Bayhakki Bayhakki, Bayhakki
Keperawatan Medikal Bedah PSIK Universitas Riau

Published : 24 Documents
Articles

Found 24 Documents
Search

PERSEPSI CIVITAS AKADEMIKA TENTANG PENERAPAN KAWASAN TANPA ROKOK DI FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS RIAU Yuliza, Irna; Sabrian, Febriana; Bayhakki, Bayhakki
Jurnal Ners Indonesia Vol 10, No 2 (2020): MARET 2020
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jni.10.2.132-144

Abstract

Masalah  rokok merupakan salah satu faktor resiko terbesar penyakit tidak menular. Untuk mengontrol dampak dari produk tembakau, WHO memperkenalkan strategi smoke-free environtment atau KTR. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa, dosen, dan pegawai Fakultas Keperawatan tentang penerapan KTR berdasarkan aspek kognitif, afektif, dan konatif. Penelitian ini merupakan penelitian metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling untuk mahasiswa dan accidental sampling untuk dosen dan pegawai dengan jumlah responden 108 orang, terdiri dari 85 orang mahasiswa, 11 orang dosen, 12 orang pegawai. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner pengetahuan tentang KTR, sikap terhadap KTR, dan perilaku terhadap KTR. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan mahasiswa, dosen, dan pegawai mengenai KTR mayoritas mempunyai pengetahuan yang baik yaitu 90,6% mahasiswa, 90,9% dosen, 83,3%, pegawai. Mayoritas responden mempunyai sikap yang positif terhadap KTR yaitu 54,1% mahasiswa, 54,6% dosen, sementara sikap positif dan negatif pegawai mempunyai persentase yang sama yaitu 50,0%. Mayoritas dosen dan mahasiswa berperilaku positif yaitu 55,3% mahasiswa dan 63,6% dosen. Sementara mayoritas pegawai mempunyai perilaku yang  negatif  dengan persentase 66,7%. Saran yang diberikan adalah melakukan promosi dan sosialisasi mengenai KTR sehingga akan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan yang akan berdampak pada peningkatan dukungan untuk penerapan KTR.
HUBUNGAN KEMAMPUAN KELUARGA MERAWAT KLIEN PASCA STROKE DENGAN KEKAMBUHAN KLIEN PASCA STROKE Suci, Wice Purwani; Bayhakki, Bayhakki
Jurnal Ners Indonesia Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.342 KB) | DOI: 10.30652/jni.v2i1.6950

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan kemampuan keluarga merawat klien pasca stroke dengan kekambuhan pada klien pasca stroke di kecamatan Rumbai Pesisir Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel adalah 35 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kemampuan keluarga merawat klien dengan kekambuhan klien pasca stroke p value = 0,225 (p value > 0,05). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor kemampuan keluarga merawat tidak menjadi faktor yang berhubungan dengan kekambuhan pada klien pasca stroke. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terkait faktor lain yang dapat mempengaruhi kekambuhan klien pasca stroke, seperti: dukungan sosial, pengalaman hidup, pola koping, serta peran serta petugas kesehatan.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP TINGKAT INSOMNIA PADA MAHASISWA KEPERAWATAN Putri, Desi; Bayhakki, Bayhakki
Jurnal Ners Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.501 KB) | DOI: 10.30652/jni.v6i1.4353

Abstract

Gangguan tidur yang sering terjadi salah satunya adalah insomnia, yaitu ketidakmampuan individu untuk tidurdengan jumlah dan kualitas yang cukup. Terapi relaksasi otot progresif merupakan salah satu terapi alternatifyang bisa dilakukan untuk penderita insomnia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapirelaksasi otot progresif terhadap insomnia pada mahasiswa keperawatan di STIKes Hang Tuah Pekanbaru.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy eksperimental. Sampelnya adalah mahasiswakeperawatan STIKes Hang Tuah Pekanbaru angkatan 2014 sebanyak 30 orang dengan menggunakan tekniksimple random sampling. Analisis yang digunakan adalah univariat dengan distribusi frekuensi serta bivariatdengan uji wilcoxon dan mann whitney. Hasil uji wilcoxonpre test dan post test kelompok eksperimen yaitu(p = 0,001) dan kelompok kontrol (p = 0,002), sedangkan uji mann whitneypost test kelompok eksperimendan kelompok kontrol yaitu (p = 0,007). Hasil ini menunjukkan ada perbedaan skor insomnia sebelum dansesudah diberikan terapi relaksasi otot progresif. Penderita insomnia dapat menggunakan terapi relaksasiotot progresif ini sebagai salah satu cara untuk mengurangi keluhan insomnia.
HUBUNGAN DURASI PENGGUNAAN LAPTOP DENGAN KELUHAN COMPUTER VISION SYNDROME PADA MAHASISWA PSIK UR Hidayati, Rima Maulida; Bayhakki, Bayhakki; Woferst, Rismadefi
Jurnal Ners Indonesia Vol 8, No 1 (2017): September 2017
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.858 KB) | DOI: 10.30652/jni.v8i1.6912

Abstract

Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan kumpulan gejala yang muncul akibat penggunaan laptop atau komputer. Durasi penggunaan laptop menjadi salah satu faktor risiko yang dapat menimbulkan CVS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi penggunaan laptop dengan keluhan Computer Vision Syndrome pada mahasiswa PSIK UR. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan terhadap 83 orang mahasiwa/i PSIK UR yang diambil menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data yang digunakan terdiri dari analisis univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dan analisis bivariat untuk melihat hubungan diantara dua variabel yang diteliti dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara durasi penggunaan laptop terhadap keluhan Computer Vision Syndrome dengan p value (0,002) < ? (0,05). Diharapkan mahasiswa dapat menggunakan laptop dengan benar sehingga dapat mencegah munculnya CVS.
Perbedaan Tingkat Toleransi Perubahan Irama Sirkadian Perawat Tanpa Kerja Shift Malam Dengan Dua dan Tiga Shift Malam Utami, Ari Yuesti; Bayhakki, Bayhakki
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 4, No 2 (2009)
Publisher : School of Nursing Faculty of Medicine Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1265.279 KB)

Abstract

Please refer to the file
BLADDER TRAINING MODIFIKASI CARA KOZIER PADA PASIEN PASCA BEDAH ORTOPEDI YANG TERPASANG KATETER URIN Bayhakki, Bayhakki; Yetti, Krisna; Mustikasari, Mustikasari
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 12, No 1 (2008): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.446 KB) | DOI: 10.7454/jki.v12i1.193

Abstract

AbstrakPenelitian kuasi-eksperimen dengan post-test only with control group ini bertujuan mengetahui dampak bladder training menggunakan metode konvensional dan menggunakan modifikasi cara Kozier, dilihat dari pola, keluhan, dan lama waktu berkemih kembali seperti sebelum operasi ortopedi. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode probability sampling dengan cara simple random sampling pasien pascabedah ortopedi yang terpasang kateter urin di sebuah rumah sakit di Jakarta. Uji chi square digunakan untuk mengetahui perbedaan pola berkemih dan keluhan berkemih antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Independent t test untuk mengetahui perbedaan lama waktu pada kelompok intervensi dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan pola berkemih (p = 1,00) dan keluhan berkemih (p =1,00) antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Namun, ada perbedaan signifikan antara lama waktu untuk berkemih kembali normal pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p = 0,05) dengan ? = 0,05. Institusi pelayanan perlu membuat prosedur tetap untuk tindakan bladder training dan perawat perlu melakukan bladder training dengan modifikasi cara Kozier sebelum kateter urin pasien dilepaskan. AbstractThis quasy-experimental post-test only with control group study was aimed to examine the effect of bladder training using conventional method and modification of Kozier?s method which was viewed from pattern of voiding, complaint of voiding and the time needed to make voiding back to normal. The participants were taken randomly from the patients with urinary catheter that hospitalized in orthopaedic surgery ward in a hospital in Jakarta. Probability sampling with simple random sampling was used in this study. Chi-square test was employed to examine the different between pattern of voiding and complaint of voiding of treatment group and control group. Independent t test was used to examine the different of time needed in order to void back normally between treatment and control group. With alpha 0,01 for pattern of voiding and 1,00 for complaint of voiding, the result showed that there was no difference of voiding pattern and complaint between treatment and control group. However, there was a significant difference of time needed in order to void back normally between treatment group and control group, with ? = 0,05. Therefore, health care institution should have a standard procedure of bladder training and nurses should conduct Kozier modified bladder training method before removing the urinary catheter.
HUBUNGAN KETERATURAN PENGGUNAAN INHALER TERHADAP HASIL ASTHMA CONTROL TEST (ACT) PADA PENDERITA ASMA Fadzila, Wahyudi; Bayhakki, Bayhakki; Indriati, Ganis
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan Vol 5, No 2 (2018): Edisi 2 Juli - Desember 2018
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asthma is one of the non-communicable chronic diseases and often occur repeatedly if it is not being controlled. One of tools used to describe astma control quantitatively or semi quantitatively is Asthma Control Test (ACT). This research aimed to determine correlation between regularity of the use of inhaler and asthma control test result of asthma’s patients. This research used correlatioal method with cross sectional design. Sampling method was purposive sampling with 30 respondents. The instrument in this research was questionnaire to see regularity of the use of inhaler. The data analyses were univariate analysis and bivariate to determine relationship between two variables by using KolmogorovSmirnov test. Results found there is correlation between regularity of the use of inhaler with asthma control test on asthma’s patient with p value = (0,028) <ɑ (0,05). This research recomends to every public health center need to perform evaluation on regularity of the use of inhalers and check asthma control test periodically. Keywords : Asthma, Asthma Control Test (ACT), Inhalers
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG BODY MECHANIC TERHADAP TINGKAT NYERI LOW BACK PAIN (LBP) PADA PETANI KELAPA SAWIT Roma, Ispika; Bayhakki, Bayhakki; Woferst, Rismadefi
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan Vol 6, No 1 (2019): Edisi 1 Januari - Juni 2019
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Body mechanic is a coordinated and safe use of the body to produce movement and maintain balance during activity. One of the effects of a body mechanic error is the occurrence of LBP. LBP is pain that is felt in the lower back area, it can be local or radicular pain or both. This study aims to determine the relationship between knowledge about body mechanic and low back pain (LBP) of oil palm farmers. This study uses a quantitative correlation research design with cross sectional design. The sampling method uses purposive sampling with 64 respondents. The measuring instrument used in this study is a questionnaire and observation sheet to see the level of knowledge and pain scale. Analysis of the data used consisted of univariate analysis to determine frequency distribution and bivariate analysis to see the relationship between the 2 variables studied using Fisher's Exact test. The results showed that there was no relationship between knowledge about body mechanics on the incidence of low back pain (LBP) of oil palm farmers with p value (1,000)> ɑ (0.05). Based on the results of the study, it is expected that oil palm farmers can find out and apply the way to carry heavy objects on the right position in daily life.Keywords: Body mechanic, knowledge, low back pain 
PENGALAMAN MENGGUNAKAN INFUS SAAT DIRAWAT DI RUMAH SAKIT Bayhakki, Bayhakki; Erwin, Erwin; Utomo, Wasisto
Idea Nursing Journal Vol 8, No 2 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSebagian besar pasien yang dirawat di rumah sakit memerlukan infus selama perawatan. Pasien-pasien yang diinfus memiliki persepsi dan pengalaman yang beragam terkait infus yang terpasang di tangan mereka. Infus atau terapi intravena merupakan salah satu tindakan invasif yang dapat menyebabkan berbagai masalah bagi pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali pengalaman mendapatkan infus selama perawatan di rumah sakit. Penelitian ini adalah penelitian fenomenologi yang merekrut 15 orang pasien secara purposive sampling di ruang rawat bedah RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Indonesia. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara mendalam dan dianalisis dengang nemnggunakan metode Colaizzi. Trustworthiness dari penelitian ini dijaga selama penelitian dengan menerapkan credibility, transferability, confirmability, dan dependability. Hasil penelitian menunjukkan ada 4 tema yang muncul: persepsi terkait pasien dan infus, tujuan diinfus, masalah dalam penggunaan infus, dan cara menangani masalah infus. Perawat perlu menjelaskan infus yang diberikan ke pasien secara lengkap dan benar serta memberikan perawatan yang tepat untuk meminimalisir masalah-masalah yang muncul akibat penggunaan infus dalam rangka meningkatkan kualitas asuhan keperawatan untuk pasien yang terpasang terapi infus.Kata kunci: Infus, Pasien, Fenomenologi ABSTRACTMost of hospitalized patients need intravenous therapy or infusion. Patients being infused have various perceptions and experiences related to their infusions. Infusion or intravenous therapy as one of invasive interventions may also cause problems for the patients. Objective of this study was to explore experiences of receiving infusion during hospitalization. This study was phenomenological study which recruited purposively15 patients hospitalized in medical ward of Arifin Achmad General Hospital in Pekanbaru, Indonesia. Data were collected using in-depth interview and analyzed using Colaizzi?s method. Trustworthiness was maintained throughout this study by achieving credibility, transferability, confirmability, and dependability of the study. The results showed that 4 themes emerged from the data: perception regarding patients and infusion, goals of being infused, problems in using infusion, and ways to deal with infusion?s problems. Nurses need to explain infusion therapy given to patients completely and correctly as well as provide appropriate treatment to minimize problems regarding use of infusion in order to enhance quality of nursing care for patients with infusion therapy. Keywords: Infusion, Patients, Phenomenology
Hubungan Lama Menjalani Hemodialisis dengan Inter-Dialytic Weight Gain (IDWG) pada Pasien Hemodialisis Bayhakki, Bayhakki; Hasneli, Yesi
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1461.964 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v5i3.646

Abstract

Inter-Dialytic Weight Gain (IDWG) atau peningkatan berat badan diantara dua tindakan hemodialisis (HD) menjadi salah satu indikator keberhasilan terapi pasien HD. Semakin tinggi IDWG, maka semakin banyak cairan yang menumpuk di dalam tubuh pasien dan semakin berat dampak yang ditimbulkan. Semakin lama seseorang menjalani HD, semestinya semakin banyak yang diketahuinya tentang penyakitnya dan cara mencegah komplikasi sehingga IDWG semestinya semakin turun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama waktu menjalani hemodialisis dengan IDWG. Penelitian korelasional ini dilakukan secara cross sectional dengan melibatkan 34 pasien yang telah menjalani hemodialisis minimal 1 tahun di RSUD Dumai, dapat berkomunikasi secara verbal, dan dapat berdiri untuk menimbang berat badan. Data lama waktu menjalani hemodialisis dilihat dari catatan medis pasien. Adapun IDWG dihitung dalam periode siklus satu minggu menjalani hemodialisis menggunakan timbangan dan dicatat di lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan median 22 serta nilai minimum dan maksimum yaitu 12 dan 86 bulan. Untuk data IDWG median adalah 3 serta nilai minimum dan maksimum yaitu 1 dan 4,5 kilogram. Analisis hubungan menunjukkan tidak ada hubungan antara lama waktu menjalani hemodialiasis dengan IDWG pada pasien hemodialisis di RSUD Dumai (p value = 0,952) dengan nilai r = 0,01. Diharapkan perawat menganalisis pengetahuan serta pemahaman pasien tentang perlunya mengontrol asupan cairan dan berat badan terutama pada pasien yang telah lama menjalani hemodialisis untuk mencegah kenaikan IDWG yang dapat memperberat kondisi pasien.Kata kunci: Cairan, IDWG, lama hemodialisis AbstractInter-Dialytic Weight Gain (IDWG) becomes an indicator of successful of hemodialysis patients treatment. More IDWG indicates more fluid accumulates in the patient’s body and more impact caused by the excess fluid. This study aimed to investigate relationship between length of undergoing hemodialysis and Inter-Dialytic Weight Gain (IDWG) in Hemodialysis Patients. The study was correlational study with cross sectional approach. Samples of the study were 34 patients. Samples were recruited from hemodialysis patients who have been undergoing hemodialysis at least 1 year in Dumai General Hospital, were able to communicate verbally and to stand up for measuring body weight, and willing to participate in the study. Length of undergoing hemodialysis was taken from medical records. IDWG was measured in one week period of cycle of undergoing hemodialysis using a scale and observation sheet. The result showed the average length of time undergoing hemodialysis was 26.65 months, SD was 15.55, median was 22 and minimum and maximum values were 12 and 86 months respectively. The mean of IDWG was 2.73 kilograms with SD was 1.046, median 3 and minimum and maximum values were 1 and 4.5 kilograms respectively. Result of the study showed that there was no relationship between length of time undergoing hemodialysis and IDWG (p value = 0.952) with r = 0.01. Nurses are expected to further analyze patients’ knowledge as well as understanding about the need to control intake of fluid and body weight to prevent problems caused by kidney damage which suffered by hemodialysis patients.Keywords: Fluid excess, hemodialysis patients, IDWG