Renny Eka Putri, Renny Eka
University Andalas Padang

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGEMBANGAN ALAT PENCACAH (CHOPPER) BATANG JAGUNG SEBAGAI BAHAN BAKU SILASE Putri, Renny Eka; Andasuryani, Andasuryani
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL FKPT-TPI 2017
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.875 KB)

Abstract

Limbah jagung dapat menjadi alternatif terbaik untuk menjadi bahan baku pakan ternak. Salah satu teknologi yang dapat diterapkan adalah dengan mengolah limbah tersebut menjadi silase. Silase merupakan hijauan yang di awetkan dengan cara difermentasi. Silase dibuat dengan mencacah bahan hijauan menjadi ukuran yang kecil-kecil, kemudian menyimpannya kedalam ruang kedap udara.Pencacahan dilakukan untuk mendapatkan ukuran dari batang jagung yang lebih kecil sehingga memudahkan dalam pembuatan silase dan dicerna oleh ternak.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat pencacah (chopper) batang jagung sebagai bahan dasar silase dan melakukan uji kerja terhadap alat pencacah ini.Pengujian dilakukan dengan lima kali ulangan dengan berat beban 5 kg untukmasing-masingulangan.Hasil dari uji kinerja alat meliputi,kapasitascacahan 217 kg/jam denganputaran poros pencacah 1262,2 rpm,kehilangan bahan 0,16 kg,rendemen pencacahan 96,8%,hasil cacahan terbanyak pada ukuran 5 – 7 cmdan kebutuhan bahan bakar 0,42 liter solar untuk 1 jam pengerjaan. Kata kunci: pencacah, silase, jagung, ternak. 
Pemanfaatan Teknologi Vacuum Frying untuk Mendukung Diversifikasi Produk Olahan Makanan Ringan pada UKM di Kec. Koto Balingka, Kab. Pasaman Barat, Prov. Sumatera Barat Andasuryani, Andasuryani; Chandra, Alhapen Ruslin; Putri, Renny Eka
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.2.2.17-24.2018

Abstract

ABSTRAK: Potensi hasil pertanian yang ada di kecamatan Koto Balingka,Kab. Pasaman Barattelah dimanfaatkan oleh masyarakat sekitarnya dengan melakukan kegiatan pengolahan hasil pertanian menjadi produk olahan makanan ringan seperti keripik. Pada umumnya, bentuk kegiatan usaha yang dilakukan oleh masyarakat masih dalam skala rumah tangga, seperti yang dikelola oleh UKM Umak Havis dan UKM Umak Buyung. Kedua UKM ini, tepatnya berada di Jorong Lubuk Gadang, kecamatan Koto Balingka.Kedua UKM ini hanya menggunakan komoditi pisang dan ubi kayu sebagai bahan baku pembuatan keripik. Ketergantungan UKM sangat tinggi terhadap komoditi pisang dan ubi kayu. Sementara itu, keberadaan hasil hortikultura lainnya dapat menjadi bahan baku alternatif dalam mendiversifikasikan produk olahan mereka selain pisang dan ubi kayu. Proses produksi dan pengemasan produk yang dilakukan pada kedua UKM ini menunjukkan belum adanya sentuhan teknologi sehingga produk yang dihasilkan memiliki daya saing yang rendah. Melalui kegiatan PKM ini ditawarkan solusi dalam bentuk menyediakan teknologi penggorengan berupa alat vaccum frying dan spinner serta teknologi pengemasan menggunakan hand sealer. Kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan yang meliputi tahap pembuatan alat vaccum frying dan spinner, tahap evaluasi kinerja alat, dan tahap introduksi alat dan teknologi pengemasan kepada mitra. Kapasitas maksimum alat vacuum frying adalah 1.5 kg dengan dimensi total 470 mm x 390 mm x 940 mm (p x l x t). Sementara itu, spinner dibuat dengan ukuran 450 mm x 390 mm x 800 mm dengan daya motor penggerak 400 watt. Kegiatan introduksi berjalan dengan lancar dan mitra tertarik dan antusis. Kegiatan ini menambah pengetahuan mitra dalam mendiversifikasikan produk olahan dan proses tranfer teknologi pengemasan sehingga dapat membantu mitra dalam melakukan pengemasan produk yang lebih menarik bagi konsumen.Kata kunci: Diversifikasi Produk, Teknologi Pengemasan, Vaccum Frying, Spinner. Utilization of Vacuum Frying Technology to Support Snack Products Diversification of SME in Koto Balingka, Pasaman Barat District, West SumatraABSTRACT: Agricultural products in Koto Balingka sub-district has been used by community by processing the products into snacks such as chips. Generally, the business carried out by the community were in a household scale, such as Small Medium Enterprise (SME) Umak Havis and SME Umak Buyung. These two SMEs, located in Lubuk Gadang vilage, Koto Balingka sub-district. These SMEs only use banana and cassava as a raw material for producing the chips. The dependence of SMEs was very high on the commodity of bananas and cassava. Meanwhile, the presence of other horticultural products could be an alternative raw material in diversifying their processed products. Previously, there is no technology apllied in the production and packaging process carried out on these two SMEs. Therefore, this Community Development Activity offered a solution by providing frying technology consists of a frying and spinner vaccum device and packaging technology using hand sealer. This activity was carried out in several stages which are building the frying and spinner vaccum device, evaluation of devices performance, and introducing the device and packaging technology to partners. The maximum capacity of a vacuum frying device is 1.5 kg with a total dimension of 470 mm x 390 mm x 940 mm (p x l x t). Meanwhile, spinner dimension was 450 mm x 390 mm x 800 mm with a power of 400-watt drive motor. The introduction activities conducted smoothly, and the partners showed their interest and enthusiasm. The activity has broadened the knowledge of partners in diversifying processed products. In addition, it also improves their product packaging become more attractive for the consumer.Keywords: Product Diversification, Packaging Technology, Vaccum Frying, Spinner.
PENGEMBANGAN ALAT PENGHASIL ASAP CAIR DARI SEKAM PADI UNTUK MENGHASILKAN INSEKTISIDA ORGANIK Putri, Renny Eka; Mislaini, Mislaini; Ningsih, Lisa Silvia
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.19.2.29-36.2015

Abstract

Sekam padi merupakan salah satu limbah pertanian yang pemanfaatannya masih sedikit. Limbah sekam padi dapat dimanfaatkan dalam proses pembuatan asap cair dengan proses pirolisa. Asap cair yang dihasilkan dari proses pirolisa ini dapat digunakan sebagai insektisida organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase asap cair yang dihasilkan setiap kilogram sekam padi, melakukan pengujian asap cair sebagai insektisida dan mengetahui pengaruh variasi lama waktu pirolisa terhadap volume asap cair yang dihasilkan. Lama waktu pirolisa yang dilakukan yaitu 1, 1.5, dan 2 jam dengan massa sekam padi 2 kg pada setiap ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pirolisa yang optimum adalah 2 jam pada suhu berada dalam interval 380-430 °C, dimana rata-rata volume asap cair yang dihasilkan sebanyak 25,83 ml, rata-rata sekam padi setelah pirolisa 83,3 %, kinerja alat 1,24 gr/jam.m kondensor, dan komponen yang hilang sebesar 13,45 %. Asap cair dapat membunuh serangga yang ada pada pohon kakao. Lama pirolisa berpengaruh terhadap asap cair yang dihasilkan. Semakin lama waktu pirolisa, maka semakin banyak asap cair yang dihasilkan.Kata Kunci : Pirolisa; Insektisida; Sekam padi.
Studi Pemanfaatan Kotoran Sapi Sebagai Sumber Biogas di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman Putri, Renny Eka; Andasuryani, Andasuryani; Pratiwi, Intan
Jurnal Dampak Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.16.1.%p.2019

Abstract

Biogas adalah gas yang dihasilkan melalui proses anaerobik bahan organik dalam digester atau bak penampung menjadi energi. Energi yang dihasilkan dapat digunakan sebagai pengganti minyak tanah atau gas elpiji untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti memasak. Nagari Aie Tajun merupakan daerah dengan mayoritas bermata pencaharian petani dan peternak. Para peternak memiliki sapi setidaknya 3-4 ekor sapi, tapi hampir tidak ada yang memanfaatkan kotoran sapi sebagai sumber energi melainkan hanya dibuang begitu saja. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengatasi masalah kotoran sapi yang belum digunakan oleh petani sebagai biogas. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahapan, meliputi pembuatan instalasi biogas, uji teknis terhadap biogas dan pendampingan terhadap masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa gas sudah mulai terbentuk pada hari ke 15 dan maksimum pada hari ke 21 dengan ditandai dengan menggelembungnya digester dan keluarnya bau khas kotoran sapi. Pengisian kotoran sapi ke dalam digester perlu dilakukan minimal setiap dua sampai tiga hari sekali dengan kotoran sapi sebanyak 20 - 30 liter. Biogas yang dihasilkan telah dapat dimanfaatkan untuk memasak sehari-hari oleh masyarakat setempat.
Model Prediksi Hasil Panen Berdasarkan Pengukuran Non-Destruktif Nilai Klorofil Tanaman Padi Nasution, Fitri Hidayah; Santosa, Santosa; Putri, Renny Eka
agriTECH Vol 39, No 4 (2019)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.452 KB) | DOI: 10.22146/agritech.34893

Abstract

Developing yield prediction model was done to predict the production of rice crops based on chlorophyll value at different age levels. A model was developed by using spatial variability data of chlorophyll value. It was measured with a non-destructive method by using chlorophyll meter CCM-200 plus at different age levels in terms of days after planting 25, 40, 60 and 70 (DAP), and yield of rice. The objective of developing yield prediction model was to describe correlation between chlorophyll value and yield at different ages that had been obtained from 20 observation plots at the rice field. The study area was in Banda Langik, Sungai Bangek village, Lubuk Minturun of Koto Tangah sub district in Padang. Data were collected in two systems; grid sampling point and crop cutting test (CCT). Measuring of chlorophyll contained in leaf or number of SPAD (soil plant analysis development) was done by using chlorophyll meter CCM-200 plus. The research showed that chlorophyll value in rice crop correlated with yield. It was proved by correlation index obtained in each stage of age; 25 DAP (r = 0.945), 40 DAP (r = 0.887), 60 DAP (r= 0.835) and 70 DAP (r= 0.897). Rice yield could be predicted through following model: Y = -0.431513 + 0.045144 X1 + 0.03645 X2 + 0.01017 X3 + 0.020551 X4, where Y was the rice yield (kg/m2) and X was chlorophyll value at different age levels (X1=25 DAP), (X2=40 DAP), (X3=60 DAP) and (X4= 70 DAP). The model was produced through a multiple linear regression test based on chlorophyll value data and rice productivity during 1 period of harvest session.