Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH METODE INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIII DI SMPN 3 GUNUNGSARI TAHUN AJARAN 2013/2014 Yasmin, Nur; Ramdani, Agus; Azizah, Afriana
Jurnal PIJAR Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Melalui proses inkuiri dan belajar dengan melakukan (learning by doing), peserta didik dapat melatih keterampilan proses sains mereka sekaligus memperoleh pembelajaran yang bermakna. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa belajar dengan melakukan (learning by doing) dan melalui proses inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, termasuk hasil belajar kognitif dan ke-terampilan proses sains. Berdasarkan hasil observasi peneliti di sekolah, diketahui bahwa pembelajaran Biologi masih menekankan pada pembelajaran yang sifatnya konseptual, teoritis dan hafalan melalui buku serta masih berpusat pada guru (teacher-centered). Peserta didik tidak dibiasakan melakukan inkuiri ilmiah melalui eksperimen dan melatih keterampilan proses sains mereka. Akibatnya, hasil belajar mereka belum mencapai hasil yang memuaskan. Metode inkuiri terbimbing di-harapkan dapat mengatasi permasalahan ini. Oleh karena itu, tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains dan hasil belajar Biologi peserta didik. Penelitian ini telah dilaksanakan di SMPN 3 Gunungsari dari bulan Januari sampai Maret 2014. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII tahun ajaran 2013/2014 yang terbagi dalam 5 kelas, kelas VIII A – kelas VIII E. Sampel ditentukan melalui teknik simple random sampling dan diperoleh kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII C sebagai kelas kontrol. Desain penelitian ini menggunakan nonequivalent control group design. Instrumen yang digunakan untuk mengukur keterampilan proses sains dan hasil belajar Biologi adalah tes pilihan ganda yang sudah valid. Data berupa nilai hasil belajar dan keterampilan proses sains dianalisis menggunakan uji-t pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan:bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar Biologi dan keterampilan proses sains yang signifikan pada kedua kelas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa: metode inkuiri terbimbing memberikan pengaruh yang sama baiknya dengan metode ceramah bervariasi dan praktikum terhadap hasil belajar dan keterampilan proses sains peserta didik.cKata kunci:Metode Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Proses Sains, Hasil BelajarABSTRACT: Students are capable to improve their skills in scientific process and to get meaningful learning both by inquiry learning and learning by doing. Many researches reported that learning by doing and inquiry learning could improve student’s achievements, including cognitive achievement and secientific process skills. It was observed that Biology learning at school still mainly emphasize on conceptual, theoritical, recitation learning through textbook and tend to be teacher centered. The students were unfamiliar to do scientific inquiry through experiment and train their scientific process skills. As a consequence, their learning achievement still unsatisfied. Guided inquiry method is expected can overcome this problem. Therefore, the aim of this research is to examine the effect of guided inquiry method on student’s scientific process skills and Biology learning achievement. This research was conducted in SMPN 3 Gunungsari from January to March 2014. Population of this study were all students at grade VIII of academic year 2013/2014 which divided into five classes, VIII A – VIII E. Samples were determined by simple random sampling technique and obtained VIII A as experimental class and VIII C as control class. Research design was nonequivalent control group design. Instrument to measure both student’s scientific process skills and Biology learning achievement was a valid multiple choices test. Data of students’s Biology learning achievement and scientific process skills were analyzed by using t-test formula at level of significant 5%. Results showed that students’s Biology learning achievement and scientific process skills in both classes were not significantly different. Therefore, it can be concluded that effectiveness of expository and experiment method is as good as guided inquiry method on students’s Biology learning achievement and scientific process skills. Key words:Guided Inquiry Method, Science Process Skills, Learning Achievement
PROFIL LITERASI SAINS DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PENDIDIK IPA SMP Jamaluddin, Jamaluddin; Jufri, A. Wahab; Ramdani, Agus; Azizah, Afriana
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v5i1.185

Abstract

Secondary school science educators need to have good scientific literacy and critical thinking skills, so that they have sufficient competency to teach students to be able to compete in the current and future information and globalization. The purpose of this research was to determine the profile of scientific literacy and critical thinking skills of science educators. The subjects of this study were secondary school science educators who were still actively carrying out their professional duties. This study uses descriptive research methods.  The instrument of data collection consists of scientific literacy instruments and instruments of critical thinking skills. The results of the study show that the science literacy profile of science educators is on average categorized as sufficient. The profile of the science literacy skills of junior high school educators is categorized as 33.33% in the good group, 16.67% in the sufficient category, and 50% in the less category. Profile of the average critical thinking skills of science educators in the medium category. Science educators who have high critical thinking skills are 32%, those with moderate critical thinking skills are 32%, and those who have low critical thinking skills are 36%.Keywords: Literacy Science, Critical Thinking, Science Educators.
Peningkatan Kompetensi Guru Biologi Melalui Pendampingan Kegiatan Pembelajaran Berbasis Lesson Study Di SMAN 1 Lembar Jamaluddin, Jamaluddin; Jufri, A. Wahab; Ramdani, Agus; Azizah, Afriana
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1, No 2 (2019): Periode Januari- Juli 2019
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.247

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk, 1) meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran biologi (penyusunan perangkat pembelajaran) dengan menerapkan pola lesson study di SMA Negeri 1 Lembar, 2) meningkatkan kualitas proses pembelajaran biologi dengan menerapkan pola lesson study di SMA Negeri 1 Lembar, dan 3) meningkatkan kualitas cara mengevaluasi pembelajaran dengan menerapkan pola lesson study di SMA Negeri 1 Lembar. Manfaat yang dapat diperoleh melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat ini antara lain, 1) secara praksis dapat meningkatkan kualitas pembelajaran biologi melalui penerapan model-model pembelajaran inovatif denganpola lesson studi, 2) dapat mengembangkan kompetensi pedagogik guru khususnya dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran dengan pola lesson studi, 3) hasil yang akan diperoleh dapat digunakan sebagai acuan dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevalusai pembelajaran biologi dengan pola lesson studi.  Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini akan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu 1) sosialisasi dan focus group discussion tentang materi lesson study, 2) pendampingan pembuatan perangkat pembelajaran dengan pola lesson studi, 3) pendampingan pada saat melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran dengan pola lesson studi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini antara lain adalah, 1) diskusi informasi terkait dengan konsep, prosedur, best practice tentang lesson study, 2) praktek langsung penyusunan perangkat pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran dengan pola lesson studi. Hasil yang diharapkan dapat dicapai melalui kegiatan ini sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan, yaitu 1) meningkatnya pemahaman pendidik biologi tentang konsep dan prosedur pembelajaran biologi dengan pola lesson studi, 2) meningkatnya keterampilan pedidik biologi dalam merancang dan melaksanakan pembelajan biologi dengan pola lesson studi, dan 3) meningkatnya keterampilan pendidik biologi dalam mengevaluasi pembelajaran yang telah dilakukan denga pola lesson studi. Kata Kunci: Kompetensi Pendidik Biologi, Kegiatan Pembelajaran, Lesson Study.