Articles

Found 8 Documents
Search

SELEKSI GALUR GENERASI F4 PADI BERAS MERAH TAHAN REBAH Mustikarini, Eries Dyah; Prayoga, Gigih Ibnu; Aprilian, Bama
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 4 No 1 (2020): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/agrosainstek.v4i1.105

Abstract

Kerebahan menyebabkan penurunan produksi tanaman padi. Tanaman padi tahan rebah dapat dihasilkan dari kegiatan pemuliaan tanaman. Tujuan penelitian adalah seleksi galur F4 tahan rebah.  Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2018 hingga Mei 2019 di lahan ultisol, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penanaman galur dilakukan secara single plant. Metode seleksi yang digunakan adalah seleksi pedigree.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik galur F4 padi terseleksi memiliki tinggi tanaman kurang dari 90 cm. Terdapat 70 galur F4 terseleksi memiliki ketahanan rebah berdasarkan karakter tinggi tanaman dan didukung oleh karakter diameter batang, panjang malai, kekuatan batang, dan berat biji bernas per rumpun.
OPTIMALISASI LAHAN PEKARANGAN UNTUK PERTANIAN DI DESA JADA BAHRIN, KECAMATAN MERAWANG KABUPATEN BANGKA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Prayoga, Gigih Ibnu
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedaulatan pangan merupakanupaya pemenuhan kebutuhan pangansecara swasembada. Pemenuhankebutuhan pangan yang dimulai daritingkat rumah tangga dinilai mampumeningkatkan ketahanan pangannasional. Pemanfaatan lahan hingga ketingkat pekarangan dibutuhkan agardapat mencapai kedaulatan pangandalam suatu wilayah. Kuliah KerjaNyata (KKN) Tematik dilakukan didesa Jada Bahrin sebagai upaya untukmembantu mencapai kedaulatanpangan di desa tersebut. Target luaranyang diharapkan yaitu; 1. Mendorongoptimalisasi pemanfaatan lahanpekarangan untuk budidayapertanian.; 2. Memfasilitasi transferteknologi sistem budidaya tanamanpangan dan hortikultura sertapengendalian hama terpadu daritingkat perguruan tinggi kepadamasyarakat; 3. Pengembangankemandirian masyarakat khususnyakelompok tani dalam kegiatan usahatani tanaman pangan; 5. Peningkatanpengetahuan dan keterampilan petanidalam pemanfaatan lahan pekarangan.Kegiatan utama yang dilakukan untukmencapai target luaran tersebut adalah: 1. Pelatihan sistem budidayahidroponik; 2. Pelatihan pembuatankompos berbahan dasar limbah rumahtangga; 3. Aplikasi teknologipengendalian hama terpadu; 4.Pelatihan pembuatan produk panganberbahan tanaman lokal; 5.Pelaksanaan Kegiatan Rembuk TaniDesa. Hasil yang diperoleh selamaKKN Tematik adalah : 1. Pemanfaatansistem hidroponik di balai desa danpekarangan warga; 2. Pemanfaatanlimbah rumah tangga sebagai bahanbaku kompos. 3. Pengendalian hamamemanfaatkan daun pepaya; 4.Pembuatan dodol berbahan kemiliksebagai pangan khas desa Jada Bahrin;5. Terlaksananya rembuk tani 3 desa,yaitu desa Jada Bahrin, Balunijuk, danKimak. Selain itu diharapkan akantercapai keberlanjutan program sepertipemanfaatan lokasi pertanian DesaJada Bahrin sebagai sebagai desacontoh penerapan teknologihidroponik sederhana, dan berdirinyaklinik tani yang dapat membantupetani dalam mengatasi gangguanhama dan penyakit tanaman.
Seleksi kacang tanah (Arachis hypogaea L.) lokal Bangka toleran cekaman salinitas Prayoga, Gigih Ibnu; Mustikarini, Eries Dyah; Wandra, Novin
Jurnal Agro Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/3366

Abstract

Seleksi cekaman salinitas kacang tanah dilakukan untuk mendapatkan tetua yang toleran terhadap salinitas dan memperbaiki sifat kacang tanah dalam kegiatan pemuliaan tanaman. Informasi genotip unggul kacang tanah toleran terhadap salinitas sangat diperlukan sebagai dasar pemilihan genotip tetua yang adaptif pada lahan salin. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kacang tanah yang memiliki sifat toleran cekaman salinitas dan menentukan konsentrasi air laut yang dapat ditoleransi oleh tanaman. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Penelitian, Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi, Universitas Bangka Belitung, pada bulan Februari–April 2018. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola split plot dengan 2 ulangan. Petak utama adalah tingkat salinitas yaitu non-salin (kontrol), salinitas rendah, dan salinitas sedang. Anak petak adalah 5 genotip kacang tanah yaitu aksesi lokal (Belimbing dan Arung dalam) dan varietas nasional (Tuban, Kancil, dan Hypoma). Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Hypoma memiliki karakter jumlah daun dan diameter batang yang paling baik, namun tidak toleran terhadap cekaman salinitas sedang. Aksesi Belimbing merupakan genotip toleran salinitas rendah berdasarkan nilai indeks toleransi cekaman salinitas. Selection of groundnut tolerant to salinity stress is carried out to obtain parent genotypes tolerant to salinity and improve the characteristics of groundnut in plant breeding program. The information of superior groundnut genotypes tolerant to salinity is necessary as the basic of genotypes selection adaptive in the saline area. The research aimed to obtain the groundnut tolerant to salinity stress and determine the concentration of seawater that can be tolerated by groundnut. This research was conducted at The Experiment and Research Field, Faculty of Agriculture Fisheries and Biology, University of Bangka Belitung, from February to April 2018. The research used Complete Randomized Design (CRD) split plot with two replications. Main plot was concentrations of seawater; non-saline (control), low salinity, and moderate salinity. The subplot was groundnut genotypes of local accessions (Belimbing and Arung Dalam) and national varieties (Tuban, Kancil, and Hypoma). The results of this research indicated that Hypoma has the best result for plant height and diameter of stem, but intolerant to moderate salinity stress. Belimbing was the genotype with low salinity tolerance based on score index of tolerant salinity stress.
Keragaman Plasma Nutfah Pisang (Musa sp) di Pulau Bangka Berdasarkan Karakter Morfologi Lesta, Lesta; Mustikarini, Eries Dyah; Prayoga, Gigih Ibnu
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 2 No 1 (2018): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1130.918 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v2i1.16

Abstract

Pisang (Musa sp) merupakan tanaman yang mempunyai kandungan gizi sangat baik, kaya akan mineral dan mengandung vitamin A, B kompleks, C dan B6. Plasma nutfah pisang di Bangka saat ini belum diketahui. Penelitian tentang keragaman plasma nutfah pisang di Pulau Bangka perlu dilakukan untuk mempertahankan plasma nutfah lokal Bangka. Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Bangka. Karakterisasi plasma nutfah pisang meliputi karakter kualitatif dan karakter kuantitatif. Analisis kekerabatan antar genotipe plasma nutfah pisang di Pulau Bangka berdasarkan metode UPGMA. Hasil eksplorasi dan karakterisasi plasma nutfah pisang di Pulau Bangka terdapat 22 plasma nutfah. Hasil analisis hubungan kekerabatan terdapat empat klaster pada koefeisien 0,40 (40%). Klaster satu terdiri dari plasma nutfah Udang. Klaster dua terdiri dari plasma nutfah Jernang dan Rotan. Klaster tiga terdiri dari plasma nutfah Wei, Kapal, dan Abu. Klaster empat terdiri dari plasma nutfah Madu Manis, Madu Keling, Gembur, Jambi, 40 Hari, Bawang, Geda, Tematu, Serindit, Masak Ijau, Rejang, Madu Pulau, Kecit Lantai, Susu, Gede dan Lilin. Variabilitas karakter kuantitatif relatif luas.
Characterization of Bangka Landrace Groundnut (Arachis hypogaea L.) Germplasm based on Morphological Character Kusmiadi, Riwan; Prayoga, Gigih Ibnu; Apendi, Fitra; Alfiansyah, Alfiansyah
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 2 No 2 (2018): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.779 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v2i2.25

Abstract

Groundnut production can be improved through the use of superior seeds derived from landrace germplasm. The aim of this research was to study the morphological characteristics of Bangka landrace groundnut and the relationship between landrace. This research was conducted in Experimental and Research Garden, Bangka Belitung University from March to August 2017. This research used RBD with 9 landrace accessions and 1 national variety as treatment. The 9 landraces are accession Bedeng Akeh, Lubuk kelik, Matras, Sungailiat, Arung Dalam, Belimbing, Jongkong, Air Ketimbai 1, and Air Ketimbai 2. National variety is Kancil variety. The analysis of genetic relationship was done by the UPGMA method. The result of morphological characterization shows many similarities in the character such as growth habit, number of branches, stem color, leaf color, standard petal color, pod beak, and seed color. The differences are leaflet shape, pod constriction, pod reticulation, and primary seed color. The result of relationship analysis based on morphological characterization showed 4 groups on 87% similarities. The first group consists of the accession of Belimbing, Jongkong, Air Ketimbai 2, Sungailiat, and Kancil varieties. The second group is accession Matras, Lubuk Kelik, and Bedeng Akeh. The third group is Air Ketimbai 1 and the fourth group is Arung Dalam accession.
Seleksi Aksesi Padi Lokal Bangka Melalui Pengujian Variabilitas dan Heritabilitas Prayoga, Gigih Ibnu; Mustikarini, Eries Dyah; Pradika, Desti
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 1 No 2 (2017): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.062 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v1i2.8

Abstract

Seleksi tanaman tetua merupakan tahapan awal kegiatan persilangan. Tanaman tetua biasanya berasal dari plasma nutfah karena memiliki diversitas yang tinggi dan potensi yang bagus. Pengujian plasma nutfah yang potensial bisa dilakukan memlalui uji variabilitas dan heritabilitas. Tujuan penelitian ini yaitu menyeleksi tanaman tetua padi untuk kegiatan pemuliaan tanaman berdasarkan nilai variabilitas dan heritabilitas. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Biologi, Universitas Bangka Belitung. Penelitian menggunkan metode ekperimental Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan berupa tujuh aksesi padi lokal, yaitu Grintil, Balok Runti, Mukud Besak, Mayang Curui, Payang Tebing, Balok Lutong and Balok Lukan Jintan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat perbedaan karakter antara tujuh aksesi padi lokal Bangka yang diuji. Heritabilitas tinggi untuk tujuh padi lokal Bangka diperoleh pada karakter karakter tinggi tanaman, waktu berbunga, panjang malai, jumlah biji hampa, waktu panen, panjang biji, lebar biji, berat 1000 biji, jumlah biji total, dan hasil biji/rumpun. Variabilitas luas diperoleh pada karakter panjang biji. Aksesi Balok Runti dan Payak Tebing direkomendasikan sebagai tanaman tetua untuk kegiatan pemuliaan selanjutnya. 
IPTEK BAGI MASYARAKAT (IBM) DESA BUKIT KIJANG MELALUI PELATIHAN PRODUKSI PAKAN IKAN MANDIRI SEBAGAI UPAYA EFISIENSI BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR Prayoga, Gigih Ibnu; Syaputra, Denny; Yunita, Anggraeni
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 3 No 1 (2020): IKRAITH-ABDIMAS VOL 3 NO 1 BULAN MARET 2020
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.404 KB)

Abstract

Desa Bukit Kijang merupakan salah satu desa dengan potensi yang luar biasa terutama padasektor perkebunan dan pertambangan. Setelah pasca tambang, warga Desa Bukit Kijang mulaiberalih ke sektor agribisnis, pembudidayaan, dan perikanan. Beberapa lahan bekas tambang timahyang cukup banyak di area Desa Bukit Kijang saat ini oleh masyarakat digunakan untuk budidayaikan air tawar. Pakan ikan merupakan salah satu faktor paling penting yang mendukungpertumbuhan ikan. Permaslahannya adalah harga pakan ikan yang semakin tinggi, membuatpembudidaya ikan perlu mencari cara mengurangi pengeluaran pakan ikan.Oleh karena itu, untukmenekan biaya operasional, pembudidaya ikan membutuhkan kemampuan memproduksi pakanikan secara mandiri. Upaya yang dilakukan yaitu melakukan pelatihan pembuatan pakan ikanmandiri dengan bahan baku lokalmelalui kegiatan iptek bagi masyarakat (IbM). Kegiatan IbMdiDesa Bukit Kijang, yaitu pelatihan produksi pakan ikan mandiri sebagai telah selesai dilaksanakandalam tiga tahapan. Kegiatan dilaksanakan mulai dari bulan April sampai dengan Agustus 2019.Tahapan pertama yaitu persiapan kegiatan, yaitu melakukan koordinasi dengan pihak desa,penyusunan jadwal kegiatan dan pembagian tugas antara tim IbM dengan pihak desa. Tahapankedua yaitu sosialisasi kepada warga Desa Bukit Kijang mengenai pentingnya dan manfaatpembuatan pakan ikan secara mandiri. Pakan ikan yang dibuat juga berasal dari bahan baku lokalsehingga lebih efisien, mudah didapatkan, murah, menguntungkan.Tahapan ketiga yaitu pelatihanpembuatan pakan ikan mandiri dengan menggunakan bahan baku lokal. Luaran yang telah dicapaiproduk pakan ikan mandiri, peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat Desa BukitKijang.
Penerapan Sistem Kawasan Rumah Pangan Lestari ( KRPL) di Desa Baru, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur Christianingrum, C; Prayoga, Gigih Ibnu
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 3 No 1 (2020): IKRAITH-ABDIMAS VOL 3 NO 1 BULAN MARET 2020
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1226.463 KB)

Abstract

Lahan merupakan hal yang sangat penting di Indonesia khususnya dalam kegiatan pertaniandan bercocok tanam. Peningkatan kegiatan industri dan pertumbuhan penduduk desawa inimenjadikan lahan yang produktif untuk kegiatan pertanian berubah fungsi menjadi pemukimanyang padat akan penduduk. Kondisi tersebut menyebabkan lahan untuk kegiatan pertanian menjadisemaikin sempit dan berkurang, sehingga tak sedikit pula banyak petani yang beralih profesikebidang yang lain guna mencukupi kebutuhan ekonom. Kawasan rumah pangan lestari (KRPL),merupakan salah satu sistem penanaman tanaman, khususnya tanaman pangan yang meliputisayuran, buah-buahan, dan tanaman obat-obatan keluarga (toga) yang dapat dikembangkan denganmemanfaatkan pekarangan rumah. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kawasan rumahpangan lestari(KRPL) ini meliputi Sosialisasi kegiatan dan perencanaan, diskusi ataupun ceramahdan dengan melakukan demonstrasi kegiatan secara langsung kepada masyarakat. Penerapapansistem budaya hidroponik sederhan, penanaman tanaman obat dan buah -buahan di pekaranganrumah dapat menjadi solusi untuk menjadikan lahan pekarangan menjadi lebih produktif meskipunmasih dalam skala yang kecil.