Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Farmaka

PENCARIAN OBAT BERBASIS BAHAN ALAM DALAM PENANGANAN ULKUS DIABETIKUM SAFIRA, ARIDA; Sriwidodo, Sriwidodo
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3657.196 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.22007

Abstract

Ulkus diabetikum merupakan komplikasi serius dari penyakit diabetes. Prevalensi ulkus diabetikum di dunia sebesar 6,3%. Pasien dengan ulkus diabetikum menghabiskan biaya 4 kali lebih besar jika dibandingkan dengan pasien yang hanya menderita diabetes tanpa komplikasi ulkus. Dengan demikian perlu dilakukan pencarian alternatif pengobatan baru dengan harapan biaya yang dihabiskan lebih kecil, salah satunya adalah penggunaan obat tradisional atau biasa disebut herbal. Banyak penelitian yang telah dilakukan terhadap berbagai macam jenis herbal untuk penyembuhan ulkus, seperti aloe vera, madu, minyak zaitun, Astragali Radix dan Rehmanniae Radix, kiwi, Annona squamosa, dan kitosan. Artikel ini bertujuan untuk memberikan perkembangan terkini terkait obat herbal yang telah digunakan dalam penyembuhan ulkus diabetikum.
TAHAPAN PEMBUATAN LAPORAN PRODUCT QUALITY REVIEW SEBAGAI EVALUASI MUTU PRODUK DI PT KALBE FARMA TBK NURMESA, ADI; Sriwidodo, Sriwidodo
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3975.875 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22915

Abstract

 ABSTRAK Salah satu penerapan aspek management mutu yang di atur dalam CPOB 2018 adalah pengkajian mutu produk. Pengkajian Mutu Produk (PMP) / Product Quality Review (PQR) adalah evaluasi yang dilakukan secara berkala dari semua produk obat farmasi terdaftar termasuk ekspor, untuk menilai standar kualitas masing-masing produk obat dengan melihat konsistensi proses yang ada, memeriksa kelayakan spesifikasi saat ini serta kecenderungan apapun untuk menentukan kebutuhan untuk mengubah spesifikasi produk obat, proses manufaktur maupun prosedur kontrol. Pengkajian Mutu Produk (PMP) adalah sarana yang efektif dalam meningkatkan konsistensi proses dan kualitas produk secara keseluruhan.   Pembuatan laporan PQR merupakan kebjiakan masing-masing perusahaan farmasi sehingga akan dihasilkan laporan yang berbeda-beda antar perusahaan, namun masih sesuai dengan persyaratan CPOB. Selama Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di PT Kalbe Farma Tbk., penulis berkesempatan untuk mempelajari tentang penyusunan laporan PQR. Pada tulisan ini, akan dibahas mengenai PQR secara umum dan pelaksanaannya di PT Kalbe Farma TbkKata Kunci : Pengkajian Mutu Produk, PMP, mutu produk,PT Kalbe Farma. Tbk
EFIKASI POLIMER ALAMI DAN POLIMER SINTETIK SEBAGAI DRESSING UNTUK PENGOBATAN ULKUS DIABETIKUM Nasution, Atharia Refi Khairani; Sriwidodo, Sriwidodo
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.748 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.21976

Abstract

Ulkus diabetikum adalah komplikasi dari penyakit diabetes mellitus berupa infeksi, tukak dan atau destruksi ke jaringan kulit yang paling dalam di kaki pada pasien akibat abnormalitas saraf dan gangguan pembuluh darah arteri perifer. Pengobatan ulkus diabetikum yang banyak digunakan saat ini yaitu dengan cara dressing atau pembalutan luka. Polimer telah dilaporkan banyak digunakan sebagai matriks pembawa pada metode dressing. Polimer sendiri dikelompokkan menjadi dua  macam yaitu polimer alami dan polimer sintetik. Tujuan dari review artikel ini adalah untuk mengetahui efikasi polimer alami dan polimer sintetik sebagai metode dressing terkini untuk pengobatan ulkus diabetikum. Polimer alami yang dibahas antara lain kitosan, asam hyaluronat, selulosa, dan kolagen. Sementara, polimer sintetik yang dibahas antara lain polyvinyl alcohol (PVA), polyurethane; poly lactic acid, dan polyvinyl pyrrolidone (PVP).
FORMULASI GEL AROMATERAPI DENGAN BASIS KARAGENAN SOFIANI, VALENTINE; Sriwidodo, Sriwidodo; Chaerunisaa, Anis Yohana
Farmaka Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.866 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i3.16238

Abstract

Penggunaan aromaterapi dalam kehidupan sehari-hari sangat banyak dan beraneka ragam bentuk serta kegunaannya. Sediaan aromaterapi yang beredar di pasaran, diantaranya adalah lilin aromaterapi, dupa, dan sabun aromaterapi. Namun, sediaan aromaterapi lain yang dapat digunakan adalah gel aromaterapi. Gel aromaterapi ini menggunakan minyak atsiri yaitu minyak lemon. Komponen utama yang digunakan sebagai polimer pembuatan gel aromaterapi ini adalah karagenan kappa yang merupakan hasil ekstraksi dari rumput laut jenis Eucheuma cottonii. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula gel aromaterapi yang tepat dengan basis karagenan, mengetahui karakterisasi, dan stabilitas gel aromaterapi dengan basis karagenan. Metode penelitian ini meliputi optimasi basis gel dengan konsentrasi karagenan 2%;2,5%;3%;3,5%;4%, evaluasi basis gel, formulasi gel aromaterapi dan evaluasi gel aromaterapi. Evaluasi yang dilakukan meliputi pengujian organoleptis, pengujian sineresis gel, pengujian total penguapan zat cair dan persen bobot sisa, dan pengujian kekuatan gel pada suhu penyimpanan 25oC dan 40oC. Hasil pengujian organoleptis gel aromaterapi meliputi tekstur, warna, dan bau menunjukkan hasil yang baik pada suhu penyimpanan 25oC yaitu karagenan dengan konsentrasi 3%, minyak atsiri konsentrasi 7% dengan penambahan minyak nilam 1%, pengujian sineresis gel aromaterapi menunjukkan hasil yang baik yaitu kurang dari 1%, pengujian total penguapan zat cair dan persen bobot sisa yang lebih kecil dapat dilihat pada formula gel aromaterapi yang ditambahkan minyak nilam, dan pengujian kekuatan gel berkisar antara 2,200-3400 g.force.Kata Kunci    : Karagenan Kappa, Gel Aromaterapi, Minyak Lemon, Minyak Nilam 
AKTIVITAS REPELEN KOMBINASI MINYAK ATSIRI RIMPANG BENGLE (ZINGIBER CASSUMUNAR ROXB.) DAN DAUN SEREH WANGI (CYMBOPOGON NARDUS (L.) RENDLE) TERHADAP NYAMUK AEDES AEGYPTI SOFIAN, FERRY FERDIANSYAH; RUNADI, DUDI; TJITRARESMI, AMI; ARWA, ARWA; PRATAMA, GUSTYAN; MENTARI, ANTI PEBRIANTI; SRIWIDODO, SRIWIDODO; RAMADHANIA, ZELIKA MEGA
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.518 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.9294

Abstract

Tingginya tingkat penyebaran penyakit menular yang disebabkan oleh nyamuk, terutama pada daerah-daerah dengan endemik nyamuk yang tinggi, terdorong untuk melakukan pencegahan terbaik dalam penanggulangannya dengan cara pengendalian nyamuk dan menghindari gigitannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas repelen terhadap beberapa kombinasi komposisi minyak atsiri rimpang bengle (Zingiber cassumunar Roxb.) dan minyak sereh wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) terhadap nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit demam berdarah. Penelitian dilakukan dengan mengamati nyamuk yang hinggap di tangan relawan yang sebelumnya telah diberi sediaan uji. Analisis statistik menunjukkan bahwa masing-masing kombinasi minyak atsiri dari bahan uji yaitu bengle 10%; bengle 7,5% + sereh wangi 2,5%; bengle 5% + sereh wangi 5%; bengle 2,5% + sereh wangi 7,5%; dan sereh wangi 10% memiliki daya repelen tetapi masih memiliki perbedaan daya repelensi yang signifikan terhedap DEET 15%. Masing-masing kombinasi bahan uji tersebut tidak memiliki perbedaan pengaruh yang signifikan sebagai repelen dengan taraf signifikansi sebesar 0,05. Berdasarkan hal tersebut, hasilnya dapat disimpulkan bahwa kelima kombinasi bahan uji tersebut tidak memberikan perbedaan pengaruh yang signifikan sebagai repelen. Hal ini berarti kelima kelompok kombinasi uji tersebut memiliki daya tolak yang sama terhadap nyamuk Aedes aegypti dan potensial untuk dikembangkan menjadi obat herbal penolak nyamuk untuk mencegah demam berdarah.
PROSES PENYEMBUHAN DAN PERAWATAN LUKA : REVIEW SISTEMATIK Purnama, Handi; Sriwidodo, Sriwidodo; Mita, Soraya Ratnawulan
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.859 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13366

Abstract

Luka merupakan suatu bentuk kerusakan jaringan pada kulit yang disebabkan oleh kontak fisika (dengan sumber panas), hasil dari tindakan medis, maupun perubahan kondisi fisiologis. Ketika terjadi luka, tubuh secara alami melakukan proses penyembuhan luka melalui kegiatan bioseluler dan biokimia yang terjadi secara berkesinambungan. Proses penyembuhan luka dibagi ke dalam lima tahap, meliputi tahap homeostasis, inflamasi, migrasi, proliferasi, dan maturasi. Akhirnya, pada tahap proliferasi akan terjadi perbaikkan jaringan yang luka oleh kolagen, dan pada tahap maturasi akan terjadi pematangan dan penguatan jaringan. Penyembuhan luka juga dipengaruhi oleh faktor-faktor di dalam tubuh, yaitu IL-6, FGF-1, FGF-2, kolagenase, H2O2, serta BM-MSCs. Perawatan luka dapat dilakukan dengan menggunakan selulosa mikrobial, balutan luka, maupun modifikasi sistem vakum. Terapi gen juga mulai dikembangkan untuk penyembuhan luka, diantaranya aFGF cDNA, KGF DNA, serta rekombinan eritropoietin manusia. Pengembangan formula dari sistem dan basis yang digunakan juga dilakukan untuk membantu proses penyembuhan luka. Zat aktif dari bahan alam pun akhir-akhir ini gencar dikembangkan sebagai alternatif pengobatan.Kata kunci : Luka, penyembuhan luka, perawatan luka. 
AKTIVITAS DAN FORMULASI REPELEN LOSIO EKSTRAK ETANOL LIMBAH HASIL PENYULINGAN MINYAK NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH.) TERHADAP NYAMUK AEDES AEGYPTI RUNADI, DUDI; Sriwidodo, Sriwidodo; Ridwan, Sucilawati
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.85 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.9288

Abstract

ABSTRAK Limbah hasil penyulingan minyak nilam mengandung terpen-terpen nonvolatil yang memiliki aktivitas antiserangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol limbah hasil penyulingan minyak nilam sebagai repelen terhadap nyamuk Aedes aegypti beserta konsentrasi optimumnya dan membuat formulasi losionya yang baik, aman, stabil, dan efektif. Penelitian ini meliputi skrining fitokimia; ekstraksi; pengujian parameter ekstrak; pengujian aktivitas ekstrak sebagai repelen; formulasi losio ekstrak; evaluasi sediaan losio dari segi fisik, kimia, dan mikrobiologi selama waktu penyimpanan; pengujian iritasi losio; serta pengujian aktivitas repelen dalam sediaan losio. Konsentrasi ekstrak yang diuji aktivitasnya sebagai repelen adalah  5%, 10%, 20% b/v dan losio yang mengandung N,N-dietil-m-toluamid (DEET) 13 % sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan semua perlakuan memiliki aktivitas yang sama berdasarkan analisis statistik Anova. Sehingga dipilih konsentrasi 5% dalam formulasi losio. Kemudian dibuat formulasi losio dengan variasi konsentrasi ekstrak yaitu 3%, 5%, dan 7%. Hasilnya diperoleh konsentrasi optimum ekstrak pada losio sebagai repelen terhadap nyamuk Aedes aegypti adalah losio yang mengandung 7% ekstrak. Losio repelen yang dihasilkan memiliki kualitas fisik dan kimia yang baik, aman secara mikrobiologis, tidak menimbulkan iritasi pada kulit, dan rata-rata daya proteksinya lebih baik dibandingkan losio yang mengandung DEET 13% dengan daya proteksi sebesar 65,76% selama 6 jam pemakaian.  Kata kunci : Limbah hasil penyulingan minyak nilam, Repelen, Aedes aegypti, Losio ABSTRACT Residue of nilam oil distillation contains nonvolatile terpens which has repellent activity. The aims of this research are finding the activity of extract ethanol of nilam oil distillation residue as Aedes aegypti mosquito repellent and its optimum concentration, and finding the formulation of lotion from extract ethanol of nilam oil distillation residue which has good quality, safe, stable, and effective when it applied. The methods used are phytochemical screening; extraction;  standarization extract assay; repellent extract activity assay; repellent lotion formulation;  physical, chemical, and microbiological evaluation; skin irritation test; and repellent lotion activity assay. The concentrations of extract used to test the repellent activity were 5%, 10%, 20% w/v, and lotion that contains 13% of (N,N-diethyl-m-toluamide) DEET was used as positive control. The result concluded that all  samples have same activities based on Anova statistical method. Thus the extract concentration chosen for formulation was 5%. Then lotion formulation is made with variated extract concentration 3%, 5%, dan 7%. The result showed that the most optimum extract concentration of lotion that gave repellent activity towards Aedes aegypti is 7%. Lotion had good physical and chemical  quality, microbiologically safe, non iritant and lotion that contains of 7% extract has protection level mean better than lotion that containing 13% DEET with protection level 65,76% for 6 hours application. Key : Nilam oil distillation residue, Repellent, Aedes aegypti, Lotion