Islahudin Islahudin, Islahudin
Universitas Muhammadiyah Mataram

Published : 27 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Paedagoria | FKIP UMMat

SENSOR GETARAN DUA DIMENSI (2-D) BERBASIS KOIL DATAR UNTUK MENGUKUR FREKUENSI GETARAN GEMPA DI WILAYAH LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT Islahudin, Islahudin; Ramadhan, M Firman
Paedagoria | FKIP UMMat Vol 6, No 1 (2015): April
Publisher : Paedagoria | FKIP UMMat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.508 KB)

Abstract

Pada penelitian ini telah dirancang aplikasi koil datar sebagai sensor getaran untuk deteksi dini gempa. Koil datar adalah lilitan kawat yang sangat tipis dan bertindak sebagai induktor. Koil datar ini bersama dengan kapasitor membangun sebuah osilator yang menghasilkan frekuensi bergantung pada nilai induktansi dan kapasitansi. Osilator ini dinamakan osilator LC. Induktansi koil datar bergantung pada jarak benda logam di depan koil datar. Jika induktansi berubah, frekuensi akan berubah juga. Frekuensi dapat dirubah ke dalam bentuk tegangan untuk merepresentasikan jarak. Efek ini kemudian diterapkan pada frekuensi rendah menggunakan bandul pada rumahan sensor. Berdasarkanpenelitian, sensor getaran untuk mendeteksi gempa bumi sudah dirancang serta masih dalam proses pengujian dan kalibrasi. Sensor getaran yang sudah dibuat adalah sensor koil datar arah x da arah y. Frekuensi getaran yang sudah bisa diukur dalam arah x adalah 0,468 Hz. Nilai ini hampir sama dengan frekuensi sumber getaran sebesar 0,46 Hz. Adapun frekuensi yang getaran yang sudah bisa diukur dalam arah y adalah 0,55 Hz  dan nilai ini hampir sama dengan frekuensi sumber getaran sebesar 0,5 Hz.
Pengaruh Penerapan Metode Drill and TutorialTerhadap Peningkatan Hasil dan Motivasi Belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Mataram Islahudin, Islahudin; Ramdhan, M. Firman
Paedagoria | FKIP UMMat Vol 4, No 2 (2013): September
Publisher : Paedagoria | FKIP UMMat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.048 KB)

Abstract

Penelitian ini tentang pengaruh penerapan metode Drill and Tutorial terhadap peningkatan hasil dan motivasi belajar mahasiswa program studi pendidikan fisika Universitas Muhammadiyah Mataram Tahun Akademik 2013/2014. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan (1) mengetahui pengaruh penerapan metode  Drill and Tutorial  terhadap hasil belajar mahasiswa; (2) mengetahui pengaruh penerapan metode  Drill and Tutorial  terhadap motivasi belajar mahasiswa; (3) membandingkan tingkat pemahaman konsep mahasiswa menggunakan pembelajaran metode  Drill and Tutorial  dengan metode konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa semester V Program Studi pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Mataram Tahun Akademik 2013/2014. Sampel penelitiandiambil dengan teknik  purposive sampling  yang terbagi menjadi 2 kelas sampel. Kelas VA ditentukan sebagaikelas eksperimen dan kelas VB sebagai kelas kontrol. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 31 mahasiswa antara lain 16 mahasiswa kelas eksperimen dan 17 mahasiswa kelas kontrol. Data tentang hasil belajar mahasiswadikumpulkan dengan metode tes menggunakan tes hasil belajar, dianalisis dengan menentukan skor rata-rata dan ketuntasan klasikal, sedangkan data tentang motivasi belajar mahasiswa terhadap metode pembelajaran yang diterapkan dikumpulkan dengan teknik angket dan dianalisis dengan menentukan kategori skor rata-rata. Berdasarkan hasil analisis data statistik dapat disimpulkanbahwa (1) penerapan pembelajaran dengan metode Tutorial and Drill memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah fisika modern, yaitu nilai rata-rata mahasiswa sebesar 69,69 pada kelas eksperimen, sedangkan nilai rata-rata mahasiswa sebesar 57,06 pada kelas kontrol. (2) penerapan pembelajaran dengan metode Tutorial and Drill memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar mahasiswa pada mata kuliah fisika modern, yaitu sebelum diberikan perlakuan jumlah mahasiswa yang memiliki motivasi baik sebesar 25%, sedangkan setelah diberikan perlakuan jumlah mahasiswa yang memiliki motivasi baik (positif) meningkat menjadi 81,25%. (3) terdapat perbedaan yang signifikan antara pembelajaran menggunakan metode Drill and Tutorial dibandingkan dengan pembelajaran metode konvensional terhadap peningkatan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah  fisika modern
PROTOTIPE SENSOR GETARAN BERBASIS KOIL DATAR UNTUK DETEKSI GEMPA DINI Islahudin, Islahudin; Utami, Linda Sekar
Paedagoria | FKIP UMMat Vol 5, No 1 (2014): April
Publisher : Paedagoria | FKIP UMMat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.982 KB)

Abstract

Pada penelitian ini telah dikembangkan aplikasi koil datar sebagai sensor getaran untuk deteksi dini  gempa. Koil datar adalah lilitan kawat yang sangat tipis dan bertindak sebagai induktor. Koil datar ini bersama dengan kapasitor membangun sebuah osilator yang menghasilkan frekuensi bergantung pada nilai induktansi dan kapasitansi. Osilator ini dinamakan osilator LC. Induktansi koil datar bergantung pada jarak benda logam di depan koil datar. Jika induktansi berubah, frekuensi akan berubah juga. Frekuensi dapat dirubah ke dalam bentuk tegangan untuk merepresentasikan jarak. Efek ini kemudian diterapkan pada frekuensi rendah menggunakan bandul pada rumahan sensor. Sistem sensor yang dibuat dapat mengukur getaran frekuensi rendah pada rentang 0,26 - 1,0 Hz. Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan yang diperoleh antara lain:(1)Telah diperoleh hasil pengukuran sensor getaran frekuensi rendah pada bidang horizontal dengan rentang frekuensi pengukuran antara 0,2 - 1,0 Hz; (2)Telah dihasilkan sistem perekam data sensor getaran dua dimensi frekuensi rendah pada rentang frekuensisumber 0,2 – 1,0 Hz; (3)Frekuensi sumber getaran yang digunakan adalah 0,26 Hz; 0,35 Hz; 0,4; Hz; 0,46 Hz; 0,5 Hz; 0,55 Hz; 0,62 Hz; 0,71 Hz; 0,76 Hz; dan 0,86 Hz; 0,95 Hz; 1,0 Hz; 1,11 Hz; dan 1,25 Hz. Pada frekuensi sumber 0.460 Hz, FFT frekuensi sensor adalah sebesar 0.468 Hz. Nilai ini sangat mendekati frekuensi sumber atau frekuensi kalibrator dengan perbedaan 0,008 Hz; (4)Penyimpangan pengukuran frekuensi sensor sebesar 0,042 Hz terhadap frekuensi sumber. Selain itu kesalahan relatif paling besar adalah 2,78%. Hasil ini cukup bagus karena rentang nilainya masih di bawah 5 % kesalahan relatif maksimum.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBASIS KEGIATAN LABORATORIUM Islahudin, Islahudin; Utami, Linda Sekar; Ahmad, Ahmad
Paedagoria | FKIP UMMat Vol 9, No 2 (2018): September
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.359 KB) | DOI: 10.31764/paedagoria.v9i2.841

Abstract

Abstrak: Kami telah melakukan eksperimen dengan bentuk desain pre-test dan post-test padakelas VIII SMP untuk melihat peningkatan hasil belajar melalui pembelajaran kooperatif. Instrumen yang digunakan berupa tes soal sebanyak 30 soal untuk masing-masing pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil pengukuran hasil belajar pada kelas eksperimen diperoleh hasil pre-test sebesar 53,40 dan post-test sebesar 79,20 sedangkan pada kelas kontrol diperoleh hasil pre-test sebesar 55,83 dan post-test sebesar 73,33. Kemudian pada uji hipotesis dengan menggunakan uji-t diperoleh t-hitung = 2,202 dan t-tabel = 1,679 yang menunjukkan bahwa hipotesis diterima, sehingga dapat dikatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran kooperatif berbasis kegiatan Laboratorium terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Abstract: We have conducted experiments in the form of pre-test and post-test designs in class VIII SMP to see improvement in learning outcomes through cooperative learning. The instruments used in the from of test questions were 30 questions for each pre-test and post-test. Based on the results of the measurement of learning outcomes in the experimental class, the results of the pre-test were 53.40 and the post-test was 79.20 while the control class obtained a pre-test result of 55.83 and the post-test was 73.33. Then on the hypothesis test using the t-test obtained t-count = 2.202 and t-table = 1.679 which shows that the hypothesis is accepted so it can be said that there is a significant effect of cooperative learning models based on Laboratory activities on improving student learning outcomes.