Desi Rusmiati, Desi
Stikes Mitra RIA Husada

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Sikap Remaja terhadap Keperawanan dan Perilaku Seksual dalam Berpacaran Rusmiati, Desi; Hastono, Sutanto Priyo
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 10 No. 1 Agustus 2015
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.152 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v10i1.815

Abstract

AbstrakLaporan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007dan 2012 menunjukkan terjadinya penurunan jumlah remaja yang memiliki sikap positif terhadap pentingnya mempertahankan keperawanan bagi seorang perempuan. Dari laporan yang sama juga diketahui adanya peningkatan perilaku seksual remaja dalam hal berpegangan tangan, berciuman bibir, petting, dan melakukan hubungan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya hubungan antara sikap remaja terhadap keperawanan dengan perilaku seksual dalam berpacaran dengan melibatkan usia, jenis kelamin, pendidikan, tempat tinggal, usia pertama kali pacaran, pengetahuan, dan pengaruh teman sebaya sebagai variabel perancu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan potong lintang menggunakan model faktor risiko dari data SDKI 2012 yang dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat dengan complex samples. Populasi penelitian adalah remaja berusia 15 - 24 tahun, belum menikah, pernah atau sedang berpacaran saat survei dilakukan. Sampel berjumlah 13.013 yang terdiri dari 7.329 laki-laki dan 5.684 perempuan. Hasil menunjukkan 1,1% remaja tidak setuju terhadap pentingnya menjaga keperawanan dan 25,2% remaja memiliki perilaku seksual berisiko. Terdapat hubungan antara sikap, usia, jenis kelamin, pengetahuan, dan pengaruh teman sebaya dengan perilaku seksual. Tidak terdapat interaksi antara sikap dengan usia, jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan, dan pengaruh teman sebaya. Variabel pengaruh teman sebaya merupakan variabel perancu yang memengaruhi hubungan antara sikap dengan perilakuseksual.Teenage Attitudes toward Virginity and Sexual Behavior in DatingAbstractIndonesia Demographic and Health Survey (IDHS) reports in 2007 and 2012 show a declining number of teenagers who had positive attitude to the importance of maintaining virginity for a woman. The same report also shows an increase of teenage sexual behavior in terms of holding hands, kissing, petting and intercourse. This study aimed to prove any relation ofteenage attitudes toward virginity with sexual behavior in dating that involved age, sex, education, domicile, age of first dating, knowledge andpeers’influence as confounding variables. This study was quantitative withcross-sectional design using risk factor model based on IDHS 2012 data asanalyzed in univariate, bivariate and multivariate with complex samples.Population of study was 15 – 24 year-old teenagers, unmarried, ever or being in a relationship when the survey was conducted. The amount of sample was 13,013 consisting of 7,329 men and 5,684 women. Results showed 1.1% of teenagers disagreed of the importance of maintaining virginity and 25.2% had risky sexual behavior. There was a relation of attitude, age, sex, knowledge and peers’ influence with sexual behavior. Then no interaction found between attitudes with age, sex, education, knowledge and peers’influence. Peers’ influence variable is confounding variable affecting the relation between attitudes and sexual behavior.
Sikap Remaja terhadap Keperawanan dan Perilaku Seksual dalam Berpacaran Rusmiati, Desi; Hastono, Sutanto Priyo
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 10 No. 1 Agustus 2015
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.152 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v10i1.815

Abstract

AbstrakLaporan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007 dan 2012 menunjukkan terjadinya penurunan jumlah remaja yang memiliki sikap positif terhadap pentingnya mempertahankan keperawanan bagi seorang perempuan. Dari laporan yang sama juga diketahui adanya peningkatan perilaku seksual remaja dalam hal berpegangan tangan, berciuman bibir, petting, dan melakukan hubungan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya hubungan antara sikap remaja terhadap keperawanan dengan perilaku seksual dalam berpacaran dengan melibatkan usia, jenis kelamin, pendidikan, tempat tinggal, usia pertama kali pacaran, pengetahuan, dan pengaruh teman sebaya sebagai variabel perancu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan potong lintang menggunakan model faktor risiko dari data SDKI 2012 yang dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat dengan complex samples. Populasi penelitian adalah remaja berusia 15 - 24 tahun, belum menikah, pernah atau sedang berpacaran saat survei dilakukan. Sampel berjumlah 13.013 yang terdiri dari 7.329 laki-laki dan 5.684 perempuan. Hasil menunjukkan 1,1% remaja tidak setuju terhadap pentingnya menjaga keperawanan dan 25,2% remaja memiliki perilaku seksual berisiko. Terdapat hubungan antara sikap, usia, jenis kelamin, pengetahuan, dan pengaruh teman sebaya dengan perilaku seksual. Tidak terdapat interaksi antara sikap dengan usia, jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan, dan pengaruh teman sebaya. Variabel pengaruh teman sebaya merupakan variabel perancu yang memengaruhi hubungan antara sikap dengan perilakuseksual.AbstractIndonesia Demographic and Health Survey (IDHS) reports in 2007 and 2012 show a declining number of teenagers who had positive attitude to the importance of maintaining virginity for a woman. The same report also shows an increase of teenage sexual behavior in terms of holding hands, kissing, petting and intercourse. This study aimed to prove any relation of teenage attitudes toward virginity with sexual behavior in dating that involved age, sex, education, domicile, age of first dating, knowledge and peers’influence as confounding variables. This study was quantitative with cross-sectional design using risk factor model based on IDHS 2012 data as analyzed in univariate, bivariate and multivariate with complex samples. Population of study was 15 – 24 year-old teenagers, unmarried, ever or being in a relationship when the survey was conducted. The amount of sample was 13,013 consisting of 7,329 men and 5,684 women. Results showed 1.1% of teenagers disagreed of the importance of maintaining virginity and 25.2% had risky sexual behavior. There was a relation of attitude, age, sex, knowledge and peers’ influence with sexual behavior. Then no interaction found between attitudes with age, sex, education, knowledge and peers’influence. Peers’ influence variable is confounding variable affecting the relation between attitudes and sexual behavior.
Health Promotion toward Knowledge and Intention for Early Detection of Cervical Cancer in Commercial Sex Workers Rusmiati, Desi; Silitonga, Tiurlan Yunetty; Warendi, Warendi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Volume 13, Issue 2, November 2018
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.503 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v13i2.1919

Abstract

Cervical cancer is one of the cancer types that become a haunting danger for many women in the world. In Indonesia, the prevalence rate reached 0.8% or an estimated 98,692 patients. Its prevalence increased to 10% in the commercial sex worker group. This study aimed to explain the effect of health promotion on knowledge and intention for early detection of cervical cancer using the inspection of visual acetate method in the commercial sex workers. This study was quantitative with a quasi-experimental type, one group of pretest and posttest design. The population sample included the commercial sex workers at Genteng Subvillage, Patimban Village, Pusakanegara Subdistrict, Subang District and was determined by using an accidental sampling technique with 35 respondents. Data analysis used McNemar's test. The results showed that there was an increase in knowledge after the health promotion activity and a significant changein intention to perform early detection of cervical cancer. From the statistical test, a p value of 0.000 was obtained for each variable. In conclusion, health promotion has a significant effect on the improvement in the knowledge and intention of the respondents.
Risiko Ergonomi Low Back Pain Bidan Dalam Menolong Persalinan Pada Bidan Praktik Mandiri Aini, Nur; Rusmiati, Desi
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bidan dalam menjalankan tugas melayani pasien  berisiko tinggi mengalami low back pain terutama saat menolong persalinan1. Gerakan berulang saat melakukan penjahitan , saat memindahkan pasien, membungkuk dan posisi statis berdiri dalam durasi lama. Dampaknya dalam jangka waktu panjang dari keluhan lowbackpain seperti kelainan struktur tulang, HNP sampai kepada kelumpuhan.2 Tujuan penelitian ini  untuk menganalisis hubungan durasi kerja dan postur kerja dengan keluhan lowbackpain. Metode Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah bidan yang berpraktik di wilayah kecamatan Cimanggis  dengan sampel sebanyak 44 responden .Data dikumpulkan pada bulan Mei tahun 2015 menggunakan kuesioner dan menggunakan tools analisa risiko ergonomi yaitu RULA4, dianalisis secara deskriptif dan  analisis bivariat menggunakan uji Chi square. Hasil  Didapatkan bidan dengan keluhan  lowbackpain berat sebesar 61%, low backpain ringan sebesar 17%.  Analisa bivariat didapatkan hasil hubungan antara durasi kerja dengan lowbackpain  p value 0,010  ( OR 6,417) dan  postur kerja P 0,030 (OR 4,727). Kesimpulannya adalah terdapat hubungan antara durasi kerja  dan postur kerja dengan keluhan lowbackpain. Saran  Sebaiknya bidan bekerja dengan aman untuk tubuhnya dengan menjaga posisi tubuh yang baik dan meminimalisir  gerakan berulang dan statis .
Pengaruh Zat Besi PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMEN ZAT BESI DENGAN DAN TANPA VITAMIN C TERHADAP KENAIKAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL Rusmiati, Desi
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.6 KB)

Abstract

Zat besi merupakan komponen utama dalam pembentukan darah yang dalam absorpsinya memerlukan reduktor seperti vitamin C. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh pemberian suplemen zat besi dengan dan tanpa vitamin C terhadap kenaikan kadar hemoglobin. Desain penelitian ini adalah Kuasi Eksperiment. Pengukuran dilakukan sebanyak 5 kali, dengan pengukuran pertama merupakan pengukuran pendahuluan sebelum intervensi dilakukan yaitu berupa pemberian suplemen zat besi dengan vitamin C pada kelompok pertama dan pemberian suplemen  zat besi tanpa vitamin C pada kelompok kedua. Sampelnya adalah ibu hamil yang berkunjung ke Klinik Mundi Asih sebanyak 25 orang. Data dianalisis menggunakan General Linier Model Repeated Measure (GLM-RM). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata kenaikan kadar Hb pada kelompok yang diberikan suplemen zat besi saja lebih rendah dibandingkan dengan kelompok yang diberikan suplemen zat besi bersama vitamin C. Kemudian pada kelompok yang hanya diberikan suplemen zat besi peningkatan kadar Hb yang signifikan terlihat antara pengukuran ketiga dan keempat (p-value 0.001) serta antara pengukuran keempat dan kelima (p-value 0,039). Sedangkan pada kelompok yang diberikan suplemen zat besi bersama vitamin C peningkatan yang signifikan terlihat antara pengukuran kedua dan ketiga (p-value 0,005), antara pengukuran ketiga dan keempat (p-value 0.000), serta antara pengukuran keempat dan kelima (p-value 0,000). Pemberian suplemen zat besi bersamaan dengan vitamin C lebih efektif dalam meningkatkan kadar HB ibu hamil. Untuk itu, sebaiknya setiap ibu hamil yang mendapatkan suplemen zat besi agar juga diberikan vitamin C untuk diminum bersamaan sehingga pencegahan ibu hamil dari anemia lebih efektif.