Harlinda Kuspradini, Harlinda
Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK BAKAU (RHIZOPHORA MUCRONATA) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN RALSTONIA SOLANACEARUM PENYEBAB PENYAKIT LAYU Egra, Saat; Mardhiana, .; Rofin, Mut; Adiwena, Muhammad; Jannah, Nur; Kuspradini, Harlinda; Mitsunaga, Tohru
Agrovigor Vol 12, No 1 (2019): Maret
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v12i1.5143

Abstract

R. mucronata telah banyak digunakan sebagai tanaman obat-obatan tradisional karena mampu menghasilkan metabolit sekunder seperti tanin, alkaloid, terpenoid, sapponin dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bagian tanaman daun dan kulit batang sebagai penghambat bakteri R. solanacearum, dengan konsentrasi 5000 ppm, 10000 ppm dan 20000 ppm, kontrol positif (Chlorampenicol), kontrol negatif (Etanol). Metode yang digunakan untuk uji daya hambat menggunakan metode difusi agar sumuran. Hasil penelitian menunjukan faktor kelembaban daun R. mucronata (0.33g) kulit batang (0.58g). Hasil rendemen ekstrak daun (17.61%) kulit batang (7.85%). Persentase penghambatan menunjukkan bahwa ekstrak daun R. mucronata memiliki daya hambat terhadap R. solanacearum pada konsentrasi 20000 ppm dan 10000 ppm masing-masing 31% dan 29%, namun disisi lain pada daun R. mucronata konsentrasi 5000 ppm tidak ada aktivitas daya hambat. Pada sampel yang berbeda Kulit batang R. mucronata menunjukkan adanya aktivitas daya hambat pada konsentrasi 5000 ppm, 10000 ppm dan 20000 ppm dengan nilai persentase secara berturut-turut 34%, 39%, dan 44%.  Kata kunci: Bakau, Daun, Kulit Batang, R. mucronata, R. solanacearum
UJI TOKSISITAS (Brine Shrimp Lethality Test) DAN AKTIVITAS HIPOGLIKEMIK DARI DAUN TERAP (Artocarpus odoratissimus B.) DENGAN METODE TOLERANSI GLUKOSA PADA MENCIT JANTAN Futihah, Nur; Kuspradini, Harlinda
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2013
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Phytochemical, brine shrimp lethality and antibacterial activity tests of various fraction from terap leaf (Artocarpus odoratissimus B.) from Sungai Siring, East Samarinda has been carried out. Artocarpus odoratissimus B. bark was extracted with ethanol then concentrated by rotary evaporator. The total extract was fractioned with n-hexane, and ethyl acetate. Based on the secondary metabolites phytochemical test of the Artocarpus odoratissimus B. bark show that total extract and in various fraction is contain flavonoid and steroid. Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method used the shrimp larvas of Artemia salina Leach to study the mortality effect that caused by the leaves extracts of Artocarpus odoratissimus B.. The data obtained was analyzed by using SAS Probit analysis. Based on the LC 50 value from the result of BSLT method, the total extract and etil asetat with the highest toxicity is n-hexane extract. Hypoglicemic activity test was conducted using glucose tolerance to the mice. In this test, have shown that the most active fraction to lower blood glucose levels using a total extrac dose is 25 mg/kg BB with the percentage reduction in blood glucose levels by 49% and extract showed the best activity in the 150 th minute.
Aktivitas Antimikroba Tanaman Paku (Stenochlaena palustris dan Pteridium caudatum) Terhadap Bakteri (Ralstonia solanacearum dan Streptococcus sobrinus) Egra, Saat; -, Mardhiana; Patriawan, Randy; -, Kartina; Sirait, Sudirman; Kuspradini, Harlinda
Jurnal Jamu Indonesia Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Pusat Studi Biofarmaka Tropika LPPM IPB; Tropical Biopharmaca Research Center - Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.612 KB)

Abstract

Tanaman paku merupakan tanaman yang tumbuh subur dan liar di wilayah tropis, kehadirannya dalam dunia pertanian sebagai gulma, namun di sisi lain juga bermanfaat sebagai tanaman obat (hortikultur). Kehadiran tanaman paku sebagai obat diharapkan menjadi alternative bahan baru dalam pengobatan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan. Sampel yang digunakan yaitu ekstrak daun S. Palustris dan P. Caudatum dengan konsentrasi 2%, 1% dan 0,5%. kontrol positif pada penelitian ini yaitu chloramphenicol dan kontrol negatif etanol 40%. Variabel yang diamati adalah perhitungan faktor kelembaban, persentase rendemen dan persentase diameter daerah hambatan (DDH). Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak P. Caudatum 2,5% sedangkan S. Palustris 1.6%. Selain itu hasil DDH menampilkan bahwa ekstrak etanol daun S. palustris dan P. caudatum pada konsentrasi 0.5%, 1% dan 2% tidak mampu menghambat pertumbuhan R. Solanacearum, tetapi mampu menghambat S. sobrinus dengan diameter tertinggi yaitu 13.7 mm pada konsentrasi 2%. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan pelarut bertingkat pada proses ekstraksi untuk mengetahui golongan polaritas senyawa yang berpengaruh terhadapa aktifitas penghambatan bakteri.
UJI POTENSI EKSTRAK DAUN TANAMAN KETEPENG (Cassia alata L) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Ralstonia solanacearum dan Streptococcus sobrinus Egra, Saat; Mardiana, Mardiana; Kurnia, Ana; Kartina, Kartina; Murtilaksono, Aditya; Kuspradini, Harlinda
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/u-jht.v3i1.2059

Abstract

Ketepeng (Cassia alata L.) was a group of plants included in the Magnoliophyta division which can be found in tropical or subtropical areas. The purpose of this study was to determine the potential of Ketepeng leaves to inhibit the growth of R. solanacearum and S. sobrinus bacteria. The method used in this study is agar well diffusion with 3 replications. The sample used was Ketepeng leaf extract with several concentrations of 0.5%, 1%, 2%. Positive controls in this study were Chloramphenicol and negative control of 40% ethanol. The variables calculated are the calculation of water content, percentage of yield and percentage of area diameter barriers (DDH). In addition, the DDH results show the ethanol extract of Ketepeng leaves at concentrations of 0.5% and 1% not able to inhibit the growth of R. solanacearum, but at a concentration of 2% able to inhibit R.solanacearum with a diameter of 11,7 mm and the ethanol extract of Ketepeng leaves at concentrations was able to inhibit the growth of S. sobrinus bacteria with the highest diameter of 16 mm at a concentration of 2%.?
Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri Ekstrak Daun Pometia pinnata Kuspradini, Harlinda; Pasedan, Whicliffe Fiernaleonardo; Kusuma, Irawan Wijaya
Jurnal Jamu Indonesia Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Pusat Studi Biofarmaka Tropika LPPM IPB; Tropical Biopharmaca Research Center - Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.94 KB) | DOI: 10.29244/jji.v1i1.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas antioksidan dan antibakteri berbagai jenis ekstrak daun Pometia pinnata. Kegiatan yang dilakukan meliputi proses ekstraksi daun Pometia pinnata dari Kalimantan Timur dengan teknik maserasi bertingkat menggunakan 3 pelarut: n-heksana, etil asetat, dan etanol. Ekstrak tersebut kemudian dievaluasi aktivitas antioksidan dan antimikrobanya.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun P. pinnata mengandung alkaloid, tannin, dan kumarin. Hasil pengujian antioksidan dengan metode peredaman radikal bebas DPPH, pada konsentrasi 100 ppm menunjukkan aktivitas antioksidan yang tinggi dengan nilai 89,23%, 89,23% dan 90,38% pada masing-masing ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol. Nilai antioksidan menunjukkan nilai yang hampir sama dengan antioksidan vitamin C sebesar 96 pada konsentrasi 25. Hasil pengujian antimikroba dengan metode pewarnaan 2, 3, 5-triphenyl tetrazolium chloride (TTC) menunjukkan bahwa ekstrak daun P. pinnata memiliki kemampuan yang cukup kuat dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans, Streptococcus sobrinus, Escherichia coli kecuali terhadap Propionibacterium acne.