Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF NHT DAN STAD TERHADAP HASIL BELAJAR PENGETAHUAN BIOLOGI SISWA SMA NEGERI 2 GERUNG Aryana, I. G. M. R.; Idrus, Agil Al; Harjono, Ahmad
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2016): July
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v2i2.41

Abstract

This study aims to determine differences of knowledge biology student learning outcomes between groups of students who receive NHT cooperative learning model and STAD cooperative learning model treatment for digestive system. This research was conducted at SMAN 2 Gerung in class of XI. This study is a quasi-experimental research using modified of Type Between Group Design with Pre-posttest design. The number of population was 44 students that using simple random sampling in order to obtain two classes of experiments. Data were analyzed using inferential statistical analysis and hypothesis was tested using t-test analysis with SPSS version 20 for Windows. The results showed: First, there was no significant difference about knowledge learning outcome between the group the of students using NHT cooperative learning model and group of students using STAD cooperative learning model in the substance of Food, Food Healthy Menu, Structure and Function of Cells Network of Human Digestive System, Network Structure System of Ruminant Digestion, and Digestive Disorders Bioprocess Systems that gained tcount ≤ ttable (p> 0.05). Second, a group of students using STAD cooperative learning model has an average value of knowledge learning outcome that is significantly higher than the group of students that use NHT cooperative learning model for Body Mass Index (BMI) and Basal Metallic Rate (BMR) that gained value ttable < tcount (p ≤ 0.05).Keyword: NHT cooperative learning model, STAD cooperative learning model, student’s knowledge learning outcome of biology
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF NHT DAN STAD TERHADAP HASIL BELAJAR SIKAP SISWA SMA NEGERI 2 GERUNG Aryana, I. G. M. R.; Idrus, Agil Al; Harjono, Ahmad
Jurnal PIJAR Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar sikap siswa antara kelompok siswa yang mendapatkan perlakuan model pembelajaran kooperatif NHT dan model pembelajaran kooperatif STAD pada pembelajaran biologi sistem pencernaan. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Gerung pada siswa kelas XI jurusan Ilmu Pengetahuan Alam semester genap tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan rancangan Type Between Group Design dengan Posttest Only Design. Populasi penelitian berjumlah 44 siswa terdiri atas dua kelas, dimana keseluruhan populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Melalui teknik simple random sampling ditentukan dua kelas eksperimen. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif yaitu dengan menghitung rata-rata dari jawaban yang diberikan kemudian dinyatakan dalam bentuk angka persentase dari setiap pernyataan. Angka persentase yang menggambarkan sikap pada indikator: rasa ingintahu, tanggungjawab, dan disiplin diuji hipotesisnya menggunakan analisis uji-t dengan bantuan program SPSS versi 20 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan hasil belajar sikap yang signifikan antara kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif NHT dan model pembelajaran kooperatif STAD dimana diperoleh nilai thitung ≤ ttabel (p>0.05) pada setiap indikator sikap. Kata kunci:      Model pembelajaran kooperatif NHT, model pembelajaran kooperatif STAD, hasil belajar sikap siswa.  ABSTRACT: This study aims to determine differences of student’s attitude learning outcomes between groups of students who receive NHT cooperative learning model and STAD cooperative learning model treatment for biology digestive system learning. This research was conducted at SMAN 2 Gerung in class of XI. This study is a quasi-experimental research using Type Between Group Design with Posttest Only Design. The number of population was 44 students consit of two classes, and all member of population used to sample study. By using simple random sampling obtained two classes of experiments. Data were analyzed using descriptive statistical and than with count the average of data, obtained scaling data and than hypothesis was tested using t-test analysis with SPSS version 20 for Windows. The results showed there was no significant difference about attitude learning outcome between the group the of students using NHT cooperative learning model and group of students using STAD cooperative learning model in all indicators of attitude that gained tcount ≤ ttable (p> 0.05). Key words:           NHT cooperative learning model, STAD cooperative learning model, student’s attitude learning outcome.
PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI PUPUK MEDIA DIATOM DAN PUPUK KW21 TERHADAP KEPADATAN POPULASI Tetraselmis sp. DI UNIT PELAKSANA TEKNIS LOKA PENGEMBANGAN BIO INDUSTRI LAUT PUSAT PENELITIAN OCEANOGRAFI (LPBIL P2O LIPI) MATARAM Mukminah, Mukminah; Idrus, Agil Al; Ramdani, Agus
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 1, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FPMIPA IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.755 KB)

Abstract

The present research aims at knowing: 1) the influence of different concentration of diatom media fertilizer on the population density Tetraselmis sp.; 2) the influence of different concentration of KW21 fertilizer on the population density Tetraselmis sp.; 3) an optimal concentration of diatom media fertilizer and KW21 for the population density of Tetraselmis sp. An experimental with Completely Randomized Design was conducted by treating diatom media fertilizer and KW21 fertilizer. Each of the treatments was given concentration of 0%, 25%, 50%, 75%, and 100%. The results show that the concentration of diatom media fertilizer did give any significance influence on the population density of Tetraselmis sp. It could be seen from the value of Ftest which was lower than Ftable (23,05) > 3.48) at the significance level of 5%. The concentration of KW21 fertilizer had any significance influence on population density of Tetraselmis sp. by which the value of Ftest was 10,63 and the Ftable was 3.48 at the significance level of 5%. An optimal population density of Tetraselmis sp. fell on the treatment of A1B4C1 (94.83x105 cell/ml) and A2B4C1 (91.83x105 cell/ml).
ANALISIS KESIAPAN AKREDITASI BERBASIS SAPTO PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS MATARAM Idrus, Agil Al; Karnan, Karnan; Setiadi, Dadi
Jurnal Ilmiah Profesi pendidikan Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.173 KB) | DOI: 10.29303/jipp.v3i2.32

Abstract

Sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi meliputi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) yang lebih dikenal dengan Akreditasi. Salah satu indikator mutu program studi adalah baik tidaknya nilai akreditasi prodi yang menggambarkan program studi secara menyeluruh. Pelaksanaan akreditasi prodi yang merupakan sistem penjaminan mutu eksternal  terus berkembang dari waktu ke waktu dan sistem yang berlaku adalah berbasis SAPTO (Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online). Prodi Pendidikan Biologi adalah salah satu prodi di lingkungan FKIP UNRAM yang akan mengajukan akreditasi disebabkan masa berlakunnya akan segera berakhir dalan satu tahun mendatang. Namun demikian untuk bisa memperoleh nilai tersebut perlu dilakukan persiapan-persiapan baik di tingkat prodi maupun fakultas, sehingga perlu dilakukan kajian kesiapan program studi dan fakultas dalam mengahadapi akreditasi prodi berbasis SAPTO. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kesiapan Prodi Pendidikan Biologi dan institusi/fakultas dalam menghadapi akreditasi berbasis SAPTO yang mencakup 7 estándar akreditasi.  Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian evaluatif kualitatif. Penelitian dilaksanakan mulai dari akhir bulan Mei  2018 sampai dengan akhir Nopember 2018.Tempat pelaksanaan di FKIP Universitas Mataram. Subjek penelitian dan sumber adalah dosen program studi, tenaga kependidikan dan dekanat di lingkungan FKIP UNRAM serta dokumen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, dokumen dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan cara merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting untuk dicari tema dan polanya data reduction , kemudian data display, setelah itu ditarik sebuah conclusion drawing. Hasil menunjukan bahwa tingkat kesiapan prodi untuk akreditasi  pada tingkatan kurang siap dengan data dan informasi sesuai dengan tagihan dari standar pada borang seperti : standar Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, Serta Strategi Pencapaian, Tata Pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, dan Penjaminan Mutu, Mahasiswa dan Lulusan Sumber Daya Manusia, Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik, Penelitian, Pelayanan Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerjasama, Pembiayaan, Sarana dan Prasarana, serta Sistem Infsi.ormasi. Dengan demikian perlu dipersiapkan data informasi yang dibutuhkan serta penjelasan yang fokus dan komprehensif untuk bagian-bagian tertentu dari standar pada borang akreditasi.
Diversity of Species and Conservation Priority of Butterfly at Suranadi Natural Park of West Lombok, Indonesia Ilhamdi, Mohammad Liwa; Idrus, Agil Al; Santoso, Didik
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 10, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v9i3.10695

Abstract

Butterflies play an important role in the ecosystem of Suranadi Natural Park in West Lombok. Butterflies help preserving the existence and diversity of flora by facilitating the process of pollination so it is crucial for flowering plants. The present study aimed at analyzing the diversity and determining the priority of butterfly conservation at Suranadi Natural Park of West Lombok. This exploration is a descriptive study. Data were observed in four-time repetition in the morning and in the afternoon for two months. The sweeping net technique following observation path was employed in this research (line left, line right,  line central and line waterway). The data analysis used the Shannon-Wiener diversity index and priority for conservation determined by Ministry of Forestry Regulation Number: P.57 / Menhut-II / 2008. Fourty (40) species of butterflies belonging to 5 families identified. The diversity index (H ) of butterflies ranges from 2.63 to 3.43 (medium-high). The two species of the Papilionidae family found at TWA Suranadi, namely, Troides helena and Papilio memnon were the priority of conservation. This research would be helpful to consider conservation strategy and ecotourism.
Kekayaan Spesies Kelelawar Ordo Chiroptera Di Gua Wilayah Selatan Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat Fajri, Siti Rabiatul; Idrus, Agil Al; Hadiprayitno, Gito
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 7, No 2 (2014): BIOEDUKASI
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v7i2.2926

Abstract

The research was conducted in order to determine the species richness in the cave region of southern island of Lombok. The study was conducted through a survey technique at 5 caves located in the southern region of the island of Lombok the Cave Gale-Gale, Buwun Cave, Cave Kenculit, Raksasa Cave and Cave Pantai Surga. The survey was conducted from March to May 2014. Sampling bat for identification as done by using the mist nets. Bats were caught identified further in the Laboratory of Biological Science, University of Mataram. The results show that has found 6 Family with 12 species. Based on identification of 12 species were found in the caves of the area south of the island of Lombok, there are 9 species ever discovered by Kitchener (2002) in his study on the island of Lombok is Hipposiderosater, Rhinolopussimplex, Rosettusamplxicaudatus, Hipposiderosdiadema, Eonycterisspeleae, Miniopteruspusillus, Taphazousmelanopogon, Macroglossusminimus, and Murinacyclotis, Hipposiderosbicolor, Rhinopoma microphyllum and Phoniscus atrox.
Multivariate Analysis of Environmental Factors Affecting Amphibian Community Structure in Lombok Island Syazali, Muhammad; Idrus, Agil Al; Hadiprayitno, Gito
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 10, No 2 (2017): BIOEDUKASI
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v10i2.11532

Abstract

ABSTRACTThe study of the effect of environment factors on amphibians there is no it in Lombok Island. This study aimed to analyze the environment factors that most contribute to the community structure of amphibians on the island of Lombok. Survey was conducted at 10 locations/points scattered on the island of Lombok. Both data of environment factors and community structure were collected on the square of 5000 m2 at each of the locations in the period from March to July 2016. The environment factors that the analyze including air temperature, water temperature, humidity, altitude, canopy, tree species richness, tilt, river length, width of the river and left-right width of the river to crawl. Amphibian community structure consists of species richness, density, species diversity, species evenness and dominance species. Data were analyzed using principal component analysis (PCA). The results show that environment factors that effect to the factor of the community can be divided into four components, namely component 1 (high effect), component 2 (middle effect), component 3 and component 4 (lower effect). Component 1 consists of humidity, canopy and tree species richness factor. Component 2 consists of air temperature, water temperature and altitude. 3 and 4 consist of a length of the river, the river width, the width of the river and tilt left and right..Key words: environment factors, structure of amphibian community, Lombok Island
Sosialisasi Peran dan Fungsi Mangrove Pada Masyarakat di Kawasan Gili Sulat Lombok Timur Idrus, Agil Al; Ilhamdi, M. Liwa; Hadiprayitno, Gito; Mertha, Gde
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1, No 1 (2018): Desember
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.213

Abstract

Abstrak: Mangrove merupakan salah satu tumbuhan yang sangat baik untuk menjaga keseimbangan ekosistem pantai. Saat ini banyak lokasi pantai yang sudah rusak ekosistem mangrovenya, sehingga perlu rehabilitasi mangrove. Peran dan fungsi mangrove bagi lingkungan perlu disoaialisasikan kepada masyarakat sekitar. Kegiatan pengabdian ini ditujukan untuk mensosialisasikan peran dan fungsi mangrove di masyarakat sekitar Gili Sulat. Metode yang digunakan adalah pelatihan berupa sosialisasi, diskusi, Tanya jawab.  Hasil Pengabdian menunjukkan bahwa semua peserta antusias mengikuti kegiatan pengabdian yaitu sosialisasi, diskusi dan Tanya jawan tentang peran dan fungsi mangrove pada masyarakat di kawasan Gili Sulat Lombok Timur. Serangkaian kegiatan pengabdian pada masyarakat ini telah berlangsung dengan kesimpulan sebagai berikut:  semua peserta yang terdiri dari warga masyarakat yang ada di sekitar Gili Sulat Lombok Timur sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan memberikan respon positif selama kegiatan berlangsung.  Tim Pengabdian memaparkan dan memberikan sosialisasi peran dan fungsi mangrove pada masyarakat di sekitar Gili Sulat dan peserta aktif menanyakan hal-hal yang belum jelas dari materi sosialisasi.  Pada akhir kegiatan pengabdian masyarakat mempunyai pengetahuan yang baik tentang peran dan fungsi mangrove sehingga mereka dapat menjaga dan melestarikan ekosistem mangrove di Gili Sulat. Kata Kunci: Peran, fungsi, Mangrove, Gili Sulat
Diversifikasi Pendapatan Alternatif Masyarakat Nelayan Melalui Inovasi Teknologi Budidaya Rumput Laut Di Desa Batunamparselatan Lombok Timur Karnan, Karnan; Idrus, Agil Al; Bachtiar, Imam; Raksun, Ahmad; Merta, I Wayan
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1, No 2 (2019): Periode Januari- Juli 2019
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.311

Abstract

Abstrak: Rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan di Nusa Tenggara Barat. Tetapi kuantitas dan kualitas komoditas yang strategis ini masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini disebabkan oleh kendala teknis yang ada dalam budidaya dan penanganan pasca panen. secara khusus, kegiatan ini dimaksudkan untuk : mengatasi persoalan yang menyebabkan penurunan produksi dan kegagalan panen yang dialami pembudidaya rumput laut di lokasi kegiatan, meningkatan produksi rumput laut, mengatasi persoalan rendahya kualitas rumput laut yang disebabkan oleh alga filamen sebagai kompetitor (biofouling) dan proses penanganan pasca panen, serta meningkatkan posisi tawar pembudidaya dalam menentukan harga jual rumput laut. Metode yang diterapakn dalam kegiatan ini meliputi metode yang lebih mengedepankan suatu kegiatan agar paket teknologi yang ingin disampaikan dapat dengan mudah ditiru untuk dipraktekkan. Karena itu, metode konvensional khususnya ceramah dan diskusi tetap digunakan dan dikombinasi dengan metode lain, yaitu demonstrasi dan praktek lapangan (praktek langsung). Hal ini sesuai dengan karakteristik masyarakat petani pada umumnya yang memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Selain itu, pertimbangan waktu bagi pelaksanaan kegiaan ini yang juga sangat terbatas Kata Kunci: Diversifikasi Pendapatan Alternatif; Masyarakat Nelayan; Inovasi teknologi; Budidaya rumput laut