JCP Heryumani, JCP
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Perawatan Crossbite Posterior pada Maloklusi Angle Klas III dengan Alat Ortodontik Cekat Teknik Begg Wijayanto, Trio; Heryumani, JCP
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 18, No 2 (2011): December
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2511.925 KB) | DOI: 10.22146/majkedgiind.15424

Abstract

Latar Belakang: Crossbite posterior merupakan hubungan abnormal dari gigi-gigi posterior secara bukolingual pada rahang atas atau bawah pada saat kedua lengkung gigi berada dalam oklusi sentrik yang dapat terjadi pada satu atau kedua sisi rahang. Posterior crossbite adalah maloklusi yang paling sering muncul pada masa gigi susu dan awal gigi bercampur. Tujuan Perawatan: mengoreksi crossbite posterior dan mengembalikan fungsi pengunyahan yang baik. Kasus: Perempuan 20 tahun dengan maloklusi Angle klas III disertai crossbite posterior kanan, crowding rahang atas dan bawah. Penanganan: menggunakan alat cekat teknik Begg dengan pencabutan gigi premolar I rahang atas kiri, kedua premolar I rahang bawah, cross elastik, toe-in, dan toe out digunakan untuk koreksi crossbite. Kesimpulan: Perawatan crossbite posterior dengan teknik Begg menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Prognatik mandibula berkurang, crossbite terkoreksi, overjet normal, overbite normal, dan fungsi pengunyahan menjadi lebih baik. Background: Posterior crossbite is defined as any abnormal bucal-lingual relations between posterior teeth of upper and lower jaw in centric occlusion which can occur in one side only or both. Posterior crossbite is one of the most prevalent malocclusion in primary and early mixed dentition. Purpose: to correct posterior and restore normal mastication. Case: 20 years old woman with Angle’s class II accompanied by posterior crossbite on the right side and crowding in anterior segment of upper and lower jaw. Management: using the Begg fixed appliance techniques with the extraction of upper left, and two lower first premolars. Cross elastic along with toe in and toe out on the main wire was used to correct posterior crossbite. Conclusion: Posterior crossbite treatment with Begg technique showed satisfactory results. Prognatism mandibula had reduced, regained normal overjet and overbite, and restored good mastication.
Pelepasan ion nikel dan kromium kawat Australia dan stainless steel dalam saliva buatan (The release of nickel and chromium ions from Australian wire and stainless steel in artificial saliva) Rasyid, Nolista Indah; Pudyani, Pinandi Sri; Heryumani, JCP
Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi) Vol 47, No 3 (2014): (September 2014)
Publisher : Faculty of Dental Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.804 KB) | DOI: 10.20473/j.djmkg.v47.i3.p168-172

Abstract

Background: Fixed orthodontic treatment needs several types of wire to produce biomechanical force to move teeth. The use orthodontic wire within the mouth interacts with saliva, causing the release of nickel and chromium ions. Purpose: The study was aimed to examine the effect of immersion time in artificial saliva between special type of Australian wire and stainless steel on the release of nickel and chromium ions. Methods: Thirty special type Australian wires and 30 stainless steel wires were used in this study, each of which weighed 0.12 grams. The wires were immersed for 1, 7, 28, 35, 42, and 49 days in artificial saliva with a normal pH. The release of ions in saliva was examined using Atomic Absorption spectrophotometry. Results: The result indicated that the release of nickel ions on special type of Australian wire was larger than that on stainless steel wire (p<0.005), there were differences in the release of the amount of nickel ions on special type of Australia in different immersion time, and there was a correlation between the types of wire and immersion time. Nickel ions released from the special type of Australian wire detected on the 7th day of immersion and reached its peak on the 35th day, while from stainless steel wire were detected on the 49th day of immersion. The released of chromium ions from the special type of Australian wire and stainless steel wire were not detected until the 49th day of immersion. Conclusion: The release of nickel ions were highest on the 35th day of immersion in special type of Australian wire and they were detected on the 49th day in stainless steel wire. The release of chromium ions were not detected until 49th day of immersion in special type of Australian and stainless steel wire.Latar belakang: Perawatan ortodonti cekat memerlukan beberapa macam kawat untuk menghasilkan kekuatan biomekanika yang sesuai dalam menggerakkan gigi. Pemakaian kawat ortodonti di dalam mulut dapat bereaksi dengan saliva sehingga menyebabkan terjadinya pelepasan ion nikel dan kromium. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh waktu perendaman dalam saliva buatan terhadap pelepasan ion nikel dan kromium antara kawat Australia tipe spesial dengan kawat stainless steel. Metode: Penelitian ini menggunakan 30 buah kawat Australia tipe spesial dan 30 buah kawat stainless steel dengan berat tiap kawat 0,12 gram. Kawat direndam selama 1, 7, 28, 35, 42 dan 49 hari dalam saliva buatan pH normal. Pemeriksaan pelepasan ion pada saliva menggunakan spektrofotometri serapan Atom. Hasil: Pelepasan ion nikel pada kawat Australia tipe spesial lebih besar dibandingkan dengan kawat stainless steel, terdapat perbedaan pelepasan jumlah ion nikel pada kawat Australia tipe spesial antara waktu perendaman dan terdapat interaksi antara jenis kawat dengan waktu perendaman. Ion nikel yang terlepas pada kawat Australia tipe spesial mulai terdeteksi pada hari ke-7 perendaman dan mencapai jumlah tertinggi pada hari ke-35 sedangkan pada kawat stainless steel mulai terdeteksi pada perendaman hari ke-49. Pelepasan ion kromium pada kawat Australia tipe spesial dan kawat stainless steel tidak terdeteksi sampai perendaman hari ke-49. Simpulan: Pelepasan ion nikel pada kawat Australia tipe special terdeteksi paling tinggi pada lama perendaman hari ke tiga puluh lima, kawat stainless steel terdeteksi pada lama perendaman hari ke empat puluh sembilan. Pelepasan ion kromium pada kawat Australia tipe special dan stainless steel tidak terdeteksi sampai lama perendaman hari ke empat puluh sembilan.
Perawatan Kaninus Ektopik Menggunakan Teknik Begg dengan Pencabutan Premolar Kedua Putri, Puspita Ndaru; Iman, Prihandini; Heryumani, JCP
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.245 KB) | DOI: 10.22146/mkgk.11918

Abstract

Ektopik kaninus seringkali dijumpai dalam praktek bidang ortodontik. Sebagian orang yang merasa terganggu dengan keadaan ini akan datang ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan. Perawatan ortodontik dilakukan untuk mengoreksi gigi yang ektopik dan memperbaiki fungsi estetik. Pada perawatan kasus ektopik kaninus ini, pencabutan gigi premolar kedua dilakukan karena tidak diperlukan perubahan profil. Teknik Begg merupakan teknik ortodontik yang menggunakan gaya ringan dengan kawat busur berpenampang bulat. Kawat busur akan bergerak bebas tanpa friksi dan menghasilkan gerak tipping mahkota gigi. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk memaparkan perawatan kaninus ektopik dalam tahapan teknik Begg. Pasien perempuan usia 19 tahun mengeluhkan gigi depan yang gingsul dan berjejal. Hasil pemeriksaan objektif menunjukkan ektopik pada gigi 13, 23 dan 33, overbite 5 mm, crowding anterior mandibula, dan crossbite anterior pada gigi 22 dan 33. Maloklusi kelas I skeletal dengan protrusif bimaksiler dan protrusif bidental, ektopik kaninus maksila bilateral, ektopik kaninus mandibula unilateral, deep bite, crowding anterior mandibula dan crossbite anterior. Dilakukan perawatan ortodontik cekat teknik Begg multiloop dengan pencabutan 15, 25, 36 dan 46. Sembilan bulan setelah perawatan, crossbite anterior, dan gigi 13, 23 dan 33 yang ektopik telah terkoreksi. Crowding anterior mandibula telah mengalami perbaikan dan perawatan masih berlanjut hingga saat ini. Perawatan teknik Begg multiloop dengan pencabutan gigi premolar kedua merupakan alternatif perawatan untuk koreksi ektopik kaninus, jika tidak diperlukan perubahan profil wajah pasien. ABSTRACT: Ectopic Canines Treatment Using Begg Technique with Second Premolar Extraction. Ectopic canines are often found in the field of orthodontic practice. People who are annoyed with this situation usually come to an orthodontist to seek for treatment. Orthodontic treatment has been performed to correct ectopic teeth and improve the function of aesthetics. In this case of ectopic canines, a second premolars tooth was extracted because profile changes are not required. Begg orthodontic technique is a technique that uses light forces by using round archwire. Archwire will move freely without friction and produce a tipping movement of dental crowns. A 19 year old female patient complained of ectopic and crowding anterior teeth. The objective examinations find ectopic of 13, 23 and 33, overbite: 5 mm, anterior mandibular crowding, and anterior crossbite of 22 and 33. Class I skeletal malocclusion, bimaxillar protrusive, bidental protrusive, bilateral ectopic canine maxilla and lateral ectopic canine mandibula, deep bite, anterior crowding and anterior crossbite. A fixed orthodontic treatment was performed by multiloop Begg technique with tooth extraction of 15, 25, 36, and 46. 9 months after treatment, anterior crossbite and ectopic 13, 23, 33 have been corrected by using multiloop Begg technique. Crowding in the lower arch has improved compared to initial condition and treatment still continues to this day. Multiloop Begg technique with second premolars extraction is an alternative treatment for ectopic canines correction if patient’s facial profile changes are not required.
Efektivitas Busur Multiloop Edgewise Pada Kasus Crowding Berat Disertai Palatal Bite Rasyid, Nolista Indah; Iman, Prihandini; Heryumani, JCP
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 21, No 2 (2014): December
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.515 KB) | DOI: 10.22146/majkedgiind.8775

Abstract

Mekanisme perawatan dengan Multiloop Edge Wise (MEAW) efisien dalam melakukan koreksi maloklusi berat dengan defleksi tekanan yang sangat rendah. Tujuan pemaparan kasus adalah evaluasi perawatan crowding berat disertai palatal bite menggunakan multiloop edgewise archwire. Seorang laki laki 15 tahun dengan maloklusi Angle kelas I tipe 1,4, skeletal kelas I dengan bimaksilari retrusif disertai bidental protrusif. Crowding berat pada regio anterior dan posterior serta palatal bite pada gigi 12, 11, 21, 22 terhadap 42, 41, 31, 32, scissor bite pada gigi 15 terhadap 45, overjet 6,21 mm dan overbite 6,04 mm. Bentuk lengkung gigi pada rahang atas parabola asimetri sedang pada rahang bawahomega asimetri. Lengkung gigi regio posterior mengalami kontraksi lateral dan lengkung gigi kearah anterior mengalami protraksi. Perawatan kasus dilakukan dengan menggunakan alat cekat teknik Edgewise dengan multiloop pada regio anterior dan posterior disertai pencabutan empat gigi premolar pertama. Hasil perawatan setelah 6 bulan menunjukkan crowding, palatal bite, dan scissor bite terkoreksi. Overjet menjadi 4,20 mm dan overbite 3,90 mm. Bentuk lengkung pada rahang atas dan rahang bawah menjadi parabola simetris. Jarak intermolar rahang atas bertambah sebesar 2,11 mm dan rahang bawah bertambah sebesar 1,22 mm. Effectiveness of multiloop edge wise arch in severe crowded case accompanied by palatal bite. MEAW appliance is a tehnique which is able to efficiently treat many cases including severe crowding with very low load deflection. The objectives of this study is to evaluate the treatment of severe crowding malocclusion with palatal bite using multiloop edgewise archwire. A 15 years old man with Angle class I type 1,4 malocclussion, class I sceletal with bimaxillary retrusion and bidental protusion. Severe crowding malocclusion in anterior and posterior region, palatal bite in 12, 11, 21, 22 to 42, 41, 31, 32, scissor bite in 15 to 45, overjet 6,21 mm and overbite 6,04 mm. asymmetry in both of dental arch, but the shape of the upper arch was parabola and lower arch was omega. Contraction of dental arch in posterior region and protraction in anterior region. This case was treated with extraction of four first premolar using multiloop edgewise arcwire tehnique, the loops were placed in anterior and posterior region. After six month of treatment the result showed that MEAW could correct severe crowding, palatal bite and scissor bite. Overjet became 4,20 mm and overbite became 3,90 mm. Shape of upper and lower dental arch became symmetric parabola. Upper intermolar increased 2,11 mm and lower intermolar 1,22 mm.