia kerja di perusahaan, organisasi, lembaga, atau bahkan dalam instansi kesehatan. Hal ini dapat diasumsikan bahwa strategi pelatihan dan pengembangan sangat penting bagi tenaga kerja untuk bekerja lebih menguasai dan lebih baik terhadap pekerjaan yang dijabat atau akan dijabat kedepan.Pelatihan dan pengembangan sering dilaksanakan secara efektif dan efesien akan memeberikan kotribusi yang positif sebagai upaya meningkatkan kemajuan perusahan. Faktor perkembangan kebutuhan masyarakat dalarn. Secara deskripsi tertentu potensi pelatih sudah memenuhi syarat administarasi pada pekerjaannya, tapi secara aktual para pelati mengikuti atau mengimbangi perkembangan dunia pendidikan sesuai dengan tugas yang dijabat atau yang akan dijabatnya. Hal ini yang mendorong pihak instansi pendidik untuk memfasilitasi pelatihan dan pengembangan karir para tenaga pendidik guna mendapatkan hasil kinerja yang baik, efektif dan efisien.Pelatihan merupakan salah satu komponen penting dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang merupakan asset penting dalam peningkatan pengetahuan, keterampilan untuk meningkatkan kualitas menghadapi persaingan. Dengan melalui pelatihan dan pengembangan, tenaga kerja akan mampu mengerjakan, meningkatkan, mengembangkan pekerjaan akademisi secara profesional.Kata Kunci: Pelatihan, Pengembangan, Profesional dan Akademisi
Pemanfaatan Hasil Akreditasi Manajemen Madrasah Berprestasi, Mandiri, Islami dan Berdaya Saing Global (Studi di MAN Insan Cendikia Serpong) Harahap, Emmi Kholilah
Jurnal Literasiologi Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitan ini berjudul Manajemen Madrasah Berprestasi, Mandiri, Islami Dan Berdaya Saing Global (studi di MAN Insan Cendikia Serpong). MAN Insan Cendikia Serpong sangat memperhatikan mutu layanan belajar bagi siswa dengan maksimal, mutu mengajar guru, kelancaran layanan belajar, kenyamanan ruang belajar serta sarana prasarana lain,  kesempatan dalam menggunakan fasilitas serta layanan madrasah, budaya madrasah dan adanya dukungan dari masyarakat. MAN Insan Cendikia Serpong, dalam mengembangkan dan meningkatkan prestasi madrasah tidak lepas dari berbagai strategi, misalnya melakukan seleksi ketat dalam penerimaan mahasiswa baru yaitu dengan tes psikologi, tes potensial akademik, tes kesehatan dan wawancara, mengembangkan proses pembelajaran yang diarahkan pada penguasaan “basic knowledge of science and technology” dan “leadership life skill” atas dasar “asah, asuh, asih dan ajrih”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mengapa manajemen madrasah dapat menjadikan madrasah yang berprestasi, mandiri, islami dan berdaya saing global, untuk mengetahui manajemen madrasah di MAN Insan Cendikia Serpong dan untuk mengetahui bagaimana madrasah yang menjadikan  MAN Insan Cendikia Serpong madrasah yang berprestasi, mandiri, islami dan berdaya saing global. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif untuk menguraikan, menggambarkan, menggali dan mendiskripsikan secara mendalam bagaimana manajemen madrasah di MAN Insan Cendikia Serpong, sehingga menjadikan madrasah yang berprestasi, Mandiri, islami dan berdaya saing global. Hasil penelitian menunjukkan kerja keras yang dilakukan seluruh warga MAN Insan Cendikia Serpong dalam menghantarkan peserta didik menjadi insan berprestasi, Mandiri, islami dan berdaya saing global dapat dilihat dari keefektipan dalam semua perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang berlangsung di MAN Insan Cendikia Serpong. Keefektipan ini dapat dilihat dari tiga aspek yaitu: (1) MAN Insan Cendikia Serpong dalam mengembangkan mutu pendidikan. (2) MAN Insan Cendikia Serpong dalam Menerapkan manajemen Madrasah. (3) MAN Insan Cendikia Serpong dalam Pengoptimalan Fungsi Organisasi Kelembagaan
Pancasila Berkehidupan Dalam Etika Kebangsaan Harahap, Emmi Kholilah
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 6 No 1 (2018): Islam dan Pancasila
Publisher : Post Graduate Programe of State Institute of Islamic Studies Metro ? Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.662 KB) | DOI: 10.123459/nizham.v6i1.1157

Abstract

Setiap bangsa yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas ke arah mana tujuan yang ingin dicapainya sangat memerlukan pandangan hidup. Dengan pandangan hidup inilah sesuatu bangsa akan memandang persoalan-persoalan yang dihadapinya dan menentukan arah serta cara bagaimana memecahkan persoalan-persoalan tadi. Tanpa memiliki pandangan hidup maka suatu bangsa akan merasa terombang-ambing dalam menghadapi persoalan-persoalan besar yang pasti akan timbul, baik persoalan-persoalan di dalam masyarakatnya sendiri, maupun persoalan-persoalan besar umat manusia dalam pergaulan masyarakat bangsa-bangsa di dunia ini. Dengan pandangan hidup yang jelas sesuatu bangsa akan memiliki pegangan dan pedoman bagaimana ia memecahkan masalah-masalah polotik, ekonomi, sosial dan budaya yang timbul dalam gerak masyarakat yang makin maju. Dengan berpedoman pada pandangan hidup itu pula suatu bangsa akan membangun dirinya. Sebagai falsafah negara, tentu Pancasila ada yang merumuskannya. Pancasila memang merupakan karunia terbesar dari Allah SWT dan ternyata cahaya bagi segenap bangsa Indonesia di masa-masa selanjutnya, baik sebagai pedoman dalam memperjuangkan kemerdekaan, juga sebagai alat pemersatu dalam hidup kerukunan berbangsa, serta sebagai pandangan hidup untuk kehidupan manusia Indonesia sehari-hari, dan yang jelas tadi telah diungkapkan sebagai dasar serta falsafah negara Republik Indonesia. Pancasila telah ada dalam segala bentuk kehidupan rakyat Indonesia, terkecuali bagi mereka yang tidak Pancasilais. Pancasila lahir 1 Juni 1945, ditetapkan pada 18 Agustus 1945 bersama-sama dengan UUD 1945. Bunyi dan ucapan Pancasila yang benar berdasarkan Inpres Nomor 12 tahun 1968 adalah satu, Ketuhanan Yang Maha Esa. Dua, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Tiga, Persatuan Indonesia. Empat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Dan kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
MADRASAH DAN KEPUASAN MASYARAKAT “PENCAPAIAN KEBERHASILAN MELALUI PENERAPAN MANAJEMEN PENDIDIKAN” Sumarto, Sumarto; Harahap, Emmi Kholilah; MY, Mahmud
Jurnal Literasiologi Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.105 KB)

Abstract

Madrasah adalah lembaga pendidikan Islam, yang mengintegrasika ilmu-ilmu ke-Islaman dan ilmu-ilmu umum, mengajak kebenaran dan membentuk perilaku peserta didik yang baik. Banyak program pendidikan yang ditawarkan Madrasah diantaranya menghafal Al Qur’an, belajar menjadi seorang penceramah, belajar music Islam seperti nasyid dan lain sebagainya. Sekarang yang menjadi tantangan ketika program di Madrasah apakah sudah menjawab kebutuhan di masyarakat dan sampai memberikan kepuasan kepada masyarakat, ketika menitipkan anak-anaknya ke madrasah adalah pilihan yang tepat atau tidak. Kepuasan masyarakat yang lebih dikenal dengan istilah kepuasan pelanggan sangat ditentukan oleh kemasan produk itu sendiri. Kemasan produk yang dimaksudkan disini adalah bagaimana lembaga pendidikan (madrasah) yang diolah dan dikelola dengan baik, mempunyai manajemen yang bagus, dan memenuhi keinginan pasar. Seperti kepala madrasah yang bermutu, guru yang berkualitas, infrastruktur yang memadai dan out-put yang unggul. Jika sudah demikian, maka dapat dikatakan dengan yakin bahwa madrasah tersebut akan membuat pelanggan merasa puas (kepuasan masyarakat). Menurut Machalli kepuasan pelanggan sangat bergantung pada anggapan kinerja produk dalam menyerahkan nilai relatif terhadap harapan pembeli, bila kinerja atau prestasi sesuai atau bahkan melebihi harapan pembelinya, maka pembeli akan merasa puas.
Manajemen Mutu Sekolah Melalui Pelaksanaan dan Pengawasan Program Kerja Sumarto, Sumarto; Harahap, Emmi Kholilah; Kasman
Jurnal Literasiologi Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen mutu sekolah diantaranya dapat dilihat dari pelaksanaan dan pengawasan program kerja yang dilaksanakan. Manajemen mutu dimulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai kepada pengawasan sehingga dapat diketahui sampai dimana tahap pencapaiannya. Pelaksanaan program sekolah meliputi penyusunan pedoman sekolah, pembuatan struktur organisasi sekolah dan pelaksanaan kegiatan sekolah. Pedoman sekolah meliputi kurikulum. kalender pendidikan/akademik, struktur organisasi sekolah, pembagian tugas mengajar guru, pembagian tugas tenaga kependidikan, peraturan akademik, tata tertib sekolah, kode etik sekolah, dan biaya operasional sekolah. Pada pelaksanaan kegiatan sekolah terbagi dalam delapan bidang, yaitu bidang kesiswaan, kurikulum dan pembelajaran, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, keuangan dan pembiayaan, budaya dan lingkungan, peran hubungan masayarakat dan kemitraan, serta bidang lain yang berfungsi sebagai peningkatan dan pengembangan mutu. Setelah pelaksanaan program sudah dilaksankan, kemudian proses pengawasan, untuk menngecek dan segera memperbaiki, sehingga mutu program dapat terjaga.
MANAJEMEN OTONOMI PENDIDIKAN DI INDONESIA Harahap, Emmi Kholilah
Ri'ayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan Vol 1 No 02 (2016): Pendidikan Islam dan Dakwah
Publisher : Post Graduate of State Institute of Islamic Studies Metro ? Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.324 KB)

Abstract

Education decentralization means that the delegation of powers and wider authority to the regions in planning and making their own decisions in addressing the problems faced in the field of education.Education decentralization provides the authority to school as known as education autonomy. That authority gives the wider space to the school in managing natural and human resources based on the regional potential. Education autonomy does not stop at the local district / city level but to the level of the school as the spearhead of education.The transfer of authority at the school level can help the school in making expansion program direction based on the regional condition and potential.
Mengembangkan Moderasi Pendidikan Islam Melalui Peran Pengelolaan Pondok Pesantren Sumarto, Sumarto; Harahap, Emmi Kholilah
Ri'ayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan Vol 4 No 01 (2019): Moderasi Pendidikan Islam
Publisher : Post Graduate of State Institute of Islamic Studies Metro ? Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.272 KB) | DOI: 10.1234510/ri'ayah.v4i01.1488

Abstract

Moderatisme, ummat Islam dipandang sebagai ummatanwasathan, sebagai ummat yang cinta perdamaian dan anti kekerasan.Dengan wajah senyum tersebut, Ummat Islam tampil sebagai ummat yang mengutamakan misi perdamaian, kekerasan dan toleransi.Misi ini ditujukkan ketika Islam disebarkan keseluruh pelosok dunia. Salah satu lembaga pendidikan Islam yang mengembangkan Islam Moderat adalah Pondok Pesantren, Lembaga pendidikan Islam yang banyak berkontribusi untuk kemerdekaan bangsa, kemajuan pendidikan bangsa dan memberikan dakwah untuk keselamatan di dunia dan akhirat. Sehingga sangat jelas bahwa peran pengelolaan pondok pesantren menolak segala bentuk tindakan radikalisme dan ekstrimisme, aksi terror yang merusak sendi-sendi kerukunan dan kedamaian ummat manusia. Dalam tulisan ini, penulis ingin menjelaskan tentang bagaimana peran pondok pesantren dalam kegiatan sehari-hari di pondok pesantren, untuk mengembangkan Islam yang moderat, mulai proses belajar mengajar di kelas, kegiatan ekstra kurikuler dan pengabdian di lingkungan masyarakat sekitar pondok pesantren. Karena pondok pesantren adalah lembaga yang menggaungkan dan mengajak masyarakat dengan Islam yang moderat Islam rahmatallil?alamin
PROSES BENCHMARKING KEPALA MADRASAH DALAM MELAKUKAN TRANSFORMASI MADRASAH DI KOTA JAMBI Sumarto, Sumarto; Harahap, Emmi Kholilah
Jurnal Literasiologi Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melakukan benchmarking di lingkungan madrasah tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak tantangan yang dialami ketika melakukan benchmarking. Kepala madrasah di Provinsi Jambi dalam melakukan benchmarking di lingkungan madrasah yang ia pimpin menemukan berbagai macam resistensi. Hal ini sesuai dengan apa yang beliau sampaikan bahwa dalam melaksanakan proses benchmarking untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas madrasah ini, ada berbagai macam tantang dan peluang. Salah satunya terjadinya resistensi dan hal itu biasa terjadi dan harus dikelola dengan baik agar tidak berlarut-larut dan menghambat proses benchmarking dan menjadikan madrasah bertransformasi sesuai dengan apa yang dicita-citakan madrasah. Metode penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif analitis, menggambarkan proses Proses Benchmarking Kepala Madrasah Dalam Melakukan Transformasi Madrasah Di Kota Jambi. Proses benchmarking yang harus dilakukan setiap kepala Madrasah meliputi empat faktor: (a) pengetahuan, terutama yang berkenaan dengan aspek proses dan praktik suatu pekerjaan yang diperoleh dari hasil penelitian benchmarking. (b) motivasi, dapat memotivasi setiap orang untuk terus belajar dan meningkatkan produktivitas kerja. (c) situasi, yaitu peluang bagi setiap orang untuk menerapkan pengetahuaannya dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas. (d) kemauan setiap orang untuk mengembangkan pengetahuannya. Karakteristik madrasah yang unggul/terbaik dalam kelasnya yang akan dibenchmarking adalah: (a) fokus pada prestasi, perbaikan kualitas, dan produktivitas, (b) kesadaran atas biaya, (c) memiliki hubungan yang dekat dengan para peserta didik, (d) memiliki hubungan yang dekat dengan para mitra, (e) memanfaatkan teknologi mutakhir, (f) fokus pada inti dan tujuan yang akan dicapai.