I Putu Adiartha Griadhi, I Putu Adiartha
Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Published : 44 Documents
Articles

KOMBINASI INTEGRATED NEUROMUSCULAR INHIBITION TECHNIQUE DENGAN ULTRASOUND LEBIH EFEKTIF DALAM MENURUNKAN RASA NYERI DIBANDINGKAN KOMBINASI STRAIN COUNTERSTRAIN DENGAN ULTRASOUND PADA PENDERITA PIRIFORMIS SYNDROME Baktiyasa, I Nyoman; Wibawa, Ari; Griadhi, I Putu Adiartha
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 5 No 3 (2017): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPiriformis Syndrome didefinisikan sebagai sekumpulan gejala seperti nyeri, kesemutan atau mati rasa dari areabokong hingga ke kaki. Pada keadaan seperti ini, penderita dapat diberikan intervensi berupa Integrated NeuromuscularInhibition Technique, Strain Counterstrain dan Ultrasound. Dengan Paired Sample t-test pada Kelompok 1didapatkan nilai p=0,000 dimana beda rerata 2,940±0,96, sedangkan pada Kelompok 2 didapatkan nilai p=0,000 dimanabeda rerata 1,910±0,60. Pada uji beda selisih antara Kelompok 1 dengan Kelompok 2 dengan IndependentSample t-test didapatkan p=0,010 (p<0,05). Hal ini menunjukkan kombinasi Integrated Neuromuscular InhibitionTechnique dengan Ultrasound lebih efektif dalam menurunkan rasa nyeri dibandingkan kombinasi Strain Counterstraindengan Ultrasound pada penderita Piriformis Syndrome.Kata Kunci: Integrated Neuromuscular Inhibition Technique, Strain Counterstrain, Ultrasound, Piriformis Syndrome
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DAN LINGKAR PERUT TERHADAP FOOT HYPERPRONATION PADA PEREMPUAN DEWASADI DESA BATUAN, SUKAWATI, GIANYAR Warmadewi, Ni Kadek Utari; Adhitya, I Putu Gde Surya; Griadhi, I Putu Adiartha
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 3 (2019): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persistent weight adjustment is one of the factors that suspected to cause foot hyperpronation. The adjustment is associated with a high body mass index (BMI) and a large abdominal circumference. This research aims to determine the correlation between BMI and abdominal circumference against foot hyperpronation in adult women at Batuan Village, Sukawati, Gianyar. The research design was using cross sectional analysis with purposive sampling technique in 135 adult women conducted in March 2018. BMI were classified according to WHO Asia Pacific, abdominal circumference measured by midline and foot hyperpronation measured by goniometer. The result of chi-square and spearman's rho analysis on the correlation of both variables shows p>0.05, so there is no significant correlation between BMI and abdominal circumference to foot hyperpronation. However, other results showed the effect of physical activity on overweight and obese significantly related to foot hyperpronation with p <0.05. Keywords: BMI, abdominal circumference, foot hyperpronation
LATIHAN ABDOMINAL DRAWING-IN MANEUVER SAMA BAIKNYA DENGAN CORE STRENGTHENING EXERCISE DALAM MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT PENYANGGA TUBUH PADA SISWI SMAN 1 GIANYAR Purwani, I Gusti Ayu Mega; Tianing, Ni Wayan; Griadhi, I Putu Adiartha
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 5 No 3 (2017): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari latihan abdominal drawing-in mnaeuver dan core strengtheningexercise dalam meningkatkan kekuatan otot penyangga tubuh yang dilakukan pada siswi SMAN 1 Gianyar. Desainpenelitian menggunakan Randomize Pre and Post Test With Control Group Design dengan teknik pengambilansampel menggunakan simple random sampling sehingga didapat 30 sampel yang dibagi kedalam 2 kelompok yaitukelompok perlakuan (abdominal drawing-in maneuver) dan kelompok kontrol (core strengthening exercise) kemudiandiberikan latihan 3 kali perminggu selama 4 minggu. Diperoleh peningkatan kekuatan otot penyangga tubuh yangbermakna pada kedua kelompok dengan rerata peningkatan pada kelompok perlakuan sebesar 64,05 ± 23,6(p<0,05) dan kelompok kontrol sebesar 69,91 ± 23,2 (p<0,05). Berdasar uji paired sample t-test pada kelompokperlakuan dan kelompok kontrol didapat hasil yang tidak signifikan (p>0,05) pada kedua kelompok yang berartilatihan abdominal drawing-in maneuver sama baiknya dengan core strengthening exercise dalam meningkatkankekuatan otot penyangga tubuh.Kata kunci : Otot Penyangga Tubuh, Kekuatan Otot, Abdominal Drawing-in Maneuver, Core StrengtheningExercise
HUBUNGAN PARTISIPASI LATIHAN HATHA YOGA TERHADAP RENDAHNYA TINGKAT KECEMASAN WANITA PREMENOPAUSE DI LAPANGAN NITI MANDALA RENON INDAHSARI, PUTU RINA; Winaya, I Made Niko; Griadhi, I Putu Adiartha; Saraswati, Putu Ayu Sita
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 8 No 1 (2020): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penuaan merupakan suatu proses alami yang dialami setiap manusia. Wanita akan memasuki masa klimakterium sebelum masa tua. Klimakterium terbagi menjadi masa premenopause, menopause dan pasca menopause. Premenopause biasanya dimulai pada usia 40-49 tahun yang akan menimbulkan beberapa gejala yang mengakibatkan timbulnya kecemasan bagi wanita. Kecemasan adalah reaksi yang timbul karena adanya suatu masalah yang menekan seseorang. Kecemasan dipengaruhi oleh faktor internal yaitu keadaan fisik dan tipe kepribadian serta faktor eksternal yaitu tingkat pendidikan, dukungan suami, serta status sosial ekonomi. Hatha yoga merupakan aktivitas fisik yang dapat meredakan kecemasan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana hubungan antara partisipasi latihan hatha yoga dengan tingkat kecemasan wanita premenopause. Jenis penelitian ini yaitu cross sectional analitik dengan teknik consecutive sampling yang dilakukan pada bulan Maret 2019 di Lapangan Niti Mandala Renon Bali. 82 orang wanita usia 40?49 tahun berpartisipasi dalam penelitian ini dan mengisi serangkaian kuisioner seperti kuisioner Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A) untuk mengukur tingkat kecemasan, form assessment fisioterapi untuk mengetahui keadaan fisik, kuisioner Eysenck Personality Inventory (EPI) untuk mengukur tipe kepribadian serta kuisioner dukungan suami. Uji analisis menggunakan uji Spearman Correlation. Hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan p=0,000<p=0,05 dengan hubungan korelasi kuat serta memiliki nilai yang negatif ( Correlation coefficient -0,687). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa, wanita yang mengikuti latihan hatha yoga mengalami tingkat kecemasan yang rendah dibandingkan dengan yang tidak mengikuti latihan hatha yoga.   Kata Kunci : Hatha yoga, Tingkat Kecemasan, Tipe Kepribadian, Tingkat Pendidikan, Tingkat Status Sosial Ekonomi, Tingkat Dukungan Suami, Keadaan Fisik
PENAMBAHAN BALLISTIC STRETCHING PADA LATIHAN KNEE TUCK JUMP LEBIH EFEKTIF DIBANDINGKAN LATIHAN KNEE TUCK JUMP TERHADAP PENINGKATAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PADA PEMAIN VOLI LAKI-LAKI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Pramana, I Made Dwi Apri; Nurmawan, I Putu Sutha; Griadhi, I Putu Adiartha; Wiryanthini, Ida Ayu Dewi
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 6 No 1 (2018): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daya ledak otot didefinisikan sebagai kombinasi antara kecepatan dan kekuatan kontraksi otot serta masuk didalam komponen kebugaran. Latihan pliometrik dapat digunakan untuk memperbaiki kemampuan para pemain voli. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan penelitian Pre Test and Post TestControl Group Design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan simple random sampling. Jumlah sampel sebanyak 20 orang sehingga dalam dalam satu kelompok terdiri dari 10 orang. Kelompok pertama diberikan penambahan ballistic stretching pada latihan knee tuck jump. Kelompok kedua diberikan pelatihan knee tuck jump. Pengukuran daya ledak otot tungkai menggunakan vertical jump test. Uji normalitas p > 0,05 serta uji homogenitas p >0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan daya ledak otot tungkai pada kelompok 1 sebesar 14,30 cm dan pada kelompok 2 terjadi peningkatan sebesar 7,70 cm. Uji paired sample t-test didapatkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) pada kelompok 1 dan nilai p = 0,000 (p < 0,05) pada kelompok 2. Uji peningkatan daya ledak otot tungkai sesudah latihan pada kedua kelompok menggunakan independent sample t-test didapat kelompok 1 dan kelompok 2 dimana p = 0,000 (p < 0,05) dengan peningkatan dalam persentase sebesar 30,95 % pada kelompok pertama dan 16,73 % pada kelompok kedua. Dari penelitian yang dilakukan tersebut dapat diperoleh simpulan penambahan ballistic stretchingpada latihan knee tuck jump lebih efektif daripada latihan knee tuck jump dalam meningkatkan daya ledak otot tungkai pada pemain voli laki-laki Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kata kunci : Daya ledak otot, ballistic stretching, knee tuck jump, vertical jump test.
TIDAK ADA PERBEDAAN ANTARA PERMAINAN FINGER PAINTING DAN MERONCE DALAM MENINGKATKAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI KOTA DENPASAR Suryawan, I Nyoman Ari; Wibawa, Ari; Griadhi, I Putu Adiartha
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 6 No 1 (2018): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Finger Painting dan meronce dapat meningkatkan motorik halus pada anak usia 4 - 6 tahun yang mana anak sedang dalam masa perkembangan yang sangat baik secara fisik ataupun psikis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang perbedaan permainan finger painting dan meronce dan perkembangan motorik halus anak prasekolah memperlancar pengembangan motorik anak prasekolah di PAUD Kota Denpasar. Desain adalah Quasy Eksperimental Design pre-post test with control Grup Design. Sampel yang terbagi menjadi tiga kelompok denganjumlah masing-masing 14 anak. Teknik sampling menggunakan random sampling. Uji statistik menggunakan one-way ANOVA . Hasil penelitian didapatkan p sebesar 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan tidak ada perbedaan antara bermain finger painting dengan meronce untuk memperlancar pengembangan motorik anak prasekolah. Penelitian inimenunjukkan bahwa antara finger painting dan meronce efektif untuk membantu pengembangan motorik anak prasekolah dengan nilai p= 0,192 pada uji post hoc LSD. Simpulan penelitian ini adalah Permainan Finger Painting dapat meningkatkan perkembangan motorik halus anak prasekolah. Permainan Meronce dapat meningkatkan perkembangan motorik halus anak prasekolah. Permainan Finger Painting dan Meronce sama-sama efektif dalam meningkatkan motorik halus anak prasekolah. Hasil penelitian ini diharapkan guru atau orang tua dapat memberi fingerpainting atau meronce sebagai salah satu permainan yang dapat membantu merangsang perkembangan motorik anak prasekolah yang mulus. Kata Kunci : Finger Painting, Meronce, Motorik halus
HUBUNGAN POSTUR KERJA SAAT MENJAHIT DENGAN TERJADINYA MYOFASCIAL PAIN SYNDROME OTOT UPPER TRAPEZIUS PADA PENJAHIT DI KECAK GARMEN Adyasputri, A.A. Istri Ayesa Febrinia; Adhitya, I Putu Gde Surya; Griadhi, I Putu Adiartha
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 3 (2019): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tailors is one of the jobs which is much occupied by the people of Bali. Furthermore, tailors rarely care about their working posture while sewing. This will cause of myofascial pain syndrome upper trapezius muscle if the work for prolong time. The purpose of this study is to know the relationship between working posture while sewing with occurrence of myofascial pain syndrome upper trapezius muscle on tailors in Kecak Garment. This study is an analytical study with cross-sectional design. Simple random sampling was used to collect the subject. 70 subjects were involved in this study. Data was analyzed by chi-square test and it has significant relationship with p value 0.000 (p<0.05). The conclusion of this study is there is significant relationship between working posture while sewing with occurrence of myofascial pain syndrome upper trapezius muscle on tailors in Kecak Garment. Keywords: Working Posture, Tailors, Myofascial Pain Syndrome, Upper Trapezius
PENGARUH PEDAL EXERCISE DAN PEREGANGAN OTOT BETIS LEBIH EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN NILAI AMBANG NYERI OTOT BETIS PADA PEMOTONG KAIN DI KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN TABANAN Sari, Ni Putu Ayu Sasmita; Winaya, I Made Niko; Griadhi, I Putu Adiartha; Adiatmika, I Putu Gede
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 6 No 1 (2018): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Posisi berdiri lama dapat menimbulkan keluhan otot pada pemotong kain. Tujuan penelitian ini adalah mengetahuiapakah pengaruh pedal exercise dan peregangan otot betis lebih efektif dalam meningkatkan nilai ambang nyeri ototbetis pada pemotong kain yang diukur dengan sphygmomanometer. Penelitian ini bersifat eksperimental, denganrancangan penelitian randomized pre and post test control group design. Sampel penelitian berjumlah 20 orang yangdibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok perlakuan mendapatkan pedal exercise danperegangan otot betis, sedangkan kelompok kontrol tidak mendapatkan perlakuan apapun. Uji hipotesis dengan pairedsample t-test pada kelompok perlakuan didapatkan hasil p=0,000 dengan beda rerata 30,00±16,99, artinya terdapatpeningkatan nilai ambang nyeri yang bermakna. Sedangkan pada kelompok kontrol didapatkan hasil p=0,758 denganbeda rerata 1,00±9,94, artinya tidak terdapat peningkatan nilai ambang nyeri yang bermakna. Uji perbandingan denganindependent sample t-test didapatkan beda selisih p=0,000 (p<0,05). Berdasarkan hasil uji statistik, dapat ditarikkesimpulan bahwa pedal exercise dan peregangan otot betis lebih efektif dalam meningkatkan nilai ambang nyeri ototbetis pada pemotong kain. Kata Kunci: pedal exercise, stretching, nyeri otot betis, pemotong kain.
STIMULATION ATTITUDIONAL REFLEX EXERCISE LEBIH BAIK DIBANDINGKAN DENGAN PRONE POSITION WEDGE EXERCISE TERHADAP HEAD CONTROL PADA ANAK CEREBRAL PALSY SPASTIK QUADRIPLEGI DI RS RAJAWALI CITRA BANTUL, YOGYAKARTA Al Banna, Damha; Adiatmika, I Putu Gede; Irfan, M.; Griadhi, I Putu Adiartha; Sundari, Luh Putu Ratna; -, Sugijanto
Sport and Fitness Journal Volume 7, No.1, Januari 2019
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/spj.2019.v07.i01.p08

Abstract

ABSTRACTBackground: Head control is a disorder of the cerebral palsy (CP) spastic quadriplegi due to central nervous system problems that serve as the basis of movement to be achieved for further development. Physiotherapy actions that can be given are stimulation attitudional reflex exercise (SARE) and prone position wedge exercise (PPWE). Purpose: This study aims to determine whether SARE is better than PPWE for head control in CP spastic quadriplegi. Methods: This research uses experimental pre and post test control group design is done at Rajawali Citra Bantul Hospital. Subjects were 24 children with CP spastic quadriplegi divided into 2 groups, group I was given SARE for 3 repetitions in 1 hour of therapy sessions and group II was given PPWE for 30 minutes. All groups were given treatment 1 time a week for 6 weeks as a refresher intervention and educated the family to do every day at home. Increased head control is measured by gross motor functional measurement. Result: Statistical test of paired sample t-test in group I and group II p value = 0.001 where (p < 0.05) there was an increase of head control. From independent t-test p value = 0.001 where (p < 0.05), it can be concluded that there are significant differences between group I with group II. Based on the mean values in both treatment groups, the group I have larger head control improvement of 33.19% than group II which only 16.96%. Conclusion: SARE is better than PPWE to increase head control on CP spastic quadriplegiKeywords: Head control, SARE, PPWE
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU SEDENTARI DENGAN INDEKS MASSA TUBUH PADA SISWA KELAS V DI SD CIPTA DHARMA DENPASAR Pramita, Risna Dea; Griadhi, I Putu Adiartha
E-Jurnal Medika Udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini telah meningkatkan perilaku sedentari yang dilakukan oleh anak-anak, seperti menonton televisi, bermain komputer, dan juga bermain video games. Beberapa penelitian terakhir menunjukkan bahwa perilaku sedentari yang berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku sedentari, prevalensi obesitas, dan juga hubungan antara perilaku sedentari dengan indeks massa tubuh pada siswa kelas 5 di SD Cipta Dharma Denpasar. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan studi cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 51 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ), kuesioner pola makan untuk mendapatkan gambaran tentang pola makan yang merupakan variabel perancu, serta penghitungan berat badan dan tinggi badan menggunakan timbangan dan microtoise. Dari 51 siswa, 17,6% mengalami obesitas. Hampir sebagian besar siswa melakukan perilaku sedentari >5 jam sehari. Menonton televisi merupakan kegiatan dengan rata-rata terbanyak yakni 1,8 jam. Hubungan antara perilaku sedentari dengan indeks massa tubuh menunjukkan nilai p sebesar 0,1. Pada penelitian ini tidak didapatkan hubungan antara perilaku sedentari dengan indeks massa tubuh. Kedepannya diharapkan adanya penelitian lebih lanjut dengan desain penelitian yang lebih baik tentang perilaku sedentari, indeks massa tubuh, serta faktor-faktor lain yang mempengaruhi.  
Co-Authors -, Wahyuddin A. A. Parama Swari Khrisna, A. A. Parama Swari Adhitya, I Putu Gde Surya Adiatmika, I Putu Aditya Prana, I Ketut Wedarthana Adyasputri, A.A. Istri Ayesa Febrinia Al Banna, Damha Alex Pangkahila Ali Imron, Muh. Arenza, Mezzi Wulandari Ari Wibawa Astiti Suadnyana, Ida Ayu Ayu Vitalistyawati, Luh Putu Bagus Komang Satriyasa Baktiyasa, I Nyoman Darmawan, Gede Desy Dewa Putu Sutjana Dewi, Agung Istri Eko Wibowo Evitamala, Lilik Fatchurahman, Reza Gunarto, Wahyu I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Ketut Suyasa I Made Jawi I Made Krisna Dinata I Made Muliarta I Made Niko Winaya I Nengah Sandi I Nyoman Adiputra I P G Adiatmika I Putu Gede Adiatmika I Putu Sutha Nurmawan I Wayan Weta Ida Ayu Dewi Wiryanthini Imaculata Date, Maria Imron, Muh. Ali INDAHSARI, PUTU RINA Ingrid Robot, Joanne J Alex Pangkahila J. Alex Pangkahila Jaya, I Putu Prisa Ketut Tirtayasa Khaerul Anam Loda, Imakulata Magi LUH MADE INDAH SRI HANDARI ADIPUTRA Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Putu Ratna Sundari, Luh Putu Ratna M. Ali Imron M. Irfan Made Muliarta Mahadewa, Tjokorda Gde Bagus Manik, James W H Muh Irfan Muh. Irfan Muhammad Irfan Munawarah, Mutiah Munawaroh, Muthia Munawaroh, Muthiah Muthiah Munawwarah Ngurah, Ida Bagus Ni Komang Ayu Juni Antari, Ni Komang Ayu Ni Luh Nopi Andayani, Ni Luh Nopi Ni Wayan Tianing Nila Wahyuni Nugroho, Fendy Nugroho, Triyanto Oktovianus Fufu Pinatih, Gde Indraguna Pramana, I Made Dwi Apri Prianthara, I Made Dhita Purwani, I Gusti Ayu Mega Putu Dyah Wulandari Putri, Putu Dyah Putu Dyah Wulandari Putri, Putu Dyah Wulandari Ratna Sundari, Luh Putu Risna Dea Pramita, Risna Dea S. Indra Lesmana Sandi, Nengah Saraswati, Putu Ayu Sita Sari, Ni Putu Ayu Sasmita Sariaman, Agus Frandes Sastrawan, I Made Ari Sri Handari Adiputra, Luh Made Indah Sugijanto - Suryawan, I Nyoman Ari Susy Purnawati Usmany, Leandra Erdina Valentin, Lidia Vidiari J, Indira Wahyuni Novianti, I Gusti Ayu Sri Warmadewi, Ni Kadek Utari Widayanto, Bambang Wiguna, I Nyoman Agus Pradnya Wintara, Gusti Agung Gede Rama Yanti, Made Kristira