andi trisnowali, andi
Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar. Makassar, Indonesia

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH MOTIVASI BERPRESTASI, MINAT BELAJAR MATEMATIKA, DAN SIKAP BELAJAR MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA SMAN 2 WATAMPONE Trisnowali, Andi
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 5, No 2 (2017): December
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mapan.v5n2a8

Abstract

Abstrak:Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi berprestasi, minat belajar matematika, dan sikap belajar matematika terhadap hasil belajar  matematika siswa kelas X SMA Negeri 2 Watampone. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Watampone yang terdaftar pada tahun ajaran 2016/2017. Pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan empat instrumen, yaitu kuesioner motivasi berprestasi, minat belajar matematika, sikap  belajar matematika dan tes hasil belajar matematika. Data tersebut diperoleh menggunakan bantuan program pengolahan data statistik SPSS versi 20. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 2 Watampone dikategorikan tinggi dengan skor rata-rata 76,5 dengan simpangan baku 12,8. Motivasi berprestasi siswa kelas X SMA Negeri 2 Watampone dikategorikan tinggi dengan skor rata-rata 73,3 dengan simpangan baku 9,0. Minat belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 2 Watampone dikategorikan tinggi dengan skor rata-rata 46,2 dengan simpangan baku 4,6. Sikap belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 2 Watampone dikategorikan tinggi dengan skor rata-rata 53,4 dengan simpangan baku 5,7. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa motivasi berprestasi, minat belajar matematika dan sikap  belajar matematika secara bersama-sama berpengaruh  secara signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 2 Watampone, dengan persamaan regresi Y =  -39,937+ 0,625 X1 + 0,737 X2 + 0,685 X3. Dengan koefisien determinasi        r2 = 0,702. Dari hasil penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh motivasi berprestasi, minat belajar matematika dan sikap belajar matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 2 Watampone.Abstract:This research was an ex post facto that aims to determine the influence of achievement motivation, interest in learning mathematics, and the attitude of learning mathematics to the results of learning mathematics class X SMA Negeri 2 Watampone. The population in the study were all students of grade X of SMA Negeri 2 Watampone registered in academic year 2016/2017. Of decide the samples it was applied sampling. The data were collected by using four instruments, namely the achievement motivation koesioner, the interest of learning mathematics, the attitude of learning mathematics and the test of mathematics learning result. Data obtained by using statistical data processing program SPSS 20. The result of descriptive statistic analysis showed that the result of learning mathematics of class X students of SMA Negeri 2 Watampone was categorized high with average score 76,5 with standard deviation 12,8. The motivation of achievement of grade X students of SMA Negeri 2 Watampone is categorized as high with an average score of 73.3 with standard deviation of 9.0. Interest in learning mathematics class X students SMA Negeri 2 Watampone categorized high with an average score of 46.2 with standard simpangan 4.6. Mathematics learning attitude of grade X students of SMA Negeri 2 Watampone is categorized high with average score 53,4 with standard deviation 5,7. The result of inferential analysis shows that achievement motivation, mathematics learning interest and learning attitude of mathematics together significantly influence the learning outcomes of Mathematics of Grade X students of SMA Negeri 2 Watampone, with regression equation Y = -39,937 + 0,625 X1 + 0,737 X2      + 0,685 X3 . With coefficient of determination r2 = 0,702.From the results of the above research, it can be concluded that there is influence of achievement motivation, interest in learning mathematics and the attitude of learning mathematics on learning outcomes Mathematics class X SMA Negeri 2 Watampone.
KOMPARASI HASIL BELAJAR MATEMATIKA ANTARA MODEL (MMP) DENGAN MODEL PENGAJARAN LANGSUNG SISWA KELAS VII SMP Trisnowali, Andi
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2017): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.315 KB) | DOI: 10.31100/histogram.v1i2.27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi ada tidaknya perbedaan hasilbelajar matematika siswa dengan model pembelajaran MMP dan PengajaranLangsung. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bersifat komparatif,populasinya adalah siswa kelas VII SMP Negeri 5 Watampone yang berjumlah tigakelas. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive random sampling clusteryaitu terpilih dua kelas yaitu kelas VIIA dan VIIB sebagai sampel penelitian. KelasVIIA terdiri dari 27 siswa sebagai kelas eksperimen I yaitu dengan modelpembelajaran MMP dan kelas VIIB terdiri dari 26 siswa sebagai kelas eksperimen IIdengan model pengajaran langsung. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwahasil belajar matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran MMPmempunyai skor rata-rata 74,37 yang dikategorikan “tinggi” dengan standardeviasi 12.14 dan persentase ketuntasan 88,89 %. Sedangkan hasil belajar denganmodel pengajaran langsung mempunyai skor rata-rata 61.81 yang dikategorikan“tinggi” dengan standar deviasi 13.18 dan persentase ketuntasan 61,54 %. Darihasil analisis data untuk statistika inferensial diperoleh nilai 1/2𝑝 − 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 < 𝛼 (taraf signifikansi 0,05) yaitu sebesar 0.0005 < 0,05 sehingga 𝐻0 ditolak. Dengan demikian, terdapat perbedaan hasil belajar dari kedua model pembelajaran di atas dalam hal ini diketahui bahwa model pembelajaran MMP lebih baik daripada model pngajaran Langsung.
PROFIL KEMAMPUAN SPASIAL DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI SISWA YANG MEMILIKI KECERDASAN LOGIS Alimuddin, Herman; Trisnowali, Andi
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2018): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.442 KB) | DOI: 10.31100/histogram.v2i2.238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemampuan spasial dalam menyelesaikan masalah geometri siswa yang memiliki kecerdasan logis matematis ditinjau dari perbedaan gender. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama yang dipandu oleh tes kecerdasan logis matematis, tes linguistik, TKSMG dan pedoman wawancara yang valid. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian tes kecerdasan logis matematis pada beberapa calon subjek untuk memperoleh subjek penelitian sebanyak 4 subjek terdiri dari 2 subjek laki-laki dan 2 subjek perempuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri 2 Pangkep. Hasil penelitian menunjukkan, dalam menyelesaikan masalah geometri: (1) terkait kerangka acuan, subjek laki-laki dominan menggunakan kemampuan spasialnya sedangkan subjek perempuan menggunakan kemampuan spasial dan penalaran logisnya secara bersama-sama (2) terkait konservasi jarak, subjek laki-laki dan subjek perempuan menggunakan kemampuan spasial dan penalaran analitiknya serta kemampuan menarik suatu kesimpulan, (3) terkait representasi spasial, subjek laki-laki dan subjek perempuan mengintegrasikan kemampuan spasial dan kecerdasan logis matematisnya, (4) terkait rotasi mental, subjek laki-laki dominan menggunakan kemampuan spasialnya sedangkan subjek perempuan kurang menggunakan kemampuan spasialnya, (5) terkait hubungan proyektif, subjek laki-laki dan perempuan mengintegrasikan kemampuan spasial dan penalaran logisnya, (6) kemampuan spasial subjek laki-laki dan subjek perempuan yang memiliki kecerdasan logis matematis tinggi berada pada level tinggi.