Handrix Chris Haryanto, Handrix Chris
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

KESELAMATAN DALAM BERKENDARA: KAJIAN TERKAIT DENGAN USIA DAN JENIS KELAMIN PADA PENGENDARA Haryanto, Handrix Chris
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.322 KB)

Abstract

Abstrak: Jumlah kendaraan bermotor setiap tahunnya mengalami peningkatan. Peningkatan jumlah kendaraan ini ternyata juga didapati jumlah kecelakaan yang cukup tinggi di jalan raya. Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab kecelakaan di jalan diantaranya adalah perilaku berkendara yang tidak memperhatikan keselamatan. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menelaah bagaimana factor usia dan jenis kelamin dapat mempengaruhi perilaku keselamatan dalam berkendara. Pembahasan dalam artikel ini akan diawali dengan gambaran keselamatan berkendara yang erat kaitannya dengan munculnya kecelakaan di jalanan serta gambaran bagaimana faktor usia dan jenis kelamin terkait dengan keselamatan dalam berkendara.Kata kunci: Keselamatan berkendara, kecelakaan dalam berkendara, usia, jenis kelamin
NILAI-NILAI YANG PENTING TERKAIT DENGAN ETIKA Haryanto, Handrix Chris; Rahmania, Tia
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.236 KB) | DOI: 10.24854/jpu12017-76

Abstract

Abstract — The present study aims to identify the important values in an ethical context and the parties which can influence the development of ethical values in undergraduate students. Subjects in the present study were undergraduate students from Universitas Paramadina with a total of 132 students. This study used a qualitative content analysis approach with an open ended questionnaire consisting of two items. Results showed that the ethical context was around 80% based on the community value through politeness (37.88%), tolerance (32.58%), helping (9.85%), and based on 20% authonomy values emphasized by honesty (9.09%), integrity (7.58%), discipline (2.27%), and positive thinking (0.76%). Subject also described that those values were mostly influenced by family (51.52%), educator (13.64%), friends (12.12%), student organization (9.09%), local society (7.58%), educational institution (3.03%), figure (2.27%), and communities (0.76%). It can be concluded that the important values to the majority of the subjects in an ethical context are in a form of respect and fulfilling others’ needs, and thus indicating community oriented ethics.Abstrak — Studi ini merupakan sebuah studi untuk mengidentifikasi mengenai nilai-nilai yang penting terkait dengan konteks etika dan pihak mana sajakah yang memiliki pengaruh dalam membentuk nilai etika tersebut pada mahasiswa. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa di Universitas Paramadina dengan jumlah 132 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif analisis isi dengan menggunakan kuesioner terbuka yang terdiri dari dua pertanyaan. Hasil studi menyatakan bahwa konteks etika yang mendasarkan pada nilai community sekitar 80% berupa sopan santun (37.88%), toleransi (32.58%), menolong (9.85%) dan pada nilai autonomy sekitar 20% berupa jujur (9.09%), integritas (7.58%), disiplin (2.27%), berpikir positif (0.76%). Responden juga memaparkan bahwa nilai-nilai tersebut banyak dipengaruhi oleh keluarga (51.52%), pendidik (13.64%), teman (12.12%), organisasi mahasiswa (9.09%), masyarakat sekitar (7.58%), institusi pendidikan (3.03%), figur (2.27%), komunitas (0.76%). Berdasarkan pada hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa nilai yang penting bagi responden terkait dengan konteks etika mayoritas mengarah pada bentuk penghormatan maupun pemenuhan kebutuhan orang lain yang mengindikasikan etika yang berorientasi community. 
ADAPTATION OF GRATITUDE QUESTIONNAIRE-6 (GQ–6) IN INDONESIAN CONTEXT Grimaldy, Dhanifa Veda; Haryanto, Handrix Chris
Jurnal Psikologi Vol 47, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpsi.39608

Abstract

Adaptation of a psychological instrument is essential due to cultural difference and context. This study aimed to adapt the Gratitude Questionnaire-6 (GQ-6) in an Indonesian context. The initial steps included back-to-back translation, focus group discussion, expert judgements, and pilot study. From this procedure, five additional items were added to the original GC-6. The eleven final items were tested to 404 undergraduate students aged 18-24 years-old from several universities in Jakarta. The reliability test, the internal consistency, was examined by the Cronbach?s alpha coefficient, while the validity test, construct validity, was examined using exploratory factor analysis (EFA).  The result of analysis showed good validity and reliability (Cronbach?s alpha: 0.789). This study concluded that 11-item gratitude questionnaire consistently measured gratitude in adolescents based on two factors: appreciation to the constant  experience of life and appreciation towards individuals that take part in one?s life.
Bagaimanakah Persepsi Keterpercayaan Masyarakat terhadap Elit Politik? Haryanto, Handrix Chris; Rahmania, Tia
Jurnal Psikologi Vol 42, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.394 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.9913

Abstract

The aim of this study was to identify Jakarta residents’ perceptions on the trustworthiness of political elites. The study used qualitative content analysis method involving as many as 461 persons as subjects. These political elites referred to the members of the House of Representatives, members of the People’s Consultative Council, the president and the members of his governmental cabinet, political parties, people or groups involved in politics and those participating in managing the state. The top ten factors able to degrade people’s trust in political elites were identical with the subjects’ perception about lie (29.28%), corruption (14.75%), selfishness (8.24%), incompetence (6.07%), scandals (5.64%), irresponsibility (1.95%), abuse of power (1.52%), laziness (1.52%), lack of transparency (1,30%), and lack of firmness (0.22%). The description about political elites worth trusting concerned about their honesty (39.70%), accountability (12.80%), integrity (1280%), caring (8.89%), morality (6.29%), firmness (4.34%), competence (3.69%), transparency (1.74%), and wisdom (1.74%). The study concluded that the trustworthiness of political elites refers to their dispositions that are considered to have good motives and go with any prevailing norms.
MOTIVATIONAL FACTORS OF THE COLLABORATIVE CONSUMPTION IN THE ERA OF SHARING ECONOMY mayasari, iin; Haryanto, Handrix Chris
Gadjah Mada International Journal of Business Vol 20, No 3 (2018): September-December
Publisher : Master in Management, Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/gamaijb.27552

Abstract

The aim of this study was to analyze the motivational factors of collaborative consumption in the era of the sharing economy, as a part of consumers’ behavior by online media platforms. Collaborative consumption is about people’s willingness to share and to collaborate to meet certain needs. The study used the qualitative method with interviews for the data’s collection. The context of the study was using consumers who had experience of using Airbnb, Go-Jek, and selling their product via online media. Twenty-four respondents were obtained for the interviews. The length of each interview was approximately 1.5 hours. The analysis of this shifting consumption across its different facets provided an analysis of the motivational aspect of sharing resources, and the change in consumer consumption patterns. The motivational research examined the underlying reasons for consumers to act, and to undertake collaborative consumption; home sharing and selling second-hand goods were analyzed from the perspectives of their economic aspects, utility reasons, social orientation, emotional aspects, ecological aspects and personal values.
EFEKTIVITAS PSIKOEDUKASI TERHADAP KEMAMPUAN ADAPTASI SOSIAL PADA MAHASISWA BARU Setiani, Tiara Prima; Haryanto, Handrix Chris
Psikoislamika: Jurnal Psikologi Islam Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Fakakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psi.v16i1.7531

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat efektivitas program psikoedukasi peningkatan self-awareness terhadap kemampuan adaptasi sosial mahasiswa baru program studi Psikologi Universitas Paramadina. Peneliti menggunakan alat ukur Student Adaptation to College (SACQ) untuk mengukur kemampuan adaptasi sosial (social adaptation). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu one-group pretest-posttest design. Responden dalam penelitian ini merupakan mahasiswa baru jururan Psikologi Universitas Paramadina sebanyak sembilan orang. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis The Wilcoxon signed-rank t-test dan didapatkan hasil p = 0.008 (p < 0.05). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa program psikoedukasi peningkatan self-awareness efektif dalam meningkatkan kemampuan adaptasi sosial pada mahasiswa baru jurusan Psikologi Universitas Paramadina.
EFEKTIVITAS JALAN KAKI DALAM MENINGKATKAN PERILAKU DUDUK PADA ANAK DENGAN AUTISM SPECTRUM DISORDER Oktaviani, Mery; Setyowati, Rini Budi; Haryanto, Handrix Chris
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.837 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas jalan kaki pada peningkatan perilaku duduk pada siswa dengan Autism Spectrum Disorder. Subyek penelitian ini adalah seorang anak usia 9 tahun 11 bulan dengan kondisi Autism Spectrum Disorder, yang memiliki gangguan pada perilaku duduk yaitu tidak dapat duduk tenang saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Case Study Pretest and Posttest Design. Alat ukur perilaku duduk yang digunakan adalah alat ukur yang dirancang oleh peneliti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan teknik pengumpulan data melalui pretest-posttest control one case study design. Penilaian dalam pretest maupun posttest dilakukan pada satu subyek yang sama. Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan perilaku duduk pada subyek, setelah diberikan intervensi jalan kaki selama kurang lebih 40 menit setiap hari (selama dua bulan). dengan diberikan pemberian beban sebesar 10% dari berat badan Subyek, yang memberikan sensasi deep pressure dan joint compression yang diterima oleh sistem indera propioseptif dari Subyek.
NILAI-NILAI YANG PENTING TERKAIT DENGAN ETIKA Haryanto, Handrix Chris; Rahmania, Tia
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Ulayat
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.236 KB) | DOI: 10.24854/jpu12017-76

Abstract

Abstract — The present study aims to identify the important values in an ethical context and the parties which can influence the development of ethical values in undergraduate students. Subjects in the present study were undergraduate students from Universitas Paramadina with a total of 132 students. This study used a qualitative content analysis approach with an open ended questionnaire consisting of two items. Results showed that the ethical context was around 80% based on the community value through politeness (37.88%), tolerance (32.58%), helping (9.85%), and based on 20% authonomy values emphasized by honesty (9.09%), integrity (7.58%), discipline (2.27%), and positive thinking (0.76%). Subject also described that those values were mostly influenced by family (51.52%), educator (13.64%), friends (12.12%), student organization (9.09%), local society (7.58%), educational institution (3.03%), figure (2.27%), and communities (0.76%). It can be concluded that the important values to the majority of the subjects in an ethical context are in a form of respect and fulfilling others’ needs, and thus indicating community oriented ethics.Abstrak — Studi ini merupakan sebuah studi untuk mengidentifikasi mengenai nilai-nilai yang penting terkait dengan konteks etika dan pihak mana sajakah yang memiliki pengaruh dalam membentuk nilai etika tersebut pada mahasiswa. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa di Universitas Paramadina dengan jumlah 132 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif analisis isi dengan menggunakan kuesioner terbuka yang terdiri dari dua pertanyaan. Hasil studi menyatakan bahwa konteks etika yang mendasarkan pada nilai community sekitar 80% berupa sopan santun (37.88%), toleransi (32.58%), menolong (9.85%) dan pada nilai autonomy sekitar 20% berupa jujur (9.09%), integritas (7.58%), disiplin (2.27%), berpikir positif (0.76%). Responden juga memaparkan bahwa nilai-nilai tersebut banyak dipengaruhi oleh keluarga (51.52%), pendidik (13.64%), teman (12.12%), organisasi mahasiswa (9.09%), masyarakat sekitar (7.58%), institusi pendidikan (3.03%), figur (2.27%), komunitas (0.76%). Berdasarkan pada hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa nilai yang penting bagi responden terkait dengan konteks etika mayoritas mengarah pada bentuk penghormatan maupun pemenuhan kebutuhan orang lain yang mengindikasikan etika yang berorientasi community. 
Apa Manfaat Dari Agama? (Studi Pada Masyarakat Beragama Islam Di Jakarta) Haryanto, Handrix Chris
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 18, No 1: Februari 2016
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.344 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v18i1.346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi individu terkait dengan manfaat dalam beragama khususnya yang beragama Islam. Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat di Jakarta dengan total responden adalah 401 orang (159 perempuan dan 242 laki-laki). Sampling yang digunakan berupa convenience sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif analisis isi dengan menggunakan pertanyaan terbuka dan dianalisis dengan menggunakan analisis konten induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan agama menurut para responden akan membuat hidup menjadi terarah (41,85%), memberi ketenangan dalam hidup (25,32%), meningkatkan keyakinan dalam beragama (15,67%), menghindarkan dari perilaku yang buruk (11,16%) dan meningkatkan toleransi (0,43%). Berdasarkan pada hasil studi ini, mayoritas para responden menekankan pada manfaat agama yang berorientasi pada diri sendiri dibandingkan perannya dalam sosial/komunal. 
Syukur Sebagai Sebuah Pemaknaan Haryanto, Handrix Chris; Kertamuda, Fatchiah E.
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 18, No 2: Agustus 2016
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.991 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v18i2.395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi mengenai konsep syukur dan dilakukan pada kalangan mahasiswa di Universitas Paramadina. Pertanyaan penelitian yang dibangun berupa bagaimanakah gambaran konsep syukur yang maknai oleh para responden. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif analisis isi dengan menggunakan pertanyaan terbuka dan dianalisis dengan analisis isi secara induktif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa di universitas Paramadina yang berjumlah 192 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep rasa syukur dibangun atas 5 kategori yang terkait dengan kondisi menerima (41,15%), berterimakasih (23,44%), menikmati (9,38%), menghargai (6,25%), dan memanfaatkan (6,25%). Kelima kategori tersebut mengarahkan pada kondisi yang ada dan dimiliki dalam diri serta segala proses kehidupan yang dijalani. Di dalam penelitian ini, objek rasa syukur ini diarahkan pada keberadaan Tuhan. Hasil dalam penelitian ini memberikan gambaran yang berbeda terkait dengan konsep syukur yang biasanya menjadi rujukan dalam penelitian di barat khususnya terkait dengan objek keberadaan Tuhan.