Indiana Marethi, Indiana
Persamaan parabola merupakan konsep matematika pada geometri analitik yang berhubungan dengan konsep matematika lainnya. Pemahaman terkait persamaan parabola mampu menjadi indikator pemberian materi lanjutannya. Artikel ini bertujuan mengukur pemaha

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

UNDERSTANDING ON STRATEGIES OF TEACHING MATHEMATICAL PROOF FOR UNDERGRADUATE STUDENTS Syamsuri, Syamsuri; Marethi, Indiana; Mutaqin, Anwar
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2018, TH.XXXVII, NO.2
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.065 KB) | DOI: 10.21831/cp.v37i2.19091

Abstract

Abstract: Many researches revealed that many students have difficulties in constructing proofs. Based on our empirical data, we develop a quadrant model to describe students? classification of proof result. The quadrant model classifies a students? proof construction based on the result of mathematical thinking. The aim of this article is to describe a students? comprehension of proof based on the quadrant model in order to give appropriate suggested learning. The research is an explorative research and was conducted on 26 students majored in mathematics education in public university in Banten province, Indonesia. The main instrument in explorative research was researcher itself. The support instruments are proving-task and interview guides. These instruments were validated from two lecturers in order to guarantee the quality of instruments.Based on the results, some appropriate learning activities should be designed to support the students? characteristics from each quadrant, i.e: a hermeneutics approach, using the two-column form method, learning using worked-example, or using structural method.Keywords:proof, proving learning, undergraduate, quadrant model Memahami Strategi Pengajaran Pembuktian Matematis di Perguruan TinggiAbstrak: Banyakpeneliti pendidikan matematika menyatakan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam mengonstruksi bukti. Berdasarkan kajian empiris, penulis membangun suatu model kuadran untuk mendeskripsikan kategori konstruksi bukti yang dibangun siswa. Model kuadran tersebut mengklasifikasikan konstruksi bukti berdasarkan cara berpikir matematis saiwa. Adapun tujuan dari artikel ini ialah mendeskripsikan pemahaman siswa dalam mengonstruksi bukti berdasarkan model kuadran serta memberikan saran strategi pembelajarannya. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif yang melibatkan 26 mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika pada universitas negeri di Provinsi Banten. Instrumen utama dalam penelitian eksploratif adalah peneliti sendiri. Instrumen pendukungnya ialah tugas pembuktian matematis dan panduan wawancara. Kedua instrumen pendukung tersebut telah divalidasi untuk menjamin kualitas instrumen yang digunakan. Hasil penelitian ini memberikan saran terkait aktivitas pembelajaran yang seharusnya dilakukan oleh pengajar agar sesuai dengan karakteristik berpikir siswa dalam mengonstruksi bukti pada masing-masing kuadran, misalnya : pendekatan heurmenistik, menggunakan metode dua-kolom, pembelajaran worked-example ataupun menggunakan metode terstruktur.Kata Kunci: bukti, pengajaran bukti, mahasiswa, model kuadran
MODEL BLENDED LEARNING DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA UNTIRTA Mutaqin, Anwar; Marethi, Indiana; Syamsuri, Syamsuri
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2016, TH. XXXV, NO. 1
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.793 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.8384

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan bidang studi (content knowledge) sebagai unsur pembentuk kompetensi mahasiswa calon guru matematika dengan pembelajaran blended learning. Pengetahuan bidang studi dalam hal ini disebut hasil belajar. Desain penelitian menggunakan kuasi eksperimen karena akan membandingkan pengaruh suatu perlakuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes. Untuk uji persyaratan normalitas, digunakan uji Kolmogorov-Smirnov, sedangkan uji homogenitas digunakan uji Levene. Untuk mengetahui perbedaan rerata, digunakan uji-t jika data berdistribusi normal. Sementara, jika data tidak berdistribusi normal digunakan uji Mann-Whitney. Hasil tes akhir pembelajaran dibandingkan untuk mengetahui pengaruh blended learning terhadap hasil belajar. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa hasil belajar kelas blended learning lebih baik daripada kelas biasa. Selain itu, mahasiswa blended learning lebih aktif mengerjakan tugas daripada kelas biasa. Kata Kunci: blended learning, calon guru matematika, content knowledge A BLENDED LEARNING MODEL IN THE MATHEMATICS EDUCATION STUDY PROGRAM IN UNTIRTA Abstract:This study was aimed to improve the content knowledge as an element for developing students? competence through blended learning. In this study, this content knowledge is called learning achievement. The study used the experimental design. The data were collected using a test. To test the normality of data distribution, the Kolmogorov-Smirnov test was utilized, while to test the homogeneity of the variances, the Levene?s test was used. To test the hypothesis, the t-test was used. The findings showed that the learning achievement of the students taught using blended learning was better than that of those taught using the conventional method. In addition, the students taught using the blended learning were more active in doing the assignment than those in the conventional class. Kata Kunci: blended learning, mathematics students, content knowledge
Fostering Germane Load Through Self-Explanation Prompting In Calculus Instruction Santosa, Cecep Anwar Hadi Firdos; Prabawanto, Sufyani; Marethi, Indiana
Indonesian Journal on Learning and Advanced Education (IJOLAE) Vol. 1, No. 1, January 2019
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.692 KB) | DOI: 10.23917/ijolae.v1i1.7421

Abstract

The purpose of this research was to investigate the effect of self-explanation prompting to students’ germane load while studying mathematics in the multivariable calculus course. This research employed a quasi-experimental method with matching-only posttest-only control group design. The subject of the research consists of 72 first-year mathematics education undergraduate students. The results indicated that there was no significant difference in students’ germane load between students who implemented worked-example with self-explanation prompting and students who implemented worked-example without self-explanation prompting. However, it was revealed that the students' germane load was categorized high in both classes. It indicates that the worked-example method could foster students' germane load. Nonetheless, these results cannot be evidence that self-explanation prompting is capable to foster students' germane load. However, there is an association between germane load and learning objectives. When students achieve the learning objectives, then its learning method is able to foster the germane load. To assess the learning objectives, the posttest was arranged. The results stated that students who implemented the worked-example method with self-explanation prompting had better test scores than students who implemented the worked-example method without self-explanation prompting. This result was sufficient to provide evidence that the use of worked-example with self-explanation prompting could foster students’ germane load students in the multivariable calculus course.Keywords: Germane load, Worked-example, Self-explanation prompting
Pengaruh Kecemasan Matematika terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa di SMA Rizki, Fajar; Rafianti, Isna; Marethi, Indiana
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.248 KB) | DOI: 10.30656/gauss.v2i2.1750

Abstract

Penelitian ini dilakukan oleh rendahnya kemampuan siswa di SMA yang dapat disebabkan oleh faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal, seperti metode dan strategi pembelajaran. Faktor internal, seperti emosi siswa atau kecemasan terhadap matematika. Penelitian ini hendak mengetahui bagaimana pengaruh kecemasan matematika terhadap keterampilan pemecahan masalah. Penelitian ini dilakukan di SMAN 2 Kota Serang. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan mengambil 3 kelas sebagai sampel. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) rata-rata keterampilan pemecahan masalah matematika siswa adalah siswa yang memiliki kecemasan rendah memiliki skor yang sama dengan siswa yang memiliki kecemasan sedang, dan siswa yang memiliki kecemasan sedang lebih baik daripada siswa yang memiliki kecemasan tinggi, dan siswa yang memiliki kecemasan rendah memiliki skor lebih baik daripada siswa yang memiliki kecemasan tinggi 2) ada hubungan negatif antara kecemasan dan keterampilan pemecahan masalah 3) semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin rendah keterampilan pemecahan masalah. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan keterampilan pemecahan masalah matematika berdasarkan tingkat kecemasan, ada hubungan antara kecemasan matematika dan keterampilan pemecahan masalah matematika dan ada pengaruh antara kecemasan matematika dan keterampilan pemecahan masalah.
PENGARUH KECEMASAN MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA DI SMA Rizki, Fajar; Rafianti, Isna; Marethi, Indiana
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v2i2.1750

Abstract

Penelitian ini dilakukan oleh rendahnya kemampuan siswa di SMA yang dapat disebabkan oleh faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal, seperti metode dan strategi pembelajaran. Faktor internal, seperti emosi siswa atau kecemasan terhadap matematika. Penelitian ini hendak mengetahui bagaimana pengaruh kecemasan matematika terhadap keterampilan pemecahan masalah. Penelitian ini dilakukan di SMAN 2 Kota Serang. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan mengambil 3 kelas sebagai sampel. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) rata-rata keterampilan pemecahan masalah matematika siswa adalah siswa yang memiliki kecemasan rendah memiliki skor yang sama dengan siswa yang memiliki kecemasan sedang, dan siswa yang memiliki kecemasan sedang lebih baik daripada siswa yang memiliki kecemasan tinggi, dan siswa yang memiliki kecemasan rendah memiliki skor lebih baik daripada siswa yang memiliki kecemasan tinggi 2) ada hubungan negatif antara kecemasan dan keterampilan pemecahan masalah 3) semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin rendah keterampilan pemecahan masalah. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan keterampilan pemecahan masalah matematika berdasarkan tingkat kecemasan, ada hubungan antara kecemasan matematika dan keterampilan pemecahan masalah matematika dan ada pengaruh antara kecemasan matematika dan keterampilan pemecahan masalah.
PEMODELAN AKREDITASI SMK DI PROVINSI BANTEN DENGAN MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY METODE MAMDANI Syamsuri, Syamsuri; Marethi, Indiana
Jurnal Matematika "MANTIK" Vol. 4 No. 1 (2018): Mathematics and Applied Mathematics
Publisher : Mathematics Department, Faculty of Science and Technology, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.781 KB) | DOI: 10.15642/mantik.2018.4.1.42-48

Abstract

This article aims to describe an accreditation model of vocational schools in Banten province that accredited for 2009-2011 using method of Mamdani of fuzzy logic. The data used were obtained from Banten Accreditation Board for Schools/Madrasah (BAP-S/M), 275 expertise in vocational programs are accredited by the BAP-S/M Banten during 2009-2011. In the accreditation model using fuzzy logic assumes that: (1) there are strong correlation among content standards, process standards, competency standards, and assessment standards, so that we use score of process standards in modelling, (2) Standard educators and staff, as well as management standard strongly correlated, so that we choose educators, and (3) standards of infrastructure and financing have strong correlation, so that only one representing one standard, namely : standard of infrastructure. The model can be used in predicting the outcome of a vocational accreditation by just looking scores from the process standard, educators standard, and infrastructures standard. The resulting models have about 68% accuracy rate.