Elvaswer Elvaswer, Elvaswer
Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas

Published : 27 Documents
Articles

Found 27 Documents
Search

Koefisien Absorbsi Bunyi dan Impedansi Akustik dari Ampas Singkong (Manihot esculenta) dengan Menggunakan Metode Tabung Rezita, Yulia; Elvaswer, Elvaswer; Rasyid, Rahmat
Jurnal Fisika Unand Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.2.146-150.2019

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan koefisien absorbsi bunyi dan impedansi akustik dari material ampas singkong dengan matriks lem PVC dengan menggunakan metode tabung. Sampel material akustik yang dibuat dari ampas singkong dengan variasi ketebalan 2 mm, 4 mm, 6 mm, 8 mm dan 10 mm. Pengukuran koefisien absorbs bunyi pada sampel menggunakan frekuensi 500 Hz, 1000 Hz, 1500 Hz, 2000 Hz dan 2500 Hz. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai koefisien absorbsi bunyi tertinggi adalah 0,98 pada frekuensi 1500 Hz dengan ketebalan 10 mm dan nilai terendah adalah 0,64 pada frekuensi 2500 Hz dengan ketebalan 2 mm. Nilai impedansi akustik tertinggi adalah 2,78 pada frekuensi 1500 Hz dengan ketebalan 10 mm dan nilai terendah adalah 1,20 pada frekuensi 2500 Hz dengan ketebalan 2 mm. Dengan demikian ampas singkong potensial digunakan sebagai bahan penyerap bunyi berdasarkan ISO 11654 suatu material dapat dijadikan peredam suara jika material tersebut memiliki koefisien absorbsi bunyi minimum 0,15.Kata kunci: ampas singkong, frekuensi, impedansi akustik, koefisien absorbsi bunyi, metode tabung
Karakterisasi Arus-Tegangan Sensor Gas Hidrogen Dari Bahan Komposit Semikonduktor TiO2-SnO2 Hamdani, Reza; Elvaswer, Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.1.73-79.2018

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi sensor gas hidrogen berupa pelet dengan bahan komposit TiO2-SnO2. Pelet sensor gas hidrogen dibuat dengan komposisi yang berbeda. Proses pembuatan sensor gas hidrogen diawali dengan pencampuran bahan, kalsinasi pada temperatur 500°C selama 4 jam, penggerusan, kompaksi dan sintering pada temperatur 700°C selama 4 jam dengan mengunakan metode reaksi dalam keadaan padat. Sensor gas hidrogen diuji pada temperatur ruang dengan mengukur nilai I-V, nilai sensitivitas, nilai konduktivitas, waktu respon dan karakterisasi XRD. Berdasarkan pengukuran I-V bahwa sampel 70% mol SnO2+30% mol TiO2 memiliki sensitivitas tertinggi yaitu 5,58 pada tegangan 27 Volt. Nilai konduktivitas tertinggi pada sampel 70%mol SnO2+30% mol TiO2 yaitu 6,34x10-2/?m pada lingkungan hidrogen. Waktu respon sampel 70%mol SnO2+30% mol TiO2 pada tegangan 27 volt adalah 36 sekon. Hasil XRD menunjukaan ukuran kristal 70% mol SnO2 + 30% mol TiO2  adalah 141,64 nm lebih kecil dibandingkan dengan bahan SnO2 dan TiO2 tanpa doping yaitu 149,101 nm dan 159,25 nmKata kunci: konduktivitas, sensitivitas, sensor gas hidrogen, TiO2-SnO2, waktu respon.
Karakteristik I-V Heterokontak TiO2(CuO)/ZnO(TiO2) sebagai Sensor Gas Oksigen MD, Prima Ade; Elvaswer, Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.1.67-73.2017

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi sensor gas oksigen berupa pelet heterokontak, dengan lapisan pertama pelet adalah TiO2 didoping 0% mol, 2% mol, 4% mol, 6% mol, 8% mol, 10% mol CuO dan lapisan kedua pelet adalah 50% mol ZnO dicampur 50% mol TiO2. Proses pembuatan sensor terdiri dari pencampuran bahan, kalsinasi pada temperatur 500oC selama 4 jam, kompaksi, sintering pada temperatur 700oC selama 4 jam. Sensor oksigen diuji pada temperatur ruang (30oC) dengan melihat karakteristik I-V, sensitivitas, konduktivitas, waktu respon dan karakterisasi XRD. Sensitivitas tertinggi dimiliki oleh sampel 98% mol TiO2 + 2% mol CuO/50% mol ZnO + 50% mol TiO2 yaitu 2,48 pada tegangan 25 volt dengan waktu respon 51 detik. Konduktivitas tertingi dimiliki oleh sampel 90% mol TiO2 + 10% mol CuO/50% mol ZnO + 50% mol TiO2 yaitu 2,31 10-3/?.m (?). Hasil XRD menunjukkan ukuran kristal sampel 98% mol TiO2 + 2% mol CuO/50% mol ZnO + 50% mol TiO2 lebih besar dari pada sampel 100% mol TiO2 + 0% mol CuO/50% mol ZnO + 50% mol TiO2. Pada TiO2 yang didoping 2% mol CuO telah terbentuk senyawa baru CuO.TiO2. Kata kunci : Sensor oksigen, TiO2(CuO)/ZnO(TiO2), karakteristik I-V, sensitivitas, konduktivitas, wakturespon, karakterisasi XRD.
KARAKTERISASI SENSOR LIQUEFIED PETROLEUM GAS (LPG) DARI BAHAN KOMPOSIT SNO2-ZNO Mardaleni, Mardaleni; Elvaswer, Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.1.125-133.2020

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi sensor gas LPG berbentuk pelet dari bahan komposit SnO2 dengan ZnO. Pelet sensor gas LPG dibuat dengan komposisi yang berbeda dengan perbandingan SnO2 dan ZnO yaitu 90%:10% mol, 70%:30% mol, 50%:50% mol, 30%:70% mol, 10%:90% mol, 100% mol SnO2, dan 100% mol ZnO. Pembuatan sensor gas LPG diawali dengan pencampuran bahan, kalsinasi pada suhu 500 oC selama 4 jam, penggerusan, kompaksi dan sintering pada suhu 700 oC selama 4 jam dengan menggunakan reaksi dalam keadaan padat. Sensor gas LPG diuji pada suhu ruang untuk mendapatkan karakteristik I-V, menghitung nilai sensitivitas, selektivitas, konduktivitas, waktu respon dan karakterisasi XRD. Berdasarkan pengukuran karakteristik I-V, sensitivitas tertinggi pada sampel 30% mol SnO2 + 70 % mol ZnO yaitu 4,74 pada tegangan 24 Volt. Nilai selektivitas tertinggi terdapat pada sampel 50% mol SnO2 + 50% mol ZnO yaitu 2,31 pada tegangan 24 volt. Nilai konduktivitas tertinggi dimiliki sampel 30% mol SnO2 + 70 % mol ZnO yaitu 12,32 x 10-4/?.m pada lingkungan LPG. Waktu respon sampel  30% mol SnO2 + 70 % mol ZnO yaitu 48 s pada tegangan 24 Volt. Hasil XRD menunjukkan ukuran kristal 30% mol SnO2 + 70% mol ZnO yaitu 53,20 nm lebih kecil dibandingkan dengan 100% ZnO dan 100% SnO2 yaitu 54,48 nm dan 53,21 nm. Characterization of LPG gas sensor in the form of pellets made of SnO2 and ZnO composite was perfomed. LPG sensor pellets were made with a different composition with the ratio of SnO2 and ZnO are 90%:10% mol, 70%:30% mol, 50%:50% mol, 30%:70% mol, 10%:90% mol, 100% mol SnO2, dan 100% mol ZnO. The making of LPG gas sensors begins with mixing of material, calcining at 500 oC for 4 hours, grinding, compacting and sintering at 700 oC for 4 hours using solid state reaction method. LPG gas sensors was tested at room temperature by measuring the characteristics I-V, calculating sensitivity, selectivity, conductivity, response time and morphology. The highest sensitivity was obtained the sample 30% mol SnO2 + 70% mol ZnO is 4.74 at a voltage of 24 volts. The highest selectivity was obtained the sample 50% mol SnO2 + 50% mol ZnO is 2.31 at a voltage of 24 Volts. The highest conductivity value was given a sample of 30% mol SnO2 + 70% mol ZnO is 12.32 x 10-4 / ?.m in the LPG environment. The response time of the sample is 30% mol of SnO2 + 70% mol of ZnO which is 48 s at a voltage of 24 Volts. The XRD results that the crystallite size of 30% mol SnO2 + 70% ZnO is 53.20 nm smaller than 100% ZnO and 100% SnO2 is 54.48 nm and 53.21 nm.
Koefisien Absorbsi Bunyi dan Impedansi Akustik dari Panel Serat Kulit Jeruk dengan Menggunakan Metode Tabung Risandi, Azri; Elvaswer, Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.4.331-335.2017

Abstract

Penelitian ini menentukan koefisien absorbsi bunyi dan impedansi akustik dari panel serat kulit jeruk menggunakan metode tabung. Sampel panel akustik divariasikan ketebalannya dari 0,2 cm, 0,4 cm, 0,6 cm,0,8 cm dan 1 cm. Pengukuran dilakukan pada frekuensi dari 800 Hz, 1000 Hz, 1500 Hz, 2000 Hz dan 2500 Hz. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa nilai koefisien absorbsi bunyi paling tinggi adalah 0,99 pada frekuensi 1500 Hz untuk ketebalan 1 cm. Nilai impedansi akustik tertinggi 5,03 pada frekuensi 1500 Hz dengan ketebalan 1 cm.Kata kunci : koefisien absorbsi bunyi, impedansi akustik, serat kulit jeruk, metode tabung
Karakterisasi Arus-Tegangan Sensor Gas Hidrogen dari Bahan Komposit TiO2-SrCO3 Hasmin, Hudya Fitra; Elvaswer, Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.1.26-33.2019

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi sensor gas hidrogen berupa pelet dengan bahan komposit TiO2-SrCO3. Pelet sensor gas hidrogen dibuat dengan komposisi yang berbeda untuk setiap sampel. Proses pembuatan sensor gas hidrogen diawali dengan pencampuran bahan, kalsinasi pada temperatur 500°C selama 4 jam, penggerusan, kompaksi dan sintering pada temperatur 700°C selama 4 jam dengan mengunakan metode reaksi dalam keadaan padat. Sensor gas hidrogen diuji pada temperatur ruang dengan pengukuran karakteristik I-V, nilai sensitivitas, selektivitas, konduktivitas, waktu respon, dan karakterisasi XRD. Berdasarkan pengukuran karakteristik I-V diperoleh bahwa bahan dengan komposisi 70% mol TiO2 + 30% mol SrCO3 memiliki sensitivitas dan selektivitas tertinggi. Nilai sensitivitas yang diperoleh yaitu 4,4 pada tegangan 24 volt, sedangkan nilai selektivitas yaitu 3,26 pada tegangan 24 volt. Nilai konduktivitas tertinggi dimiliki bahan dengan komposisi 70% mol TiO2 + 30% mol SrCO3 yaitu 8.44 x 10-4/?m pada lingkungan hidrogen. Waktu respon bahan dengan komposisi 70% mol TiO2 + 30% mol SrCO3 terhadap gas hidrogen adalah 43 s dan waktu respon terhadap gas oksigen adalah 49 s pada tegangan 24 volt. Hasil XRD menunjukkan ukuran kristal 100% TiO2 yaitu 149,01 nm, ukuran kristal 100% SrCO3 yaitu 127,128 nm, dan ukuran kristal 70% TiO2 + 30% SrCO3 adalah 159, 315 nm. Campuran TiO2 didoping SrCO3 telah terbentuk senyawa baru yaitu Sr2(TiO4). Kata kunci: sensor, TiO2-SrCO3, gas hidrogen, sensitivitas, waktu respon
Pengaruh Ketebalan Komposit Serat Sabut Kelapa terhadap Koefisien Absorbsi Bunyi dan Impedansi Akustik Menggunakan Metode Tabung Impedansi Putri, Ya; Elvaswer, Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.3.277-282.2017

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ketebalan komposit serat sabut kelapa terhadap koefisien absorbsi bunyi dan impedansi akustik menggunakan metode tabung impedansi. Sampel dibuat dengan variasi ketebalan 0,25 cm, 0,5 cm, 0,75 cm, 1 cm dan 1,25 cm dengan rentang frekuensi yang digunakan adalah 500, 1000, 1500, 2000, dan 2500 Hz. Nilai koefisien absorbsi bunyi terendah sebesar 0,44 terdapat pada ketebalan 0,25 cm dengan frekuensi 1500 Hz. Nilai koefisien absorbsi bunyi tertinggi sebesar 0,92 terdapat pada sampel dengan ketebalan 1,25 cm dengan frekuensi 2500 Hz. Hal ini disebabkan karena gelombang bunyi pada frekuensi yang lebih tinggi lebih banyak bervibrasi melalui pori-pori yang ada pada sampel daripada dipantulkan. Nilai impedansi akustik terendah sebesar 0,569 dyne.sekon/cm berada pada frekuensi 500 Hz dengan ketebalan 0.25 cm. Nilai dari impedansi akustik tertinggi 2,485 dyne.sekon/cm berada pada frekuensi 2500 Hz dengan ketebalan sampel 1,25 cm. Hal ini disebabkan oleh impedansi akustik berbanding lurus dengan induktansi dimana pada material akustik analog dengan massa. Kata kunci: komposit serat sabut kelapa, koefisien absorbsi bunyi, impedansi akustik, metode tabungimpedansi
Karakterisasi I-V Semikonduktor CuO Didoping TiO2 sebagai Sensor Gas Hidrogen Maiyeni, Sinta; Elvaswer, Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.3.263-269.2017

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi sensor gas hidrogen berupa pelet dengan bahan utama CuO yang didoping dengan TiO2. Pelet sensor gas hidrogen dibuat dengan variasi doping TiO2 0%, 2%, 4%, 6%, 8% dan 10% terhadap bahan utama CuO. Sensor gas hidrogen dibuat dengan metode reaksi keadaan padat. Sensor gas hidrogen diuji pada temperatur ruang dengan melihat karakteristik I-V, sensitivitas, konduktivitas, waktu respon, dan kristalinitas. Karakteristik I-V menunjukkan bahwa sampel dengan doping TiO2 sebanyak 6% mol memiliki sensitivitas tertinggi yaitu 2,80 pada tegangan operasional 9 Volt. Nilai konduktivitas tertinggi dimiliki sampel CuO doping 6% mol TiO2 yaitu 19,65 x 10-5/?m pada lingkungan hidrogen. Waktu respon, konduktivitas dan ukuran kristal dari sampel yang memiliki sensitivitas tertinggi akan diukur. Waktu respon sampel CuO didoping 6% mol TiO2 adalah 42 s pada tegangan 9 Volt. Hasil XRD menunjukkan ukuran kristal CuO didoping 6% mol TiO2 yaitu 143,40 nm lebih besar dibandingkan dengan bahan CuO tanpa doping yaitu 128,21. Sensor gas hidrogen telah mampu membedakan kondisi di lingkungan hidrogen dengan kondisi di lingkungan udara, dengan sensitivitas yang tinggi dan waktu respon yang singkat. Sensor yang paling optimal digunakan adalahCuO didoping 6% mol TiO2. Kata kunci : sensor gas hidrogen, CuO, TiO2, sensitivitas, konduktivitas, waktu respon
Karakteristik Sensor Gas Hidrogen dari Bahan Semikonduktor TiO2 (Titanium Dioxide) Didoping Na2CO3 (Natrium Carbonat) Ramadhani, Sri; Elvaswer, Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.1.56-62.2018

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi sensor gas hidrogen berupa pelet dari bahan semikonduktor TiO2-Na2CO3. Pelet sensor gas hidrogen dibuat sebanyak enam sampel dengan variasi komposisi yang berbeda. Tahap pembuatan sensor gas hidrogen terdiri atas pencampuran bahan, kalsinasi pada temperatur 500 oC selama 4 jam, penggerusan, kompaksi, dan sintering pada temperatur 700 oC selama 4 jam. Sensor gas hidrogen diuji pada temperatur ruang dengan melihat karakteristik I-V, nilai sensitivitas, nilai konduktivitas, waktu respon, dan karakterisasi XRD. Berdasarkan pengukuran karakteristik I-V, sampel dengan variasi mol  98% mol TiO2 + 2% mol Na2CO3 merupakan sampel dengan hasil terbaik karena memiliki nilai sensitivitas tertinggi. Sensitivitas yang didapat yaitu 3,18 pada tegangan 6 volt. Nilai konduktivitas tertinggi dimiliki sampel 98% mol TiO2 + 2% mol Na2CO3 yaitu 1,30 x 10-3/?m pada lingkungan hidrogen. Waktu respon sampel 98% mol TiO2 + 2% mol Na2CO3 pada tegangan 6 volt adalah 57 sekon. Hasil XRD menunjukkaan ukuran kristal 98% mol TiO2 + 2% mol Na2CO3 lebih besar dibandingkan dengan TiO2 murni.Kata kunci: sensor gas hidrogen, TiO2-Na2CO3, sensitivitas, konduktivitas, waktu respon
Karakterisasi Sensor Gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) Dari Bahan Semikonduktor Heterokontak CUO/CUO(TIO2) Zelvia, Essy Puspa; Elvaswer, Elvaswer
Jurnal Ilmu Fisika Vol 9, No 2 (2017): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.9.2.87-96.2017

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi sensor Liquefied Petroleum Gas (LPG) berupa pelet heterokontak dengan lapisan pertama pelet adalah 100% mol CuO dan lapisan kedua pelet adalah CuO yang dicampur 10% mol, 20% mol, 30% mol, 40% mol dan 50% mol TiO2. Tahap pembuatan sensor LPG terdiri atas pencampuran bahan, kalsinasi pada temperatur 500oC selama 4 jam, penggerusan, kompaksi, dan sintering pada temperatur 700oC selama 4 jam.  Sensor LPG diuji pada temperatur ruang (27oC) dengan melihat karakteristik arus dan tegangan (I-V), nilai sensitivitas, nilai konduktivitas dan karakterisasi  XRD. Karakteristik I-V menunjukkan perubahan terbesar terjadi pada sampel CuO/CuO(20% mol TiO2). Nilai sensitivitas tertinggi dimiliki sampel CuO/CuO(20% mol TiO2) sebesar 11,94 pada tegangan 10 volt, dan merupakan sampel yang paling bagus digunakan sebagai sensor gas LPG. Nilai konduktivitas tertinggi dimiliki sampel CuO/CuO(10% mol TiO2) dengan nilai konduktivitas di udara sebesar 6,60557x10-5 Ω-1m-1 dan nilai konduktivitas di LPG 25,80712x10-5 Ω-1m-1. Kata kunci : heterokontak, sensor LPG, CuO/CuO(TiO2), karakterisasi I-V, sensitivitas, konduktivitas.