Susilahudin Putrawangsa, Susilahudin
IAIN Mataram,

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

ETNOMATEMATIKA: TRADISI PENGUKURAN MASYARAKAT SUKU SASAK DAN POTENSI PENGINTEGRASIANNYA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Hardiani, Nur; Putrawangsa, Susilahudin
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v8i1.1814

Abstract

The focus of the current study is to investigate mathematical reasoning and behaviour among a local Indonesian tribe (Sasakese tribe in Lombok) in measurement tradition and their potential integration into mathematics instructions.  It is ethnomathematics research where the data are collected through observations, interviews, and artefact studies. The data are analyzed by using the qualitative-verificative approach. The findings indicate that Sasakese in Lombok performs mathematical reasoning and behaviour as a part of their tradition. In their measurement tradition, they have practised several mathematical principles. They have a conception about the role and the use of unit measurements. They have even invented several informal forms of unit measurements. They also have a conversion system of those unite measurements that are similar regarding mathematical principles to those of international standards, such as the metrics standard. They also show their understanding of the idea of ratio and proportion in utilizing the conversion system. Those mathematical traditions potentially inspire mathematics instructions. The tradition can be utilized as didactical phenomenology or as a mean to support students to reach more formal mathematics in teaching about unit measurement as well as ratio and proportion.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Mulhamah, Mulhamah; Putrawangsa, Susilahudin
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.577 KB) | DOI: 10.22342/jpm.10.1.3279.58-80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan “Bagaimanakah peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual?” Penelitian ini adalah jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaboratif dan partisipatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual seperti yang dilakukan pada penelitian ini dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada mata pelajaran matematika.  DOI: http://dx.doi.org/10.22342/jpm.10.1.3279.58-80
STRATEGI DAN TINGKAT KEPEKAAN BILANGAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENYELESAIKAN MASALAH OPERASI BILANGAN BULAT Putrawangsa, Susilahudin; Hasanah, Uswatun
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.124 KB) | DOI: 10.22342/jpm.12.1.5066.15-28

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap strategi dan tingkat ekspresi kepekaan bilangan siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan masalah terkait dengan operasi bilangan bulat, yang meliputi operasi penjumlahan, pengurangan, dan perkalian. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Responden dalam penelitian ini terdiri atas 5 orang siswa yang diambil secara acak dari sebuah Sekolah Dasar di Pulau Lombok. Data dikumpulkan melalui tes. Analisis data menggunakan tiga indikator kepekaan bilangan untuk menjawab dua pertanyaan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, strategi yang digunakan siswa dalam menyelesaikan masalah terkait operasi penjumlahan, pengurangan, dan perkalian bilangan bulat adalah seragam dan terpaku pada penggunaan algoritma atau prosedur berhitung yang bersifat baku dan rutin, yaitu prosedur penjumlahan bersusun, pengurangan bersusun, dan perkalian bersusun. Kedua, berdasarkan empat tingkatan ekspresi kepekaan bilangan, yaitu belum nampak, nampak, terungkap, dan terampil, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kepekaan bilangan siswa termasuk dalam katagori belum nampak, yaitu level terendah dari 4 tingkatan tersebut.
Penggunaan Aljabar MAXPLUS dalam Pembentukan Model Matematis pada Sistem Penjadwalan Praktikum Laboratorium Hasanah, Uswatun; Putrawangsa, Susilahudin
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol 8 No 1 (2015): Beta Mei
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan praktikum dilaksanakan di laboratorium bertujuan untuk menunjang proses pembelajaran setiap semester. Ada sekitar 500 praktikan memanfaatkan kegiatan ini pada setiap jenjang pendidikan D3 dan S1. Oleh karena itu, diperlukan sistem pembuatan jadwal yang tepat sehingga proses praktikum di laboratorium berjalan lancar. Namun, melihat fenomena yang terjadi di lapangan, jadwal yang telah disusun belum sinkron dengan waktu dosen pengampu dan mahasiswa sehingga peneliti mencoba untuk memodelkan sistem penjadwalan praktikum di laboratorium STMIK Bumigora Mataram menggunakan aljabar Maxplus. Berdasarkan model dan hasil simulasi Scilab diperoleh nilai eigen untuk penjadwalan praktikum di Lab 2 sebesar 800 dengan nilai awal x(0), artinya periode perpindahan dari praktikan kepraktikan yang lain adalah 800 menit. Oleh karena itu, hanya satu praktikum yang terjadwal setiap hari di Lab 2 karena praktikum ditargetkan usai pada pukul 12.00.
Students’ Prior Understanding of Area Putrawangsa, Susilahudin; Hasanah, Uswatun
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol 8 No 2 (2015): Beta Nopember
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pemikiran dan pemahaman awal siswa mengenai konsep luas dan pengukuran luas sebelum mereka diajarkan mengenai luas secara formal dalam kelas matematika. Dalam bahasa lain, penelitian ini bertujuan unuk menyelidiki hakikat pemahaman dan pandangan siswa mengenai konsep luas dimana pemahaman dan pandangan tersebut bukan merupakan pengaruh dari pembelajaran matematika di dalam kelas pada topik tersebut. Temuan dari penelitian ini diharapakan dapat berguna untuk guru atau pihak lainnya yang terkait sebagai pertimbangan dalam mengajar dan merancang perangkat pembelajaran, tugas belajar, atau kegiatan pembelajaran pada konsep pengukuran luas. Penelitian ini menemukan tiga hal penting terkait dengan pemahaman awal siswa mengenai luas dan pengukuran luas, yaitu (1) siswa memandang luas sebagai wilayah dari suatu permukaan (tidak melihat luas sebagai garis); akan tetapi (2) sebagian besar dari mereka belum memiliki pemahaman mengenai satuan pengukuran luas dalam menentukan luas suatu permukaan; oleh karena itu (3) mereka tidak dapat melakukan kegiatan pengukuran luas dengan benar. Dalam hal ini, mereka hanya memperhatikan dimensi tertentu dari bidang yang diukur, seperti panjang atau lebar, ketika berhadapan dengan masalah membandingkan luas. Memperhatikan ketiga temuan tersebut dan mengacu pada literature yang terkait dengan proses pengajaran yang efektif pada konsep luas, maka untuk meningkatkan pemahaman konseptual siswa mengenai luas, dianggap penting untuk memperkenalkan siswa mengenai konsep satuan  pengukuran luas. Pemahaman mengenai satuan tersebut kemudian dapat dijadikan sebagai dasar untuk memperkenalkan konsep mengenai pengukuran luas sebagai perhitungan banyaknya satuan pengukuran luas. Pada akhirnya, pemahaman mengenai cara pengukuran luas seperti itu dapat dijadikan sebagai landasan bagi siswa untuk memahami dan memaknai konsep mengenai pengukuran luas dengan menggunakan rumus pengukuran luas.
Kemampuan literasi matematika siswa SMP ditinjau dari gaya belajar Syawahid, Muhammad; Putrawangsa, Susilahudin
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol 10 No 2 (2017): Beta Nopember
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v10i2.121

Abstract

[Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan literasi matematika siswa ditinjau dari gaya belajar. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Mataram kelas VII. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 siswa dari 82 siswa kelas VIIIA dan VIIIB yang masing-masing memiliki gaya belajar auditori, visual dan kinestetis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan yaitu angket gaya belajar dan tes kemampuan literasi matematika. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan hasil tes literasi matematika siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Siswa dengan gaya belajar auditori memiliki kemampuan literasi matematika level 4, yang ditunjukkan dengan kemampuan mereka dalam menyelesaikan soal literasi matematika level 4 (soal nomor 1 dan 2) meskipun mereka kesulitan dalam menyelesaikan soal literasi matematika dengan level 3 (soal nomor 3 dan 4). 2) Siswa dengan gaya belajar visual memiliki kemampuan literasi matematika level 3 yang ditunjukkan dengan kemampuan mereka dalam menyelesaikan soal literasi matematika level 3 (soal nomor 3 dan 4) dan tidak mampu menyelesaikan soal literasi matematika level 4 (soal nomor 1 dan 2). 3) Siswa dengan gaya belajar kinestetis memiliki kemampuan literasi matematika level 4 yang ditunjukkan dengan kemampuan mereka dalam menyelesaikan soal literasi matematika level 4 (soal nomor 1) dan level 3 (soal nomor 3 dan 4). Pada soal nomor 2 (level 4) siswa dengan gaya belajar kinestetis kurang teliti sehingga jawaban yang dihasilkan salah.  Kata kunci: Literasi Matematika; Gaya Belajar; Auditori; Visual; Kinestetis [English]: This research aims to describe and analyze student’s mathematic literacy referring to learning style. This research was conducted at SMPN 1 Mataram for VIII class. The subjects are 3 students from 82 students of class VIIIA dan VIIIB who respectively have auditory, visual and kinesthetic learning style. The method used in this research is qualitative. Instruments used in this research are a questionnaire of learning style and tests of mathematical literacy. Data analysis was conducted descriptively to portray students’ mathematics literacy referring to learning styles. This research shows that: 1) The students with auditory learning style are in the 4th level of mathematical literacy, it is indicated by their ability in solving 4th level math literacy problem (question 1 and 2) although they have difficulties in solving 3th level math literacy problem (questions 3 and 4). 2) The students with visual learning styles are in 3rd level of mathematical literacy indicated by their ability to solve 3rd level math literacy problems (questions 3 and 4) and can’t solve the 4th level math literacy problem (questions 1 and 2). 3) The students with kinesthetic learning styles have 4th level of mathematical literacy shown by their ability to solve 4th level of math literacy problems (question 1) and 3rd  level (question 3 and 4). They are less accurate in solving question 2 (4th level) so as they have wrong answer.  Keywords: Mathematics Literacy; Learning Style; Auditory; Visual; Kinesthetic
Studi Kompetensi Pedagogik Mahasiswa Calon Guru dalam Merancang Pembelajaran Berparadigma Konstruktivis [Pedagogical Competency Studies of Prospective Techers in Designing Contructivist Paradigma Learning] Adawiyah, Rabiatul; Putrawangsa, Susilahudin
PEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan Vol 8, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v8i2.1769

Abstract

The current research intends to uncover prospective teacher competencies in designing an instructional design (learning activities) that in line with paradigm. It is a qualitative-descriptive study. The data are collected through a learning design test. The data then are to obtain the depiction of the level of the subjects? proficiency in designing an instructional design that fit with view. The subjects of the study are students at the department of Primary Teacher Education of Mataram State Islamic University. The findings conclude that each subject can design a learning activity that satisfies the component of learning components. However, the level of the subjects? pedagogical competencies in designing learning activities are far away from ideal competencies that should be mastered by professional teachers in designing learning activities.