Articles

Found 21 Documents
Search

KANDUNGAN MERKURI TOTAL PADA BERBAGAI JENIS IKAN CAT FISH DI PERAIRAN SUNGAI MUSI KOTA PALEMBANG Setiawan, Andi Arif; Emilia, Ita; Suheryanto, Suheryanto
Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang Edisi 2
Publisher : Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distribusi Logam Kadmium dalam Air dan Sedimen di Sungai Musi Kota Palembang Emilia, Ita; Suheryanto, Suheryanto; Hanafiah, Zazili
Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang Edisi 2
Publisher : Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis aims of this research is to determine of cadmium in water and sediment Musi River Palembang. Technical method sampling by purposive. Data collected from eight sample point and determination of cadmium contaminant using by AAS methode. The results a averageof cadmium (Cd) is0.0091mg/Lwith a range 0.0021-0.0137mg/L,and lower from threshold of PERDA the South Sumatra No.16of 2005. The average of cadmium (Cd) sediments is.1520mg/kg with range 0.1000-0.1890mg/kg, and lower from threshold of Dutch Quality Standards for Metalsi sediment.Keywords: distribution , cadmium , water , sediment , Musi river
KANDUNGAN TEMBAGA (CU) DAN TIMBAL (PB) PADA LAMUN ENHALUS ACCOROIDES DARI PERAIRAN BATAM, KEPULAUAN RIAU, INDONESIA Ismarti, Ismarti; Ramses, Ramses; Amelia, Fitrah; Suheryanto, Suheryanto
DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.6.1.5555

Abstract

The objective of the present study was to analyze the metal content of copper and lead in Enhalus accoroides seagrass in Batam Island waters. Samples of seagrass (E. accoroides) were collected from six locations along the western region of Batam Island then dried and performed with acid destruction. The measurements of Cu and Pb in the samples were conducted by Atomic Absorption Spectrophotometer. The result showed that there was an increasing of copper and lead contaminant level on sample E accoroides during two periods in a year.  The Cu level ranged from 0.63 to 46.1 mg/kg, meanwhile, lead level ranged from  2.14 to 10.52mg/kg respectively. The highest accumulation of copper and lead were recorded on leaves, it was reached 10.81 mg/kg and 5.98mg/kg, respectively.Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan logam tembaga (Cu) dan timbal (Pb) pada lamun Enhalus accoroides di sepanjang perairan barat Pulau Batam. Sampel lamun dikumpulkan dari enam lokasi  kemudian dikeringkan dan dilakukan destruksi dengan asam. Penentuan kadar logam tembaga dan timbal dalam sampel dilakukan dengan spektrometri serapan atom. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kadar logam Cu dan Pb pada sampel lamun E. accoroides selama 2 periode sampling dalam 1 tahun. Kadar logam Cu dan Pb pada lamun secara berturut berada pada rentang 0.63-46.1 mg/kg dan 2.14-10.52mg/kg. Akumulasi logam Cu dan Pb dalam lamun E. accoroides tertinggi pada bagian daun sebanyak 10.81 mg/kg Cu dan 5.98 mg/kg Pb. 
STUDI KANDUNGAN LOGAM BERAT PADA TUMBUHAN DARI PERAIRAN BATAM, KEPULAUAN RIAU STUDY OF HEAVY METALS CONTENT IN PLANTS FROM COAST BATAM, RIAU ISLANDS Ismarti, Ismarti; Ramses, Ramses; Amelia, Fitrah; Suheryanto, Suheryanto
JURNAL DIMENSI Vol 6, No 1 (2017): JURNAL DIMENSI (MARET 2017)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.286 KB) | DOI: 10.33373/dms.v6i1.543

Abstract

Studi ini bertujuan menentukan kadar logam tembaga (Cu), kadmium (Cd) dan timbal (Pb) pada berbagai jenis tumbuhan di perairan Batam. Sampel tumbuhan yang dianalisis meliputi lamun, makro alga dan mangrove yang diambil dari enam lokasi sepanjang perairan barat pulau Batam. Penentuan kadar logam Cu, Cd dan Pb mengacu pada metode SNI dengan menggunakan Spektrometri Serapan Atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar logam berat Cu, Cd dan Pb pada sampel di semua lokasi bervariasi dan telah melebihi baku mutu yang ditetapkan di Indonesia (Cu dan Pb 0,008 mg/kg dan Cd 0,001 mg/kg). Rata-rata kadar logam Cu dan Pb tertinggi ditemukan pada sampel dari area Pelabuhan Sekupang yaitu 23,94 mg/kg dan 11,24 mg/kg. Rata-rata kadar logam Cd tertinggi yaitu 0,49 mg/kg ditemukan di area Pelabuhan Sagulung. Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa perairan pulau Batam telah tercemar logam Cu, Pb dan Cd.Kata kunci: pencemaran laut, logam berat, metode AAS, pulau BatamAbstractThis study is aim to determine level of heavy metals copper (Cu), cadmium (Cd) and lead (Pb) in various sample of plants that collected from coast Batam have been done. Sample of plants are seagrass, macro algae and mangrove from six locations along west Batam island. Determination of heavy metals Cu, Cd and Pb refer to SNI method using Atomic Absorption Spectrophotometric. The result of analysis show that concentrations of Cu, Cd and Pb in all locations was exceed Indonesia regulation (Cu and Pb 0,008 mg/kg, Cd 0,001 mg/kg). The highest average concentrations of Cu and Pb found at samples from Sekupang Port are 23,94 mg/kg and 11,24 mg/kg respectively. The highest average concentrations of Cd are 0,49 mg/kg found at Sagulung’s samples. Based on these result, it was concluded that coastal water of Batam Island have been contaminated with metals Cu, Pb and Cd.Keywords: marine pollution, heavy metals, AAS method, Batam island
Komunitas Arthropoda Tanah di Kawasan Sumur Minyak Bumi di Desa Mangunjaya Kecamatan Babat Toman Muli, Risda; Irsan, Chandra; Suheryanto, Suheryanto
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbedaan struktur komunitas arhtropoda tanah di sekitar lo-kasi eksplorasi minyak bumi.. pH, kelembapan dan suhu tanah) serta kadar TPH diukur dan dianalisis untuk mengetahui pengaruhnya terhadap indeks keanekaragaman, dominansi dan kemerataan arthropoda. Lokasi pengambilan sampel di sumur minyak bumi di desa Mangunjaya kecamatan Babat Toman pada tanggal 19-24 Februari 2015. Sampel arthropoda diambil dengan menggunakan pit fall traps dan corong barlese-tullgren, to-tal titik pengambilan sampel yaitu 96 titik. Identifikasi famili arthropoda dilakukan di Laboratorium Entomologi Jurusan Hama Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian. Analisis kadar TPH tanah dilakukan di Laboratorium Kimia Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya menggunakan metode Gravimetri. Hasil identifikasi famili arthropo-da dilanjutkan dengan penghitungan indeks keanekaragaman, dominansi dan kemerataan arthropoda. Anali-sis Varian pada taraf 5 % dilakukan untuk mengetahui pengaruh lokasi eksplorasi dan jarak tumpahan minyak bumi dari sumur minyak bumi terhadap kadar TPH, pH, kelembapan, suhu, indeks keanekaragaman, domi-nansi dan kemerataan arthropoda. Analisis Regresi multi-linier dilakukan untuk mengetahui hubungan kadar TPH tanah terhadap pH, kelembapan dan suhu tanah serta hubungan indeks komunitas terhadap TPH, pH, ke-lembapan dan suhu tanah. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata TPH dan pH tanah di lokasi eksplorasi mi-nyak bumi yang dilakukan oleh Pertamina EP Asset 1 Field Ramba lebih rendah daripada di lokasi yang dila-kukan eksplorasi oleh masyarakat. Kelembapan dan suhu tanah di lokasi eksplorasi oleh Pertamina EP Asset 1 Field Ramba lebih tinggi daripada di lokasi eksplorasi masyarakat. Kadar TPH, pH, kelembapan dan suhu ta-nah tidak berpengaruh terhadap indeks keanekaragaman, dominansi dan kemerataan arhropoda dikedua lo-kasi eksplorasi minyak bumi (Pertamina Asset 1 Field Ramba. Tetapi, rata-rata indeks keanekaragaman arthro-poda tergolong rendah dengan nilai indeks tertinggi di lokasi eksplorasi oleh Pertamina EP Asset 1 Field Ram-ba (0,95).
Distribusi Logam Kadmium dalam Air dan Sedimen di Sungai Musi Kota Palembang Emilia, Ita; Suheryanto, Suheryanto; Hanafiah, Zazili
Jurnal Penelitian Sains Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This aims of this research is to determine of cadmium in water and sediment Musi River Palembang. Technical method sampling by purposive. Data collected from eight sample point and determination of cad-mium contaminant using by AAS methode. The results a averageof cadmium (Cd) is0.0091mg/Lwith a range 0.0021-0.0137mg/L,and lower from threshold of PERDA the South Sumatra No.16of 2005. The average of cadmium (Cd) sediments is.1520mg/kg with range 0.1000-0.1890mg/kg, and lower from threshold of Dutch Quality Standards for Metalsi sediment.
Penggunaan Metoda Pembangkit Hidrid Sistem Batch Spektrofotometri Serapan Atom Untuk Analisa Timbal Pada Air Hujan di Kotamadya Palembang Lesbani, Aldes; Suheryanto, Suheryanto; Aslihayati, Aslihayati
Jurnal Penelitian Sains No 10 (2001)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan analisis timbal pada smpel air hujan di Kotamadya Palembang pada bulan september-oktober 1998 dengan metode pembangkit hidrid sistem batch spektrofotometri serapan atom dengan menginjeksi cuplikan, asam dan oksidator setelah reduktor masuk kedalam reaktor hidrida. Dalam penelitian ini dipelajari faktor-faktor yang berpengaruh terhadap otomisasi timbul yang meliputi suhu pengatoman, konsentrasi asam laktat, konsentrasi kalium dikromat, konsentrasi natrium hidroksida dan konsentrasi natrium borohidrid. Keberhasilan metoda analisis ini dievaluasi dengan menentukan limit deteksi, sensitivitas dan kecermatannya, setelah itu digunakan untuk analisis sampel air hujan di Kotamadya Palembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pengatoman terbaik untuk analisis timbul dicapai pada suhu 550° C, konsentrasi asam laktat 5% (v/v), konsentrasi kalium dikromat 0,3% (w/v), konsentrasi reduktor natrium borohidrid 2% (w/v) dalam natrium hidroksida 0,4% (w/v). Metoda ini mempunyai sensitivitas sebesar 0,004 satuan absorbansi, limit deteksi sebesar 15,43 ng/mL serta kecermatan yang dinyatakan dalam relatif standar deviasi (RSD) sebesar 23,88% dan kadar timbal rata-rata keseluruhan di Kotamadya Palembang untuk bulan september-oktober 1998 adalah 16,97 ng/mL.
Analisis Pencemaran Udara oleh Tilibal (Pb) dengan Bioindikator Pohon Angsana di Kota Palembang Samat NR, Samat NR; Mardiati A, Mardiati A; Suheryanto, Suheryanto; Lesbani, Aides
Jurnal Penelitian Sains No 12 (2002)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan analisis pencemaran udara oleh Timbal (Pb) dengan bioindikator daun dan kulit batang pohon angsana di bebaapa jalur jalan di Kota Palennbang dengan metoda Spektrofotometri ser apan Atom (SSA) Dalam penelitian ini dipelajari sebaran timbal (Pb) pada daun dan kullt batang  pohon angsana sebagai bio indikator pencemaran udara di Kota Palembang. Sampel diambil menggunakan metode random  sampling  berdasarImn kepadatan lalu-lintas dan keberadaan pohon angsana pada beberapa jalur jalan di Kota Palembang. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kadar  Timbal (Pb) bavariasi pada beberapa jalan dengan kisaran kadar 0,062 – 0,185 mg/g dan pada kulit batang adalah 0,075 mg/g sedangkan pada daun 0,111 mg/g. Serta Kadar sebaran timbal (Pb) pada kulit batang rata-rata adalah 0,089 mg/g dan pada daun 0,092 mg/g. Kadar Timbal (Pb) rata-rata tertinggi pada sampel kulit batang terdapat di Jalan Veteran yaitu 0,129 mg/g dan kadar terendah di jalan Diponegoro yakni 0,098 mg/g. Sedangkan pada sampel daun, kadar Timbal (Pb) rata-rata tertinggi di Jalan Jenderal Sudirman yakni 0,097 mg/g dan kadar terendah di Jalan Diponegoro yakni 0,085 mg/g. 
Kajian Cemaran Logam Berat Timbal (Pb) pada Kompartemen di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan Palembang Warsinah, Warsinah; Suheryanto, Suheryanto; Windusari, Yuanita
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan kajian cemaran logam Timbal pada kompartemen lingkungan sekitar TPA Sukawinatan Palembang. Tujuan penelitian untuk menganalisis distribusi Timbal pada air dan sedimen di kolam lindi dan perairan sekitarnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei analitik. Sampel diambil berdasarkan metode purposive sampling dengan mempertimbangkan jarak dan kondisi lingkungan. Sampel air dan sedimen diambil dari 7 titik sampling di sekitar outlet lindi, aliran lindi dan aliran sungai Sedapat. Penentuan konsentrasi logam timbal menggunakan metode Atomic Absorption Spectrometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar timbal pada kompartemen air berkisar 0,01 – 0,09 mg/L dengan kadar timbal rata-rata zona inti TPA 0,043mg/L zona penyangga dan budidaya TPA 0,028 mg/L, kadar timbal tertinggi di oulet lindi. Kadar timbal pada kompartemen sedimen berkisar 4,38 mg/kg - 29,44 mg/kg dengan kadar timbal rata- rata zona inti TPA 15,143 mg/kg, rata rata zona penyangga dan budaya TPA 7,895 mg/L, kadar timbal tertinggi di outlet lindi. Berdasarkan Pergub No.8 tahun 2012.kadar Timbal pada kompartemen air di TPA Sukawinatan Palembang belum melampaui ambang batas yang ditentukann, namun demikian tidak dapat dikatakan bahwa perairan disekitar TPA tergolong aman, karena logam timbal memiliki sifat akumulatif. Untuk kompartemen sedimen kadar timbal relatif lebih tinggi dari kompartemen air, hal ini menunjukkan adanya akumulasi logam timbal pada sedimen.
Fitoremediasi Logam Berat Timbal (Pb) dengan Menggunakan Hydrilla verticillata dan Najas indica (Phytoremediation Heavy Metals Lead (Pb) using Hydrilla verticillata and Najas indica) Mutmainnah, Fadila; Arinafril, Arinafril; Suheryanto, Suheryanto
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan timbal (Pb) di industri dan penambangan semakin meningkat seiring dengan mening-katnya penambangan, peleburan, pembersih, dan berbagai industri. Suatu perairan yang telah terkontaminasi senyawa/ ion-ion Pb, sehingga jumlahnya dalam perairan melebihi konsentrasi yang semestinya dapat menga-kibatkan kematian bagi biota perairan. Fitoremediasi merupakan salah satu upaya mengreduksi cemaran Pb dari perairan dengan memanfaatkan tumbuhan. Hydrilla verticillata dan Najas indica merupakan tumbuhan air yang tergolong submerge yang banyak dijumpai di Sumatera Selatan. Penelitian ini dilakukan di Laborato-rium Riset Terpadu PascaSarjana Universitas Sriwijaya. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial dengan 2 faktor, yaitu macam jenis tanaman yaitu Hydrilla verticillata dan Najas indica, serta macam konsentrasi yaitu kontrol, 5 mg/l, 10 mg/l, 15 mg/l. Perlakuan ini dilakukan dengan 3 kali ulangan. Analisa kandungan Pb didalam tumbuhan dan di dalam air di-lakukan pada hari ke-5, hari ke-10, hari ke-15 dan hari ke-20 dengan metode analisa AAS yang dilakukan di di laboratorium penelitian Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Sriwijaya. Hasil yang diperoleh dari analisa laboratorium dilakukan Analisis Varian (ANAVA), jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncans (DNMRT) pada taraf 5% dan dilakukan perhitungan kecepatan penyerapan Hydrilla verticillata dan Najas indi-ca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hydrilla verticillata dan Najas indica memiliki kemampuan mereme-diasi timbal (Pb) dengan kandungan Pb dalam tumbuhan berbeda nyata pada perlakuan mulai B2. Hydrilla verticillata memiliki ketahanan lebih baik dalam mengakumulasi timbal (Pb) sampai hari ke-20 jika dibanding-kan Najas indica. Tetapi Najas indica memiliki kecepatan penyerapan lebih baik jika dibandingkan Hydrilla verticillata dengan waktu kontak optimum Hydrilla verticillata pada hari ke-20 dan waktu kontak optimum un-tuk Najas indica pada hari ke-15. Dengan demikian Hydrilla verticillata dan Najas indica memiliki potensi da-lam meremediasi timbal (Pb)