Articles

Found 24 Documents
Search

KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL PEMECAHAN MASALAH DI TINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT TIPE CLIMBER Purwasih, Ratni
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v8i2.2118

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif merupakan kemampuan siswa untuk menemukan jalan penyelesaian yang tidak biasa, unik, dan belum pernah ditemukan oleh orang lain. Pengembangan konsep berpikir kreatif matematis dapat membuat siswa putus asa dan menyerah, sehingga dibutuhkan sebuah kemampuan lain agar siswa mampu bertahan dan mampu mengubah kesulitan-kesulitan yang ditemui menjadi peluang untuk dirinya lebih maju. Kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mengamati kesulitan dan mengolah kesulitan tersebut dengan kecerdasan yang dimiliki sehingga menjadi sebuah tantangan untuk diselesaikan dikenal dengan  Adversity Quotient (AQ). AQ terdiri dari 3 tipe, yaitu climber, camper, dan quitter.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana tingkat kemampuan berpikir kreatif matematis  dalam menyelesaikan soal kubus dan balok di tinjau dari Adversity Quotient tipe Climber. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2019/2020 di SMP Negeri 2 Ngamprah, kelas VIII  yang berjumlah 31 siswa dan  subjek dalam penelitian ini adalah 2 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: 1) tes yang digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam berpikir kreatif matematis; 2) wawancara yang berdasarkan tugas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa climber melakukan proses berpikir asimilasi pada tahap memahami masalah, menyusun rencana penyelesaian, menyelesaikan masalah sesuai perencanaan, dan memeriksa kembali hasil yang telah diperoleh dan memiliki kemampuan untuk mengerjakan soal-soal berpikir kreatif pada indikator fluency, felexibility. AbstractThe ability to think creatively is the ability of students to find ways of solving that are unusual, unique, and have never been found by others. The development of the concept of mathematical creative thinking can make students despair and give up, so that another ability is needed so that students are able to survive and be able to change the difficulties encountered to become opportunities for themselves to advance. The ability possessed by a person in observing difficulties and cultivating these difficulties with intelligence possessed so that it becomes a challenge to be solved is known as Adversity Quotient (AQ). AQ consists of 3 types, namely climber, camper, and quitter. This research is a qualitative descriptive study. This study intends to find out how the level of mathematical creative thinking ability in solving cubes and beams is reviewed from the Adversity Quotient type of Climber. The study was conducted in the even semester of the school year 2019/2020 in Ngamprah Middle School 2, class VIII which amounted to 31 students and the subjects in this study were 2 students. Data collection methods used in this study include: 1) tests used to determine students' abilities in mathematical creative thinking; 2) task-based interviews. The results showed that the climber students did the assimilation process of thinking at the stage of understanding the problem, preparing a settlement plan, solving the problem according to the plan, and re-examining the results that had been obtained and having the ability to work on creative thinking questions on the indicator of fluency, flexibility.
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis dan Kemandirian Belajar Siswa SMP pada Materi Persamaan Garis Lurus Isnaeni, Sarah; Fajriyah, Lailatul; Risky, Evi Sri; Purwasih, Ratni; Hidayat, Wahyu
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 2 No 1 (2018): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Veteran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/medives.v2i1.528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan penalaran dan kemandirian belajar pada materi persamaan garis lurus siswa SMP. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Tempat penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 5 Cimahi pada kelas VIII semester ganjil tahun ajaran 2017-2018. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Cimahi pada materi Persamaan Garis Lurus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII E. Untuk memperoleh data penelitian digunakan instrumen berupa tes soal uraian dan angket kemandirian belajar. Hasil penelitian didapat kesimpulan: (1) tingkat kemampuan penalaran matematis siswa dalam penyelesaian masih level rendah; (2) kesulitan siswa pada umunya belum memahami soal dan prakonsep masih rendah; (3) siswa belum tertanam rasa belajar secara mandiri. Kata kunci: kemampuan penalaran matematis, kemandirian belajar.   ABSTRACT This study aims to analyze the ability of reasoning and self-regulated learning on the material of equations of straight lines of junior high school students. This research method using qualitative descriptive method. This research is conducted in SMP Negeri 5 Cimahi in Grade VIII of academic year 2017-2018. The population of this study is the students of class VIII SMP Negeri 5 Cimahi who have studied the material of the equation of straight line. The subject of the research is the students of class VIII E. To obtain the research data used the instrument in the form of test description and questionnaire self-regulated learning. The results of the research concluded: (1) the level of students mathematical reasoning ability in the problem solving is still low level; (2) students difficulties in general have not understood the problem and the preconception is still low; (3) students have not embedded the sense of learning independently. Keywords: mathematical reasoning ability, self-regulated learning.
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DAN KEAKTIFAN MAHASISWA MELALUI PROJECT BASED LEARNING Putra, Harry Dwi; Purwasih, Ratni
P2M STKIP Siliwangi Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 No. 2 November 2015
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.432 KB) | DOI: 10.22460/p2m.v2i2p128-136.156

Abstract

ABSTRAKPrestasi belajar dan keaktifan mahasiswa penting untuk ditingkatkan dalam proses pembelajaran, sehingga diperlukan suatu model pembelajaran yang inovatif. Dari begitu banyak model pembelajaran inovatif, salah satu yang tepat untuk meningkatkan prestasi belajar dan keaktifan mahasiswa adalah pembelajaran berbasis proyek (project based learning), karena lebih menekankan pada pendekatan kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks, melibatkan mahasiswa dalam melakukan investigasi pemecahan masalah dan kegiatan bermakna, memberi kesempatan bekerja secara mandiri dalam mengkontruksi pengetahuan, serta menghasikan produk nyata. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan menggunakan kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar dan lembar observasi keaktifan mahasiswa. Penelitian dilaksanakan di dua kelas reguler angkatan 2014 program studi pendidikan matematika STKIP Siliwangai Bandung. Subjek penelitian berjumlah 120 mahasiswa yang terbagi di kelas A1 dan A3. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive, karena penelitian ini diterapkan pada mahasiswa di kelas yang mengambil mata kuliah media pembelajaran matematika. Berdasakan analisis data, diperoleh rerata peningkatan prestasi belajar kelas eksperimen dan kontrol masing-masing sebesar 84,57 dan 72,79. Persentase keaktifan mahasiswa kelas eksperimen dan kontrol masing-masng sebesar 70,93% dan 69,41%. Dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar dan keaktifan mahasiswa yang memperoleh pembelajaran dengan project based learning lebih baik daripada yang memperoleh pembelajaran dengan metode ekspositori. Kata Kunci: Prestasi Belajar, Keaktifan, dan Project Based Learning.  ABSTRACTLearning and student achievement is important for the enhanced activity of the learning process, so we need a model of innovative learning. Of so many innovative learning model, one that is appropriate to improve learning achievement and activity of students is project-based learning (project based learning), as more emphasis on contextual approach through activities that are complex, involve students in an investigation of problem solving and activities meaningful, giving the opportunity to work independently in the construct knowledge, as well as generate real products. This is a quasi-experimental study using experimental and control groups. The instrument used was a test of learning outcomes and student observation sheet liveliness. The research was conducted in two regular class 2014 of mathematics education courses STKIP Siliwangai Bandung. Subjects numbered 120 students, divided in classes A1 and A3. The sampling technique was done by purposive, because this study applied to the students in the class were taking courses in mathematics learning media. Based on data analysis, obtained a mean improvement of learning achievement of the experimental and control classes respectively by 84.57 and 72.79. Activeness percentage grade students experiment and control each masng amounted to 70.93% and 69.41%. It can be concluded that the achievement of learning and activity of students who receive study with project-based learning is better than the gain of learning with expository method. Key Words: Achievement, Activeness, and Project Based Learning. 
PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN SELF EFFICACY MAHASISWA CALON GURU Sariningsih, Ratna; Purwasih, Ratni
JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Vol 1, No 1 (2017): EDISI MARET
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.467 KB) | DOI: 10.25157/jnpm.v1i1.275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan self efficacy mahasiswa calon guru melalui pembelajaran problem based learning (PBL). Metode penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen dengan desain penelitian pretset-posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa pendidikan matematika STKIP Siliwangi Bandung yang mengikuti mata kuliah kapita selekta matematika. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa pendidikan matematika STKIP Siliwangi Bandung yang mengikuti mata kuliah aljabar umum  menengah pada semester ganjil Tahun Ajaran 2015/2016 yang terdiri dari 3 kelas, yaitu: A1 A2 dan A3. Sampel penelitian dipilih 2 kelas dari populasi penelitian, terpilih kelas A1 sebagai kelas kontrol yang terdiri dari 35 orang mahasiswa dan kelas A3 sebagai kelas eksperimen yang terdiri dari 34 orang mahasiswa. Sampel dipilih dengan teknik cluster random sampling karena semua kelas memiliki karakteristik dan kemampuan akademik yang setara. Analisis data dilakukan terhadap gain hasil tes kemampuan mahasiswa mata kuliah aljabar umum. Untuk memperoleh data penelitian digunakan instrumen berupa tes, non tes dan skala self efficacy. Analisis penelitian menggunakan uji perbedaan rata-rata. Hasil penelitian didapat kesimpulan: (i) Pencapaian dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah yang mendapat pembelajaran PBL lebih baik daripada mahasiswa yang mendapat pembelajaran ekspositori (ii) self efficacy matematik mahasiswa yang pembelajarannya menggunakan PBL lebih baik daripada siswa dengan pembelajaran yang menggunakan pendekatan ekspositori. Kata Kunci: Pembelajaran PBL, Self Efficacy, Pemecahan Masalah
Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Self-Concept Siswa SMP Purwasih, Ratni; Sariningsih, Ratna
Didaktik Matematika Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.265 KB) | DOI: 10.24815/jdm.v4i1.6783

Abstract

This research is based on the lack of students’ ability in mathematical creative thinking and self concept. For that reason, this study aims to improve the students’ ability of mathematical creative thinking and self-concept through problem-based learning. Using Quasi Experiment method and nonequivalent control group design, this study is included into experimental research. The population of this research is the seventh graders of Junior High School in the district of Cimahi, West Java, Indonesia, and the sampling technique is purposive sampling, with one experimental group which is mathematical learning using problem-based learning (PBM) and one control group which is mathematical learning using conventional onewiththe number of samples in this study were 74 students. The hypothesis test his study is done by using parametric and nonparametric test (t-test and Mann-Whitney). The results showed that mathematical creative thinking and self-concept ability of students who use problem-based learning is better than students who receive conventional learning. Then, the increase of ability and creative thinking of students who use problem-based learning is better than those who receive the conventional learning and their self-concept is classified as being medium
Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam membuat RPP melalui penerapan model pembelajaran project based learning Nurjaman, Adi; Purwasih, Ratni; Sari, Indah Puspita
Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.515 KB) | DOI: 10.26486/jm.v2i1.274

Abstract

This study aims to determine the response of students to the implementation of learning-based project learning model to determine the student's ability to develop RPP through the application of learning-based project learning model and student response in project based learning learning between experimental class and control class. This research method is quasi experimental method with pretset-posttest control group design design. The study population is all students of STKIP Siliwangi who follow the course of High School Mathematics Learning Planning in the even semester of the academic year 2016/2017 consisting of 3 classes, namely: B1, B2, and B3. For the sample of the study, two classes were selected from the study population, selected B1 class as a control class consisting of 40 students and B2 class as experimental class consisting of 43 students. The sample is selected not random class. Data analysis was done to the difference of mean of student ability test result in preparing RPP and percentage from questionnaire of student response to learning of project based learning. The results showed that most of the students gave positive responses to the application of learning-based learning model with average of pretest and posttest class percentage of experiment respectively 67,49% and 77,09% including strong category. Meanwhile, the average of pretest and posttest percentage of control class were 61.50% and 63.97%, respectively. Improvement of students ability in preparing RPP through the implementation of learning model project based learning average gain of 0.57 experimental class included in the category while the control class of 0.36 medium category; And the improvement of the students' ability in preparing the lesson plan that obtained the application of project based learning model is higher than that obtained the application of conventional learning model.
Analysis of Student Problem Solving Skill and Activity Concentration on a Senior High School Hendriana, Heris; Purwasih, Ratni; Triawan, Erwin; Prasetio, Yudi; Satria, Tri
Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2018): Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Raden Intan State Islamic University of Lampung, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajpm.v9i1.2068

Abstract

The aim of the research  to know the level of student  problem solving skill of  Senior high school students on their  mathematical problem and activity concentration. The object of the research was conducted  at one of Senior high school of Cimahi. the Subject  of the research  is all  twelve grades of Senior high School Students of Science Program in Cimahi. The research used descriptive qualitative research to describe the student analysis error on doing the question of problem solving ability. The data of the research was found using diagnostic of series and rows and also student questionnaire. Data collecting technique used Miles and Huberman concept  that are reduction data, reporting data and draw the conclusion. The result of the research are: (1) the level of the ability to solve the problem is still low (2) the common student error did not understand the questions and have no ability to communicate in mathematical form. (3) the student’s activity is rated strong. Some solutions can be given to increase student problem solving ability through practice or question drill structured  and gived the variety questions as material practice. 
PROFIL KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL BANGUN RUANG SISI DATAR DITINJAU DARI KEMAMPUAN DASAR Lestari, Ratna Septia; Rohaeti, Euis Eti; Purwasih, Ratni
JIPMat Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v3i1.2220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan koneksi matematis siswa dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar yang di tinjau dari gaya belajar dan kemampuan dasar matematika siswa kelas IX SMP Negeri 2 Ngamprah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan bentuk penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Sampel penelitian ini adalah 34 siswa kelas IX SMP Negeri 2 ngamprah. Hasil data menunjukan bahwa hasil skor presentase tiap indikator diperoleh bahwa kemampuan koneksi matematis siswa dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar ditinjau dari kemampuan dasar, yaitu: kelompok atas dengan rata-rata 69% lebih rendah dibandingkan dengan nilai rata-rata nilai ulangan pada materi bangun ruang sisi datar yaitu sebesar 80%, kelompok menengah dengan rata-rata 67% lebih rendah dibandingkan dengan nilai rata-rata nilai ulangan pada materi materi bangun ruang sisi datar yaitu sebesar 77%, dan kelompok bawah dengan rata-rata 57% lebih rendah dibandingkan dengan nilai rata-rata nilai ulangan pada materi materi bangun ruang sisi datar yaitu sebesar 75%.
Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematik dan Kemandirian Belajar Siswa SMP melalui Pendekatan Realistic Mathematics Education veralita, liana; Rohaeti, Euis Eti; Purwasih, Ratni
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2018): Aksioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v9i1.2455

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematik dan kemandirian belajar siswa SMP melalui pendekatan Realistic Mathematics Education. Metode penelitian yang digunakan eksperimen, dimana subjek dalam populasi ini dipilih secara acak yaitu acak kelas. Didalam penelitian ini, peneliti memberikan perlakuan kepada subjek peneliti untuk selanjutnya ingin diketahui pengaruh perlakuan tersebut. Perlakuan tersebut adalah pendekatan Realistic Mathematics Education pada kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional pada kelas kontrol. Pembelajaran matematika realistic lebih efektif dalam peningkatan kemampuan komunikasi matematik dan kemandirian siswa SMP melalui pendekatan Realistic Mathematics Education lebih baik daripada pmbelajaran biasa. Besarnya peningkatan kemampuan komunikasi matematik siswa yang diajar pembelajaran matematika realistic adalah 0,72dan pembelajaran konvensional adalah 0,45. Besarnya peningkatan kemandirian belajar matematik siswa yang diajar pembelajaran matematika realistic adalah 94,86 dan pembelajaran konvensional adalah 91,40.Kata Kunci: RME, Kemampuan Komunikasi Matematik, Kemandirian Belajar
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Dan Mathematical Resilience Siswa Sma maryam, meri siti; Nurdiawan, Riska; Hermawan, Wahyudi; Purwasih, Ratni; Rohaeti, Euis Eti
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 4 No 1 (2018): APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan penalaran matematis dan resiliensi siswa SMA untuk mengetahui kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal statistika. Metode penelitian ini adalah deskritif kualitatif. Tempat penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 4 Cimahi jurusan IPA kelas XII- MIA 3 semester 1. Penelitian ini tergolong dalam penelitian deskriptif kualitatif yang berupaya untuk mendeskripsikan analisis kesalahan siswa dalam mengerjakan dan menyelesaikan soal statistika. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMA kelas XII di kota Cimahi jurusan IPA. Untuk memperoleh data penelitian digunakan instrumen berupa tes diagnostic soal statistika dan angket resiliensi siswa. Hasil penelitian didapat kesimpulan: (1) tingkat kemampuan siswa pada soal kemampuan penalaran masih rendah; (2) kesalahan siswa pada umunya belum memahami soal dan belum memiliki daya nalar yang baik; (3) siswa masih perlu ditanamkan mathematical resilience. Adapun solusi untuk mengatasi hambatan tersebut melalui latihan atai drill soal secara terstruktur dan memberikan soal yang beragam sebagai bahan untuk berlatih. Guru  mencoba menggunakan metode yang berbeda setiap pertemuan di kelas agar siswa tidak mudah jenuh dan berlatih berpikir dan memiliki penalaran yang tinggi.