Diah Utari, Diah
Faculty of Pharmacy Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Antioxidant activities, total phenolic and flavonoid contents of ethyl acetate extract of Mengkudu (Morinda citrifolia, L) fruit and its fractions Rohman, Abdul; Riyanto, Sugeng; Utari, Diah
INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY Vol 17 No 3, 2006
Publisher : Faculty of Pharmacy Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Skip Utara, 55281, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.823 KB) | DOI: 10.14499/indonesianjpharm0iss0pp136-142

Abstract

This present study was carried out to evaluate antioxidant activities, total phenolic and total flavonoid contents of ethyl acetate extract of Mengkudu fruit and its fractions. Ethyl acetate extract was fractionated by column chromatography and yielded 15 fractions based on the identical TLC (thin layer chromatography) profile.Antioxidant activities in ethyl acetate extract and its fractions were determined by radical scavenging assay using DPPH (2,2-diphenyl-1- picrylhydrazyl) radical. The total phenolic and total flavonoid contents were determined spectrophotometrically.Among 15 fractions of ethyl acetate extract evaluated, fraction 8 (IC50 5,49 μg/mL) and fraction 7 (IC50 7,90 μg/mL) revealed antioxidant activities that higher than that of vitamin E (IC50 8,27 μg/mL). The total phenolic contents ranged from 5.94 ± 0.08 to 36.52 ± 0.35 g of gallic acid equivalent/100 gram dry material whereas the total flavonoid contents ranged from 1.19 ± 0.02 to 17.65 ± 0.17 g of quercetin equivalent/100 gram dry material.A linier positive relationship existed between the antioxidant activities and total phenolic contents of the tested ethyl acetate extract and its fractions y = -1.220x + 44.022; r2 = 0.67, while the correlation between antioxidant activities and total flavonoid contents revealed a linier regression y = -2.202 x + 35.82; r2 = 0.4278.Key words: antioxidant activity, Morinda citrifolia, L, Fraction
Kebijakan Bupati Aceh Tamiang Sesuai SK No 541 Tahun 2016 Tentang Izin Lingkungan (Studi Kasus : Masuknya Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) Dalam Area Penambangan Batu Gamping PT Tripa Semen Aceh (TSA) Di Desa Kaloy Kecamatan Tamiang Hulu Kabupaten Aceh Tamiang) Utari, Diah; M.Hum, Prof. Dr. Adwani,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Abstrak Bahasa Indonesia : Kebijakan Bupati Aceh Tamiang Sesuai SK NO 541 Tahun 2016 Tentang Izin Lingkungan (Studi Kasus : Masuknya Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) Dalam Area Penambangan Batu Gamping PT Tripa Semen Aceh (TSA) di Desa Kaloy Kecamatan Tamiang Hulu Kabupaten Aceh Tamiang)SK No 541 Tahun 2016 merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh Bupati Aceh Tamiang tentang izin lingkungan pada rencana kegiatan industri semen kapasitas produksi 10.000 ton/hari klinker yang berada di Kampung Kaloy Kabupaten Aceh Tamiang kepada perusahaan PT Tripa Semen Aceh. Terdapat hampir 2.549,2 Ha luas kawasan yang dikuasai. Akan tetapi, terdapat hampir 2.199,8 Ha kawasan eksplorasi masuk dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan Bupati Aceh Tamiang yang dikeluarkan sesuai SK No 541 Tahun 2016 dapat dikeluarkan kepada PT Tripa Semen Aceh (TSA) sedangkan status penambangannya masuk ke dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) dan untuk mengetahui upaya penyelesaian yang telah dilakukan Bupati Aceh Tamiang sesuai SK No 541 Tahun 2016. Adapun dalam penelitian ini menggunakan dua teori yaitu kebijakan publik dan kelompok kepentingan sebagai alat untuk menganalisis serta menjawab permasalahan penelitian. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif sebagai pendekatan penelitian. Dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam (in-dept interview) dan kajian kepustakaan. Hasil dari penelitian ini bahwa keberadaan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) pada area rencana kegiatan industri semen PT Tripa Semen Aceh berada dalam kawasan yang dimaksud. Hampir terdapat 2.199,8 Ha lahan yang merupakan kawasan KEL,yang terbagi dalam tiga blok komoditas utama yaitu komoditas pasir kuarsa sebanyak ±351 Ha berada di KEL, komoditas clay/tanah liat sebanyak ±290,2 Ha berada di KEL, dan komoditas batu gamping sebanyak  ± 1.813 Ha. Dan upaya yang dilakukan dalam menyelesaikan Kebijakan Bupati Aceh Tamiang sesuai SK No 541 Tahun 2016 yang telah bermasalah, dan menimbulkan polemik maka dilakukannya perubahan atau adendum kebijakan.Abstrak Bahasa Inggris : Aceh Tamiang Regent Policy According to SK NO 541 of 2016 concerning Environmental Permits (Case Study: Entry of Leuser Ecosystem Area (KEL) in PT Tripa Semen Aceh (TSA) Limestone Mining Area in Kaloy Village, Tamiang Hulu District, Aceh Tamiang District)Decree No. 541 of the year 2016 is a policy issued by the Governors of Aceh Tamiang on environmental permits on plans the activities of the cement industry production capacity of 10,000 tons/day clinker residing in Kampung Aceh Tamiang Regency Kaloy to company PT Tripa Cement Aceh. There are almost 2,549.2 Ha area controlled. However, there are almost 2,199.8 Ha area of exploration entry in the Leuser ecosystem (ex.). This research aims to know the policy of the Regent of Aceh Tamiang issued according SK No 541 Year 2016 can be issued to PT Tripa Cement Aceh (TSA) whereas the status of the penambangannya entered into the Leuser ecosystem (ex.) and to the attempt has been made Regent of Aceh Tamiang according SK No. 541 of the year 2016. But in this study used two theories, namely public policy and interest groups as a tool to analyze and answer the research problem. In this study uses qualitative methods is descriptive research approach as. And data collection techniques used are in-depth interviews (in-dept interview) and the study of librarianship. The results from this research that the existence of the Leuser ecosystem (ex.) in the area of industrial activities PT cement plans to save Cement Aceh is in the region in question. Almost there are 2,199.8 Ha land area consists in EX. three blocks of main commodities commodity sand quartz ± 351 Ha was in EX., commodities clay/clay ± 290.2 Ha are in KEL, and commodities limestone ± 1,813 Ha. And efforts are being made in resolving the Aceh Tamiang Regency Regent Policy according SK No 541 Year 2016 which have been problematic, and raises the polemic then doing changes or adendum policy.
Studi Analisis Awal Waktu Shalat Shubuh (Kajian Atas Relevansi Nilai Ketinggian Matahari Terhadap Kemunculan Fajar Shadiq) Utari, Diah; Wahab, Abdul
MAQASID Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan awal waktu shalat merupakan hal urgen dan fundamental dalam pelaksanaan ibadah shalat. Walaupun begitu, sampai saat ini tidak begitu banyak perhatian terhadapnya jika dibandingkan dengan persoalan penentuan awal bulan Qamariyah yang setiap tahunnya selalu menjadi kontroversi di kalangan masyarakat. Dalam penetapan awal waktu shalat posisi matahari merupakan faktor utama yang harus diperhatikan, akibat yang ditimbulkan adalah setiap beda hari dan beda tempat maka waktu shalat juga akan berbeda pula. Perbedaan tersebut juga didapati dalam penetapan awal waktu shalat Shubuh, dalam hal ini ada beberapa pendapat mengenai ketinggian matahari yang digunakan, walaupun dalam aspek fiqh nya tidak ada ditemukan kontroversi. Ketinggian matahari merupakan salah satu unsur utama dalam perhitungannya, sehingga dalam hal ini harus ada kepastian. Beberapa kriteria ditawarkan oleh beberapa ahlinya, mulai dari -14 derajat sampai -20 derajat. Kata Kunci: Penentuan Awal Shalat, Hukum Islam
Studi Analisis Awal Waktu Shalat Shubuh (Kajian Atas Relevansi Nilai Ketinggian Matahari Terhadap Kemunculan Fajar Shadiq) Utari, Diah
MAQASID Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penentuan awal waktu shalat merupakan hal urgen dan fundamental dalam pelaksanaan ibadah shalat. Walaupun begitu, sampai saat ini tidak begitu banyak perhatian terhadapnya jika dibandingkan dengan persoalan penentuan awal bulan Qamariyah yang setiap tahunnya selalu menjadi kontroversi di kalangan masyarakat. Dalam penetapan awal waktu shalat posisi matahari merupakan faktor utama yang harus diperhatikan, akibat yang ditimbulkan adalah setiap beda hari dan beda tempat maka waktu shalat juga akan berbeda pula. Perbedaan tersebut juga didapati dalam penetapan awal waktu shalat Shubuh, dalam hal ini ada beberapa pendapat mengenai ketinggian matahari yang digunakan, walaupun dalam aspek fiqh nya tidak ada ditemukan kontroversi. Ketinggian matahari merupakan salah satu unsur utama dalam perhitungannya, sehingga dalam hal ini harus ada kepastian. Beberapa kriteria ditawarkan oleh beberapa ahlinya, mulai dari -14 derajat sampai -20 derajat. Kata Kunci: Sholat, Hukum Islam
PENGARUH LOCUS OF CONTROL, KOMITMEN ORGANISASI, TURNOVER INTENTION, SELF ESTEEM IN RELATION TO AMBITION, DAN TIME BUDGET PRESSURETERHADAP PERILAKU DISFUNGSIONAL AUDIT (STUDI EMPIRIS PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI BALI) Utari, Diah
Jurnal Ilmiah Akuntansi & Bisnis Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the dysfunctional audit behavior conducted by an auditor in the audit process through the manipulation of data or evidence, fraud, and irregularities against the applicable audit standards. Dysfunctional audit behavior can be influenced by several factors such as locus of control, organizational commitment, turnover intention, self esteem in relation to ambition, and time budget pressure.The purpose of this research was to examine the effect of locus of control, organizational commitment, turnover intention, self esteem in relation to ambition, and time budget pressure on dysfunctional audit behavior. This research using purposive sampling method, and a sample of 50 respondents who work as auditors working in Public Accounting Firms in Bali listed in the Directory Institute of Indonesia Chartered Accountants (IICA) in 2016. This research uses primary data by spreading the questionnaire. Data were analyzed using multiple linear regression analysis were processing through statistical software.The results indicate that the locus of control, turnover intention, self esteem in relation to ambition, and time budget pressure has a positive and significant influence on the dysfunctional audit behavior, while the organizational commitment has a negative and significant influence on the dysfunctional audit behavior.