Articles

Found 21 Documents
Search

PENCARIAN OBAT BERBASIS BAHAN ALAM DALAM PENANGANAN ULKUS DIABETIKUM SAFIRA, ARIDA; Sriwidodo, Sriwidodo
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3657.196 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.22007

Abstract

Ulkus diabetikum merupakan komplikasi serius dari penyakit diabetes. Prevalensi ulkus diabetikum di dunia sebesar 6,3%. Pasien dengan ulkus diabetikum menghabiskan biaya 4 kali lebih besar jika dibandingkan dengan pasien yang hanya menderita diabetes tanpa komplikasi ulkus. Dengan demikian perlu dilakukan pencarian alternatif pengobatan baru dengan harapan biaya yang dihabiskan lebih kecil, salah satunya adalah penggunaan obat tradisional atau biasa disebut herbal. Banyak penelitian yang telah dilakukan terhadap berbagai macam jenis herbal untuk penyembuhan ulkus, seperti aloe vera, madu, minyak zaitun, Astragali Radix dan Rehmanniae Radix, kiwi, Annona squamosa, dan kitosan. Artikel ini bertujuan untuk memberikan perkembangan terkini terkait obat herbal yang telah digunakan dalam penyembuhan ulkus diabetikum.
PRODUKSI DAN PEMURNIAN HUMAN EPIDERMAL GROWTH FACTOR (HEGF) REKOMBINAN MENGGUNAKAN METODE HEAT TREATMENT, FRAKSIONASI AMONIUM SULFAT DAN KROMATOGRAFI FILTRASI GEL Maksum, Iman Permana; Nabila, Alifa I.; Alpiansyah, Sunan M.; Sriwidodo, Sriwidodo; Subroto, Toto
Chimica et Natura Acta Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.777 KB) | DOI: 10.24198/cna.v7.n2.22128

Abstract

Human Epidermal Growth Factor (hEGF) adalah suatu protein yang membantu dalam proses penyembuhan luka, dalam hal proses proliferasi, migrasi dan diferensiasi sel. Protein hEGF dengan tingkat kemurnian tinggi sangat diperlukan agar mencapai aktivitas yang maksimal untuk pengaplikasian sebagai protein terapeutik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik hEGF rekombinan setelah pemurnian menggunakan metode heat treatment, fraksionasi amonium sulfat dan kromatografi filtrasi gel, dan menentukan kadar protein hEGF setelah dimurnikan dengan metode ELISA dan Lowry. Metode pertama yang digunakan pada penelitian ini adalah produksi protein hEGF skala fermentor pada sel inang E. coli. Hasil produksi kemudian disentrifugasi. Supernatan hasil ekspresi selanjutnya dipanaskan pada suhu 80°C kemudian disentrifugasi kembali dan diambil supernatannya. Supernatan lalu difraksionasi dengan garam amonium sulfat dan hasilnya disentrifugasi kembali lalu diambil endapannya. Endapan disuspensikan dalam larutan amonium bikarbonat yang selanjutnya dimasukkan ke dalam kolom filtrasi gel Sephadex G-25. Serapan dan konduktivitas dari tiap fraksi diukur. Hasil pemurnian dikarakterisasi dengan SDS-PAGE dan diukur kadar protein dengan ELISA dan Lowry. Hasil penelitian menunjukkan hEGF rekombinan dapat diproduksi pada skala fermentor menggunakan inang E. coli  BL21 (DE3) [pD881-PelB-hEGF] dengan perolehan sebesar 121,76 µg/mL dan dapat dimurnikan dengan menggunakan metode heat treatment, fraksionasi amonium sulfat, dan kromatografi filtrasi gel dengan tingkat kemurnian sebesar 66,11%.
Pengujian Efek Antikalkuli dari Herba Seledri (Apium graveolens L.) secara In Vitro Rusdiana, Taofik; Sriwidodo, Sriwidodo; Solahudin, Jajan; Halimah, Eli; Irwan, Aep W; Amin, Suseno; Sumiwi, Sri A; Abdassah, Marline
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.042 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v2i2.7812

Abstract

Tanaman seledri (Apium graveolens L.) mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder antara lain flavonoid, polifenol, dan kuinon. Tanaman seledri selain untuk bumbu masakan dan sayuran, telah lama digunakan sebagai obat tradisonal untuk penurun tekanan darah tinggi (hipertensi), diuretik, dan hematuria. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap khasiat lain dari tanaman seledri sebagai antikalkuli atau peluruh batu ginjal. Pengujian efek antikalkuli (bagian dari uji preklinis) dilakukan secara in vitro yaitu dengan menguji tingkat kelarutan komponen batu ginjal (kalsium oksalat atau magnesium ammonium fosfat) sebagai solut (100 mg serbuk batu) dalam berbagai variasi konsentrasi sediaan cair seledri sebagai solven dibandingkan dengan solven air (volumen= 10 mL, suhu= 37 oC, waktu= 4 dan 24 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cairan infusa seledri pada konsentrasi 1,3; 3,3; dan 5,0% dapat melarutkan komponen kalsium dan magnesium batu ginjal dengan tingkat kelarutan yang secara signifikan lebih besar dibandingkan kelarutan dalam air sebagai kontrol negatif (konsentrasi 5%, Ca: 4,657 vs 199 ppm, Mg: 9,912 vs 9,37 ppm). Sementara fraksi air dari ekstrak metanol seledri juga menunjukkan daya larut yang signifikan terhadap baik kalsium maupun magnesium komponen batu ginjal pada konsentrasi pada 0,5% dibandingkan air (Ca: 3,7 vs 1,5 ppm dan Mg: 25,9 vs 14,5 ppm). Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa herba seledri memiliki potensi sebagai peluruh batu ginjal dengan mekanisme melarutkan kristal komponen batu ginjal. Kata kunci: Antikalkuli, Apium graveolens L., batu ginjal, seledri
Karakterisasi Carboxymethyl Cellulose Sodium (Na-CMC) dari Selulosa Eceng Gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms.) yang Tumbuh di Daerah Jatinangor dan Lembang Indriyati, Wiwiek; Kusmawati, Rembulan; Sriwidodo, Sriwidodo; Hasanah, Aliya Nur; Musfiroh, Ida
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.677 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v3i3.9582

Abstract

Eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms.) berpotensi sebagai sumber bahan baku pembuatan carboxymethyl cellulose sodium (Na-CMC) karena memiliki kandungan selulosa yang tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik Na-CMC serta mengetahui signifikansi perbedaan parameter WHC (Water Holding Capacity) dan OHC (Oil Holding Capacity) dari Na CMC yang disintesis dari selulosa eceng gondok yang tumbuh di Jatinangor dan Lembang. Dilakukan isolasi α-selulosa menggunakan natrium hidroksida 30%,  sintesis Na-CMC melalui tahap alkalinasi menggunakan natrium hidroksida 40% dan karboksimetilasi dengan natrium monokloroasetat; penambahan crosslinker epiklorohidrin; dan karakterisasi Na-CMC berdasarkan Farmakope Indonesia, dan JECFA. Diperoleh rendemen α-selulosa hasil isolasi dari eceng gondok Jatinangor sebesar 20,80% dan Lembang sebesar 18,60% dengan kadar α-selulosa masing-masing 76,53% dan 71,35%; hasil sintesis diperoleh rendemen Na-CMC sebesar 96,87% dan 85,03%; penambahan crosslinker menghasilkan rendemen Na-CMC sebesar 439,14% dan 221,81%. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa Na-CMC telah memenuhi persyaratan organoleptis, kelarutan, foam test, pembentukan endapan, viskositas dan kandungan logam berat. Beberapa parameter lain seperti susut pengeringan, kandungan natrium dan derajat substitusi belum memenuhi persyaratan, namun mempunyai nilai yang lebih baik dibandingkan dengan Na-CMC baku. Uji statistika komparatif menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada nilai WHC namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai OHC dari Na-CMC hasil sintesis dari tanaman eceng gondok yang tumbuh di Jatinangor dan Lembang.
PERSEPSI, KESADARAN, DAN PENGETAHUAN DIABETES MELITUS DI SALAH SATU SMA DI PANGANDARAN Wathoni, Nasrul; Nur Hasanah, Aliya; Sriwidodo, Sriwidodo
Dharmakarya Vol 6, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.737 KB)

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang menyebabkan tingginya kadar gula darah. Prevalensi DM di Indonesia terus meningkat secara signifikan dan menduduki peringkat ke-4 di dunia. Gaya hidup dan kesehatan tubuh menjadi perhatian utama bagi penderita penyakit diabetes yang bisa mengendalikan kadar gula darah dan penyakit DM. Edukasi mengenai penyakit diabetes saat ini masih jarang dilakukan di kalangan masyarakat sejak dini. Oleh karenanya, melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini mencoba menganalisa persepsi[ah1] , kesadaran, dan pengetahuan DM di salah satu SMA di Pangandaran. Metode kuesioner dengan total 14 pertanyaan dilakukan pada 50 siswa SMA di Pangandaran. Hasil PKM menunjukkan bahwa 57,4% setuju terhadap program PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) untuk penyakit DM yang merupakan solusi pemenuhan hak kesehatan rakyat. 74,07% sangat setuju terhadap program hidup sehat sebagai upaya pencegahan dini terhadap penyakit DM. Pengetahuan tentang DM pun sangatlah baik, sekitar sekitar 55,55% mereka mengerti bahwa penyakit DM bukan merupakan penyakit menular. Namun, sebanyak 66,66% mereka mengira bahwa penyakit diabetes merupakan penyakit turunan. Hal ini menandakan bahwa edukasi mengenai penyakit diabetes perlu ditingkatkan untuk mendorong gaya hidup sehat sedini mungkin.
Isolation and Phisicochemical Characterization of Microcristalline Cellulose from Ramie (Boehmeria nivea L. Gaud) Based on Pharmaceutical Grade Quality Nawangsari, Desy; Yohana Chaerunisaa, Anis; Abdassah, Marline; Sriwidodo, Sriwidodo; Rusdiana, Taofik; Apriyanti, Linda
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.191 KB) | DOI: 10.24198/ijpst.v5i3.15040

Abstract

Microcrystalline cellulose is the most used material for medicine, which able to be found in fibrous plants. Microcrystal celluloses are being used as filler or binder in dosage formulas in tablets and capsules. This research aimed to produce microcrystalline cellulose from ramie based on pharmaceutical grade parameters. Research method include hemp fiber preparation, α-cellulose isolation, microcrystalline cellulose production, and microcrystalline cellulose characterization which compare with Avicel® PH 102 . Result shown microcrystalline cellulose yield is 57.26%. The result of physicochemical characterization that can comply the specifications of pharmaceutical grade as a pharmaceutical excipient.  Keywods :  Microcrystalline cellulose, Ramie, physicochemical, pharmaceutical grade.
AMPAK ERUPSI GUNUNG MERAPI TERHADAP KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI (TNGM) DI DIY DANJAWATENGAH Widodo, Sugeng; Sriwidodo, Sriwidodo; Irham, Irham; Handoyomulyo, Jangkung
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 11, No 1 (2014): September 2014
Publisher : Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jsepa.11.1.14164.130-141

Abstract

The purpose of this study was to identify the influence of Merapi eruption on the  value  of the  environment  at  Merapi  TNGM  region.Research  carried  out  around the area oh Mount Merapi adjacent to protect forest area TNGM, covering 13 villages namely  Kepuharjo, Glagaharjo Hargobinangun  sub district,  Cangkringan and Pakem Sleman  District,  Balerante, Tegalmulyo and Sideredjo, Kemalang  sub district,  Klaten District,  Mranggen,  Paten,  Mangunsoko  and  Krinjing  Villages,  Dukun  sub  district,Magelang  District  and  Tlogolele,  Jrakah  and  Samiran  Villages,  Selo  Sub  District, Boyolali  District. The samples used were 220 farmers using simple random sampling method. Studied the impact of  Merapi eruption was the eruption in 2006 and most of the  2010  eruption.  Environmental  economic  analysis  by  the  method  of  Contingent Valuation Method (CVM) were used. The results showed that the eruption of  Merapi significantly  effected  on  based  use  value  and  existence  value.  Direct  use  value  (dry trees  to  firewood,  grasses  and  water  consumption  value)  before  and  after  eruption was 5.935 billions and billions 5.457 IDR per year whereas existence value (willining to pay  andwilliningnes to accept  value) was 223.90 millions and millions 230.16 IDRper year. The indirect use value (biodiversity, conservation and carbon storage value) on  1.51  billions  IDR  per  year.  Based  on  the  total  economic  value  (TotalEconomic Value) of protected forest TNGM, a decline of 0.93 %, TEV values before and after eruption was 7.67 billions and billions 7.20 IDR per year.
TAHAPAN PEMBUATAN LAPORAN PRODUCT QUALITY REVIEW SEBAGAI EVALUASI MUTU PRODUK DI PT KALBE FARMA TBK NURMESA, ADI; Sriwidodo, Sriwidodo
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3975.875 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22915

Abstract

 ABSTRAK Salah satu penerapan aspek management mutu yang di atur dalam CPOB 2018 adalah pengkajian mutu produk. Pengkajian Mutu Produk (PMP) / Product Quality Review (PQR) adalah evaluasi yang dilakukan secara berkala dari semua produk obat farmasi terdaftar termasuk ekspor, untuk menilai standar kualitas masing-masing produk obat dengan melihat konsistensi proses yang ada, memeriksa kelayakan spesifikasi saat ini serta kecenderungan apapun untuk menentukan kebutuhan untuk mengubah spesifikasi produk obat, proses manufaktur maupun prosedur kontrol. Pengkajian Mutu Produk (PMP) adalah sarana yang efektif dalam meningkatkan konsistensi proses dan kualitas produk secara keseluruhan.   Pembuatan laporan PQR merupakan kebjiakan masing-masing perusahaan farmasi sehingga akan dihasilkan laporan yang berbeda-beda antar perusahaan, namun masih sesuai dengan persyaratan CPOB. Selama Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di PT Kalbe Farma Tbk., penulis berkesempatan untuk mempelajari tentang penyusunan laporan PQR. Pada tulisan ini, akan dibahas mengenai PQR secara umum dan pelaksanaannya di PT Kalbe Farma TbkKata Kunci : Pengkajian Mutu Produk, PMP, mutu produk,PT Kalbe Farma. Tbk
KNOWLEDGE AS DETERMINANTS INCREASE CLEAN AND HEALTHY LIVING BEHAVIORS AMONG STUDENTS IN GENERAL PRIMARY SCHOOL 07 LANDAU-LEBAN SUB DISTRICT MELAWI IN 2015 Sriwidodo, Sriwidodo; Santosa, Santosa
Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health No 1 (2017)
Publisher : Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.549 KB)

Abstract

Background: Clean and Healthy Lifestyle (CHLB) is an attempt to empower students, teachers and schools to know, understand and be able to practice CHLB and play an active role in creating a healthy behavior in school. The preliminary data survey indicated a needs to improve CHLB behavior among children in General Primary School 07 Landau-Leban Sub District Melawi. Aims: This study aimed to determine the relationship between gender, age, knowledge, attitudes, beliefs, and also the roles of teachers, parents and the School Health Unit (UKS) to CHLB in SDN 07 Landau-Leban Melawi West Kalimantan in 2015. Methods: The study design was cross-sectional study. The population in this study was 82 students of class IV, V and VI. The statistical test used Chi Square and Multiple Logistic Regression. During data collection, two teachers assisted the programs to the students. Results: This study showed that 45 students (54.9%) have low CHLB behavior. This behavior is related to knowledge, attitude and role of the teacher. The most dominant variable related to CHLB is knowledge (OR 5.434) Conclusion: Students with high knowledge tend to have more than 5 times greater CHLB. The findings suggest a need to increase students knowledge of CHLB in the form of counseling, provision of facilities and infrastructure (sink, anti-septic, healthy canteen, bins, and promotional media such as posters). Improving CHLB to the students requires school’s support to provide training incorporated with relevant health facilities. 
PENGARUH PROPILEN GLIKOL TERHADAP LAJU DIFUSI KRIM NATRIUM DIKLOFENAK DENGAN BASIS HIDROFOBIK SECARA INVITRO Narsa, Angga Cipta; Soebagio, Boesro; Sriwidodo, Sriwidodo
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 1 No 1 (2010): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.97 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v1i1.2

Abstract

ABSTRACT The research on effect of propylene glycol in diffusion of cream diclofenac sodium from hydrophobic base with in-vitro. The research has been used for concentrations propylene glycol (0, 3, 5, and 7%). The stability test included organoleptic, pH, viscosity, consistency, flow type for 56 days of storge, and diffusion test used diffusion franz cell and membrane spangler. The result showed that formula diclofenac sodium cream contained propylene glycol 7% was the one best in diffusion of 0.0203 ppm/menit.   Key words : Propylene glycol, diffusion, hydrophobic base   ABSTRAK Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh propilen glikol terhadap laju difusi krim natrium diklofenak basis hidrofobik secara invitro. Dalam penelitian ini dibuat formula dengan variasi konsentrasi propilen glikol yaitu 0, 3, 5, dan 7%. Pengujian stabilitas fisik sediaan krim meliputi organoleptis, pH, viskositas, konsistensi, dan uji sifat aliran selama 56 hari penyimpanan, serta uji difusi menggunakan alat difusi Franz dan membran spangler. Dari hasil penelitian ini didapat bahwa formula krim natrium diklofenak yang mengandung propilen glikol 7% memiliki laju difusi paling baik yaitu 0,0203 ppm/menit.   Kata kunci : Propilen glikol, laju difusi, basis hidrofobik