I Ketut Suarjana, I Ketut
Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Akses Jaminan Kesehatan Nasional pada Pekerja Seks Perempuan Nopiyani, Ni Made Sri; Indrayathi, Putu Ayu; Listyowati, Rina; Suarjana, I Ketut; Januraga, Pande Putu
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 9 No. 4 Mei 2015
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.866 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v9i4.734

Abstract

AbstrakPekerja seks perempuan (PSP) merupakan kelompok yang termarginalkan secara sosial dan memiliki kerentanan yang tinggi terhadap masalah kesehatan. Upaya perluasan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada PSP masih terbatas sehingga penting dilakukan untuk mendukung pencapaian universal health coverage. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai akses JKN pada PSP di Denpasar. Penelitian ini merupakan studi kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 15 orang PSP dan empat orang mucikari di Denpasar pada Agustus hingga Oktober 2014. Hasil wawancara diolah dengan analisis tematik. Kerangka analisis yang digunakan adalah The Health Access Livelihood Framework. Kepemilikan JKN pada PSP di Denpasar masih rendah, meskipun sebagian PSP memiliki kemauan untuk menjadi peserta JKN dan memiliki kemampuan membayar iuran JKN. Faktor penghambat akses JKN pada PSP adalah rendahnya pengetahuan mengenai prosedur pendaftaran dan portabilitas JKN, kekhawatiran keberlanjutan pembayaran iuran, persepsi buruk mengenai kualitas layanan yang akan diterima jika menggunakan JKN, ketidaklengkapan administrasi kependudukan serta kebijakan yang mengharuskan peserta bukan penerima bantuan iuran (Non-PBI) Mandiri untuk mendaftarkan seluruh anggota keluarga. Akses JKN pada PSP terhambat oleh faktor-faktor individual, layanan dan kebijakan yang perlu diatasi untuk meningkatkan cakupan JKN pada PSP. AbstractFemale sex workers (FSW) is marginalized social group having a high vulnerability of health problems. Effort to expand national health insurance on FSW is still limited, so it is necessarily performed in order to support the achievement of universal health coverage. This study aimed to obtain the depiction of the insurance access among FSW in Denpasar. This study was qualitative. Data was collected through in-depth interview of 15 FSW and four pimps in Denpasar from August to October 2014. The interview result was analyzed using thematic analysis. The analysis framework used was The Health Access Livelihood Framework. The insurance ownership among FSW in Denpasar was low, even though some FSW were willing to be participants and afford to pay the premium. Factors inhibiting the insurance access were the lack of knowledge regarding registration procedures and portability, fear of premium payment sustainability, negative perceptions of quality of services that would be received if using the insurance, incomplete population administration and policy requiring independent non-premium support receiver participants to register all of their family members. The insurance access among FSW was hindered by individual, service and policy factors that need to be conquered to increase the insurance coverage among FSW.
Akses Jaminan Kesehatan Nasional pada Pekerja Seks Perempuan Nopiyani, Ni Made Sri; Indrayathi, Putu Ayu; Listyowati, Rina; Suarjana, I Ketut; Januraga, Pande Putu
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 9 No. 4 Mei 2015
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.866 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v9i4.734

Abstract

AbstrakPekerja seks perempuan (PSP) merupakan kelompok yang termarginalkan secara sosial dan memiliki kerentanan yang tinggi terhadap masalah kesehatan. Upaya perluasan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada PSP masih terbatas sehingga penting dilakukan untuk mendukung pencapaian universal health coverage. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai akses JKN pada PSP di Denpasar. Penelitian ini merupakan studi kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 15 orang PSP dan empat orang mucikari di Denpasar pada Agustus hingga Oktober 2014. Hasil wawancara diolah dengan analisis tematik. Kerangka analisis yang digunakan adalah The Health Access Livelihood Framework. Kepemilikan JKN pada PSP di Denpasar masih rendah, meskipun sebagian PSP memiliki kemauan untuk menjadi peserta JKN dan memiliki kemampuan membayar iuran JKN. Faktor penghambat akses JKN pada PSP adalah rendahnya pengetahuan mengenai prosedur pendaftaran dan portabilitas JKN, kekhawatiran keberlanjutan pembayaran iuran, persepsi buruk mengenai kualitas layanan yang akan diterima jika menggunakan JKN, ketidaklengkapan administrasi kependudukan serta kebijakan yang mengharuskan peserta bukan penerima bantuan iuran (Non-PBI) Mandiri untuk mendaftarkan seluruh anggota keluarga. Akses JKN pada PSP terhambat oleh faktor-faktor individual, layanan dan kebijakan yang perlu diatasi untuk meningkatkan cakupan JKN pada PSP. AbstractFemale sex workers (FSW) is marginalized social group having a high vulnerability of health problems. Effort to expand national health insurance on FSW is still limited, so it is necessarily performed in order to support the achievement of universal health coverage. This study aimed to obtain the depiction of the insurance access among FSW in Denpasar. This study was qualitative. Data was collected through in-depth interview of 15 FSW and four pimps in Denpasar from August to October 2014. The interview result was analyzed using thematic analysis. The analysis framework used was The Health Access Livelihood Framework. The insurance ownership among FSW in Denpasar was low, even though some FSW were willing to be participants and afford to pay the premium. Factors inhibiting the insurance access were the lack of knowledge regarding registration procedures and portability, fear of premium payment sustainability, negative perceptions of quality of services that would be received if using the insurance, incomplete population administration and policy requiring independent non-premium support receiver participants to register all of their family members. The insurance access among FSW was hindered by individual, service and policy factors that need to be conquered to increase the insurance coverage among FSW.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK, PENGETAHUAN DAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN KEPATUHAN CUCI TANGAN DI RUANG RAWAT INAP RSU SURYA HUSADHA DENPASAR Handayani, Ni Luh Putu; Suarjana, I Ketut; Listyowati, Rina
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 6 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.317 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2019.v06.i01.p02

Abstract

ABSTRAK Kepatuhan mencuci tangan perawat merupakan salah satu faktor yang mempunyai pengaruh besar terhadap pencegahan terjadinya infeksi rumah sakit. Perawat memiliki andil yang sangat besar terhadap terjadinya penyebaran infeksi rumah sakit karena perawat berinteraksi langsung kepada pasien selama 24 jam. Kegagalan dalam melaksanakan cuci tangan sebelum kontak dengan pasien dan selama perawatan pasien, dapat menyebabkan terjadinya infeksi rumah sakit. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik, pengetahuan dan motivasi perawat dengan kepatuhan mencuci tangan. Penelitian ini  adalah penelitian deskriptif  dengan menggunakan desain cross - sectional. Responden yang digunakan sebanyak 97 responden dengan tehnik proportionated stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara karakteristik (umur) dengan kepatuhan cuci tangan (p=0,007, PR= 3,68), tingkat pendidikan dengan kepatuhan mencuci tangan (p=0,021, PR= 0,33), pengetahuan dengan kepatuhan cuci tangan (p=0,003, PR= 4,16) dan motivasi dengan kepatuhan cuci tangan (p=0,013). Untuk variabel yang tidak berhubungan dengan kepatuhan petugas mencuci tangan yaitu masa kerja dengan kepatuhan cuci tangan (p=0,139, PR= 2,04) dan jenis kelamin dengan kepatuhan perawat mencuci tangan (p=0,069, PR= 0,34). Simpulan yang diperoleh bahwa pengetahuan dan motivasi perawat di RSU Surya Husadha sangat signifikan terhadap kepatuhan perawat melakukan cuci tangan. Saran peneliti agar edukasi, bimbingan dan pengawasan kepada perawat tentang pelaksanaan cuci tangan terus ditingkatkan agar kepatuhan cuci tangan semakin baik sehingga  kejadian infeksi rumah sakit dapat dicegah. Kata kunci: Karakteristik, pengetahuan, motivasi, kepatuhan mencuci tangan.   ABSTRACT Nurse compliance in nurses washing their hands is one of the factors that has a major influence on the prevention of hospital infections. Nurses have a very large contribution to the spread of hospital infections because nurses interact directly with patients for 24 hours. Failure to carry out hand washing prior to contact with patients and during patient care, can cause hospital infections. In this study aims to determine the relationship between characteristics, knowledge and motivation of nurses with compliance to wash hands. This research is a descriptive study using cross-sectional design. Respondents used were 97 respondents with proportionated stratified random sampling technique. The results showed that there was a significant relationship between characteristics (age) with hand washing compliance (p = 0.007, PR = 3.68), level of education with hand washing compliance (p = 0.021, PR = 0.33), knowledge with compliance hand washing (p = 0.003, PR = 4.16) and motivation with hand washing compliance (p = 0.013). For variables not related to compliance with hand washing officers, namely the length of service with compliance with washing hands (p = 0.139, PR = 2.04) and gender with compliance with nurses washing hands (p = 0.069, PR = 0.34). Conclusions obtained that the knowledge and motivation of nurses at Surya Husadha General Hospital are very significant to the compliance of nurses doing hand washing. Researchers suggest that education, guidance and supervision of nurses on the implementation of hand washing continue to be improved so that compliance with hand washing is better so that the incidence of hospital infections can be prevented. Keywords: Characteristics, knowledge, motivation, hand washing compliance.