Articles

Found 5 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIINFLAMASI CRUDE EXTRACT FUKOIDAN DARI SARGASSUM CRASSIFOLIUM PADA SEL RAW 264.7 YANG DIINDUKSI LPS Hikariastri, Pangartika; Winarno, Hendig; Kusmardi, Kusmardi; Laksmitawati, Dian Ratih; Abdillah, Syamsudin
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 9, NOMOR 2, AGUSTUS 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.183 KB) | DOI: 10.22435/jki.v9i2.1547

Abstract

Inflammation is known as the basic mechanism underlying various chronic diseases. Macrophage activation by inflammatory stimulus induces the release of inflammatory mediators, thus the mediators becoming a promising target of anti-inflammatory drug development. Previous studies indicated that fucoidan has anti-inflammatory activity by inhibiting the release of proinflammatory mediators. The aim of this study is determining anti-inflammatory activity of fucoidan crude extract form Sargassum crassifolium Garut waters by observing its effect on proinflammatory cytokines TNF-?, IL-1?, dan IL-6. Fucoidan is a polysaccharide substance which has various characteristics, depending on the source and the extraction method which is influencing its bioactivity. Sargassum crassifolium collected from Garut-West Java is extracted using diluted HCl 0,1 M and precipitated with ethanol to obtain fucoidan crude extract. The crude extract is tested on LPS-induced RAW 264.7 cells to evaluate its effect on TNF-?, IL-1?, and IL-6 level using ELISA method. The result showed that fucoidan crude extract decreased the level of TNF-? by the dose of 25 and 50 ?g/ml, and decreased the level of IL-1? and IL-6 by the dose of 25 ?g/ml. The dose of 50 ?g/ml failed to inhibit IL-1? and IL-6 production. This study showed that fucoidan crude extract derived from S. crassifolium has anti-inflammatory activity to RAW 264.7 cells by the dose of 25 ?g/ml.
OPTIMASI DAN VALIDASI METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI UNTUK MENETAPKAN KADAR ASAM KLOROGENAT DALAM EKSTRAK ETANOL DAUN YAKON (SMALLANTHUS SONCHIFOLIUS (POEPP. & ENDL.) H. ROBINSON) Aziz, Zuhelmi; Nurhidayati, Liliek; Abdillah, Syamsudin; Yuliana, Nancy Dewi; Simanjuntak, Partomuan
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 16, No 1 (2020): Vol 16, No 1 (2020) Alchemy Jurnal Penelitian Kimia
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4044.619 KB) | DOI: 10.20961/alchemy.16.1.28952.66-76

Abstract

Yakon merupakan tanaman yang dapat digunakan untuk pengobatan dan kebutuhan pangan. Salah satu kandungan zat berkhasiat dalam daun yakon adalah asam klorogenat. Asam klorogenat diketahui memiliki aktifitas sebagai antioksidan, antikanker dan antidiabetes.  Penentuan kadar asam klorogenat dalam matriks yang kompleks diperlukan metode yang selektif dengan ketelitian dan ketepatan yang baik. Pada penelitian ini dilakukan optimasi dan validasi metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) fase balik untuk penetapan kadar asam klorogenat. Ekstrak dibuat secara ultrasonikasi menggunakan pelarut etanol 95%. Kondisi optimum diperoleh menggunakan fase gerak asam format 0,1% dalam asetonitril?asam format 0,1% dalam air (gradien); fase diam oktadesilsilan (C18) pada suhu 30 ºC dan detektor UV pada panjang gelombang 328 nm. Metode KCKT ini memberikan hasil yang memiliki ketelitian yang tinggi dengan simpangan baku relatif 0,79% dan ketepatan yang baik dengan perolehan kembali 97,50%. Kadar asam klorogenat yang diperoleh dalam ekstrak etanol 95% daun yakon sebesar 1,02%. Optimization and Validation of High Performance Liquid Chromatography Methods for Determination of Chlorogenic Acid Levels in Ethanol Extracts of Yakon Leaves (Smallanthus sonchifolius (Poepp. & Endl.) H. Robinson). Yacon is a plant that can be used for medication and food needs. One of the bioactive compounds of yacon leaves is chlorogenic acid. Chlorogenic acid has various biological activities, such as antioxidant, anticancer and antidiabetic activities. To determine the chlorogenic acid in such complex matrix, such selective methods with good precision and acuracy are required. In this study, the optimization and validation of reverse phase high performance liquid chromatography (HPLC) method for chlorogenic acid determination were performed. The extract was prepared by ultrasonication in 95% ethanol.The optimized condition for HPLC obtained was by using mobile phase  0.1% formic acid in acetonitrile ? 0.1% formic acid in water with gradient elution, stationary phase octadesylsilane  (C18)  at 30 oC and UV detector at of 328 nm. The result showed that HPLC method had high precicion with relative standard deviation of 0.79% and high accuracy with recovery of 97.50%. The chlorogenic acid in the ethanol 95% extract of Yacon leaves was 1,02%.
FTIR and HPLC-Based Metabolomics of Yacon Leaves Extracts (Smallanthus sonchifolius [Poepp & Endl.] H. Robinson) from Two Locations in Indonesia Aziz, Zulhelmi; Yuliana, Nancy Dewi; Simanjuntak, Partomuan; Rafi, Mohamad; Abdillah, Syamsudin
Indonesian Journal of Chemistry ARTICLE IN PRESS
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.372 KB) | DOI: 10.22146/ijc.43453

Abstract

Smallanthus sonchifolius [Poepp. & Endl.] H. Robinson (Asteraceae) also known as Yacon or insulin plant, is traditionally used for treating diabetes. Varying geographical origins and postharvest handling, however, seem to affect quantitative and qualitative metabolites in the leaves of Smallanthus sonchifolius [Poepp. & Endl.] H. Robinson (Yacon). The study was conducted to compare and differentiate metabolites profile/fingerprint of Yacon leaves which were grown and obtained from different locations in Pulau Jawa i.e. Lembang (Jawa Barat) and Wonosobo (Jawa Tengah). Three different solvents (95% ethanol, 50% ethanol and water) were used to synthesize Yacon leaves extracts, in order to determine the suitable solvent to produce discernable differentiation through FTIR and HPLC-based metabolomics. Principal Component Analysis (PCA) of FTIR data (4000–400 cm1 wavenumber) indicated that Yacon leaves extracted with ethanol at 95%, had a distinctive FTIR fingerprint profile when compared to others. However, the FTIR-based PCA could not differentiate the extracts based on their geographical origins, although PCA analysis of HPLC-data successfully differentiated the extracts based on their geographical origins. Furthermore, the prominent peak for the leaves extract from Lembang and Wonosobo as regards retention time, was observed at 21.59–25.10 min and 20.69–21.695 min respectively. Notably, R2Y and Q2 value obtained by cross-validation and permutation tests showed all multivariate models were statistically reliable. Overall, there is the need to conduct further research using a more sophisticated tool such as LC-MS, to identify which metabolites represented by the aforementioned FTIR and HPLC data.
Karakterisasi Nanopartikel dan Uji Antiagregasi Platelet Secara In-Vitro terhadap Ekstrak Rumput Laut Coklat (Sargassum polycystum) Hasil Hidrolisis Enzim Sellulase Kartiningsih, Kartiningsih; Abdillah, Syamsudin; Simanjuntak, Partomuan; Cyntia, Cyntia; Haryo, Haryo
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 17 No 2 (2019): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.048 KB) | DOI: 10.35814/jifi.v17i2.720

Abstract

Rumput laut coklat mengandung fukoidan, yakni suatu polisakarida sulfat dengan bobot molekul besar (sekitar 100.000 Da) yang memiliki aktivitas antiagregasi platelet. Aktivitas ini tercapai apabila fukoidan memiliki bobot molekul kecil (3900-7600 Da) sehingga dilakukan pengecilan bobot molekul dengan cara hidrolisis enzim sellulase lalu dibuat bentuk nanopartikel untuk meningkatkan aktivitas. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh nanopartikel ekstrak yang memenuhi persyaratan mutu fisik dan memiliki aktivitas antiagregasi platelet yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak rumput laut coklat baik sebelum maupun sesudah dihidrolisis. Ekstraksi menggunakkan metode maserasi kinetik 80% dilanjutkan dengan larutan Kalsium Klorida 2%. Hasil dikeringkan lalu dihidrolisis dengan enzim sellulase dan dibuat nanopartikel dengan metode gelasi ionik. Hasil karakterisasi nanopartikel berupa ukuran partikel sebesar 552,8, indeks polidispersitas sebesar 0,569, zeta potensial sebesar +53,5 mV, dan berbentuk sferis. Hasil pengujian aktivitas antiagregasi platelet secara in-vitro dengan konsentrasi 500 µg/mL menunjukkan persentase penghambatan agregasi platelet ekstrak rumput laut coklat sebesar 22,19% dan ekstrak setelah hidrolisis sebesar 57,94% dan nanopartikel ekstrak setelah hidrolisis sebesar 72,93%. Nanopartikel ekstrak memenuhi persyaratan mutu fisik dan nanopartikel ekstrak setelah hidrolisis memiliki aktivitas antiagregasi platelet paling tinggi dibandingkan ekstrak rumput laut coklat baik sebelum maupun setelah dihidrolisis.
SIFAT FISIKOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN CRUDE FUKOIDAN HASIL EKSTRAKSI DARI SARGASSUM CINEREUM Nurhidayati, Liliek; Fitriani, Yashinta; Abdillah, Syamsudin; Mumpuni, Esti; Rafi, Mohamad
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 18 No 1 (2020): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v18i1.823

Abstract

Rumput laut coklat telah dikenal sebagai sumber fukoidan yang memiliki berbagai aktivitas biologi. Fukoidan bisa diperoleh dengan berbagai cara ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi, mengkarakterisasi dan menguji aktivitas antioksidan crude fukoidan hasil ekstraksi dari Sargassum cinereum. Ekstraksi crude fukoidan dilakukan dengan merefluks pada suhu 100oC dengan lama waktu 4 dan 5 jam kemudian diendapkan dengan etanol. Hasil ekstraksi berupa serbuk coklat kehitaman. Rendemen dengan lama ekstraksi 4 jam sebesar 2,78% yang tidak berbeda bermakna dengan lama ekstraksi 5 jam. Penapisan fitokimia terhadap crude fukoidan menunjukkan bahwa selain fukoidan, terdapat senyawa golongan flavonoid, saponin, steroid, triterpenoid, dan tannin. Hasil ekstraksi 4 jam dan 5 jam memiliki kadar sulfat sebesar 16,31% dan 11,22%, kadar karbohidrat total 22,94 % dan 22,85%, dan pada spektrum FTIR menunjukkan pita serapan OH dari karbohidrat, fukosa, sulfat, dan asam uronat. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH (1,1- difenil 2-pikrihidrazil) menghasilkan nilai IC50 untuk ekstrak 4 jam dan 5 jam sebesar 721,9 µg/ml dan 749,9 µg/ml. Dapat disimpulkan bahwa crude fukoidan Sargassum cinereum memiliki aktivitas antioksidan yang lemah.