Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia

PEMETAAN ZONA POTENSI PENANGKAPAN IKAN CAKALANG PERIODE APRIL-JUNI DI TELUK BONE DENGAN TEKNOLOGI REMOTE SENSING Zainuddin, Mukti; Nelwan, Alfa; Farhum, St Aisjah; Najamuddin, Najamuddin; Hajar, M.A. Ibnu; Kurnia, M.; Sudirman, Sudirman
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 19, No 3 (2013): (September 2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.757 KB) | DOI: 10.15578/jppi.19.3.2013.167-173

Abstract

Satelit penginderaan jauh dapat memberikan informasi sistematis tentang kondisi oseanografi. Penelitian ini bertujuan memetakan zona potensial penangkapan ikan (ZPPI) cakalang di Teluk Bone selama April-Juni 2012 menggunakan citra suhu permukaan laut (SPL) dan klorofil-a yang dikombinasikan dengan data penangkapan pole and line.  ZPPI dipetakan menggunakan teknik sistem informasi geografis yang dikonstruksi dari hasil analisis fungsi distribusi kumulatif empiris dan generalized additive model (GAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama bulan April-Juni di Teluk Bone, ZPPI cenderung berada pada area 120.5-121.5° BT dan 3.5-5° LS. Lokasi dengan nilai Catch per unit effort (CPUE) yang tinggi tersebut diindikasikan dengan kondisi SPL dan konsentrasi klorofil-a masing-masing antara 28.75-31.5° C dan antara 0.10 dan 0.2 mg m-3.  Kombinasi nilai preferensi faktor oseanografis tersebut diduga kuat merefleksikan kondisi kelimpahan makanan yang cukup tinggi dimana zona tersebut pada gilirannya menjadi daerah tempat berkumpulnya gerombolan ikan cakalang dan menjadi zona target bagi penangkapan pole and line di Teluk Bone. Satellite remote sensing provides systematically important information on oceanographic conditions. Sea surface temperature (SST) and sea surface chlorophyll-a concentration (Chl-a) derived from Aqua/ Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) data together with skipjack catch data during April-June 2012 were used to map potential fishing zones for skipjack tuna in the Bone Bay.  Geographic information system was then employed to map out of the potential fishing zones generated by non-linear model (Generalized Additive Model/GAM) and the empirical cumulative distribution function (ECDF) analyses.  Results indicated that the highest catch per unit efforts (CPUE) mostly occurred in areas of 120.5-121.5° E dan 3.5-5° S. These areas were significantly associated with SST and chlorophyll-a concentration ranged from 28.75- 31.5°C and 0.10 - 0.20 mg m-3, respectively.  The locations of occurrence of the preferred oceanographic factors suggested the area where feeding opportunity for skipjack schools enhanced and then provided potential fishing grounds for pole and line fishery in Bone Bay.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS LAMPU LISTRIK UNTUK MENARIK PERHATIAN IKAN PELAGIS KECIL PADA BAGAN TANCAP Sudirman, Sudirman; Najamuddin, Najamuddin; Palo, Mahfud
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 19, No 3 (2013): (September 2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.995 KB) | DOI: 10.15578/jppi.19.3.2013.157-165

Abstract

Penggunaan lampu listrik untuk menarik perhatian ikan-ikan pelagis kecil untuk tujuan penangkapan ikan di Indonesia, telah berkembang dengan baik. Bagan adalah tipe alat penangkapan ikan yang tergolong kedalam jaring angkat menggunakan cahaya sebagai alat bantu dalam penangkapan.  Bagan dapat diklasifikasikan kedalam  dua jenis, yaitu bagan yang dipasang secara tetap (bagan tancap) dan  bagan apung yang dapat berpindah-pindah.  Penelitian ini dilakukan di perairan Selat Makassar dengan fishing ground di perairan Kabupaten Pangkep dari bulan Mei sampai dengan bulan Oktober 2012. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan berbagai jenis lampu listrik untuk menarik perhatian ikan pelagis kecil pada bagan tancap. Penelitian menggunakan satu unit bagan tancap. Terdapat tiga jenis lampu yang digunakan secara bergiliran yaitu lampu neon, merkuri dan pijar. Ketiganya mempunyai kekuatan cahaya 500W. Hasil tangkapan diuji secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lampu neon memberikan hasil tangkapan yang lebih baik dan lebih efesien dibandingkan dengan lampu merkuri dan lampu pijar. Secara statistik lampu neon berbeda nyata dengan lampu pijar tetapi tidak berbeda nyata dengan lampu merkuri. Dalam pengoperasin bagan tancap oleh nelayan, disarankan menggunakan lampu neon. The use of electrical lamp for attracting of small pelagic fish in Indonesia has been developed. Fixed lift net  is a fishing gear type categorize into lift net with fine meshed of box-shaped netting  of 0.5 cm mesh size, operated using   lamp for attracting pelagic fish.The gear can be   classified into the two types, i.e an original type of fixed bagan and floated bagan. The fixed bagan is set on the seabed byfixed in one place and can not be moved, while the floated bagan is not fixed in one place but it can be moved according to the Preferable fishing ground.  Several studies  for fixed bagan were conducted in Makassar Strait South Sulawesi on using of various of electric lamp, namely Halogen, Mercury and Incandescent lamp with lighting power of 500 W for evaluation of the total catch. The studies were  conducted from April to November  2012 in Makassar Strait. The fishing process was analyzed through  onboard observation during fishing operation and  interviewing to the bagan rambo?s fishermen. The result showed that the small pelagic fish species to prefer the halogen lamp compare with the mercury and incandescent lamp. Statistically analysis  indicated the significance difference between halogen lamp and incandescent lamp. Based on this research indicated that, incandescent lamp was more effectively for using as attracting for small pelagic species of fixed lift net in the coastal area.