Nurdin Arsyad, Nurdin
Universitas Negeri Makasar

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Investigasi Matematika Melalui Pemberian Proyek Matematika Pada Siswa Kelas XI Amin, Aisyah; Arsyad, Nurdin; Minggi, Ilham
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol 8 No 1 (2015): Beta Mei
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is a classroom action research wihch aims at improving investigation ability of mathematics on function derivation and describing the process of mathematics learning by providing Mathematics Project. The subject of the study was 40 students grade XI IPA 1 SMAN 2 Watampone of academic year 2011/2012. The improvement of mathematics investigation ability was measured by investigation ability indicators, namely (1) problem identification, (2) organization and collection of information/facts/Mathematics symbols, (3) building and implementation of planning and problem solving, (4) drawing conclution, (5) interpretation of the result of investigation, and (6) communicating the result of investigation. The study was conducted in two cycles by following the stages of classroom action research on each of the cycle consist of  (1) the planning, explaining of the preparation based on the result of pre-action wich resulted on low investigation ability, (2) the action, the implementation from all of the planning of action constructed on the first stage, (3) the observation, observation during the action wich obtained quantitative data and qualitative data, and (4) the reflection, the stage to study and process the data obtained during the observation. The instrument of study used observation sheet and test of investigation ability of mathematics. The observation sheet was used to evaluate the implementation of learning process by giving Mathematics project assignment. Whereas, the test of investigation ability of Mathematics was used to evaluate the improvement of students‟ investigation ability. The results obtained after giving the project assignment are (1) on cycle I, the mean score of students‟ investigation ability after the learning is 57,05; (2) on cycle II, the result is 80,58. The observation sheet reveals that students have improvement on the activeness and ability in conducting investigation toward the project assignment proven by the achievement of indicators of investigation ability wich improved on each of cycle. The conclution based on the result of observation and test of investigation ability is there is adequately significant improvement ofmathematics investigation ability on each of the cycle.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENUMBUHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATERI ASAM, BASA, DAN GARAM SMP NEGERI 1 BULUKUMBA ., Darmaeni; Arsyad, Nurdin
Chemistry Education Review (CER) Volume 1 Nomor 2 Maret 2018
Publisher : Program Pasca Sarjana UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.134 KB) | DOI: 10.26858/cer.v0i1.5604

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (i) untuk menghasilkan  perangkat  pembelajaran IPA berbasis inkuiri terbimbing pada materi asam, basa, garam; (ii) untuk mendeskripsikan kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan perangkat pembelajaran IPA berbasis inkuiri terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang difokuskan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran IPA berbasis inkuiri terbimbing pada materi asam, basa, dan garam.  Perangkat pembelajaran yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah RPP, Buku Ajar Peserta Didik (BAPD), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model Thiagarajan atau 4-D yang terdiri dari tahap pendefinisian, tahap perancangan, tahap pengembangan dan tahap penyebaran. Perangkat pembelajaran yang dihasilkan dalam penelitian ini divalidasi oleh dua orang ahli dengan hasil penilaian berada pada kategori sangat valid untuk RPP dan BAPD dan kategori valid untuk LKPD serta  dapat digunakan dengan sedikit revisi. Pada penelitian ini uji coba dilakukan satu kali. Uji coba dilakukan pada kelas VII2 SMP Negeri 1 Bulukumba. Hasil yang diperoleh pada uji coba tersebut, yaitu: (1) perangkat pembelajaran IPA berbasis inkuiri terbimbing  sudah praktis, (2) perangkat pembelajaran IPA berbasis inkuiri terbimbing pada materi asam, basa, dan garam sudah efektif karena telah memenuhi 3 dari 4 indikator keefektifan, yaitu: ketuntasan klasikal tes hasil belajar telah tercapai,  aktivitas  peserta didik pada setiap pertemuan berada pada rentang batas toleransi , dan respon peserta didik  berada pada kategori positif. Dengan mengikuti tahap pengembangan di atas, diperoleh perangkat pembelajaran IPA berbasis inkuiri terbimbing pada materi Asam, Basa, dan Garam  yang   memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Kata kunci: Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Berpikir Kritis
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE NHT DENGAN PENDEKATAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Mallaherang, Hasma; Arsyad, Nurdin; Darwis, Muhammad
Vidya Karya Vol 33, No 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. This research aims to describe the effectivity of cooperative learning model from the type of Numbered Head Together (NHT) with the Auditory Intellectually Repetition (AIR) Approachment in mathematics instruction. Type of research is a pre-experiment. Population of the research is all of the tenth grade (class X) students of public senior high school (SMAN) 2 Bua Ponrang. The research sample was students of class X-1 selected through random sampling techniques. Research data were collected by using test and observation techniques. The results showed that (a) Cooperative learning model from NHT type with AIR approachment instruction has been well implemented, (b) students’ activity was in ideal category, (c) students' responses toward the instruction was tend to be positive, and (d) student’s achievements was classically mastered with normalized gain was in high category, 0.74. Keywords: Efektivitas, Cooperative Learning, NHT, Auditory Intellectually Repetition Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas model kooperatif tipe NHT (Numbered Head Together) dengan Pendekatan Auditory Intellectually Repetition (AIR) dalam Pembelajaran Matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Bua Ponrang. Sampel penelitian adalah siswa kelas X1 yang terpilih melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan teknik tes dan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan pendekatan Auditory Intellectually Repetition terlaksana dengan baik, (b) aktivitas siswa  berada dalam kategori ideal, (c) respons siswa terhadap pembelajaran cenderung positif, dan (d) hasil belajar siswa tuntas secara klasikal dengan gain ternormalisasi sebesar 0,74 yang berkategori tinggi.  Kata kunci: Efektivitas, pembelajaran kooperatif, NHT, Auditory Intellectually Repetition
KEMAMPUAN BERPIKIR DIVERGEN, ADVERSITY QUOTIENT, SIKAP TERHADAP MATEMATIKA, PERSEPSI TENTANG CARA MENGAJAR GURU, MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA Nurjannah, Nurjannah; Arsyad, Nurdin; Darwis, Muhammad
Vidya Karya Vol 33, No 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. This ex post facto study aimed to reveal the influence of divergent thinking skills, adversity quotient, attitudes toward mathematics, and perceptions of how mathematics teachers teach on learning outcomes and motivation to learn mathematics. The population of this study was all of eighth graders of Public Junior High School (SMPN) in the whole Sub District of North Wara, Palopo City. The sample was determined by cluster random sampling. The instruments used were questionnaires and tests. The research data were analyzed by using SPSS statistical data processing program. The results showed that divergent thinking skills, adversity quotient, attitudes toward mathematics, and perceptions of how mathematics teachers teach, together or partially, had a significant effect on mathematics learning outcomes and motivation to learn mathematics of Public Junior High School 8th graders in the whole District of North Wara, Palopo City. Keywords: Divergent Thinking skills, Adversity Quotient, Attitudes toward mathematics, Perception, Motivation, and mathematics learning outcomes. Abstrak.  Penelitian ex post facto ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh kemampuan  berpikir Divergen,  adversity quotient, sikap terhadap matematika, dan persepsi terhadap cara mengajar guru matematika terhadap hasil belajar dan motivasi belajar matematika. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN se-Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo. Penentuan sampel dilakukan dengan cluster random sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket dan tes. Data dianalisis menggunakan program pengolahan data statistik SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir divergen, adversity quotient, sikap terhadap matematika, dan persepsi tentang cara guru matematika mengajar secara bersama-sama maupun secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap hasil dan motivasi belajar matematika pada siswa Kelas VIII SMPN se-Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo. Kata Kunci: Berpikir divergen, adversity quotient, sikap, persepsi, motivasi, dan hasil belajar matematika.
Profil Pemecahan Masalah dalam Pembelajaran Matematika dengan Model Problem Creating pada Siswa Kelas VII-2 SMP Negeri 1 Kota Bima Aryaningsih, Sri; Mahmud, Ramlan; Arsyad, Nurdin
Didaktik Matematika Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.597 KB) | DOI: 10.24815/jdm.v3i2.5688

Abstract

The purpose of this research are to examine: (i) the problem solving ability of class VII-2 students at SMPN 1 Bima City in mathematics learning process using problem creating model; (ii) the problem solving process of class VII-2 student at SMPN I Bima City in mathematics learning process using problem creating model. This research employed qualitative approach. Data was collected though observation of learning presentation and in-depth interview. The results of this research reveal that (i) the research subjects who have high, medium, and low ability are able to solve mathematics problems well by completing all the steps of mathematics problem. However, the research sebjects have less accuracy on each problem solving result without writing the conclusion of the answers; (ii) in general, class VII-2 students can solve the mathematics problems well, but the mistakes they do are no written conclusion on the answers obtained.
PENGARUH SIKAP, KONSEP DIRI, DAN KESADARAN METAKOGNITIF TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA PESERTA DIDIK KELAS XI MIA SMAN DI KECAMATAN UJUNG BULU KABUPATEN BULUKUMBA Nurdianti Putri, Nuzul Kurnia; Danial, Muhammad; Arsyad, Nurdin
Chemistry Education Review (CER) Volume 1 Nomor 2 Maret 2018
Publisher : Program Pasca Sarjana UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.551 KB) | DOI: 10.26858/cer.v0i1.5613

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana gambaran deskriptif sikap peserta didik pada mata pelajaran kimia, konsep diri, kesadaran metakognitif, dan hasil belajar kimia peserta didik kelas XI Mia SMAN di Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba, apakah ada pengaruh sikap, konsep diri, dan kesadaran metakognitif, secara bersama-sama terhadap hasil belajar kimia peserta didik kelas, apakah ada pengaruh sikap terhadap hasil belajar kimia, apakah ada pengaruh konsep diri terhadap hasil belajar kimia, apakah ada pengaruh kesadaran metakognitif terhadap hasil belajar kimia, apakah ada interaksi sikap peserta didik pada mata pelajaran kimia dan konsep diri dalam mempengaruhi hasil belajar kimia, apakah ada interaksi konsep diri dan kesadaran metakognitif dalam mempengaruhi hasil belajar kimia peserta didik, apakah ada interaksi sikap peserta didik pada mata pelajaran kimia dan kesadaran metakognitif dalam mempengaruhi hasil belajar kimia peserta didik. Adapun tujuan dari penelitian ini sejalan dengan rumusan masalah Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran angket dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil analisis menunjukkan p – value < 0,05 yang artinya model layak digunakan. Model yang digunakan adalah Y = - 75,003 + 0,171 X1 + 0,611 X­2 + 0,508 X3 + 0,000 X1X2 + 0,000 X1X3 – 0,003 X2X3 . Sikap siswa, konsep diri, dan kesadaran metakognitif siswa berpengaruh signifikan dan positif terhadap hasil belajar kimia baik secara teoritis maupun secara empirik. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa hasil interaksi antar variabel independent tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kimia siswa, sehingga model terbaik yang dapat digunakan untuk menaksir hasil belajar kimia adalah model tanpa interaksi, yaitu: Y = - 32,875 + 0,113X1 + 0,217X2 + 0,200X3. Kata Kunci: Sikap Siswa, Konsep Diri, Kesadaran metakognitif, Hasil Belajar.
Profil Pemecahan Masalah dalam Pembelajaran Matematika dengan Model Problem Creating pada Siswa Kelas VII-2 SMP Negeri 1 Kota Bima Aryaningsih, Sri; Mahmud, Ramlan; Arsyad, Nurdin
Didaktik Matematika Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.597 KB)

Abstract

The purpose of this research are to examine: (i) the problem solving ability of class VII-2 students at SMPN 1 Bima City in mathematics learning process using problem creating model; (ii) the problem solving process of class VII-2 student at SMPN I Bima City in mathematics learning process using problem creating model. This research employed qualitative approach. Data was collected though observation of learning presentation and in-depth interview. The results of this research reveal that (i) the research subjects who have high, medium, and low ability are able to solve mathematics problems well by completing all the steps of mathematics problem. However, the research sebjects have less accuracy on each problem solving result without writing the conclusion of the answers; (ii) in general, class VII-2 students can solve the mathematics problems well, but the mistakes they do are no written conclusion on the answers obtained.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN STRATEGI HEURISTIK TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK KELAS VII SMPN 8 MAKASSAR (THE EFFECT OF APPLYING PROBLEM BASED LEARNING MODELS BY HEURISTIC STRATEGY IN UNDERSTANDING CONCEPTS ABILITY AND CRITICAL THINKING ABILITY AT GRADE VII STUDENTS OF SMPN 8 MAKASSAR) Malinda, Serly; Arsyad, Nurdin; Syam, Haerul
SIGMA : JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 11, No 2 (2019): Kemampuan Berpikir
Publisher : SIGMA : JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengingat matematika sangat erat kaitannya dengan hal-hal abstrak sehingga memahami konsep matematika dan kemampuan berpikir kritis sangat penting sehingga perlu ditanamkan kepada peserta didik sejak dini yaitu sejak anak tersebut masih duduk di bangku sekolah dasar. Mereka dituntut mengerti tentang definisi, pengertian, cara pemecahan masalah maupun pengoperasian matematika secara benar. Karena hal tersebut akan menjadi bekal dalam mempelajari matematika pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sehingga diperlukan menerapkan model pembelajaran yang melatih peserta didik untuk memecahkan suatu masalah dengan cara menyatakan masalah dengan memahami konsep, menganalisis data yang ditemukan dan sampai pada akhirnya yaitu menarik suatu kesimpulan. Alternatif yang digunakan yaitu dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah dengan strategi heuristik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah dengan strategi heuristik terhadap kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VII SMPN 8 Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra eksperimen dengan desain the one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VII SMPN 8 Makassar dan terpilih kelas VII.11 yang mewakili populasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu tes kemampuan pemahaman konsep dan tes kemampuan berpikir kritis yang kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji t. Berdasarkan hasil penelitian, baik itu dari hasil analisi ataupun pengujian hipotesis, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah dengan strategi heuristik berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VII SMPN 8 MakassarRemembering that mathematics has a big correlation to the abstract things so that understanding mathematical concepts and critical thinking ability is very important so that it needs to be instilled in students from an early age which is since that kid is still in elementary school. They are required to understand the definition, understanding, how to solve problems and operating mathematics correctly. Because it will become a provision in learning mathematics in higher education level. So it is necessary to apply a learning model that trains students to solve a problem by stating the problem by understanding the concept, analyzing the data found and up to conclusion drawing. The alternative used is applying problem based learning model by heuristic strategy. This study aims to determine the effect of problem-based learning models by heuristic strategies on the ability in understanding concepts and critical thinking ability of grade VII students of SMPN 8 Makassar. The type that is used in this research was a pre experimental design with the one group pretest posttest design. The population in this research were all  VII classes of SMPN 8 Makassar and class VII.11 is selected to representate the population. Tehnique of data collection this research were tests of concept understanding ability and tests of critical thinking ability then it is analyzed with descriptive and inferential statistics by using t test. Based on the results of the study, both from the results of the analysis or hypothesis testing, it can be concluded that the problem-based learning model by heuristic strategy influenced the ability to understand concepts and critical thinking ability of students in grade VII of SMPN 8 Makassar 
ANALISIS KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA DITINJAU DARI KEMAMPUAN PENYELESAIAN SOAL SISWA KELAS XI Syafar, Nur Khalisa; Arsyad, Nurdin; Djadir, Djadir
SIGMA : JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1 (2020): ANALISIS DAN PEMBELAJARAN
Publisher : SIGMA : JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Rata-rata kesulitan-kesulitan tersebut muncul karena rendahnya kemampuan koneksi matematika yang dimiliki oleh siswa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan koneksi siswa kelas XI dari beberapa kategori yang dikelompokkan berdasarkan kemampuan penyelesaian soal siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metodelogi penelitian deskriptif.  Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan penyelesaian soal untuk memilih subjek, tes kemampuan koneksi matematika untuk mengetahui kemampuan koneksi matematika subjek secara tertulis, dan wawancara untuk mengetahui kemampuan koneksi matematika siswaa secara lisan sekaligus sebagai triangulasi metode. Selain triangulasi metode, penelitian ini juga menggunakan triangulasi waktu pada tahap wawancara. Subjek yang dipilih berujumlah 6 orang siswa dari kelas XI yang mewakili tiap kategori tes kemampuan penyelesaian soal. Subjek yang terpilih terdiri dari 2 orang dari kategori kemampuan penyelesaian soal tinggi, 2 orang dari kategori kemampuan penyelesaian soal sedang, dan 2 orang dari kategori kemampuan penyelesaian soal rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kategori kemampuan penyelesaian soal tinggi mampu memenuhi 2 dari 3 indikator koneksi matematika. Siswa dengan kategori kemampuan penyelesaian soal sedang mampu memenuhi 1 dari 3 indikator koneksi matematika, dan siswa dengan kategori kemampuan penyelesaian soal rendah tidak mampu memenuhi ketiga indikator koneksi matematika This research is motivated by the difficulties experienced by students in solving story problems. The average of these difficulties arises because of the low ability of the mathematical connections possessed by students. The purpose of this study was to find out how the connection ability of class XI from several categories were grouped based on students' problem solving abilities. The type of research used is qualitative research with descriptive research methodology. The research instrument used was a test of problem solving ability to select subjects, test the ability of mathematical connections to determine the ability of the subject's mathematical connections in writing, and interviews to determine the ability of students' mathematical connections orally as well as triangulation methods. In addition to method triangulation, this study also uses time triangulation in the interview stage. The selected subjects consisted of 6 students from class XI who represented each test category of problem solving abilities. The subjects selected consisted of 2 people from the category of high problem solving abilities, 2 people from the medium problem solving ability category, and 2 people from the low problem solving ability category. The results showed that students with high problem solving ability categories were able to meet 2 of the 3 mathematical connection indicators. Students with the ability to solve the medium problem were able to fulfill 1 of the 3 indicators of mathematical connections, and students with the low problem solving ability category were not able to fulfill the three mathematical connection indicators.
ANALISIS KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA DITINJAU DARI KEMAMPUAN PENYELESAIAN SOAL SISWA KELAS XI Syafar, Nur Khalisa; Arsyad, Nurdin; Djadir, Djadir
SIGMA : JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1 (2020): ANALISIS DAN PEMBELAJARAN
Publisher : SIGMA : JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Rata-rata kesulitan-kesulitan tersebut muncul karena rendahnya kemampuan koneksi matematika yang dimiliki oleh siswa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan koneksi siswa kelas XI dari beberapa kategori yang dikelompokkan berdasarkan kemampuan penyelesaian soal siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metodelogi penelitian deskriptif.  Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan penyelesaian soal untuk memilih subjek, tes kemampuan koneksi matematika untuk mengetahui kemampuan koneksi matematika subjek secara tertulis, dan wawancara untuk mengetahui kemampuan koneksi matematika siswaa secara lisan sekaligus sebagai triangulasi metode. Selain triangulasi metode, penelitian ini juga menggunakan triangulasi waktu pada tahap wawancara. Subjek yang dipilih berujumlah 6 orang siswa dari kelas XI yang mewakili tiap kategori tes kemampuan penyelesaian soal. Subjek yang terpilih terdiri dari 2 orang dari kategori kemampuan penyelesaian soal tinggi, 2 orang dari kategori kemampuan penyelesaian soal sedang, dan 2 orang dari kategori kemampuan penyelesaian soal rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kategori kemampuan penyelesaian soal tinggi mampu memenuhi 2 dari 3 indikator koneksi matematika. Siswa dengan kategori kemampuan penyelesaian soal sedang mampu memenuhi 1 dari 3 indikator koneksi matematika, dan siswa dengan kategori kemampuan penyelesaian soal rendah tidak mampu memenuhi ketiga indikator koneksi matematika This research is motivated by the difficulties experienced by students in solving story problems. The average of these difficulties arises because of the low ability of the mathematical connections possessed by students. The purpose of this study was to find out how the connection ability of class XI from several categories were grouped based on students' problem solving abilities. The type of research used is qualitative research with descriptive research methodology. The research instrument used was a test of problem solving ability to select subjects, test the ability of mathematical connections to determine the ability of the subject's mathematical connections in writing, and interviews to determine the ability of students' mathematical connections orally as well as triangulation methods. In addition to method triangulation, this study also uses time triangulation in the interview stage. The selected subjects consisted of 6 students from class XI who represented each test category of problem solving abilities. The subjects selected consisted of 2 people from the category of high problem solving abilities, 2 people from the medium problem solving ability category, and 2 people from the low problem solving ability category. The results showed that students with high problem solving ability categories were able to meet 2 of the 3 mathematical connection indicators. Students with the ability to solve the medium problem were able to fulfill 1 of the 3 indicators of mathematical connections, and students with the low problem solving ability category were not able to fulfill the three mathematical connection indicators.