Articles

Found 2 Documents
Search

KLASIFIKASI PERTUMBUHAN, SEKTOR BASIS DAN KOMPETITIF KOTA JAMBI Yusral, Yusral; Junaidi, Junaidi; Bhakti, Adi
Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol 2 No 4 (2015): Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.044 KB)

Abstract

This study aims to determine the classification of economic growth in the city of Jambi, base and non-base sectors in the economy of the city of Jambi, Competitive sectors in the economy of the city of Jambi and to determine the leading sectors in Jambi city.The results showed that based on the analysis tipology Klassen, there are three (3) sectors forward and grow exponentially (quadrant I), namely manufacturing industry, trade sector, hotel and restaurant as well as transport and communication sectors.           During the period 2000-2012 the leading sectors in the city of Jambi based analysis of location Quetiont (LQ) there are as many as seven sectors, namely Manufacturing (LQ = 1.37), sector Electricity, Gas and Water (LQ = 3.25), Construction sector (LQ = 1.61), the sector of Trade, Hotels and Restaurants (LQ = 1.38), transport and communications sector (LQ = 2.52), Financial sector, Leasing & Business Services (LQ = 1.76) Offices and Services sector (LQ = 1.44). Based Shift Share Analysis for the period 2000-2012, the sectors that possess proporsioal growth component value (P) positive namely Mining and Quarrying sector, sectors Electricity Gas and Water, Building sector, the hotel and restaurant trade sector, as well as the financial sector, leasing and services company. Sectors which show the value of diffrential Shift (D) is positive Manufacturing sector, trade sector, hotel and restaurant as well as transport and communications sectors. Based on a combined analysis of three tools of analysis shows that the sector is the dominant sector in the sector that belong criteria developed and grown by leaps and bounds, and competitive sector basis is the sector of Trade, Hotels and Restaurants.
Pola Distribusi Dan Stabilitas Harga Komoditas Cabai Merah Besar Dan Bawang Merah Di Pasar Wonomulyo Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar Yusral, Yusral
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 2 (2017): Agrovital Volume 2, Nomor 2, November 2017
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v2i2.126

Abstract

Penelitian ini di laksanakan selama 3 bulan yakni dari Bulan November 2016 sampai dengan Januari 2017 di Pasar Wonomulyo Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola distribusi dan stabilitas harga untuk komoditas cabe merah besar dan bawang merah di pasar wonomulyo kecamatan wonomulyo kabupaten polewali mandar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode secara sengaja atau proposive sampling dengan pedagang bawang merah dan cabai merah yang terdiri dari 13 orang Pedagang, 3 orang Pengepul, dan 3 orang Distributor  yang ada di  pasar Wonomulyo Kecamatan Wonomulyo,  Kabupaten Polewali Mandar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola distribusi yang ada di pasar wonomulyo dalam penelitian ini ada 3 saluran yaitu saluran I Distributor membeli barang di petani, dan langsung menyalurkannya kepada para Pengumpul yang ada di Pasar. Saluran II pengumpul membeli barang dagangan ke distributor dan menyalurkannya kepada para pedagang yang ada di pasar Wonomulyo, dan Saluran III Pedagang membeli barang dagangan ke pengumpul dan menyalurkannya kepada Konsumen yag datang untuk membeli keperluannya. Dari hasil penelitian pola distribusi Cabe Merah Besar dan Bawang Merah mulai bulan November 2016 sampai dengan bulan Januari 2017, dapat di ambil kesimpulan bahwa harga dari komoditas cabe merah besar dan bawang merah dalam penelitian ini tidak pernah stabil dikarenakan harganya yang selalu berubah-ubah dan tidak ada ketetapan harga dari setiap komoditas yang diperjual belikan.