Articles

Found 10 Documents
Search

MODEL KONTRIBUSI ASET PENGETAHUAN DALAM MEMFASILITASI PROSES PENCIPTAAN PENGETAHUAN PADA KOPERASI SUSU Sukmawati, Anggraini; Maarif, M Syamsul; Marimin, Marimin; Hardjomodjojo, Hartrisari; Indrasti, N S
Jurnal Manajemen dan Organisasi Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Manajemen dan Organisasi
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.027 KB) | DOI: 10.29244/jmo.v1i1.14150

Abstract

Given the crucial role of knowledge creation in contemporary business enterprises, a fundamental question arises: what processes are facilitating knowledge creation?  This study aims to find the answer.This study investigates the interrelations among four categories of knowledge assets (experiential, conceptual, systemic, and routine) and four categories of SECI model for knowledge creation processes (socialization, externalization, combination , and internalization). In our framework, we argue that different types of knowledge assets may have differing influences on knowledge creation. In order to test the feasibility of this framework, we conducted an empirical research exercise.  Data were collected from three dairy cooperations in Java, Indonesia through a survey instrument. A total of 105 usable responses were analysed. We employed regression analysis, ANOVA and canonical correlation analysis to examine the separate correlations. We identified four responses interrelationhips from this study. Compared to other knowledge assets, conceptual knowledge assets have a greater effect on socialization of knowledge creation process. Experiential knowledge assets have  a greater effect on combination. Routine knowledge assets have a greater effect on externalization of knowledge creation process. Systemic knowledge assets have a greater effect on internalization of knowledge creation process.
MODEL KEBIJAKAN PENGELOLAAN AGROINDUSTRI BIOENERGI DALAM PERSPEKTIF KELESTARIAN LINGKUNGAN (SOFT SYSTEM METHODOLOGY SEBAGAI SUATU PENDEKATAN) Papilo, Petir; Maarif, M Syamsul
Jurnal PASTI Vol 9, No 1 (2015): Jurnal PASTI
Publisher : Jurnal PASTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya alam yang terbatas dan diperparah pula oleh peningkatan permintaan akan sumber daya energi, memunculkan dampak lebih lanjut pada aspek lingkungan. Sebagai langkah antisipasi, perlu disusun suatu model kebijakan pengelolaan agroindustri bioenergi yang memperhatikan aspek lingkungan. Tujuan utama kajian ini adalah untuk memperoleh gambaran permasalahan atas situasi yang terjadi dalam praktek pengelolaan agroindustri bioenergi serta dampaknya terhadap lingkungan. Beberapa aktor penting diantaranya adalah para petani penggarap lahan, dan konsumen akhir sebagai penerima manfaat produk bioenergi, agroindustri pangan, agroindustri bioenergi dan lembaga swadaya masyarakat sebagai aktor utama yang memliki kepentingan yang berbeda satu sama lainnya. Pemerintah sebagai lembaga pembuat regulasi dan kebijakan, merupakan aktor kunci yang berperan dalam melaksanakan pengendalian dan pengawasan. Pada kajian ini telah dibangun suatu model konseptual yang menggambarkan hubungan aktivitas antar komponen yang berkait dengan menggunakan pendekatan soft system methodology (SSM). Melalui penerapan langkah-langkah SSM telah disusun rencana tindakan yang akan dilakukan berkait dengan pengelolaan agroindustri bioenergi dalam perspektif kelestarian lingkungan.Kata Kunci: CATWOE, Model Konseptual , Soft System Methodology 
APLIKASI SOFT SYSTEM METHODOLOGY (SSM) UNTUK PERENCANAAN TERINTEGRASI BIOFUEL DALAM SEKTOR PERTANIAN DAN SEKTOR ENERGI Firdaus, Alfa; Maarif, M Syamsul
Jurnal PASTI Vol 9, No 1 (2015): Jurnal PASTI
Publisher : Jurnal PASTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biofuel sebagai substitusi potensial dari BBM belum dimanfaatkan secara maksimal. Untuk itu, diperlukan desain ulang dari strategi pengembangan biofuel yang komprehensif mencakup sektor energi yang merupakan output dari produk dan sektor pertanian yang merupakan sumber inputnya. Secara keseluruhan, terdapat tiga pendekatan yang berbeda untuk memodelkan biofuel, yaitu pendekatan dari sisi ekonomi dengan model Computable General Equilibrium (CGE), lalu pendekatan dari sisi pertanian dengan model Partial Equilibrium (PE), dan pendekatan dari sisi energi dengan model Long-range Energy Alternatives Planning (LEAP). Tujuan utama makalah ini adalah untuk memperoleh gambaran permasalahan atas situasi yang terjadi dalam perencanaan kebijakan biofuel mempertimbangkan penggunaan ketiga pendekatan diatas. Dengan menggunakan Soft System Methodology (SSM), pada makalah ini telah dibangun suatu model konseptual yang menggambarkan hubungan aktivitas antar komponen yang berkait. Melalui penerapan langkah-langkah SSM telah disusun rencana tindakan yang akan dilakukan, yaitu perencanaan terintegrasi dengan LEAP yang telah dimodifikasi untuk mengakomodir sektor pertanian dan sektor energi.Kata Kunci: LEAP, Biofuel, Soft System Methodology 
MODEL PENINGKATAN PRODUKSI DAN DAYA SAING KEDELAI BERKELANJUTAN Kardiyono, Kardiyono; Maarif, M Syamsul
Jurnal PASTI Vol 9, No 1 (2015): Jurnal PASTI
Publisher : Jurnal PASTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan daya saing kedelai merupakan hal penting dan prioritas dari pemerintah dalam rangka menekan derasnya impor kedelai sehingga terwujud ketahanan pangan dan kestaabilan sosial politik. Tanpa kebijakan yang memadai,  program dan langkah operasional yang handal tujuan  tersebut sulit dicapai. Kompleksitas permasalahan produksi kedelai berkaitan dengan peran dan fungsi pemerintah dalam membuat kebijakan, pelaku usaha  termasuk petani yang memproduksi kedelai serta akademisi menyediakan inovasi.  Pengkajian  bertujuan untuk memberikan  gambaran permasalahan perkedelaian nasional dan alternatif solusi dalam bentuk model peningkatan produksi dan daya saing kedelai lokal. Pendekatan yang digunakan untuk menjawab tujuan dengan pendekatan  soft system methodology (SSM). Pengumpulan data dan informasi terkait sistem produksi diperoleh melalui study literatur dan diskusi mendalam dengan beberapa pakar kedelai dan pelaku usaha kedelai.  Hasil kajian menunjukan bahwa Melalui pendekatan soft system methodology (SSM), dapat dibangun model konseptual yang menggambarkan hubungan aktivitas antar komponen yang berkait dalam meningkatkan produksi dan daya saing kedelai.  Model dibangun dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing kedelai nasional sehingga dapat memenuhi kebutuhan industri olahan berbahan kedelai serta dapat menekan impor kedelai. Keterkaitan peran dan sinergisme aktor (pelaku) terdiri pemerintah (kementrian terkait, pemda), dunia usaha (pelaku agribisnis kedelai termasuk petani) dan kalangan akademisi (pemulia, peneliti) sangat menentukan keberhasilan tujuan.   Sebagai aktor kunci adalah Kementrian Pertanian yang berperan dalam merancang kebijakan dan program sehingga dapat di topang oleh kementrian Perdagangan, Kementrian Riset Teknologi Dikti, Bulog, Pemda, Pelaku usaha dan Petani.Kata Kunci : Kedelai, Produksi, Daya saing dan  Soft System Methodology (SSM) 
MODEL PENINGKATAN PRODUKSI DAN DAYA SAING KEDELAI BERKELANJUTAN Kardiyono, Kardiyono; Maarif, M Syamsul
Jurnal PASTI Vol 9, No 1 (2015): Jurnal PASTI
Publisher : Jurnal PASTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan daya saing kedelai merupakan hal penting dan prioritas dari pemerintah dalam rangka menekan derasnya impor kedelai sehingga terwujud ketahanan pangan dan kestaabilan sosial politik. Tanpa kebijakan yang memadai,  program dan langkah operasional yang handal tujuan  tersebut sulit dicapai. Kompleksitas permasalahan produksi kedelai berkaitan dengan peran dan fungsi pemerintah dalam membuat kebijakan, pelaku usaha  termasuk petani yang memproduksi kedelai serta akademisi menyediakan inovasi.  Pengkajian  bertujuan untuk memberikan  gambaran permasalahan perkedelaian nasional dan alternatif solusi dalam bentuk model peningkatan produksi dan daya saing kedelai lokal. Pendekatan yang digunakan untuk menjawab tujuan dengan pendekatan  soft system methodology (SSM). Pengumpulan data dan informasi terkait sistem produksi diperoleh melalui study literatur dan diskusi mendalam dengan beberapa pakar kedelai dan pelaku usaha kedelai.  Hasil kajian menunjukan bahwa Melalui pendekatan soft system methodology (SSM), dapat dibangun model konseptual yang menggambarkan hubungan aktivitas antar komponen yang berkait dalam meningkatkan produksi dan daya saing kedelai.  Model dibangun dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing kedelai nasional sehingga dapat memenuhi kebutuhan industri olahan berbahan kedelai serta dapat menekan impor kedelai. Keterkaitan peran dan sinergisme aktor (pelaku) terdiri pemerintah (kementrian terkait, pemda), dunia usaha (pelaku agribisnis kedelai termasuk petani) dan kalangan akademisi (pemulia, peneliti) sangat menentukan keberhasilan tujuan.   Sebagai aktor kunci adalah Kementrian Pertanian yang berperan dalam merancang kebijakan dan program sehingga dapat di topang oleh kementrian Perdagangan, Kementrian Riset Teknologi Dikti, Bulog, Pemda, Pelaku usaha dan Petani.Kata Kunci : Kedelai, Produksi, Daya saing dan  Soft System Methodology (SSM) 
MODEL KEBIJAKAN PENGELOLAAN AGROINDUSTRI BIOENERGI DALAM PERSPEKTIF KELESTARIAN LINGKUNGAN (SOFT SYSTEM METHODOLOGY SEBAGAI SUATU PENDEKATAN) Papilo, Petir; Maarif, M Syamsul
Jurnal PASTI Vol 9, No 1 (2015): Jurnal PASTI
Publisher : Jurnal PASTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya alam yang terbatas dan diperparah pula oleh peningkatan permintaan akan sumber daya energi, memunculkan dampak lebih lanjut pada aspek lingkungan. Sebagai langkah antisipasi, perlu disusun suatu model kebijakan pengelolaan agroindustri bioenergi yang memperhatikan aspek lingkungan. Tujuan utama kajian ini adalah untuk memperoleh gambaran permasalahan atas situasi yang terjadi dalam praktek pengelolaan agroindustri bioenergi serta dampaknya terhadap lingkungan. Beberapa aktor penting diantaranya adalah para petani penggarap lahan, dan konsumen akhir sebagai penerima manfaat produk bioenergi, agroindustri pangan, agroindustri bioenergi dan lembaga swadaya masyarakat sebagai aktor utama yang memliki kepentingan yang berbeda satu sama lainnya. Pemerintah sebagai lembaga pembuat regulasi dan kebijakan, merupakan aktor kunci yang berperan dalam melaksanakan pengendalian dan pengawasan. Pada kajian ini telah dibangun suatu model konseptual yang menggambarkan hubungan aktivitas antar komponen yang berkait dengan menggunakan pendekatan soft system methodology (SSM). Melalui penerapan langkah-langkah SSM telah disusun rencana tindakan yang akan dilakukan berkait dengan pengelolaan agroindustri bioenergi dalam perspektif kelestarian lingkungan.Kata Kunci: CATWOE, Model Konseptual , Soft System Methodology 
APLIKASI SOFT SYSTEM METHODOLOGY (SSM) UNTUK PERENCANAAN TERINTEGRASI BIOFUEL DALAM SEKTOR PERTANIAN DAN SEKTOR ENERGI Firdaus, Alfa; Maarif, M Syamsul
Jurnal PASTI Vol 9, No 1 (2015): Jurnal PASTI
Publisher : Jurnal PASTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biofuel sebagai substitusi potensial dari BBM belum dimanfaatkan secara maksimal. Untuk itu, diperlukan desain ulang dari strategi pengembangan biofuel yang komprehensif mencakup sektor energi yang merupakan output dari produk dan sektor pertanian yang merupakan sumber inputnya. Secara keseluruhan, terdapat tiga pendekatan yang berbeda untuk memodelkan biofuel, yaitu pendekatan dari sisi ekonomi dengan model Computable General Equilibrium (CGE), lalu pendekatan dari sisi pertanian dengan model Partial Equilibrium (PE), dan pendekatan dari sisi energi dengan model Long-range Energy Alternatives Planning (LEAP). Tujuan utama makalah ini adalah untuk memperoleh gambaran permasalahan atas situasi yang terjadi dalam perencanaan kebijakan biofuel mempertimbangkan penggunaan ketiga pendekatan diatas. Dengan menggunakan Soft System Methodology (SSM), pada makalah ini telah dibangun suatu model konseptual yang menggambarkan hubungan aktivitas antar komponen yang berkait. Melalui penerapan langkah-langkah SSM telah disusun rencana tindakan yang akan dilakukan, yaitu perencanaan terintegrasi dengan LEAP yang telah dimodifikasi untuk mengakomodir sektor pertanian dan sektor energi.Kata Kunci: LEAP, Biofuel, Soft System Methodology 
Peningkatan Kapabilitas Karyawan dan Penerapan Budaya Baru Perusahaan dalam Mewujudkan Daya Saing Sudirlan, Iwan; Maarif, M Syamsul; Affandi, Joko; Arkeman, Yandra
JKBM (JURNAL KONSEP BISNIS DAN MANAJEMEN) Vol 5, No 2 (2019): JURNAL KONSEP BISNIS DAN MANAJEMEN MEI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.551 KB) | DOI: 10.31289/jkbm.v5i2.2274

Abstract

The rapidly changing world environment requires companies to adjust to existing conditions. Environmental changes that occur include technology, information systems, economic and political causes of the emergence of new regulations and derivatives so that industry and industry players in the implementation can run well. One telecommunication company in Indonesia in maintaining revenue and profit growth improves employee capability and application of new corporate culture in realizing competitiveness. A vision and mission change with complete comprehensive transformation with a strategy embodied in employee-driven programs based on company values. The company in transformation years periode from 2011 until 2016 hold engagement survey with main result the majority of opinions like the changes that occur. Researcher use survey method questionnaires to gather information after reborn launched from Indosat Ooredoo employees as respondents that distributed to a level of staff, managers, division heads and group heads. Descriptive statistical analysis methodology is used to analyze information that has been collected. The results data analysis of the questionnaire showed that 7 (seven) variables assessing the improvement of employee capabilities and the application of the company's new culture in realizing competitiveness showed that the seven variables affected the level of security and comfort of employees and middle management.
Status mutu air Waduk Jatiluhur dan ancaman terhadap proses bisnis vital Hamzah, Hamzah; Maarif, M Syamsul; Marimin, Marimin; Riani, Etty
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Pusat Litbang Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.964 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v12i1.164

Abstract

Waduk Jatiluhur merupakan waduk terbesar dan multiguna. Negara Indonesia, saat ini dihadapkan pada permasalahan mengenai kualitas dan kuantitas sumber daya air, terutama permasalahan pencemaran air. Dalam penelitian ini telah dilakukan antara lainanalisis status mutu air dan analisis dampaknya terhadap ancaman proses bisnis vital (critical business process), khususnya berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air. Lokasi penelitian dilaksanakan di Perum Jasa Tirta II sebagai otoritas Waduk Jatiluhur. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dari kegiatan penelitian lapangan yang diambil melalui pengambilan sampel yang dilakukan di Perairan Waduk Jatiluhur dan Perairan Daerah Aliran Sungai (DAS)setelah outlet Waduk Jatiluhur dengan mengacu kepada ukuran parameter kualitas air standar mutu laboratorium.Alat analisis yang digunakan adalah metode Storet dan Analisis Dampak Bisnis. Parameter kimia yang di atas ambang batas baku mutu adalah: oksigen terlarut, besi (Fe), mangan (Mn), seng (Zn), nitrit (NO2-N), nitrat (NO3-N), sulfat (SO4), khlorida (Cl), sulfida sebagai H2S, KOB (BOD5), dan KOK (COD).Kondisi kualitas air dapat dikatakan telah tercemar berat (kategori D) oleh kegiatan antropogenik yang ada di hulu sungai Citarum dan di sekitar perairan Waduk Jatiluhur. Kondisi ini dapat mengancam dan berdampak negatif terhadap infrastruktur waduk, bisnis vital, ketersediaan air minum dan air irigasi serta mengancam biota air lainnya.
تحليل موضوعات البحوث العلمية لطلبة قسم تعليم اللغة العربية بكلية التربية بالجامعة الإسلامية الحكومية كديري سنة ٢٠١٠-٢٠١٦ Maarif, M Syamsul
Asalibuna Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/asa.v3i1.1154

Abstract

????? ???? ??? ?? ???? ??????? ?????? ?????? ??????? ????? ????? ?????? ???? ?) ??????? ????????? ?) ??????? ???????. ???? ???? ??????? ? ??? ?????? ?? ???? ????? ?????? ?????? ??? ????? ????? ??????? ?????? ??? ???? ??????? ???????? ??????? ??? ?????? ?????? ????? ????????. ??? ?? ????? ????? ?? ??????? ????? ???? ?? ???? ??? ????? ????? ??????? ???? ???? ?????? ???????? ???? ??? ?????? ?????????? ???????? ?? ?? ???? ???? ?? ????????? ?????? ???????? ???????. ?????? ??? ???????? ??????? ???? ?????? ??? ??????? ?????? ??????? ????? ??? ????? ????? ??????? ???????? ????????? ???????? ?????? ????? ?????? ?????? ??????? ?? ????? ??????? ??? ??????? ???????? . ??? ????? ????? ???? ??? ????? ?????? ?????? ????? ??? ??? ????? ????? ??????? ?? ????? ??????? ???? ?????. ??????? ????????: ????? ?????? ????? ??????? ????? ????? ???????