Articles

MASYARAKAT NELAYAN KAMPUNG SICINI ARUNGKEKE, JENEPONTO 2014-2017 Karmilawati, Karmilawati; Najamuddin, Najamuddin
Jurnal Pattingalloang Vol. 6, No. 2, Agustus 2019
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v6i2.12149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang masyarakat nelayan, munculnya modernisasi dan perkembangan alat tangkap serta bagaimana dampak yang ditimbulkan dalam kehidupan baik dalam bidang sosial, bidang ekonomi maupun dalam bidang pendidikan bagi masyarakat nelayan yang ada di Kampung Sicini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat nelayan yang ada di kampung Sicini kabupaten Jeneponto banyak menggantungkan hidupnya bekerja sebagai pelaut hal ini disebabkan karena wilayah lautnya yang sangat luas. Perkembangan kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Kampung Sicini di mulai pada awal tahun 2014 yakni dengan masuknya motornisasi perahu yang dikenal dengan perahu Fiber. Perkembangan tersebut tidak terlepas dari peran pemeritah dimana diadakannya penyuluhan yang dilakukan oleh Dapertemen Kelautan dan Perikanan yang bekerja sama dengan pemerintah setempat tentang penggunaan teknologi modern. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masuknya teknologi modernisasi berupa penerapan teknologi modern dibidang perikan dapat menambah pendapatan masyarakat sekaligus meningkatkan taraf kehidupan sosial ekonomi masyarakatnya. Serta letak geografis kampung Sicini yang mendukung sumber daya laut untuk kehidupan nelayannya. Prosedur dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan tahapan: Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi.Kata Kunci : Masyarakat Nelayan, Kampung Sicini, Jeneponto Abstrack This study aims to determine the background of the fishing community, the emergence of modernization and the development of fishing gear and how the impacts caused in life both in the social, economic and educational fields for the fishing community in Kampung Sicini. The results showed that the fishing communities in the Sicini village of Jeneponto district relied a lot on their lives working as sailors because of the vast sea area. The development of the socioeconomic life of the people in Kampung Sicini began in early 2014 with the introduction of boat motorization known as Fiber boat. This development is inseparable from the role of the government where counseling is held by the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries in collaboration with local governments on the use of modern technology. Based on the results of the study it can be concluded that the inclusion of modernization technology in the form of the application of modern technology in fisheries can increase people's income while increasing the socio-economic standard of life of their people. As well as the geographical location of the Sicini village which supports marine resources for the lives of its fishermen. The procedure in this study uses the historical method with stages: Heuristics, Criticism, Interpretation and Historiography.Keywords: Fishermen Community, Sicini Village, Jeneponto 
BENDUNGAN LANGKEMME DI KABUPATEN SOPPENG (1970-2008) Maghfirah, Anriani Nurul; Patahuddin, Patahuddin; Najamuddin, Najamuddin
Jurnal Pattingalloang Vol. 5 No. 2, Agustus 2018
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v5i3.8535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan latar belakang pembangunan Bendung Langkemme (1970-1995), perkembangan Bendung Langkemme(1995-2008) dan dampak keberadaan Bendung Langkemme di Kabupaten Soppeng (1995-2008). Penelitian ini bersifat deskriptif analisis dengan menggunakan metode historis. Melalui tahapan-tahapan heuristic (pengumpulan data), kritik (verifikasi), Interpretasi (penafsiran) dan historiografi (penulisan Sejarah). Hasil penelitian ini menunjukkan  bahwa pembangunan Bendung Langkemme di Kabupaten Soppeng dilatarbelakangi oleh perekonomian nasional, adanya perencanaan pengembangan di daerah Sulawesi Selatan, perekonomian daerah, pengembangan daerah, dan adanya kebutuhan irigasi di Kabupaten Soppeng. Perkembangan Bendung Langkemme dan dampak keberadaan Bendung Langkemme terhadap masyarakat di Kabupaten Soppeng dapat dilihat dari bertambahnya luas persawahan beririgasi, peningkatan hasil produksi pertanian yang berarti meningkatnya penghasilan masyarakat. Pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa dengan adanya Bendung Langkemme di Kabupaten Soppeng terjadi peningkatan hasil pertanian di 5 (lima) kecamatan yang menggunakan air dari Irigasi Langkemme yaitu Marioriwawo, Lalabata, Liliriaja, Ganra dan Lilirilau, sesuai dengan program pemerintah pada masa Orde Baru yaitu Pembangunan Lima Tahun (PELITA).Kata kunci : Bendung, Pertanian, Kabupaten Soppeng.
DESKRIPSI ALAT TANGKAP IKAN DI KECAMATAN BONTOMANAI KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR Lisdawati, Andi; Najamuddin, Najamuddin; Assir, Andi
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol 3, No 6 (2016)
Publisher : Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat tangkap ikan adalah peralatan yang digunakan nelayan untuk mendapatkan ikan dan hewan laut lainnya. Terdapat berbagai jenis alat tangkap ikan yang dioperasikan di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, namun pengetahuan mengenai jenis alat tangkap yang dioperasikan di masing-masing kecamatan belum diketahui secara pasti karena minimnya informasi yang ada. Penelitian  ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan berbagai jenis alat tangkap yang ada di kecamatan bontomanai kabupaten kepulauan selayar. Spesifikasi data alat tangkap yang di analisis adalah ukuran utama alat tangkap seperti panjang, lebar, mesh size, jarak antar pelampung, jarak antar pemberat, bahan yang digunakan, serta ukuran dari bagian-bagian alat tangkap (untuk  yang menggunakan jaring),  sedangkan  pada alat  tangkap  lain  (tanpa jaring) adalah ukuran panjang, diameter, bahan yang digunakan dan ukuran bagian-bagian  dari alat  tangkap.  Pengklasifikasian  atau  penggolongan setiap jenis alat tangkap dilakukan berdasarkan spesifikasi teknis dan cara pengoperasian alat tangkap, maka setiap jenis alat tangkap disesuaikan dengan klasifikasi alat penangkapan ikan Balai Pengembangan Penangkapan Ikan Semarang, 2009 dan Keputusan Menteri No. 6 tahun 2010.
PENINGKATAN PENGUASAAN KOMPETENSI DASAR TENTANG MENGANALISIS DAMPAK POLITIK, BUDAYA, SOSIAL, DAN PENDIDIKAN PADA MASA PENJAJAHAN BANGSA EROPA (PORTUGIS, SPANYOL, BELANDA, INGGRIS) DALAM KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA PADA MASA KINIBAGI GURU SEJARAH SMA SE-KABUPATEN POLEWALI MANDAR Najamuddin, Najamuddin; Bustan, Bustan
Humanis Vol. 18, No. 2, Agustus 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil observasi yang dilakukan terhadap guru yang mengikuti pendidikan dan latihan sertifikasi guru menunjukkan lemahnya kemampuan memahami kompetensi dasar. Bahkan ada diantaranya dalam menyampaikan materi dalam kompetensi dasar tersebut belum disampaikan secara lengkap dan sistematis sehingga siswa dalam memahami materi tersebut menimbulkan multi tafsir dan bahkan tidak dipahami sama sekali Atas dasar pertimbangan tersebut, maka kami merencanakan untuk melakukan pelatihan atau workshop guna meningkatkan kompetensi professional guru dalam memahami dan menguasai materi-materi kompetensi dasar khususnya komptensi dasar sistem  peradilan di Indonesia sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Tahun 1945 Kegiatan ini berlangsung di Kabupaten Polewali Mandar dengan sasaran guru-guru SMA se-Kabupaten Polewali MandarKegiatan pelatihan ini bersifat kegiatan pendahuluan. Artinya peserta lebih dahulu diberikan pemahaman materi terus dilanjutkan dengan tanya jawab disertai dengan kegiatan diskusi mengenai kompetensi dasar yang akan di ajarkan kepada peserta didik.  Setelah kegiatan ini berakhir diperoleh hasil berupa 20 orang guru SMA di-Kabupaten Polewali Mandar mengikuti pelaksanaan kegiatan peningkatan penguasaan kompetensi professional khususnya pada kompetensi dasar menganalisis dampak politik, budaya, sosial, dan pendidikan pada masa penjajahan bangsa Eropa (Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris) dalam kehidupan bangsa Indonesia. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatan penguasaan kompetensi dasar menganalisis dampak politik, budaya, sosial, dan pendidikan pada masa penjajahan bangsa Eropa (Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris) dalam kehidupan bangsa Indonesia bagi guru mata pelajaran Sejarah SMA se-Kabupaten Polmas. Diharapkan kepada pihak MGMP dan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan untuk tingkat SMA sederajat untuk lebih memperhatikan mengenai penguasaan kompetensi bagi para guru khususnya kompetensi profesional maupun kompetensi lainnya.demikian pula kepada guru diharpkan agar memiliki kesadaran untuk selalu belajar dan berusaha meningkatkan kompetensinya sesuai dengan tuntutan peraturan perundang-undanganKata Kunci : Peningkatan Penguasaan Kompetensi DasarThe results of observations conducted on teachers who follow the education and training of teacher certification showed a lack of ability to understand basic competencies. Even some of them in delivering the material in the basic competence has not been submitted in a complete and systematic so that students in understanding the material cause multi interpretation and not even understood at all. On the basis of these considerations, we plan to conduct training or workshops to improve the professional competence of teachers in understanding and mastering basic competence materials, especially the basic competence of the judicial system in Indonesia in accordance with the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia This activity takes place in Pangkep District with the target of SMA / SMK / MA teachers in Pangkep DistrictThis training activity is a preliminary activity. This means that the participants are given the first understanding of the material continues with questions and answers followed by discussion of basic competencies that will be taught to learners. After this activity ended, the result was obtained by 20 teachers of SMA / SMK / MA in Pangkep following the implementation of professional competency control activities especially on the basic competence of the judicial system in Indonesia in accordance with the Constitution of the Republic of Indonesia Year 1945. It is expected that this training can increase the basic competence of the judicial system in Indonesia in accordance with the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia for the subject teachers of Sejarah SMA in Pangkep Regency Thus, it is expected to the MGMP and the Department of Education and Culture of South Sulawesi Province for the equivalent high school level to pay more attention to the competence of teachers for the competence of professionals and other competencies. Similarly, the teacher is expected to have awareness to always learn and try to improve competence in accordance with the demands of legislationKey Word : Improvement Of Basic Competency About Expanding The System Of Justice In Indonesia In Accordance
KESABARAN DAN KESEHATAN MENTAL DALAM BIMBINGAN KONSELING ISLAM Najamuddin, Najamuddin
Tasamuh: Jurnal Studi Islam Vol 10, No 1 (2018): Dakwah Dan Tantangannya
Publisher : P3M STAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32489/tasamuh.230

Abstract

Every human must be able to balance between intellectual intelligence and emotional intelligence. Emotional intelligence is measured of the ability to control the emotion and to refrain. In Islam, the ability of controlling the emotion and patience are mentioned the patience. Patience demands patience in the face of something difficult, heavy, and bitter, to be accepted and faced with full responsibility. Nowadays, patience is understood by many people to aim toward passive nature of patience, in meaning of resigning does not do anything when faced with problems. While in Islamic view, patience means to be strong, to stand firm, or not to despair when facing obstacles, and to keep trying maximally. In addition, someone’s mental health is the ability to adjust to the circumstances encountered, can utilize all the potential and talent as much as possible and bring to the harmony in life must also be considered. Meanwhile, Islamic counseling is a process of providing assistance to individuals to realize again its existence as a creature of God who should live in harmony with the provisions and instructions of God so as to achieve happiness in the world and in the afterlife. Urgency of preaching with the concept of patience that preaching can help clarify and illuminate the madu about how patience is consistent with the Quran and hadist. The existing of preaching is so that the mistake in understanding the patience can be reduced. The problematic society today is not only about material issues, but also about psychological problems. So, between patience, mental health and counseling Islam must be framed in preaching.
KESABARAN DAN KESEHATAN MENTAL DALAM BIMBINGAN KONSELING ISLAM Najamuddin, Najamuddin
Tasamuh: Jurnal Studi Islam Vol 10, No 1 (2018): Dakwah Dan Tantangannya
Publisher : P3M STAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32489/tasamuh.230

Abstract

Every human must be able to balance between intellectual intelligence and emotional intelligence. Emotional intelligence is measured of the ability to control the emotion and to refrain. In Islam, the ability of controlling the emotion and patience are mentioned the patience. Patience demands patience in the face of something difficult, heavy, and bitter, to be accepted and faced with full responsibility. Nowadays, patience is understood by many people to aim toward passive nature of patience, in meaning of resigning does not do anything when faced with problems. While in Islamic view, patience means to be strong, to stand firm, or not to despair when facing obstacles, and to keep trying maximally. In addition, someone’s mental health is the ability to adjust to the circumstances encountered, can utilize all the potential and talent as much as possible and bring to the harmony in life must also be considered. Meanwhile, Islamic counseling is a process of providing assistance to individuals to realize again its existence as a creature of God who should live in harmony with the provisions and instructions of God so as to achieve happiness in the world and in the afterlife. Urgency of preaching with the concept of patience that preaching can help clarify and illuminate the madu about how patience is consistent with the Quran and hadist. The existing of preaching is so that the mistake in understanding the patience can be reduced. The problematic society today is not only about material issues, but also about psychological problems. So, between patience, mental health and counseling Islam must be framed in preaching.
ISLAM DI CINA Najamuddin, Najamuddin
Tasamuh: Jurnal Studi Islam Vol 8, No 1 (2016): Kesenjangan dan Konflik Multi-Etnis
Publisher : P3M STAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32489/tasamuh.196

Abstract

Religion of Islam has been present in China since the year 650, precisely during the reign of the Tang Dynasty. At that time, one of the companions of the Prophet, namely Saad ibn Abi Waqqas came to mainland China to convey the message of the Prophet and Islam introduced to the people of the land. Since then, Islam widespread in China mainly through trade intermediaries. The development of Islam in China has gone through by several dynasties, including the Tang, Wudai, Song Dynasty, Yuan Dynasty, Qing Dynasty and the Ming Dynasty. But among these there is mentioned dynasty that has developed very rapidly and some are experiencing sluggish growth journey. Islam in China was originally foreign Muslims who were able to assimilate with the Chinese community. At a later stage, some magnifying dynasty in China and other tribes embraced Islam. Then they set up a mosque and always are steadfast personality. Karen case, Islam in China still exists. The downside is that the communists in Russia and so did China that killed millions of people is a bitter memory. The plus side is due to the attitude of the West communists identical with the cause of Islam rose to fight for their rights. On the other hand, the defeat of the Soviet Union, whose influence penetrated into China in the ideological war with the United States, causing the nation’s Muslim minority gets fresh air to rise and strengthen its existence.
KEHARMONISAN ANTARA SANG KHALIK DAN SELURUH MAKHLUK Najamuddin, Najamuddin
Tasamuh: Jurnal Studi Islam Vol 7, No 1 (2015): Sejarah Islam
Publisher : P3M STAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32489/tasamuh.174

Abstract

Plurality is a diversity. The pluralism is the existence of a plurality of the laws. Plurality is defined as a society which has difference from each other, both in terms of economic level, ideological faith and ethnicity. But it was not considered a feud, but it has straps that bind the union. Plurality of God’s creation (creature), a sign ofoneness of God.
ISLAM DAN WILAYAH PUBLIK (Tinjauan Terhadap Pemikiran Talal Asad) Najamuddin, Najamuddin; Hariyanto, Ishak
KOMUNITAS Vol 7, No 1 (2015): Juni
Publisher : KOMUNITAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mencoba membahas Islam dan wilayah publik dalam pemikiran Talal Asad. Dimana Islam memiliki model serta respon tersendiri ketika agama memasuki wilayah publik. Lalu yang menarik dalam konteks ini adalah ketika Talal Asad seorang ilmuan Arab Saudi kebangsaan Amerika membawa nalar agama memasuki wilayah publik, dan kemudian menyebar ke negara-negara Islam. Penelitiannya dilakukan di negara-negara Islam ketika agama memasuki wilayah publik yang memiliki respon serta model yang ekstrim. Ketika Islam memasuki wilayah publik belumlah terbuka dan bahkan cenderung bersikap menolak. Penolakan ini tentu dikarenakan negara-negara Islam cenderung meletakkan prinsip-prinsip serta memakai ideologi agama sebagai alat kekuasaan. Pemakaian ideologi agama sebagai alat kekuasaan ini sesungguhnya adalah cara yang dipakai oleh para ulama untuk mempertahankan eksistensi intelektual mereka, sehingga para ulama’ menolak perubahan ketika dimensi-dimensi Islam memasuki wilayah publik.
FENOMENA KEMISKINAN DI INDONESIA (PRAKTEK PEKERJAAN SOSIAL DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI DI PEDESAAN) Najamuddin, Najamuddin; Tayib, Muhtar
KOMUNITAS Vol 7, No 2 (2015): Desember
Publisher : KOMUNITAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam konteks pedesaan, mayarakat juga tidak bisa terlepas dari masalah kemiskinan, karena kemiskinan merupakan fenomena sosial yang terdapat pada setiap masyarakat yang tidak mampu mengalokasikan sumberdaya dalam diri mereka. Kata kemiskinan selalu identik dengan kesulitan yang dihadapi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup. Oleh karena itu, kemiskinan ini seringkali mendorong masayarakat untuk melakukan migrasi dikarenakan sumber-sumber pemasukan di Desa pada umumnya bersifat agraris dan dinilai tidak reliable. Dewasa ini, fenomena kemiskinan yang dihadapi oleh kelompok marjinal pedesaan masih terbilang kurang tepat, terutama dalam mengalokasikan sumberdaya yang dimilikinya. Dalam pengelolaan sumberdaya masyarakat memang bagian dari praktik pekerjaan sosial di Indonesia untuk mengembangkan dan menjangkau daratan yang tertinggal. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menjelaskan konsep pemberdayaan masyarakat dalam kajian ilmu pekerjaan sosial, dan perspektif keberfungsian sosial guna memberikan pelayanan kesejahteraan sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di pedesaan. Kemudian dari pemberdayaan masyarakat akan dikaji permasalahan-permasalahan sosial yang terkait dengan kemiskinan yang melanda sebagian besar di wilayah pedesaan.