Ni Luh Nopi Andayani, Ni Luh Nopi
Unknown Affiliation

Published : 29 Documents
Articles

Found 29 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT GENGGAM DAN TINGKAT KEMANDIRIAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA LANSIA WANITA DI DESA TISTA KECAMATAN KERAMBITAN TABANAN Semariasih, Ni Komang Dewi; Andayani, Ni Luh Nopi; Muliarta, I Made
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 2 (2019): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses menua berdampak terhadap struktur otot skeletal dan disabilitas sistem muskuloskeletal yang berakibat terbatas dan melambatnya gerakan yang dihasilkan. Salah satu ciri dari proses penuaan adalah menurunnya kekuatan otot. Kekuatan otot mempengaruhi hampir semua aktivitas sehari-hari. Menurunnya kekuatan otot dapat menyebabkan keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, kemandirian serta kualitas hidup.  Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot genggam dengan tingkat kemandirian kemampuan fungsional pada lansia wanita di Desa Tista Kecamatan Kerambitan Tabanan. Untuk menilai kekuatan hubungan dan menilai arah hubungan antara variabel tersebut. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional study dengan teknik pengambilan sampel secara Simple Random Sampling dan didapat sampel sebanyak 73 orang. Kekuatan otot genggam diukur dengan menggunakan alat Hand-grip dynamometer, sedangkan tingkat kemandirian kemampuan fungsional dinilai dengan wawancara kuesioner Intermediate Activity Daily Living (IADL). Hasil penelitian dengan menggunakan uji korelasi Spearman?s rho didapat nilai ?=0,000 (?<0,05) dan nilai Coefficient correlation sebesar 0,489 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan otot genggam dengan tingkat kemandirian kemampuan fungsional, hubungan ini bersifat postif sedang. Dapat disimpulkan bahwa kekuatan otot genggam dan tingkat kemandirian kemampuan fungsional berkorelasi positif sedang. Semakin tinggi kekuatan otot genggam semakin tinggi tingkat kemandirian kemampuan fungsional demikian pula sebaliknya. Oleh sebab itu, kekuatan otot genggam dapat digunakan dalam mengidentifikasi disabilitas pada lansia. Kata kunci: lansia, kekuatan otot genggam, kemampuan fungsional, disabilitas.
PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP TEKANAN DARAH LANSIA DENGAN HIPERTENSI PADA KELOMPOK SENAM LANSIA DI DESA PIKAT KLUNGKUNG WP, IGN Iswarabhuwana; Andayani, Ni Luh Nopi; Sugiritama, I Wayan
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 3 (2019): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is one of the risk factors of cardiovascular disease and it is most often suffered by the elderly. The management of hypertension can be done through non-pharmacological therapy. Elderly gymnastic is one form of non-pharmacological therapy through physical exercise that can be done by the elderly. This study was conducted to determine the effect of elderly gymnastics on the blood pressure of elderly with hypertension. The design of this study was pre-experimental research with one-group pretest-posttest design. The sampling techniques used was purposive sampling and it was obtained from the sample of elderly amounted to 26 people selected based on inclusion and exclusion criteria. This research was conducted at Dawan 1 health center for 5 weeks. The result of the analysis test in this study was gained by using the non-parametric test with wilcoxon test. The result showed that elderly gymnastics influenced the decrease of the elderly blood pressure with hypertension (p <0,05). The conclusion of this study is that elderly gymnastics can lower elderly blood pressure with significant hypertension. This is because the movement in elderly gymnastics produces skeletal muscle contraction that causes mechanical and chemical response. Keywords: Elderly, Elderly Gymnastics, Hypertension
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI DESA PERERENAN KECAMATAN MENGWI KABUPATEN BADUNG Rastiti, Putu Dita; Andayani, Ni Luh Nopi; Tianing, Ni Wayan
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 6 No 1 (2018): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan proses metabolisme pada lansia yang diikuti dengan aktivitas fisik yang menurun, menyebabkan penambahan kalori yang akan diubah menjadi lemak sehingga mengakibatkan kelebihan berat badan. Kelebihan berat badan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tekanan darah dan pencetus hipertensi, sehinggadilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dengan tekanan darah pada lansia. Penelitian cross sectional analitik dengan sampel penelitian lansia di Desa Pererenan Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung sejumlah 104 orang yang dipilih sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi.Hasil penelitian menunjukkanterdapat hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dengan tekanan darah pada lansia (p < 0,05) dan hasil analisis menunjukkan IMT kurus (15,4%), normal (31,7%), kelebihan berat badan (20,2%), obesitas I (29,8%), obesitas II (2,9%). Begitu pula pada frekuensi distribusi tekanan darah hipotensi (1,9%), normal (36,5%), pre hipertensi (34,6%),hipertensi I (7,7%), dan hipertensi II (2,9%). Sampel lebih banyak mengalami kelebihan berat badan, obesitas daripada kategori normal. Untuk kategori tekanan darah lebih banyak pada pre hipertensi dan hipertensi. Jadi, indeks massa tubuh yang berlebih dapat berpengaruh terhadap tekanan darah lansia. Kata Kunci : indeks massa tubuh, tekanan darah, lansia
PERBEDAAN LATIHAN NORDIC WALKING DAN LATIHAN BERJALAN KONVENSIONAL TERHADAP PERUBAHAN DENYUT NADI ISTIRAHAT PADA LANSIA DI KECAMATAN KUTA SELATAN, KABUPATEN BADUNG Monik, Deva Natalia; Andayani, Ni Luh Nopi; Juhanna, Indira Vidiari; Sutadarma, I Wayan Gede
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 2 (2019): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Denyut nadi istirahat pada lansia dipengaruhi juga oleh aktivitas fisik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya perbedaan latihan Nordic Walking dan latihan berjalan konvensional terhadap perubahan denyut nadi istirahat pada lansia. Metode penelitian ini adalah pretest-posttest control group design dan teknik acak sederhana digunakan untuk mengumpulkan subjek. Sebanyak 45 subjek lansia dari Posyandu Lansia Puskesmas Kuta Selatan terbagi dalam Kelompok Perlakuan I dengan jumlah 22 orang dan Kelompok Perlakuan II berjumlah 23 orang. Pengukuran denyut nadi istirahat menggunakan pulsemeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Kelompok Perlakuan I terdapat perbedaan bermakna pada denyut nadi istirahat dibandingkan pada Kelompok Perlakuan II (p=0,000). Latihan Nordic Walking diketahui telah dapat menimbulkan perubahan denyut nadi istirahat lebih besar dibandingkan latihan berjalan konvensional.Kata kunci: Nordic Walking, Berjalan Konvensional, Denyut Nadi Istirahat, Lansia.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS PROPRIOCEPTIVE EXERCISE DAN ZIG-ZAG RUN EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN PADA ANAK USIA 9-11 TAHUN DI SEKOLAH DASAR NEGERI 4 SANUR Gita, Made Dwi Indah Permatahati; Andayani, Ni Luh Nopi; Sugiritama, I Wayan; Wiryanthini, Ida Ayu Dewi
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 4 No 3 (2016): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKelincahan merupakan kemampuan seseorang mengubah arah dan posisi tubuh dengan cepat, efektif, dan tepat dalam waktu singkat tanpa kehilangan keseimbangan. Penelitian dengan rancangan Pre and Post Test Two Group Design bertujuan untuk membandingkan Proprioceptive Exercise dan Zig-zag Run Exercise dalam meningkatkan kelincahan anak usia 9-11 tahun di Sekolah Dasar Negeri 4 Sanur. Sampel berjumlah 16 anak yang dibagi menjadi 2 kelompok. Rerata selisih peningkatan kelincahan pada kelompok Proprioceptive Exercise 3,46 detik dan Zigzag Run Exercise 4,98 detik dengan Independent sample T-test memperoleh hasil p=0,003 (p<0,05). Disimpulkan bahwa pemberian intervensi Zig-zag Run Exercise lebih baik dalam meningkatkan kelincahan daripada pemberian Proprioceptive Exercise pada anak usia 9-11 tahun di Sekolah Dasar Negeri 4 Sanur. Kata kunci: Kelincahan, Proprioceptive Exercise, Zig-zag Run Exercise, Shuttle Run Test.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS PEMBERIAN INTERVENSI CONTRACT RELAX STRETCHING DIRECT DENGAN MUSCLE ENERGY TECHNIQUE TERHADAP PENINGKATAN FLEKSIBILITAS HAMSTRING PADA SISWA DAN SISWI DI SMA NEGERI 1 GIANYAR Herlangga, Putu Bayu; Andayani, Ni Luh Nopi; Wahyuni, Nila
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 5 No 2 (2017): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Otot Hamstring adalah group otot postural yang berperan penting dalam gerakan tubuh saat beraktivitas seperti berdiri, berjalan, berlari dan melompat. Otot Hamstring yang mengalami gangguan akan mengganggu keseimbangan kinerja otot lainnya, gangguan otot yang umum terjadi adalah pemendekan otot. Pemendekan otot ini menyebabkan seseorang lebih mudah terkena cedera. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian intervensi contract relax stretching direct dengan muscle energy technique dalam meningkatkan fleksibilitas Hamstring, Sit and Reach Test digunakan sebagai alat ukur. Penelitian ini menggunakan design eksperimental pretest-postest two group. Sampel berjumlah 22 orang terbagi dalam dua kelompok. Kelompok 1 mendapatkan contract relax stretching direct, kelompok 2 muscle energy technique. Uji normalitas dengan Shapiro wilk test. Paired sample t-test digunakan dalam uji hipotesis. Kelompok 1 p = 0,000 rerata 12,6±2,907 sedangkan kelompok 2 p = 0,000 rerata 11,2±3,452. Angka tersebut berarti ada peningkatan fleksibilitas Hamstring yang bermakna pada kedua kelompok. Uji beda kedua kelompok dengan independent sample t-test didapatkan hasil p = 0,313. Data tersebut berarti, tidak adanya perbedaan yang bermakna antara kedua intervensi pada peningkatan fleksibilitas hamstring. Kata Kunci : fleksibilitas otot Hamstring, contract relax stretching Direct, muscle energy technique, sit and reach test
PERBEDAAN EFEKTIVITAS KOMBINASI SHUTTLE RUN DENGAN ZIG ZAG RUN PADA INTERVENSI NEURAL MOBILIZATION UNTUK MENINGKATKAN KELINCAHAN PEMAIN SEPAK BOLA DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Dharma, I Made Hardi Wira; Andayani, Ni Luh Nopi; Tianing, Ni Wayan
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 6 No 3 (2018): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas intervensi shuttle run dengan neural mobilization dan zig zag run dengan neural mobilization dalam meningkatkan kelincahan pada pemain sepak bola. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental Pre Test and Post Test Two Group Design dengan jumlah sample 20 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok menggunakan teknik simple random sampling, dengan sampel yaitu mahasiswa fakultas kedokteran unud. Analisis data menggunakan uji normalitas dengan Saphiro Wilk dan uji homogenitas dengan Levene?s test, uji hipotesis dengan Paired Sample T-test dan Independent T-test. Hasil penelitian menunjukan Kelompok 1 berdistribusi normal dan homogen, terjadi rata-rata penurunan waktu sebesar 3,92 detik (21,07%) dengan p = 0,000 (p<0,05), sedangkan pada Kelompok 2 terjadi rata-rata penurunan waktu sebesar 4,72 detik (24,25%) dengan p = 0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukan bahwa terdapat peningkatan kelincahan pada setiap kelompok. Uji beda selisih antara kelompok 1 dan kelompok 2 didapatkan p = 0,001 (p<0,05) yang berarti bahwa terdapat perbedaan yang bermakna dari peningkatan kelincahan sebelum dan setelah intervensi. Kesimpulan penelitian ini adalah latihan zig zag run & neural mobilization lebih efektif digunakan untuk meningkatkan kelincahan pada pemain sepak bola di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.   Kata kunci: kelincahan, shuttle run, zig zag run, neural mobilization.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DENGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) PADA REMAJA USIA 16-18 TAHUN DI SMA NEGERI 2 DENPASAR Krismawati, Luh Dwi Erma; Andayani, Ni Luh Nopi; Wahyuni, Nila
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 1 (2019): Majalah Imiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang memerlukan pengeluaran energi, dan kerja ototdisebut dengan aktivitas fisik. Peningkatan IMT terjadi oleh karena ketidakseimbangan energi antara asupan makanandengan energi yang dikeluarkan hingga menyebabkan penumpukan energi dalam bentuk lemak yang dapatmengakibatkan obesitas atau peningkatan IMT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitasfisik dengan indeks massa tubuh (IMT) pada remaja usia 16-18 tahun di SMA Negeri 2 Denpasar. Penelitian analitikdengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan Februari-Maret tahun 2018. Pengambilan sampeldilakukan secara Simple Random Sampling. Sampel berjumlah 70 orang. Hasil penelitian menunjukkan adanyahubungan antara aktivitas fisik dengan indeks massa tubuh. Pada perhitungan analisis data chi square dapat diketahuinilai signifikan (2-tailed) adalah 0,000 dimana berarti nilai signifikan p < 0,05. Disimpukan terdapat hubungan yang kuatantara aktivitas fisik dengan indeks massa tubuh (IMT) pada remaja usia 16-18 tahun di SMA Negeri 2 Denpasar. Kata kunci : Aktivitas Fisik, Indeks Massa Tubuh (IMT)
PERBEDAAN WAKTU REAKSI VISUAL BERDASARKAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Sumiati, Ni Luh Githa; Antari, Ni Komang Ayu Juni; Andayani, Ni Luh Nopi; Ruma, I Made Winarsa
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 8 No 1 (2020): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Waktu reaksi adalah interval antara permulaan stimulus dan inisiasi respon gerakan. Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu reaksi adalah usia, jenis kelamin, penggunaan tangan dominan, intensitas rangsangan, kelelahan, olahraga, dan IMT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan waktu reaksi visual berdasarkan tingkat aktivitas fisik pada mahasiswa kedokteran Universitas Udayana. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional analytic yang dilakukan pada bulan Mei 2019. Total sampel penelitian ini adalah 88 orang yang dibagi menjadi dua kelompok penelitian berdasarkan tingkat aktivitas fisik. Variabel bebas pada penelitian ini adalah tingkat aktivitas fisik dan variabel terikatnya adalah waktu reaksi visual. Hasil penelitian menunjukkan nilai p=0,003 (p<0,05) dengan nilai rerata waktu reaksi visual pada kelompok aktivitas fisik aktif dan kelompok aktivitas fisik kurang aktif masing masing 462,77±50,116 ms dan 513,36±95,757 ms. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan waktu reaksi visual yang signifikan berdasarkan tingkat aktivitas fisik pada mahasiswa kedokteran Universitas Udayana, dimana waktu reaksi visual pada kelompok aktivitas fisik aktif lebih cepat dibandingkan kelompok aktivitas fisik kurang aktif.   Kata Kunci: aktivitas fisik, waktu reaksi visual, mahasiswa
INTERVENSI INTEGRATED NEUROMUSCULAR INHIBITATION TECHNIQUE (INIT) DAN INFRARED LEBIH BAIK DALAM MENURUNKAN NYERI MYOFASCIAL PAIN SYNDROME OTOTUPPER TRAPEZIUS DIBANDINGKANINTERVENSI MYOFASCIAL RELEASE TECHNIQUE (MRT) DAN INFRARED PADA MAHASISWA FISIOTERAPI Dewi, Ketut Laksmi Puspa; Andayani, Ni Luh Nopi; Dinata, I Made Krisna
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 4 No 2 (2016): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Myofascial pain syndrome ditandai dengan adanya trigger point pada tautband otot skeletal. Faktor yang memicu timbulnya myofascial yaitu beban berlebihan pada jaringan myofascial, repetitif mikrotrauma, dan kebiasaan postur yang jelek. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan intervensi antara integrated neuromuscular inhibitation technique dan infrared dengan intervensi myofascial release technique dan infrared pada penurunan nyeri myofascial pain syndrome otot upper trapezius. Penelitian ini menggunakan rancangan randomized pre test and post test control group design terhadap 20 orang yang dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok 1 diberikan integrated neuromuscular inhibitation technique dan infrared kemudian kelompok 2 diberikan intervensi myofascial release technique dan infrared. Hasil analisis data dengan paired sample t-test pada Kelompok 1 dengan beda rerata 3,330±1,711 dan p=0,000, sedangkan untuk Kelompok 2 dengan beda rerata 0,820±1,840 dan p=0,000. Dari hasil analisis tersebut dikatakan bahwa pada tiap kelompok terdapat penurunan nyeri yang bermakna. Berdasarkan uji independent samples t-test antara kelompok 1 dan 2 diperoleh nilai p=0,036 (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa intervensi integrated neuromuscular inhibitation technique dan infrared lebih baik dalam menurunkan nyeri myofascial pain syndrome otot upper trapezius daripada intervensi myofascial release technique dan infrared.