Meddy Setiawan, Meddy
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

KELAINAN PERSENDIAN (OSTEOARTRITIS) SEBAGAI KOMPLIKASI KRONIS DIABETES MELITUS TIPE II DAN HUBUNGANYA DENGAN KENDALI GLUKOSA DARAH Setiawan, Meddy
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 5, No 1 (2009): Januari 2009
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3706.946 KB) | DOI: 10.22219/sm.v5i1.1023

Abstract

Formulasi Effervescent Rumput Laut sebagai Antihipertensi Mandiricha, Tara; Inassani, Lustyafa; Malik, Ibnu; Harum, Zahrotul Hasanah; Setiawan, Meddy
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.588 KB)

Abstract

Eucheuma spinosum belongs to rhodophyceae seaweed that comprises bioactive peptides. Those peptides worked by decreasing blood pressure, i.e. ACE inhibitor drugs. These studies are conducted to determine reaction of Eucheuma spinosum distribution as natural ACE inhibitor in form of effervescent formulation. These study were true experimental wiith pre-post test only control group. Sample consists of 28 Wistar rats, divided into 4 groups; a group of control (K) and 3 groups of experiment (P1, P2, P3) were given Eucheuma spinosum, dose 200 mg/kgBW/day, 400 mg/kgBW/day, & 600 mg/kgBW/day. The result shows that there is an effect of Eucheuma spinosum distribution to the blood pressure of hypertensive rats.Keywords : Effervescent Eucheuma spinosum, hypertension, bioactive peptide, ACE Inhibitor
HUBUNGAN ANTARA KEJADIAN ASITES PADA CIRRHOSIS HEPAMTIS DENGAN KOMPLIKASI SPONTANEOUS BACTERIAL PERITONITIS Setiawan, Meddy
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 7, No 2 (2011): Desember 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.489 KB) | DOI: 10.22219/sm.v7i2.4082

Abstract

Cirrhosis Hepatis merupakan hasil akhir dari jejas hepatoseluler yang ireversibel dan menimbulkan fibrosis dan regenerasi nodular pada hepar. Retensi air dan garam tampak jelas sebagai manifestasi klinis pada semua kasus Cirrhosis Hepatis disebut asites. Spontaneous Bacterial Peritonitis adalah komplikasi ketiga terbesar pada pasien dengan Cirrhosis Hepatis walaupun komplikasi tersebut dapat tampakpada pasien asites karena sebab yang lain. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan adanya hubungan antara asites pada penderita Cirrhosis Hepatis dengan komplikasi Spontaneous Bacterial Peritonitis. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan data yang diambil dari rekam medis pasienasites rawat inap di Bagian Penyakit Dalam Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang pada tahun 2006 (1 Januari 1 ? 31 Desember 2006). Data dianalisis dengan menggunakan Uji Chi-Square dan Uji Korelasi Kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan, dari tabulasi silang penderita asites dengan Cirrhosis Hepatis dan komplikasi Spontaneous Bacterial Peritonitis, 48 % terdiagnosis Cirrhosis Hepatis dan 52 % non Cirrhosis. 51 % mengalami komplikasi Spontaneous Bacterial Peritonitis dengan 63 % nya terdiagnosa Cirrhosis Hepatis. Hal ini menunjukkan bahwa Komplikasi Spontaneous Bacterial Peritonitis lebih banyakmuncul pada pasien Cirrhosis Hepatis daripada dengan pasien Non-Cirrhosis Hepatis. Kesimpulan penelitian ini adalah adanya hubungan yang signifikan antara ascites pada penderita Cirrhosis Hepatis dengan Komplikasi Spontaneous Bacterial Peritonitis dengan hasil uji Chi-Square (c2 ) = 9,066 dengan p = 0.003 (á < 0,05) dan hasil uji Korelasi Kontingensi = 0.288 dengan p = 0.003 (á < 0,05) menunjukkan keeratan yang positif. Kata Kunci : Cirrhosis Hepatis - Asites - Spontaneous Bacterial Peritonitis (SBP)
PENGARUH REBUSAN DAUN SIRIH MERAH (PIPER CROCATUM) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS YANG DIINDUKSI ALLOXAN) Hati, Kusuma; Setiawan, Meddy; Yuliarta, Dian
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 9, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.15 KB) | DOI: 10.22219/sm.v9i1.4127

Abstract

Latar Belakang : Pengobatan diabetes mellitus dengan obat anti diabetes sintetis sering menimbulkan efek samping. Untuk itu perlu dikembangkan system pengobatan tradisional sebagai alternatif pengobatan diabetes yang aman dan mudah cara pembuatannya, yaitu daun sirih merah (Piper crocatum). Tujuan penelitian : Untuk membuktikan adanya pengaruh rebusan daun sirih merah terhadap penurunan kadar gula darah pada tikus putih yang diinduksi alloxan Metode Penelitian : Jenis penelitian eksperimental, populasi tikus putih jantan dengan sampel 24 ekor yang terdiri dari 6 kelompok perlakuan dan 4 kali pengulangan. Alloxan diberikan pada hari ke-8 sampai dengan hari ke-14 dan rebusan daun sirih merah diberikan pada hari ke-15 sampai hari ke-28. Pemeriksaan kadar gula darah pada tikus putih dilakukan pada hari ke-7, ke- 14, dan ke-28. Hasil Penelitian : Hasil uji One Way Anova menunjukan adanya pengaruh perlakuan terhadap penurunan kadar gula darah tikus putih secara sangat bermakna (p< 0,01). Koefisien korelasi = 0,925 menunjukan korelasi positif yang kuat antara dosis rebusan daun sirih merah dengan penurunan kadar gula darah. Kesimpulan : Pemberian rebusan daun sirih merah dapat menurunkan kadar gula darah tikus putih yang diinduksi alloxan.Kata kunci : Daun sirih merah, kadar gula darah
PERAN RESISTENSI INSULIN, ADIPONEKTIN, DAN INFLAMASI PADA KEJADIAN DISLIPIDEMIA ATEROGENIK Setiawan, Meddy
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 5, No 2 (2009): Juli 2009
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v5i2.1044

Abstract

Obesitas merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia. Prevalensi obesitas semakin meningkat akibat perubahan lingkungan dan gaya hidup (peningkatan asupan kalori dan penurunan aktivitas fisik), yang berhubungan dengan penambahan lemak dan mekanisme fisiologis dalam mempertahankan homeostasis energi normal. Epidemi obesitas ini sejalan dengan peningkatan yang cepat dan bermakna dalam pemahaman tentang mekanisme obesitas yang berperan penting terhadap kelainan metabolik dan penyakit vaskular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obesitas merupakan faktor risiko utama terhadap penyakit kardiovaskular, hipertensi, stroke, dan diabetes melitus tipe 2. Terdapat hubungan yang kuat antara peningkatan lemak abdominal dan hiperinsulinemia, resistensi insulin, peningkatan asam lemak bebas, hipertensi, predisposisi trombosis, hipertigliseridemia, LDL kecil ? padat (small dense LDL), serta penurunan kolesterol-HDL yang telah dikenal pada dekade ini. Jaringan adiposa dalam jumlah berlebih akan mempengaruhi perkembangan resistensi insulin. Studi menunjukkan bahwa hilangnya selective fat pads (hilangnya jaringan adiposa) berhubungan dengan resistensi insulin yang berat. Hal ini terjadi akibat hilangnya kompartemen yang bermanfaat dalam penyimpanan lemak pada kondisi normal. Kondisi ini mengakibatkan disregulasi konsentrasi trigleserida, free fatty acid (FFA) dan adipokin. Pada persimpangan metabolisme energi dan inflamasi, jaringan adiposa berperan dalam perkembangan sindrom metabolik. Berbagai studi menunjukkan bahwa peningkatan jaringan adiposa berperan dalam peningkatan sekresi adipositokin proinflamasi Tumor Necrosis Factor-a (FFA-a), bersama dengan penurunan sekresi adiponektin yang bersifat protektif. TNF-a berperan dalam metabolisme glukosa dan lemak, termasuk pengaturan lipolisis dan lipogenesis serta menghambat fungsi insulin. Adiponektin selain berperan dalam metabolisme glukosa dan sensitivitas insulin, juga berperan dalam pengaturan kadar lemak dalam plasma baik secara langsung maupun tidak langsung. Terdapat korelasi negatif antara adiponektin dengan trigliserida, smal dense LDL dan korelasi positif dengan kolesterol-HDL.  Kata Kunci : dislipidemia atherogenik, obesitas, resistensi insulin
PENGARUH EKSTRAK BIJI ANGGUR MERAH (VITIS VINIFERA) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR MODEL DIABETIKUM Clara Yosinta Djoka, Madona; Setiawan, Meddy; Hasanah, Anisa
Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga Vol 8, No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.618 KB) | DOI: 10.22219/sm.v8i1.4097

Abstract

Pengaruh Ekstrak Biji Anggur Merah (Vitis vinifera) terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Strain Wistar Model Diabetikum. Latar Belakang : Prevalensi diabetes di Indonesia mengalami peningkatan yang nyata. Saat ini berkembang pengobatan fitofarmaka salah satunya adalah biji anggur merah. Biji anggur merah mengandung Oligomer Proanthocyanidin Complex (OPC), Flavonoid, dan Catechin yang mampu menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes. Tujuan : Membuktikan pengaruh ekstrak biji anggur merah (Vitis vinifera) terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih strain wistar model diabetikum. Metode : True experimental, dengan rancangan The pre post test Control Group Design. Sampel tikus putih strain wistar yang dibagi 3 kelompok. I: kontrol positif hanya injeksi Alloxan, II: diberi Alloxan dan ekstrak biji anggur merah (Vitis vinifera) 0,093 gr/200 gr BB/hari, dan III: diberi Alloxan dan ekstrak biji anggur merah (Vitis vinifera) 0,187 gr/200 gr BB/hari. Analisis data menggunakan One way Anova, uji tukey 1%, uji korelasi, dan uji regresi linier. Hasil Penelitian dan Diskusi : Dari hasil uji One way Anova, didapatkan pengaruh yang bermakna (nilai sig = 0,000 < ? (0,01)) antar kelompok perlakuan. Hasil uji tukey 1%, pada kelompok I, II dan III didapatkan notasi yang berbeda dari tiap-tiap kelompok yang artinya tiap-tiap kelompok mempunyai kadar glukosa darah yang berbeda satu sama lain. Hasil uji korelasi didapatkan nilai pearson correlation = -0,902 pada glukosa darah puasa dan -0,962 pada glukosa darah 2 jam post pandrial. Hasil uji regresi didapatkan R2= 0,814 pada glukosa darah puasa dan R2= 0,925 pada glukosa darah 2 jam post pandrial. Kesimpulan : Pemberian ekstrak biji anggur merah (Vitis vinifera) berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah
Formulasi Effervescent Rumput Laut sebagai Antihipertensi Mandiricha, Tara; Inassani, Lustyafa; Malik, Ibnu; Harum, Zahrotul Hasanah; Setiawan, Meddy
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.588 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v7i1.154

Abstract

Eucheuma spinosum belongs to rhodophyceae seaweed that comprises bioactive peptides. Those peptides worked by decreasing blood pressure, i.e. ACE inhibitor drugs. These studies are conducted to determine reaction of Eucheuma spinosum distribution as natural ACE inhibitor in form of effervescent formulation. These study were true experimental wiith pre-post test only control group. Sample consists of 28 Wistar rats, divided into 4 groups; a group of control (K) and 3 groups of experiment (P1, P2, P3) were given Eucheuma spinosum, dose 200 mg/kgBW/day, 400 mg/kgBW/day, & 600 mg/kgBW/day. The result shows that there is an effect of Eucheuma spinosum distribution to the blood pressure of hypertensive rats.Keywords : Effervescent Eucheuma spinosum, hypertension, bioactive peptide, ACE Inhibitor
Pengaruh Ekstrak Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas L.) Terhadap Kadar Superoksida Dismutase (Sod) Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) Galur Wistar Model Aterosklerosis Setiawan, Meddy
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 1, No 2 (2019): December 2019
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.529 KB) | DOI: 10.26714/medart.1.2.2019.15-20

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyakit jantung yang terutama disebabkan karena penyempitan arteri koronaria akibat proses aterosklerosis. Faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan plak aterosklerosis  adalah radikal bebas. Ekstrak ubi jalar ungu memliki kandungan antosianin, beta glukan dan assam askorbat  sebagai antioksidan, diharapkan dapat menghambat radikal bebas sehingga plak aterosklerosis tidak terbentuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.)terhadap kadar superoksida dismutase SOD tikus jantan putih (Rattus norvegicus) galur wistar model aterosklerosis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini True Experimental, Post Test Only Control Group Design dengan kelompok kontrol negatif, kontrol positif, serta 3 kelompok perlakuan ekstrak ubi jalar ungu yaitu dosis 24mg/hari, 48mg/hari, 96mg/hari .Pada  Hasil uji one way anovap=0,001 (p<0,05) terdapat perbedaan signifikan. Hasil uji post hocdidapatkan konotasi berbeda antar kelompok. Hasil Uji Korelasi terdapat hubungan yang kuat yaitu p=0,000 (p<0,05). Pada uji regresi linier didapatkan R2=0.65. Berdasarkan hasil uji yang dilakukan menunjukkan semakin tinggi dosis ekstrak yang diberikan, semakin tinggi kadar SOD.Disimpulkan terdapat pengaruh antara pemberian ekstrak ubi jalar ungu (Ipoema batatas L.)terhadap peningkatan kadar superoksida dismutase (SOD) tikus jantan putih (Rattus norvegicus)galur wistar model aterosklerosis