Atin Supriatin, Atin
IAIN Palangkaraya

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT DENGAN MEDIA TTS TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI DI MTS DARUL ULUM PALANGKA RAYA Sarinah, Sarinah; Supriatin, Atin
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.436 KB) | DOI: 10.23971/eds.v3i1.254

Abstract

> Berdasarkan observasi hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA khususnya biologi belum sepenuhnya mencapai nilai KKM yang ditentukan terutama pada materi perkembangan manusia yang penyampaiannya memerlukan peran peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran. Rendahnya nilai peserta didik disebabkan minat belajar mereka masih rendah, masih kurangnya minat baca serta motivasi belajar peserta didik, pembelajaran masih berpusat pada guru (teacher center), sehingga peserta didik kurang aktif dalam proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu penelitian eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain penelitian yaitu nonequivalent control group pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournaments (TGT) dengan media teka-teki silang (TTS) berpengaruh positif terhadap hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen pada perkembangan manusia di kelas VIII MTs Darul Ulum Palangka Raya. Hal tersebut berdasarkan tabel anova dengan α = 0.05 < Sig. atau 0,000 < 0,05. Artinya, Ho ditolak dan Ha diterima.
KESULITAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL LIMIT FUNGSI TRIGONOMETRI PADA SISWA KELAS II SMUN 4 PALANGKA RAYA Supriatin, Atin
Jurnal Studi Agama dan Masyarakat Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Studi Agama dan Masyarakat
Publisher : LP2M IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.917 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui letak kesulitan dan kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal-soal limit fungsi trigonometri. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas II SMUN 4 Palangka Raya  sebanyak 322 siswa. Dari jumlah tersebut diambil sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 2 kelas yang berjumlah 72 siswa.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa tes soal bentuk uraian. Teknik analisis butir soal yang digunakan adalah dengan menggunakan validitas dan reliabilitas hasil rating dari tiga orang rater. Dari hasil pemberian rating diperoleh 7 soal untuk diberikan kepada sampel penelitian. Sedangkan reliabilitas rata-rata rating dari ketiga orang rater tersebut diperoleh sebesar 0,701.Data yang diperoleh dari jawaban soal, kemudian diberi kode pada setiap aspek yang ingin diteliti, aspek tersebut antara lain: (1) kesulitan dalam menguraikan bentuk soal, (2) kesulitan dalam menerapkan rumus baku, (3) kesulitan dalam menerapkan teorema limit, dan (4) kesulitan dalam operasi hitung. Perolehan data tersebut selanjutnya ditabulasikan dan dicari letak kesulitannya.Berdasarkan hasil analisa data, letak kesulitan yang pertama terdapat dalam hal menguraikan bentuk soal dengan tingkat kesulitan tergolong tinggi yaitu sebesar 61,31%. Sedangkan letak kesulitan yang kedua terdapat dalam hal menerapkan rumus dasar dengan tingkat kesulitan tergolong tinggi yaitu sebesar 60,91%, letak kesulitan yang ketiga terdapat dalam hal menerapkan teorema limit utama dengan tingkat kesulitan tergolong tinggi yaitu sebesar 71,83 %, dan letak kesulitan yang keempat terdapat dalam hal operasi hitung dengan kesulitan tergolong sedang yaitu sebesar 46,43%. Dari hasil analisa data tersebut terlihat bahwa letak kesulitan siswa yang paling tinggi terletak pada aspek menerapkan teorema limit utama. Dari hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal limit fungsi trigonometri.
PENERAPAN METODE DISCOVERY DALAM PEMBELAJARAN FISIKA POKOK BAHASAN ELASTISITAS DAN GERAK HARMONIK SEDERHANA PADA SISWA KELAS XI SEMESTER 1 SMAN-2 PALANGKA RAYA TAHUN AJARAN 2011/2012 Sunawan, Sunawan; Supriatin, Atin
EDU SAINS Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 Nomor 1 juni 2013
Publisher : IAIN Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.249 KB)

Abstract

AbstrakTujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji masalah-masalah mendasar sebagai berikut: Bagaimana aktifitas guru dan siswa dalam pembelajaran fisika pokok bahasan Elastisitas dan Gerak Harmonik Sederhana dengan menerapkan metode Discovery? dan Bagaimana ketuntasan hasil belajar siswa pada pokok bahasan Elastisitas dan Gerak Harmonik sederhana setelah diterapkan metode Discovery?. Tujuan penelitian ini adalah (a) untuk mengetahui aktifitas guru dan siswa dalam pembelajaran fisika pokok bahasan Elastisitas dan Gerak Harmonik Sederhana dengan menerapkan metode Discovery, dan (b) untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa pada pokok bahasan Elastisitas dan Gerak Harmonik sederhana setelah diterapkan metode Discovery.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dalam pengumpulan data. Instrumen yang digunakan adalah (a) lembar observasi (pengamatan aktivitas guru dan siswa, pengamatan keterampilan afektif dan psikomotorik), dan (b) tes hasil belajar (THB) kognitif sebanyak 34 soal dari 50 soal yang telah diuji validitas, reliabilitas, daya beda dan tingkat kesukarannya.Subyek penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IA-4 SMAN-2 Palangka Raya yang berjumlah 35 siswa. Subyek diajarkan materi pokok Elastisitas dan Gerak Harmonik Sederhana dengan menerapkan metode Discovery. Subyek diberikan tes akhir pada akhir pembelajaran, untuk mengetahui hasil belajar siswa pada aspek kognitif.Hasil penelitian yang didapatkan adalah sebagai berikut: 1a) Aktivitas guru dengan penerapan metode Discovery terlaksana sangat baik dengan rata-rata total skor 129,75, 1b) Aktivitas siswa terlaksana dengan kriteria sangat baik dengan rata-rata total skor 1654,25, dan 2) Siswa tuntas pada THB kognitif sebanyak 24 siswa (68,57%) dari 35 siswa, ketuntasan TPK sebesar 57,14% (tidak tuntas), ketuntasan hasil belajar afektif siswa sebesar 92,86% (tuntas), dan ketuntasan hasil belajar psikomotorik siswa sebesar 85% (tuntas).Kata Kunci: Metode Discovery, Pembelajaran Fisika.
PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS MELALUI PEMBELAJARAN TEMATIK Supriatin, Atin
EDU SAINS Vol 1, No 2 (2013): Volume 1 Nomor 2 Desember 2013
Publisher : IAIN Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.112 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian kuasi eksperimen ini dilakukan di MIN Model Pahandut Palangka Raya dengan tujuan untuk mengetahui peranan model pembelajaran tematik untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematis pada siswa MIN kelas III. Desain penelitian ini adalah non equivalent control grup design dengan satu kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran tematik dan satu kelas kontrol yang menerapkan model pembelajaran konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan/N-Gain kemampuan koneksi matematis siswa kelas tematik (0,48) lebih tinggi dibandingkan N-Gain kemampuan koneksi matematis siswa kelas konvensional (0,31). Peningkatan kemampuan koneksi matematis tersebut dipengaruhi oleh penerapan model pembelajaran tematik. Kata Kunci: Koneksi Matematis dan Pembelajaran Tematik.
Penerapan Model Pembelajaran Tematik dalam Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematis pada Siswa Sekolah Dasar Supriatin, Atin
Jurnal Studi Agama dan Masyarakat Vol 3, No 2 (2009): Jurnal Studi Agama dan Masyarakat
Publisher : LP2M IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.917 KB)

Abstract

The experimental design of this study was used the post and pretest control group design. The main purpose of this study is to defferentiate between the students’ mathematics connection ability improvement by using thematic learning applied and habitual learning. It was done to all the students of the third class of SDN 2 Kayuambon Lembang Bandung Barat Regency. The total of the population were 74 students. Based on the data analysis, the improvement of the students mathematics connection between of the classess were different. The differentiation of the students’ ability improvement were tested statatically two way anova test by using the significant level (α) = 0,05. Based on the experimental result, it could be concluded that the students’ mathematics connection ablity improvement by thematic learning was better than the habitual learning.      
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERHEAD TOGETHER (NHT) DAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DITINJAU DARI SIKAP ILMIAH SISWA Komalasari, Retno; Supriatin, Atin; Yuliani, Hadma
EDU SAINS Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Desember 2015
Publisher : IAIN Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.983 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) terdapat tidaknya perbedaan yang signifikan antara sikap ilmiah siswa dalam pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe NHT dan STAD pada materi suhu dan kalor, (2) terdapat tidaknya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe NHT dan STAD pada materi suhu dan kalor.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan jenis penilitiannya menggunakan design quasi experimental dalam mengumpulkan datanya. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengamatan sikap ilmiah siswa dan tes hasil belajar kognitif siswa. Hasil analisis reliabilitas butir soal uji coba instrumen tes hasil belajar kognitif diperoleh sebesar 0,529 dengan kategori cukup. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X semester II SMAN-1 Palangka Raya Tahun Ajaran 2014/2015, dengan sampel penelitian adalah kelas X-IPA 1 berjumlah 30 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas X-IPA 2 berjumlah 30 orang sebagai kelas kontrol. Analisis data sikap ilmiah siswa, pretest dan posttest tes hasil belajar kognitif siswa menggunakan program SPSS versi 17.0 for windows.Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) berdasarkan analisis uji hipotesis sikap ilmiah siswa menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sikap ilmiah siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHTdan sikap ilmiah siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada taraf signifikansi 0,05, dengan skor rata-rata kelas eksperimen adalah 64,33 dan kelas kontrol adalah 60,16. (2) Analisis uji hipotesis menunjukkan bahwa tidak> terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa kelas eksperimen dari hasilpostest pada materi suhu dan kalor dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dibandingkan dengan hasil belajar siswa kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Hal ini dapat dilihat berdasarkan α = 0,05 lebih kecil dari nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,827 untuk postest hasil belajar kognitif siswa, dengan nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 78,06 sedangkan kelas kontrol adalah 76,94.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT DENGAN MEDIA TTS TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI DI MTS DARUL ULUM PALANGKA RAYA Sarinah, Sarinah; Supriatin, Atin
EDU SAINS Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : IAIN Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.436 KB)

Abstract

> Berdasarkan observasi hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA khususnya biologi belum sepenuhnya mencapai nilai KKM yang ditentukan terutama pada materi perkembangan manusia yang penyampaiannya memerlukan peran peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran. Rendahnya nilai peserta didik disebabkan minat belajar mereka masih rendah, masih kurangnya minat baca serta motivasi belajar peserta didik, pembelajaran masih berpusat pada guru (teacher center), sehingga peserta didik kurang aktif dalam proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu penelitian eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain penelitian yaitu nonequivalent control group pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournaments (TGT) dengan media teka-teki silang (TTS) berpengaruh positif terhadap hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen pada perkembangan manusia di kelas VIII MTs Darul Ulum Palangka Raya. Hal tersebut berdasarkan tabel anova dengan α = 0.05 < Sig. atau 0,000 < 0,05. Artinya, Ho ditolak dan Ha diterima.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PRAKTIK PENDIDIKAN Supriatin, Atin; Nasution, Aida Rahmi
Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 3 No 1 (2017): Elementary
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.331 KB) | DOI: 10.32332/elementary.v3i1.785

Abstract

Indonesia adalah sebuah negara multikultural yang terdiri dari berbagai suku, bahasa maupun agama yang berbeda-beda. Keberagaman ini di satu sisi merupakan satu kelebihan dan kekayaan bangsa yang harus dijaga. Namun di sisi lain, keberagaman ini dapat menjadi potensi terjadinya konflik di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, pemahaman terhadap semboyan bangsa “bhineka tunggal ika” harus ditanamkan kepada generasi muda sejak dini agar mereka mampu berperan dalam menjaga persatuan di tengah kemajemukan bangsa. salah satu upaya yang dapat direalisasikan demi merespon permasalahan ini adalah dengan mengimplementasikan konsep pendidikan multikultural (multicultural education) di dalam pendidikan di Indonesia. Artikel ini berupaya membahas konsep pendidikan multikultural dan prakteknya pada pendidikan di Indonesia.
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERHEAD TOGETHER (NHT) DAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DITINJAU DARI SIKAP ILMIAH SISWA Komalasari, Retno; Supriatin, Atin; Yuliani, Hadma
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Desember 2015
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.983 KB) | DOI: 10.23971/eds.v3i2.334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) terdapat tidaknya perbedaan yang signifikan antara sikap ilmiah siswa dalam pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe NHT dan STAD pada materi suhu dan kalor, (2) terdapat tidaknya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe NHT dan STAD pada materi suhu dan kalor.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan jenis penilitiannya menggunakan design quasi experimental dalam mengumpulkan datanya. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengamatan sikap ilmiah siswa dan tes hasil belajar kognitif siswa. Hasil analisis reliabilitas butir soal uji coba instrumen tes hasil belajar kognitif diperoleh sebesar 0,529 dengan kategori cukup. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas X semester II SMAN-1 Palangka Raya Tahun Ajaran 2014/2015, dengan sampel penelitian adalah kelas X-IPA 1 berjumlah 30 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas X-IPA 2 berjumlah 30 orang sebagai kelas kontrol. Analisis data sikap ilmiah siswa, pretest dan posttest tes hasil belajar kognitif siswa menggunakan program SPSS versi 17.0 for windows.Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) berdasarkan analisis uji hipotesis sikap ilmiah siswa menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sikap ilmiah siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHTdan sikap ilmiah siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada taraf signifikansi 0,05, dengan skor rata-rata kelas eksperimen adalah 64,33 dan kelas kontrol adalah 60,16. (2) Analisis uji hipotesis menunjukkan bahwa tidak> terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa kelas eksperimen dari hasilpostest pada materi suhu dan kalor dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dibandingkan dengan hasil belajar siswa kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Hal ini dapat dilihat berdasarkan α = 0,05 lebih kecil dari nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,827 untuk postest hasil belajar kognitif siswa, dengan nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 78,06 sedangkan kelas kontrol adalah 76,94.
PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS MELALUI PEMBELAJARAN TEMATIK Supriatin, Atin
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 1, No 2 (2013): Volume 1 Nomor 2 Desember 2013
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.112 KB) | DOI: 10.23971/eds.v1i2.11

Abstract

ABSTRAK Penelitian kuasi eksperimen ini dilakukan di MIN Model Pahandut Palangka Raya dengan tujuan untuk mengetahui peranan model pembelajaran tematik untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematis pada siswa MIN kelas III. Desain penelitian ini adalah non equivalent control grup design dengan satu kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran tematik dan satu kelas kontrol yang menerapkan model pembelajaran konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan/N-Gain kemampuan koneksi matematis siswa kelas tematik (0,48) lebih tinggi dibandingkan N-Gain kemampuan koneksi matematis siswa kelas konvensional (0,31). Peningkatan kemampuan koneksi matematis tersebut dipengaruhi oleh penerapan model pembelajaran tematik. Kata Kunci: Koneksi Matematis dan Pembelajaran Tematik.