Articles

Found 4 Documents
Search

PROFIL LINGKUNGAN TUMBUH PISANG TONGKAT LANGIT (Musa troglodytarum L.)DI KABUPATEN MALUKU TENGAH Hiariej, Adriana
BIOWALLACEA Vol 1, No 1 (2015): Bio Wallacea Vol 1 No 1
Publisher : Program Studi Biologi FMIPA Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di semua propinsi di Indonesia tumbuh baik pisang liar maupun pisang yang sudah di budidayakan.Pisang Tongkat Langit dengan nama ilmiah Musa troglodytarum L. adalah jenis pisang yang tandannya tegak ke atas dan merupakan tanaman endemik di daearah Indonesia Timur, yaitu Maluku dan Papua. Oleh masyarakat Maluku dikenal dengan nama ”Pisang Tongka Langit”. Propinsi Maluku merupakan bagian dari wilayah Timur Indonesia, dijuluki daerah seribu pulau terdiri dari pulau-pulau kecil yang dipisahkan oleh laut.Wilayahnya bervariasi baik dari faktor geografis, edafik dan iklim.Perbedaan tersebut tentu sangat berpengaruh pada keragaman fenotipik dan genetik organisme termasuk pisang Tongkat Langit sebagai akibat interaksi dengan lingkungan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil lingkungan tumbuh pisang Tongkat Langit di kabupaten Maluku Tengah.Metode eksplorasi dilakukan untuk mendeskripsi profil lingkungan meliputi suhu, kelembaban, salinitas sedangkan sampel tanah dari lingkungan tumbuh diambil untuk dianalisis, di laboratorium kimia tanah UB Malang dengan metode kering oven. Data profil lingkungan dideskripisikan secara deskriptif dan dianalisis dengan analisis cluster Indeks Bray Curtis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keragaman profil lingkungan tumbuh meliputi suhu (13-32°C), kelembaban (8-30%), salinitas( 0.21- 1.5 mS), pH 5.2-7.3), C.organik (1.83-5.23%), N. total (0.21-0.59%), C/N (8-12), P (2.22-23.19 mg kg-1), K, Na, Ca, Mg, KTK, jumlah basa (0.16-1.41, 0.24-1.82, 5.02-23.81, 1.07-3.32, 2.22-23.19, 8.64-27.68 me/100g), KB (43-92%), pasir (3-70%), debu (25-78%) dan liat (0-28%). Hasil analisis cluster menunjukkan bahwa terdapat 2 cluster utama dengan nilai similaritas 0,68-0,96. Dari keragaman profil lingkungan dapat dijelaskan ketersedian unsur hara sangat dipengaruhi oleh reaksi pH tanah, bahan organik, KTK, KB tekstur dan struktur tanah serta kehidupan mikroorganisme yang penting bagi pertumbuhan maupun produksi pisang tongkat langit.Untuk suhu, kelembaban, dan salinitas.dikatakan masih mendukung pertumbuhan pisang tongkat langit di kabupaten Maluku Tengah.  Kata Kunci :Musa troglodytarum L., Lingkungan tumbuh, Maluku Tengah
GENETIC CHARACTERIZATION OF GALOBA DURIAN (AMONUM SPP.) IN AMBON ISLAND BASED ON RANDOM AMPLIFIED POLYMORPHIC DNA (RAPD) Salamena, Fuadiska; Hiariej, Adriana; Seumahu, Cecilia Anna
Agrotech Journal Vol 3, No 1 (2018): Agrotech Journal (ATJ)
Publisher : Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.065 KB) | DOI: 10.31327/atj.v3i1.524

Abstract

Galoba durian is one of the endemic floras from Maluku. Galoba durian is a species belonging to the Amomum genera Zingiberaceae family. It is also used as a medicinal plant for waist and kidney diseases. Based on the color of the fruit, galoba durian is divided into two nmely red galoba durian and green galoba durian. Distribution of this plant in Ambon can found in a few places such as highland and coastal area. Different locations influence phenotypic of plants, but may not show different genetic characteristic. Genetic diversity can detected by molecular markers. Genetic characterization from galoba durian using RAPD markers has not been done before. This study aimed to analyze genetic diversity from galoba durian using molecular markers RAPD. Samples of plants are used red galoba durian from Hatu and green galoba durian from Hatalae. The result of the first study, characterization of the morphology of the galoba durian, showed that both galoba have almost similar characteristics. Further DNA was tested by qualitative and quantitative. Result shows good qualitative and quantitative of DNA genomic. The second study was amplification by PCR-RAPD. DNA amplifications were performed using 3 primers out of 9 screened random primers. The primers selection was based on hight polymorphism. DNA amplification has 36 bands which were 100% polymorphic. The size of each bands from visualization of agarose was determined by linear regression. Number of band amplified was range from 120 to 1612 bp. Polymorphic band of RAPD showed the highest  genetic diversity. It can be concluded that the two plants of galoba durian are different species
GENETIC CHARACTERIZATION OF MAIZE KISAR VAR. KUNING GENJAH AND MAIZE VAR. BISI-II-HIBRIDA BASED ON MOLEKULAR RAPD MARKER Berhitu, Elizabeth C.; Hiariej, Adriana; Seumahu, Cecilia A.
Agrotech Journal Vol 4, No 2 (2019): Agrotech Journal (ATJ)
Publisher : Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.404 KB) | DOI: 10.31327/atj.v4i2.1127

Abstract

The variety of maize in Southwest Maluku (MBD) has an ability to grow in the extremely dry land, especially at Kisar island, because those areas were dominated by dry land. Dry resistance very useful to be used for genetical characterization in order to provide accurate data about the character of local maize Kisar var. Kuning Genjah. To identify the characteristics at the genome level of this local maize variety, one of the molecular methods that can be applied was RAPD molecular method. The advantage of the RAPD marker is it's technically simpler and fast in testing, does not require DNA sequence information, hence this marker becomes widely used, it only requires a small sample of DNA, the primary is commercially available and does not use radioactive compounds. The aim of this study was to find out the bands profile that has the potential to be used as a marker of dry resistance. The method applied was RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA) using OPA-02, OPA-07, and OPC-12 primers and produces 22 DNA bands. The measurement of bands by estimating the molecular weight based on marker exponential regression. The polymorphic percentage was 90.9% between var. Kuning genjah and var. BIZI-II-Hybrid. The percentage of polymorphism showed the potential of bands that can be used as molecular markers for markers of dry resistance that can be utilized in plant breeding
ANALISIS BETA KAROTEN DAN VITAMIN PADA KULIT DAN DAGING BUAH PISANG TONGKA LANGIT (MUSA TROGLODYTARUM L.) DI KOTA AMBONAROTEN DAN VITAMIN PADA KULIT DAN DAGING BUAH PISANG TONGKA LANGIT (MUSA TROGLODYTARUM L.) DI KOTA AMBON Paul Letelay, Owend; Hiariej, Adriana; Pesik, Anneke
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno, Vol. 13, Number 1, April 2020
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.672 KB) | DOI: 10.20956/at.v13i1.243

Abstract

Pisang Tongka Langit dengan tandan buah menjulang ke atas memiliki karakter morfologi yang bervariasi diantaranya ukuran buah (panjang dan pendek), warna daging buah (kuning sampai oranye) dan warna kulit pisang yang berbeda (kuning, oranye kekuningan, oranye kemerahan, merah kecoklatan, dan oranye kecoklatan) yang mengindikasikan adanya kandungan beta karoten. Tujuan penelitian untuk menganalisis kandungan beta karoten dan vitamin pada kulit dan daging buah pisang Tongka Langit menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography. Hasil analisis kandungan beta karoten tertinggi pada daging buah panjang sebesar 65,33 mg/100 dan terendah pada daging buah pendek 22,31 mg/100g. Vitamin A yang terbanyak terdapat pada kulit buah pendek 2260,63 mg/100g dan kulit buah panjang memiliki nilai yang paling rendah. Nilai kandungan Vitamin B yang tertinggi terdapat pada kulit buah panjang sebesar 0,11 mg/100g dan yang terendah pada daging buah panjang dan kulit buah pendek sebesar 0,09 mg/100g. Vitamin C yang terbanyak terdapat pada daging buah panjang sebesar 28,48 mg/100g, dan yang terendah pada kulit buah panjang 11,99 mg/100g. Vitamin E yang tertinggi terdapat pada kulit buah panjang sebesar 0,41 mg/100g dan yang terendah terdapat pada daging buah pendek sebesar 0,21 mg/100g, sedangkan vitamin D tidak ditemukan pada semua sampel.